Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbud, Suyanto, menjelaskan tenaga kesehatan perlu berkarakter dan humanistis yang bisa memanusiakan manuasia dan juga berjiwa profesional.

Menurut Suyanto, karakter tersebut didukung dengan sifat-sifat seperti empati, ramah, bersih, perhatian, simpati, pemaaf, jujur, disiplin, santun, percaya diri, bertaqwa dan melayani dengan hati.

”Tenaga kesehatan yang humanistik dan profesional adalah mereka yang dapat memberikan pelayanan prima dan kepuasan terhadap pasien” kata Suyanto dalam seminar di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Sabtu (14/7).

Seminar ini mengangkat tema “Membangun Networking menuju Pendidikan Tinggi Kesehatan yang Humanistik”.

Suyanto lebih jauh mengatakan karakteristik orang yang profesional itu harus memiliki landasan pengetahuan yang kuat. Mereka juga harus berdasarkan atas kompetensi individual, memiliki sistem seleksi dan sertifikasi.

Ditambahkannya, ciri lain adalah adanya kerjasama dan kompetensi sehat antar sejawat, adanya kesadaran profesional yang tinggi, memiliki kode etik, memiliki sistem sanksi profesi, adanya militansi individual dan memiliki organisasi profesi.

Ketua Panitia Seminar, Mamnuah, menjelaskan seminar ini bertujuan antara lain untuk mendiskusikan strategi membangun networking  untuk menciptakan pendidikan yang humanistik.

Di samping itu, katanya, juga untuk bertukar informasi hasil penelitian dan pengalaman ilmiah. Ada 30 makalah hasil penelitian di bidang kebidanan, keperawatan dan fisioterapi yang dipresentasikan dalam kegiatan ini.

Ketua STIKES ‘Aisyiyah, Warsiti, mengatakan untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, sebuah perguruan tinggi harus memiliki  kelebihan yang tidak dimiliki perguruan tinggi yang lain.

“Selain itu, juga harus saling kompetitif, karena untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul tidak lepas dari menjalin kerjasama dalam hal pendidikan, penelitian, dan pengembangan SDM,” tuturnya.

Sedangkan Koordinator Kopertis Wilayah V DI Yogyakarta, Bambang Supriyadi, mengatakan usaha mengembangkan institusi pendidikan tinggi bukan hanya berbicara bagaimana proses pembelajaran di kampus.

Kata dia, usaha ini juga perlu dibarengi dengan membangun networking yang tidak hanya lingkup nasional , melainkan juga internasional. (sumber:Republika)

Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Berdasrkan seleksi ketrampilan dan wawancara, Panitia Rekruitmen Dosen dan Karyawan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2012, pendaftar yang dinyatakan diterima sebagai Pegawai STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta adalah sebagai berikut: (unduh lampiran di bawah ini)

 

Wassalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menandatangani kerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta pada Senin (25/6). Kerjasama ini meliputi pelaksanaan kegiatan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) bagi dosen dan mahasiswa program studi Bidan Pendidik (DIV) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp., M.Kep.,Sp.Mat dalam sambutannya menjelaskan bahwa mulai tahun 2009 STIKES ‘Aisyiyah membuka prodi baru yaitu prodi Bidan Pendidik DIV. Untuk memberikan bekal dan meningkatkan mutu  kepada lulusan DIV, STIKES ‘Aisyiyah mengupayakan beberapa pelatihan yang menunjang profesinya kelak sebagai dosen/tenaga pengajar. Salah satunya adalah pelatihan PEKERTI ini. Harapannya kerjasama ini dapat bermanfaat untuk kedua belah pihak.

Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, juga menjelaskan bahwa networking adalah sesuatu yang sangat penting pada era ini. Tanpa networking tidak mungkin kita dikatakan besar. Harapannya UNY tidak sebagai menara gading namun sebagai menara air yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu yang lebih penting adalah action/aplikasi dari MOU ini.

Tim paduan suara STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tengah menunjukkan eksistensinya. Minggu lalu (24/6) berhasil meraih Juara II  memperebutan piala IBI DIY. Kegiatan yang digelar oleh Pimpinan Daerah Ikatan Bidan Indonesia  (PD IBI) DIY ini dalam rangka memperingati  HUT IBI dan diikuti oleh 15 tim dari berbagai institusi perguruan tinggi se -DIY.

Menurut koordinator bidang kemahasiswaan, Dewi Riska, S.Psi, saat ini mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta sedang giat mengikuti aneka lomba tingkat propinsi, nasional bahkan internasional. Padua Suara merupakan salah satu bidang seni yang banyak diminati oleh mahasiswa dan saat ini tim padua suara STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mulai menunjukkan eksistensinya.

Praktik Komunitas Kebidanan DIII

Mahasiswa Kebidanan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan bakti sosial di Pleret Panjatan Kulonprogo, Minggu (24/6). Bakti sosial ini merupakan rangkaian acara terpadu praktik komunitas kebidanan.

Menurut Humas STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Sinta Maharani menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan bayi, balita, pasangan usia subur, dan lansia di daerah setempat. Beberapa kegiatan yang digelar antara lain senam lansia dilanjutkan dengan pemeriksaan lansia. Sedangkan untuk para balita dilaksanakan beberapa pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan tumbuh kembang, kesehatan gigi, status imunisasi dan riwayat keluarga berencana.

Selain itu sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap hasil perkebunan yang ada di wilayah Pedukuhan Pleret yang mayoritas petani, digelar pula demonstrasi pembuatan bolu kukus berbahan dasar waluh serta manisan bligo yang banyak ditanam warga dan belum banyak dimanfaatkan secara maksimal. Melalui demo ini diharapkan dapat menjadi alternatif penyajian makanan selingan yang sehat utamanya bagi balita dan keluarga.

Bagi pasangan usia subur, diberikan penyuluhan deteksi dini kanker leher rahim dan payudara dan ditindak lanjuti dengan pemeriksaan IVA bagi yang berminat. Acara dimeriahkan dengan bazaar murah berupa produk makanan yang dibuat oleh mahasiswa seperti keripik salak, mie oranye surabaya berbahan dasar wortel dan produk pakaian bagi anak-anak.