PENGABDIAN MASYARAKAT: OPTIMALISASI KESEHATAN DAN PRODUKTIFITAS WARGA MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DAN GERAKAN ZERO WASTE

Padatnya aktivitas kegiatan perkampungan yang dilaksanakan oleh warga, berbanding lurus dengan banyaknya produksi sampah yang dihasilkan pada setiap kegiatannya. Sampah merupakan produksi samping adanya aktifitas manusia, yang sejalan dengan peningkatan gaya hidup yang sangat berdampak pada sampah yang diproduksi setiap harinya. Pada setiap kegiatan yang diselenggarakan di Dusun Mrisi, seringkali menghasilkan sampah yang tidak dapat terurai dalam waktu yang lama seperti menggunakan kantong plastik, plastik pembungkus makanan, alat pengemasan makanan  berupa sendok, gelas mineral, garpu. Terlebih lagi mayoritas jenis makanan yang disajikan dibungkus dengan plastik, menggunakan kantong plastik dan menggunakan minuman berupa air mineral kemasan. Pada setiap harinya produksi sampah warga paling banyak adalah jenis plastik, apalagi pada aktifitas pembagian hewan qurban, sampah jenis plastik meningkat pesat.  Sampah ini apabila tidak dikelola dengan baik, dapat memicu masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan.

Berdasarkan penelitian penggunaan plastik yang tidak sesuai persyaratan akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, karena dapat mengakibatkan pemicu kanker dan kerusakan jaringan pada tubuh manusia (karsinogenik). Selain itu plastik sulit untuk di degradasikan oleh mikroorganisme, dapat bertahan hingga 100-500 tahun untuk dapat terurai secara sempurna, sangat besar berpotensi untuk mencemarkan lingkungan. Pembakaran sampah plastik juga dapat menyebabkan pencemaran udara dan membahayakan pernafasan manusai. Penimpunan dalam tanah dapat mencemari tanah dan air, termasuk juga mencemari air sumur yang dikonsumsi manusia yang dianggap sebagai air bersih untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum setiap harinya.  Hal ini akan memicu penyakit pencernaan seperti  thypus maupun hepatitis.

Kadar rendah bisphenol-A pada plastik dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan, seperti penurunan kandungan hormon testosteron, sel prostat lebih sensitif terhadap kanker, maupun memicu kanker payudara.  Disamping itu sampah pada umumnya harus dikelola dengan baik. Hal ini jika tidak dilakukan dapat menyebabkan suatu daerah menjadi kotor dan kumuh. Selain itu dapat memicu terjadinya pendangkalan sungai yang akan berakibat pada timbulnya bencana banjir. Penumpukan sampah akan memicu bau busuk, perkembangbiakan lalat. Lalat yang berkembangbiak dapat menghinggapi makanan maupun tubuh manusia yang akan menyebarkan bakter penyebab penyakit sistem pencernaan seperti diare, kholera thypus. Keadaan yang disebutkan ini salah satunya karena sampah tidak dikelola dengan baik. Gangguan-kesehatan yang dapat terjadi yang bermula dari sampah ini akan mempengaruhi imunitas tubuh yag menurun, dan pada situasi pandemic covid-19 ini akan mempermudah tertular penyakit covid-19 apabila kontak dengan pembawa virus tersebut. Kondisi ini diperlukan upaya mengatasi permasalah sejak dari tempat produksi sampah yang diproduksi warga yaitu pada produksi sampah keluarga, dan sampah dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan dusun maupun RT setempat.

Terkait dengan permasalahan tersebut, dalam rangka Program Pengabdian Masyarakat Hibah RisetMuhammadiyah Batch V, tim pengabdi Universitas Aisyiyah Yogyakarta melaksanakan pengabdian di Dusun Mrisi Tirtonirmolo Kasihan Bantul. Pengabdian ini dilaksanakan secara kolaborasi antara Prodi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Prodi Bioteknologi Fakultas Sains Teknologi, Ketua Pengabdi yaitu Yuni Purwati, S. Kep., Ns., M.Kep dan Tim Pengabdi terdiri Wiwit Probowati, M. Biotech dan Arif Bimantara, M. Biotech, dilaksanakan bersama dengan 7 mahasiswa Prodi Keperawatan dan Prodi Bioteknologi. Pengabdian masyarakat dengan tema : “Optimalisasi Kesehatan dan Produktifitas Warga Menyosong Pasca Covid-19 Melalui Pengelolaan Sampah dan Gerakan Zero Waste, dilaksanakan pada Sabtu, 2 Oktober 2021 secara offline, bertempat di Pendopo Tanggul Asri RT.09 Mrisi Tirtonirmolo Kasihan Bantul. Kegiatan dilaksanakan melalui Penyuluhan Perilaku Hidup Sehat dan Kampanye Zero Waste oleh Yuni Purwati, M.Kep dan mahasiswa Prodi Keperawatan. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan kampanye tetap mematuhi protokol kesehatan dan menjalani gaya hidup baru dengan sehat dalam masa Pandemic Covid-19, kampanye zero waste untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dan beralih dengan menggunakan kantong belanja berasal dari bahan kain yang dapat digunakan berulang. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan mediokers, yaitu Media Tanam dari Limbah Plastik Kresek (mediokres) yang telah diberi formula pupuk organik mampu menjadi media tanam menggantikan tanah untuk berbagai jenis tanaman yang dapat digunakan bertahun-tahun sampai plastik tersebut terdegradasi. Produk mediokres sebagai inovasi baru untuk mengurangi sampah plastik kresek dan merupakan bentuk energi terbarukan apabila lahan bercocok tanam. Pelatihan ini dilaksanakan oleh Wiwit Probowati, M. Biotech dan Mahasiswa Prodi Bioteknologi. Pelatihan yang ketiga yaitu pembuatan eco enzyme oleh Arif Bimantara, M. Biotech dan mahasiswa Prodi Bioteknologi. Pelatihan pembuatan eco enzyme ini memanfaatkan sampah organic dari sayuran dan kulit buah-buahan yang difermentasikan selama 90 hari, dapat bermanfaat untuk sanitizer alami, sabun cuci tangan,cuci piring, cuci pakaian dan juga dapat dimanfaatkan sebagai carbol alami sampai penghilang mampet WC. Kegiatan ini diikuti oleh 24 Ibu-Ibu PKK Dusun Mrisi, yang juga merupakan anggota  Ranting Aisyiyah Wilayah Tirtonirmolo dan dihadiri oleh Kepala Dusun Mrisi Tirtonirmolo Kasihan Bantul. Dalam sambutannya Kepala Dusun Mrisi sangat mendukung dan berterimakasih dengan adanya program yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga Mrisi Tirtonirmolo, terlebih permasalahan kesehatan, pengelolaan sampah dan pemanfaatan sampah sangat penting dalam mencegah berbagai penyakit yang dapat terjadi dan Ibu-Ibu PKK, anggota Ranting Aisyiyah Tirtonirmolo bisa lebih produktif, sehat dalam kegiatan sehari-hari, bahkan Ibu-Ibu didukung untuk dapat menekuni kegiatan ini untuk meningkatkan produktifitas dengan menjual hasil pengelolaan sampah untuk menambah pendapatan ekonomi. Warga PKK dan anggota Ranting Aisyiyah di Mrisi yang mengikuti pelatihan menyatakan akan mempraktekkan kegiatan ini secara berkelompok di setiap RT dengan mengajarkan kepada Ibu-Ibu rumah tangga yang berada di RT masing-masing yang belum berkesempatan untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini. Warga menyatakan akan berkomitmen mengurangi sampah plastik pada setiap kegiatan belanja dengan selalu membawa kantong berbahan kain yang dapat digunakan secara berulang pada setiap kali belanja, sehingga warga Dusun Mrisi lebih optimal kesehatannya dan produktifitas lebih meningkat menuju kesejahteraan warga Mrisi Tirtonirmolo Kasihan Bantul.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *