Psikolog

Perjalanan hidup setiap dosen memiliki kisah yang unik dan penuh makna. Hal tersebut tercermin dari sosok Dr. Komarudin, M.Psi., Psikolog, dosen Program Studi Psikologi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, yang dikenal dekat dengan mahasiswa dan sarat inspirasi.

Terlahir dari keluarga sederhana, dengan ibu seorang buruh tani dan ayah seorang PNS di bidang pendidikan, Dr. Komarudin tumbuh dalam lingkungan yang membentuk kemandirian dan semangat eksplorasi diri sejak dini. Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang, justru mengasah kepekaan sosial dan kreativitasnya.

Psikolog

Pada masa remaja, Dr. Komar aktif di dunia musik. Ia pernah menjadi pemain dalam grup nasyid dan band rock alternatif, bahkan menghasilkan beberapa karya lagu di bawah label indie Yogyakarta. Dunia seni menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana bertahan hidup dan belajar memahami manusia dari sisi emosional dan sosial.“Musik mengajarkan saya membaca perasaan orang. Dari situ saya sadar, manusia itu kompleks dan menarik untuk dipelajari,” tuturnya, Jumat (9/1).

Ketertarikannya pada psikologi telah tumbuh sejak bangku SMP. Impian tersebut akhirnya terwujud ketika ia menempuh pendidikan S1 Psikologi di Universitas Wangsa Manggala pada tahun 2003–2008. Selama kuliah, Dr. Komar tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga bekerja sebagai pedagang dan tour guide di perusahaan travel untuk menambah penghasilan.

Usai lulus dan berkeluarga, ia mengawali karier sebagai guru honorer di Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan gaji Rp250.000 per bulan. Dari titik inilah empati, ketangguhan, dan komitmen terhadap dunia pendidikan semakin menguat. Bersama sang istri, ia kemudian mendirikan lembaga kursus di rumah sebagai bentuk kecintaan terhadap pendidikan. Tak disangka, lembaga tersebut berhasil menorehkan prestasi hingga tingkat Provinsi DIY.

Dari hasil mengajar dan berwirausaha, Dr. Komar mampu melanjutkan studi S2 Psikologi hingga akhirnya diterima sebagai dosen di UNISA Yogyakarta. Karier akademiknya terus berkembang, hingga ia meraih beasiswa S3 penuh dari UNISA Yogyakarta, dan menyandang gelar doktor di bidang psikologi.

Di lingkungan kampus, Dr. Koma yang akrab disapa “Pak Komardikenal sebagai dosen yang dekat dengan mahasiswa. Metode pengajarannya khas: aktif memantik diskusi, mengaitkan teori psikologi dengan isu-isu sosial yang aktual, serta membuka ruang dialog yang setara dan reflektif. Kedekatan tersebut lahir dari pengalaman hidup yang membumi dan penuh perjuangan.

Melalui kisah hidupnya, Dr. Komarudin menyampaikan pesan sederhana namun mendalam:
“Selesaikan apa yang sudah kamu mulai. Teruslah berkarya, karena karyamu merupakan investasi amal jariyah sebagai bekal pulangmu nanti.”

Kiprah dan perjalanan Dr. Komarudin menjadi bukti bahwa latar belakang bukanlah batasan, melainkan pijakan untuk melompat lebih tinggi. Sosoknya merepresentasikan nilai UNISA Yogyakarta sebagai kampus yang menumbuhkan insan berkarakter, berdaya, dan berdampak bagi masyarakat.

unisa yogyakarta

Reputasi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dalam tata kelola perguruan tinggi kembali menarik perhatian. Kali ini, tamu jauh dari Pulau Kalimantan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), datang khusus untuk melakukan studi banding dan penandatanganan kerja sama strategis, Jumat (09/01/2026).

Kunjungan ini bukan sekedar silaturahmi biasa. Fokus utama pertemuan ini adalah strategi bedah pengelolaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). UMKT menilai UNISA Yogyakarta memiliki resep jitu dalam manajemen penelitian yang krusial untuk mendongkrak status akreditasi kampus.

Ketua LPPM UMKT, Paula Mariana Kustiawan, S.Hut., M.Sc., Ph.D , tidak menampik bahwa kedatangannya membawa misi besar. Ia secara terang-terangan menyebut ingin berguru kepada UNISA Yogyakarta mengenai langkah-langkah konkret persiapan menuju Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unggul.

“Jadi kedatangan kami ke sini memang niatnya untuk berguru ke UNISA Yogyakarta. Kami ingin tahu bagaimana tata kelola yang sudah diterapkan di sini. Selain belajar, kami juga datang membawa dokumen Memorandum of Agreement (MoA) untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian dosen UMKT,” ungkap Paula dengan antusias.

Menanggapi semangat kolaborasi tersebut, Koordinator Penelitian LPPM UNISA Yogyakarta, Dinar Mindrati Fardhani, SP, M.Biotech., Ph.D , menyambut hangat rombongan UMKT. Menurutnya, sesama Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) sudah selayaknya saling bahu-membahu.

“Kami sangat terbuka sekali. Kita sama-sama dari keluarga besar PTMA, pastinya sangat senang bisa saling bersinergi. UNISA pun sebenarnya masih terus belajar. Semoga diskusi kita hari ini menghasilkan poin-poin penting yang bisa langsung dikerjasamakan demi kemajuan penelitian kedua kampus,” ujar Dinar.

Profesi Arsitek

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr). Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1182/B/O/2025 tentang Izin Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek Program Profesi pada Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Profesi Arsitek

Dengan terbitnya keputusan ini, PPAr UNISA Yogyakarta tercatat sebagai Pendidikan Profesi Arsitek ke-25 di Indonesia dan ke-4 di Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus memperkuat kontribusi UNISA Yogyakarta dalam pengembangan pendidikan profesi dan penyediaan arsitek profesional nasional.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNISA Yogyakarta , Ar. Tika Ainunnisa F, ST., MT., Ph.D., IAI, menyampaikan bahwa pembukaan PPAr ini merupakan langkah strategis dalam menjawab kebutuhan dunia profesional arsitektur yang menuntut kompetensi, etika, dan tanggung jawab sosial.

“Pendidikan Profesi Arsitek di UNISA Yogyakarta dirancang untuk mencetak arsitek profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan PPAr menjadi jembatan penting bagi lulusan sarjana arsitektur untuk memperoleh pengakuan profesi sesuai regulasi yang berlaku, sekaligus meningkatkan kualitas praktik arsitektur di Indonesia.

“Sebagai PPAr ke-25 di Indonesia, UNISA Yogyakarta hadir membawa kekhasan nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan perspektif keberlanjutan yang menjadi ciri institusi. Harapannya, lulusan PPAr UNISA mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tambah Ar. Tika.

Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek UNISA Yogyakarta diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi dengan dukungan sumber daya dosen, jejaring profesional, serta kurikulum yang mengacu pada standar pendidikan profesi arsitek nasional.

Pembukaan PPAr ini juga menjadi bagian dari komitmen UNISA Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang terus berinovasi dalam menghadirkan program pendidikan relevan dengan kebutuhan zaman, serta berorientasi pada penguatan kualitas lulusan dan daya saing global.

Lawan kuman

Kebersihan tangan sering dianggap sepele, padahal ini adalah benteng pertahanan pertama tubuh dari serangan penyakit untuk lawan kuman. Menyadari pentingnya hal tersebut, sekumpulan mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyulap edukasi kesehatan menjadi pesta permainan yang seru di Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.

Lawan Kuman

Aksi sosial yang berlangsung pada Senin (22/12/2025) ini diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Keperawatan Anestesiologi yang tergabung dalam Kelompok AIK B8. Kegiatan ini merupakan realisasi Proyek Al-Ma’un, sebuah program pengabdian masyarakat yang menjadi ciri khas kampus UNISA Yogyakarta.

Ketua Kelompok B8, Muhammad Zahid Rahiman, menjelaskan bahwa timnya sengaja menggunakan metode pendekatan fun games. Tujuannya agar pesan-pesan kesehatan mudah dicerna dan diingat oleh anak-anak panti.

“Kami mengemas materi cuci tangan ini serealistis dan seinteraktif mungkin. Melalui games, anak-anak jadi lebih tertarik mempraktikkan 6 langkah cuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir. Jadi, mereka tahu kapan waktu krusial harus cuci tangan, tapi dengan cara yang gembira,” ujar Zahid.

Keseruan tidak berhenti di wastafel. Usai memastikan tangan adik-adik panti bersih dan bebas kuman, para mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan berdialog hangat bersama Ibu Pengurus Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah. Momen ini menjadi ajang perekat silaturahmi sekaligus diskusi mengenai kondisi kesehatan di lingkungan panti.

Mahasiswa juga diajak berkeliling melihat asrama dan fasilitas panti untuk lebih memahami dinamika kehidupan sehari-hari para santriwati.

Proyek Al-Ma’un ini diharapkan bukan sekadar seremonial belaka. Lebih jauh, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai empati dan kepekaan sosial di hati para calon tenaga medis muda UNISA Yogyakarta. Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa belajar bahwa kepedulian sekecil apa pun seperti mengajarkan cara mencuci tangan bisa berdampak besar bagi kesehatan masyarakat.

Bantuan

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengirimkan tim psikososial dari program studi Psikologi dan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa perlengkapan ibadah kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh Tengah. Bantuan tersebut diserahkan melalui Pos Muhammadiyah Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor Aceh Tengah, dan diterima oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Tengah bersama MDMC PDM Takengon, Selasa (6/1).

Bantuan

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Tim Psikososial UNISA Yogyakarta yang diwakili oleh Dr. Islamiyatur Rokhmah, S.Ag., M.S.I dan tim sebagai bentuk kepedulian sivitas akademika UNISA Yogyakarta terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Saat ini UNISA Yogyakarta mengirimkan tim psikososial yang berjumlah 13 orang terdiri dari dosen dan mahasiswa program studi psikologi.

Adapun bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan donasi sivitas akademika UNISA Yogyakarta, berupa perlengkapan ibadah dengan rincian 113 Al-Qur’an, 150 sajadah, 150 mukena, dan 98 sarung. Seluruh bantuan ini dihimpun sebagai upaya mendukung pemulihan spiritual dan psikososial masyarakat di lokasi bencana.

Dr. Islamiyaturokhmah menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata nilai kemanusiaan dan solidaritas yang terus ditanamkan di lingkungan UNISA Yogyakarta.

UNISA Yogyakarta tidak hanya hadir melalui bantuan materi, tetapi juga membawa semangat empati dan penguatan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana. Kami berharap perlengkapan ibadah yang disalurkan ini dapat memberikan kenyamanan, ketenangan batin, serta menjadi penguat spiritual di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi saudara-saudara kita di Aceh Tengah,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan tim psikososial UNISA Yogyakarta merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan nilai kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), UNISA Yogyakarta berupaya memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Pimpinan Daerah Aceh Tengah dan MDMC PDM Takengon menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta dukungan UNISA Yogyakarta. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, khususnya dalam mendukung kebutuhan ibadah masyarakat di pengungsian dan wilayah terdampak bencana.

UNISA Yogyakarta berharap sinergi dan kepedulian lintas daerah ini dapat terus terjalin, sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.