Prestasi gemilang

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Melody of ‘Aisyiyah Voice Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang National & International Choir Festival (NICFF) 2025 yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, 3-7 September 2025.

Dalam kompetisi bergengsi tersebut, tim paduan suara UNISA Yogyakarta meraih sejumlah penghargaan sekaligus:

  1. Finalis Grand Prix
  2. Gold Medal Folksong Category
  3. Gold Medal Youth Category
  4. Juara 3 Folksong Category
  5. Juara 3 Youth Category

Capaian ini menjadi bukti konsistensi dan kerja keras tim Melody of ‘Aisyiyah Voice dalam mengasah kualitas vokal, kekompakan, serta membawa nama baik UNISA Yogyakarta di kancah nasional maupun internasional.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada pimpinan universitas serta seluruh civitas akademika atas doa dan dukungannya. Prestasi ini adalah hasil kebersamaan dan dedikasi seluruh tim,” kata Fatiyaturrahmah, pembina  PSM UNISA Yogyakarta.

Dukungan Penghijauan di IKN

Selain berkompetisi, dosen dan mahasiswa UNISA Yogyakarta yang tergabung dalam tim paduan suara juga berkontribusi dalam kegiatan penanaman pohon bersama Otorita IKN. Kegiatan ini dilaksanakan pada 6 September 2025 di Taman Kusuma Bangsa, kawasan inti pusat pemerintahan IKN.

Penanaman pohon diikuti oleh peserta kompetisi, dewan juri, serta Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN. Tradisi baik ini sejalan dengan program penghijauan yang sudah lama digalakkan di Kampus UNISA Yogyakarta dan Lembaga Lingkungan Hidup ‘Aisyiyah Muhammadiyah, khususnya melalui PWA DIY.

Partisipasi ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen UNISA Yogyakarta dalam menjaga kelestarian lingkungan, sejalan dengan visi kampus sebagai kampus sehat, islami, dan ramah lingkungan.

Raih pendanaan

Kabar membanggakan datang dari lingkungan akademis Yogyakarta. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan lolos sebagai salah satu penerima pendanaan dalam program bergengsi “Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa” Tahun Anggaran 2025.

Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kepastian ini tertuang dalam surat keputusan resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan yang dirilis pada 7 September 2025.

Inovasi yang diusung oleh BEM KM UNISA Yogyakarta adalah program bertajuk “SI-LEMPENG: Sinergi Lele Mandiri dan Pangan Bergizi untuk Pencegahan Stunting di Kalurahan Logandeng”. Program yang diketuai oleh Bdn. Yekti Satriyandari, S.ST., M.Kes., ini dirancang sebagai solusi konkret untuk memberdayakan masyarakat melalui intervensi gizi dan penguatan ketahanan pangan lokal.

Presiden Mahasiswa BEM KM UNISA Yogyakarta, Lukmannul Hakim, menyambut kabar gembira ini dengan penuh syukur dan rasa tanggung jawab. Menurutnya, pencapaian ini adalah bukti kepercayaan Kemdiktisaintek terhadap kapasitas mahasiswa dalam menciptakan perubahan.

“Kelolosan ini bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan nyata di masyarakat. Tim kami akan bekerja kolaboratif dengan warga, pihak kampus, dan mitra lokal untuk memastikan SI-LEMPENG berdampak dalam pencegahan stunting dan peningkatan akses pangan bergizi,” ujar Lukman.

Dukungan penuh juga datang dari pihak kampus. Yekti Satriyandari, yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kemahasiswaan UNISA Yogyakarta, menegaskan kesiapan institusi untuk mengawal implementasi program.

“Universitas memberikan dukungan penuh, mulai dari pendampingan akademik hingga penyusunan laporan teknis. Kami akan memastikan semua mekanisme pelaporan sesuai ketentuan dan mengedepankan keterlibatan dosen serta masyarakat sebagai bagian integral program,” tegas Yekti.

Keberhasilan ini membuka jalan bagi mahasiswa UNISA Yogyakarta untuk mengaplikasikan ilmu mereka secara langsung. Program SI-LEMPENG diharapkan tidak hanya efektif menekan angka stunting di Logandeng, tetapi juga menjadi model kolaborasi inspiratif antara kampus dan komunitas yang bisa direplikasi di daerah lain.

berprestasi

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta patut berbangga dengan kiprah para dosennya yang terus berprestasi dan menginspirasi. Salah satunya adalah Nia Handayani, S.Tr.Kep., M.K.M, dosen Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi. Sosoknya dikenal bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sahabat yang selalu hadir bagi para mahasiswa.

Sejak bergabung pada tahun 2018, Nia memaknai profesinya sebagai perjalanan panjang yang tak pernah berhenti untuk belajar. Baginya, seorang dosen tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu, melainkan juga menjadi pendamping dalam setiap proses perkembangan mahasiswa. “Bagi saya, menjadi dosen bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga menemani mahasiswa dalam setiap proses belajarnya. Saya ingin mahasiswa merasa bahwa mereka tidak berjalan sendirian,” ungkapnya.

Dalam kesehariannya, Nia berusaha memahami karakter generasi baru, menyesuaikan cara mengajar, dan merangkul mahasiswa agar merasa dekat dan didukung. Ia bahkan sering mengibaratkan perjalanan hidup layaknya mendaki gunung: meski jalannya terjal dan penuh tantangan, keindahan di puncak akan membayar semua lelah. Filosofi ini pula yang ia terapkan dalam dunia akademik, baik saat membimbing mahasiswa maupun ketika menjalani penelitian.

Tidak hanya fokus mengajar, Nia juga aktif berkarya melalui riset. Ia berhasil meraih berbagai hibah penelitian, mulai dari Kemendikbudristek, Riset Muhammadiyah, hingga hibah internal universitas. Beberapa hasil penelitiannya juga telah dipublikasikan dalam jurnal bereputasi nasional, yang menunjukkan konsistensinya dalam memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Lebih dari sekadar prestasi akademik, Nia Handayani ingin menanamkan pesan sederhana namun dalam bagi siapa pun yang ia temui. “Hidup bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang bagaimana kita bisa terus belajar, berkembang, dan memberi manfaat bagi sesama. Jadilah versi terbaik dari dirimu,” tuturnya.

Dedikasi dan semangat yang ia tunjukkan menjadikan Nia Handayani sebagai salah satu dosen inspiratif UNISA Yogyakarta, yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi mahasiswa, kampus, dan masyarakat.

Student exchange

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi melalui mahasiswanya yang berkiprah di kancah internasional. Dedi Darmawan, mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Internasional angkatan 2022, berkesempatan mengikuti program International Student Exchange di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia selama lima bulan.

Dikutip dari media sosial keperawatan, Dedi menceritakan pengalamannya Sabtu ( 31/8). Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi Dedi untuk memperluas wawasan, memperdalam ilmu keperawatan, sekaligus mengasah berbagai keterampilan. Selama berada di Malaysia, ia tidak hanya belajar akademik di bidang kesehatan, tetapi juga mengembangkan soft skill seperti komunikasi, public speaking, kemandirian, serta pemahaman lintas budaya. “Program ini meninggalkan kesan mendalam bagi saya. Selain ilmu, saya juga mendapatkan perjalanan, pertemanan, relasi, hingga soft skill yang sangat berharga,” ungkap Dedi.

Pengalaman unik juga turut mewarnai masa studinya di Malaysia. Menjelang ujian akhir, ia harus beradaptasi dengan sistem ujian yang berbeda, sehingga menuntut strategi belajar yang baru. Bahkan, ia pernah merasakan hangatnya budaya lokal ketika diajak pulang kampung oleh teman kuliah di Malaysia. Dari sana, ia semakin memahami nilai persahabatan lintas negara sekaligus kekayaan tradisi masyarakat setempat.

Dedi juga membagikan pesan motivasi bagi teman-teman mahasiswa UNISA Yogyakarta. “Peluang akan selalu ada untuk yang mau berusaha, jadi manfaatkan setiap waktu untuk belajar,” ujarnya. Ia juga menambahkan kutipan favoritnya, “Lakukanlah sesuatu karena dirimu sendiri, bukan karena orang lain.”

Keikutsertaan Dedi dalam program student exchange ini tidak hanya mengharumkan nama UNISA Yogyakarta di luar negeri, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa mahasiswa memiliki peluang luas untuk berkembang dan berkontribusi secara global.

Alumni

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali mencatatkan kebanggaan melalui kiprah alumninya. Rudy Alamzah, lulusan D3 Radiologi angkatan 2016, berhasil meniti karier gemilang di dunia profesional hingga ke panggung internasional.

Saat ini, Rudy berkarier sebagai Ultrasound Application Specialist di PT. Mulya Husada Jaya, Jawa Tengah dan DIY. Perjalanannya tidak berhenti di lingkup nasional. Kiprahnya bahkan mengantarkannya ke Bangkok, Thailand, untuk menghadiri ASEAN Channel Partner, sebuah forum internasional yang mempertemukan para praktisi kesehatan guna memperdalam pengetahuan sekaligus menyaksikan peluncuran produk terbaru GE Healthcare Ultrasound.

Bagi Rudy, UNISA Yogyakarta adalah tempat bertumbuh, bukan hanya secara akademik tetapi juga dalam hal pengalaman berorganisasi. Melalui berbagai aktivitas selama kuliah, ia belajar membangun relasi, mengasah kemampuan, serta menanamkan nilai-nilai penting yang menjadi bekal berharga dalam dunia kerja. “UNISA adalah tempatku bertumbuh,” ungkapnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Rudy juga memberikan pesan untuk mahasiswa UNISA agar terus bersemangat mengejar mimpi. “Jangan pernah berhenti belajar. Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti,” pesannya kepada generasi muda, khususnya mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta.

Kisah sukses Rudy menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di UNISA Yogyakarta mampu melahirkan lulusan yang siap bersaing di level global.