Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mendukung penuh program yang dicanangkan STIKES Aisyiyah beberapa tahun ke depan. Dukungan tersebut diucapkannya dalam acara Kunjungan Guru dan Perguruan Muhammadiyah se DIY, Rabu (30/1)

Dalam silaturahminya ke kampus STIKES ‘Aisyiyah ini, Nuh juga menyempatkan diri berkeliling untuk melihat fasilitas serta sarana belajar mahasiswa. Usai memantau progress gedung baru kampus tersebut, dia kemudain berkoordinasi dengan pihak pimpinan pusat Aisyiyah mengenai perkambangan pendidikan DIY.

Nuh mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasikan organisasi Muhammadiyah. Terlebih, badan amalnya yang berbentuk sekolah tinggi ilmu kesehatan tersebut. ” Programnya sangat bagus, dan harus diteruskan,” kata Nuh pada rekan-rekan Pimpinan Pusat Aisyiyah, di STIKES Asyiyah, Rabu (30/1).

Dia meminta agar perkembangan program STIKES Aisyiyah terus dilanjutkan, sehingga, dapat menjadi pilihan masyarakat, khsusnya dalam bidang ilmu kesehatan dan keperawatan. Selain itu, dia juga berencana memberikan dana dukungan bagi Pendidikan Usia Dini (Paud) Aisyiyah yang tersebar di DIY.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Nur Jannah mengatakan, ke depannya STIKES Aisyayah akan melakukan penambahan program studi (prodi) seperti Radiologi, Rekam Medik, Analisis dan S2 Kebidanan. Untuk program pasca sarjana tersebut, dia menyebutkan, kampusnya akan menjadi satu-satunya sekolah tinggi swasta yang memfasilitasi jenjang itu.

“Nanti di tahun 2014, keempat prodi itu diharap sudah dapat berjalan,” kata Nurjanah

(sumber: republika)

 

Sebagai perguruan tinggi yang sedang berkembang, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta senantiasa belajar dan berubah agar mampu bertahan dan memenangkan persaingan. Senada dengan yang disampaikan dr. Agus Taufiqurohman dalam rapat persiapan kegiatan belajar mengajar (KBM) remidi di Hall 4 Kampus Terpadu STIKES ‘Aisyiah Yogyakarta, Selasa (29/1).

Dalam ceramahnya Agus Taufiqurohman menjelaskan bahwa untuk mempertahankan brand suatu produk harus selalu belajar dan berubah menyesuaikan perkembangan jaman. Pilihannya adalah berubah atau kalah karena perputaran kejadian sangat dahsyat tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri. Dalam hal ini STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Agus memberikan tips antara lain  harus mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman dan peka terhadap permintaan pasar. Bersatu hati, bekerja dengan gembira  dan meraih ridha Allah.

Rapat KBM ini diikuti oleh seluruh dosen dan karyawan di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, harapannyaa mampu memotivasi untuk bekerja lebih baik lagi dan menghasilkan karya-karya besar untuk kemajuan kampus.

 

Sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan sekaligus sebagai makhluk sosial dalam masyarakat, Stikes Aisyiyah Yogyakarta menyadari bahwa masih banyak saudara – saudara kita khususnya warga sekitar yang berdomisili di daerah terdekat kampus yang masih membutuhkan perhatian. Oleh karena itu, sebagai umat yang beragama dan peduli dengan sesama, Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar pengobatan gratis dan flea market (bazar)

 

Kegiatan yang digelar juga untuk memeriahkan Milad Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta ini dilaksanakan pada minggu lalu di halaman kampus terpadu Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain flea market/bazar barang layak pakai, sembako murah dan bazar kreatifitas mahasiswa. Acara diikuti oleh seluruh civitas akademika dan masyarakat sekitar kampus Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta.

 

Menurut koordinator Humas, Indriani, M.Sc menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama. Kegiatan Bakti Sosial “flea market” (bazar) yang dikelola secara optimal dan terorganisir dapat mengemas misi pendidikan, sekaligus sebagai sarana alokasi bantuan materiil bagi masyarakat yang membutuhkan, dimana pada akhirnya akan meningkatkan rasa peduli dan berbagi terhadap sesama, terutama untuk masyarakat yang berada di lingkungan Stikes Aisyiyah Yogyakarta. ”Barang-barang layak pakai dihimpun dari civitas akademika dan dikemas sedemikian rupa sehingga layak di jual murah kepada yang membutuhkan”, lanjut Indri.


KOPERTIS Wilayah V Yogyakarta menggelar Forum Komunikasi dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta se Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut Koordinator KOPERTIS Wilayah V, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA, forum komunikasi ini dimasksudkan sebagai sarana untuk saling berdiskusi dan berbagi informasi antara KOPERTIS dengan para pimpinan perguruan tinggi swasta.

Dalam kesempatan menggelar Forum Komunikasi I yang dilaksanakan di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) ‘Aisyiyah Yogyakarta, Rabu (23/1), Koordinator KOPERTIS menghimbau kepada pimpinan PTS untuk mempersiapkan usulan DIKTENDIK berprestasi 2013 antara lain dosen berprestasi, kaprodi berprestasi, pustakawan berprestasi, laboran berprestasi, pengelola keuangan berprestasi, tenaga administrasi akademik berprestasi.

Selain itu terkait sertifikasi dosen, menurut Surat Direktur DIKTENDIK No. 3693/E4.3/2012 tanggal 26 Desember 2012, bahwa terdapat persyaratan tambahan berupa dokumen/sertifikat berbahasa Inggris, dokumen/sertifikat Tes Potensi Akademik, karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional/internasional.

Unduh BerkasUnduh BerkasUnduh Berkas

Sebagai upaya untuk meningkatkan skill dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi para perawat akademik (dosen perawat) dan perawat klinis berstandar internasional, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta kembali memperkuat kerjasama dengan institusi internasional. Kali ini STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta melakukan perintisan kerjasama dengan Temasek Foundations dan Ngee Ann Polytechnic Singapore. Perintisan kerjasama ini ditandai dengan penyelenggaraan colaborating meeting antara beberapa perguruan tinggi kesehatan Muhammadiyah /’Aisyiyah dengan Temasek Foundations dan Ngee Ann Polytechnic Singapore di Hall 2 Kampus Terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Kamis (13/12) lalu.

Ms Joanne Ng (Director Temasek Foundation) dan Dr Phang Chiew Hun (Director Ngee Ann Polytechnic) dalam kesempatan tersebut menawarkan beberapa poin kerjasama antara lain mengenai pengembangan sumber daya manusia yang meliputi pelatihan kepemimpinan dan manajemen, pengembangan dan pedagogi kurikulum keperawatan. Selain itu juga mengenai pengembangan networking/jaringan. Participant/peserta yang dilatih adalah para pimpinan institusi pendidikan kesehatan, perawat pendidik (dosen perawat) maupun perawat clinical instructure di rumah sakit. Dalam hal ini Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah merupakan organisasi besar di Indonesia yang memiliki banyak amal usaha di bidang pendidikan kesehatan maupun rumah sakit. Sehingga sangat tepat bila kerjasama ini bisa terjalin dengan baik.

Lebih lanjut Joanne berharap dari program yang ditawarkan tersebut mampu meningkatkan kemampuan para pendidik keperawatan dan clinicals keperawatan, meningkatkan kapasitas para perawat dan adanya perubahan institusional (pembangunan/peningkatan SOP).

Sementara itu Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat dalam sambutanya mengungkapkan bahwa program Pendidikan Keperawatan ini juga merupakan salah satu misi STIKES ‘Aisyiyah dalam memberikan kegiatan yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan beragam perawat profesional dalam dunia yang semakin mengglobal. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk mendiskusikan poin-poin penting dari ‘bertukar pikiran dan memahami kesenjangan dan tantangan untuk pelatihan perawat dalam pengaturan akademik dan praktik’ dan untuk mengetahui strategi apa dan bagaimana kita dalam terselenggaranya program ini.

Harapannya dalam pertemuan ini menjadi platform untuk pemikiran pemimpin akademisi dan rumah sakit untuk berbagi ide dan pandangan tentang isu-isu pendidikan perawat profesional dan diharapkan dari semua delegasi, khususnya kepala lembaga, untuk berpikir lebih lanjut tentang tantangan kepemimpinan dan tanggapan dalam program pengembangan pendidikan perawat yang pada gilirannya menginspirasi standar baru dan praktis di lapangan.

Colaborating meeting dalam rangka perintisan kerjasama ini dihadiri lima universitas / rumah sakit Muhammadiyah – yaitu Stikes Aisyiyah Yogyakarta, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, STIKES Muhammadiyah Gombong dan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang.