Mubaligh Hijrah

Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menyelenggarakan program rutin tahunan Mubaligh Hijrah (MH) Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.

Mubaligh Hijrah

Kegiatan yang berlangsung selama 16 Februari–4 Maret 2026 dan dikuti 11 mahasiswa ini menjadi implementasi dakwah mahasiswa pada bulan Ramadhan 1447 H/2026 M di luar negeri yang bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia (PCIM Malaysia). Sejumlah mahasiswa di lokasikan diberbagai tempat yakni, Sanggar Bimbingan Kampung Pandan, Kampung Bharu dan Sanggar Bimbingan Kepong.

Wakil Rektor III Unisa Yogyakarta, Prof. Mufdillah, menyampaikan bahwa program Mubaligh Hijrah Internasional bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi internasionalisasi kampus dan pembentukan karakter mahasiswa.

“Program ini menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya menyampaikan dakwah, tetapi juga belajar tentang keberagaman budaya, membangun jejaring global, dan menguatkan kompetensi kepemimpinan,” kata Mufdillah.

Sementara itu, Pembina kegiatan, Dr. M. Nurdin Zuhdi, menegaskan bahwa Mubaligh Hijrah Internasional merupakan proses kaderisasi dakwah yang aplikatif.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung berhadapan dengan realitas sosial. Di sinilah mereka ditempa untuk menjadi dai yang adaptif, komunikatif, dan mampu membawa nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” jelas Nurdin.

Melalui program ini, LPPI Unisa Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas dakwah dan kepedulian sosial dalam konteks global. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa dalam mengemban peran sebagai duta kampus dan persyarikatan Muhammadiyah di kancah internasional.

Asam lambung

Bulan suci Ramadhan selalu identik dengan beragam hidangan lezat buka puasa yang menggugah selera saat azan maghrib berkumandang, namun, bagi Anda penderita maag atau asam lambung (GERD), momen berbuka puasa bisa jadi bumerang menyakitkan jika kalap memilih makanan.

Asam Lambung

Perut yang kosong selama lebih dari 12 jam memiliki kondisi dinding lambung yang sangat sensitif. Asal menyantap hidangan secara sembarangan saat waktu berbuka puasa, baik di rumah maupun di tempat bukber, justru bisa memicu nyeri perut hebat, mual, hingga dada terasa panas terbakar (heartburn).

Agar ibadah puasamu tetap lancar dan nyaman seharian penuh, ada pantangan ketat yang wajib dipatuhi. Lalu, bagaimana cara menyiasatinya dan apa saja hidangan yang harus segera dicoret dari meja makan? Berikut daftar makanan dan minuman yang pantang disentuh saat perut kosong:

  • Gorengan dan Makanan Berlemak

Bakwan, tahu isi, hingga gorengan pinggir jalan memang menggoda. Sayangnya, makanan tinggi lemak sangat lambat dicerna tubuh. Akibatnya, lambung harus bekerja ekstra keras sehingga memicu produksi asam lambung berlebih.

  • Makanan Pedas dan Asam

Langsung menghajar perut kosong dengan sambal, es jeruk asam, kuah asinan, atau pempek adalah mimpi buruk bagi lambung. Kandungan asam dan capsaicin (pada cabai) akan mengiritasi langsung dinding lambung yang sedang rentan.

  • Minuman Berkafein dan Bersoda

Es kopi susu, teh kental manis, atau minuman bersoda bisa menyebabkan produksi gas meningkat dan perut menjadi kembung. Kafein juga berisiko melemahkan otot katup lambung, membuat asam lambung mudah naik ke kerongkongan.

Sebagai gantinya, manjakan perut Anda dengan segelas air putih hangat dan makanan lunak seperti kurma, buah naga, atau pisang. Jangan biarkan salah pilih menu merusak kekhusyukan Ramadhan Anda!

Sumber : Detik Health, Halodoc, Alodoc

Penulis : Adi Sasmito, S.I.Kom (Humas UNISA Yogyakarta)

Mahasiswa rantau

Menjadi mahasiswa rantau bukan sekadar tentang berpindah tempat tinggal, melainkan sebuah perjuangan adaptasi yang kompleks. Fenomena ini sering kali memicu tekanan psikologis, terutama stres akademik akibat beban tugas yang menumpuk. Menanggapi isu tersebut, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar kegiatan psikoedukasi bertema “Menguat Bersama: Psikoedukasi untuk Komunitas Anak Rantau”.

Mahasiswa Rantau

Mahasiswa rantau, khususnya yang menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Kesehatan, seringkali dihadapkan pada tuntutan akademik yang tinggi dengan waktu penyelesaian yang terbatas. Tanpa dukungan langsung dari keluarga, kondisi ini rentan memicu stres, kecemasan, hingga gangguan fisik seperti sakit kepala dan gangguan tidur. Pelaksanaan kegiatan psikoedukasi ini menjadi langkah preventif dan promotif untuk memperkuat strategi _coping adaptif agar mahasiswa tetap optimal secara akademik maupun sosial.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Fiqry Abdul Riyadh Gaib sebagai ketua pelaksana, dan beranggotakan Az-Zahra Ashiva Syahid, Revania Hermanto, Mutiara Nur Lathifa, dan Diva Ayu Evrayuana. Seluruh rangkaian kegiatan terdiri dari penyusunan konsep intervensi hingga evaluasi pelaksanaan. Adapun sasaran intervensinya adalah delapan mahasiswa perantau dari berbagai program studi Fakultas Ilmu Kesehatan yang menghadapi tekanan perkuliahan.

Intervensi psikoedukasi ini dilaksanakan pada akhir tahun 2025. Lokasi kegiatan bertempat di Kampus Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, khususnya di area lantai 1 yang kondusif bagi peserta untuk berbagi cerita secara nyaman.

Intervensi dilakukan melalui dua tahap utama yang telah disusun dan ditelaah bersama dosen pembimbing, yaitu:

Asesmen (Identifikasi Masalah): Tim melakukan wawancara semi-terstruktur dan observasi untuk menggali keluhan peserta. Hasil asesmen menunjukkan adanya indikasi stres akademik, seperti perasaan tertekan, kelelahan mental, dan ketidakberdayaan akibat banyaknya tuntutan tugas.

Pelaksanaan Psikoedukasi: Tim menyampaikan materi mengenai konsep stres, dampak psikologis stres akademik, serta teknik regulasi emosi dan coping adaptif. Peserta dilibatkan dalam diskusi kelompok dan refleksi tertulis untuk merumuskan kalimat motivasi serta strategi coping mandiri yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini diselenggarakan Mahasiswa Program Studi S1 Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dibawah supervisi dosen ibu Andhita Dyorita Kh., S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Dosen Pengampu.

Kegiatan ditutup dengan pemberian reward sebagai bentuk apresiasi atas keterbukaan dan partisipasi aktif peserta. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa rantau tidak lagi merasa sendiri dalam menghadapi tantangan akademik, melainkan memiliki dukungan sosial dan keterampilan psikologis yang memadai untuk terus tumbuh dan berkembang di tanah perantauan.

Kualitas

Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta terus membuktikan komitmennya dalam menjaga kualitas tata kelola pendidikan berstandar internasional. Pada Jumat (20/02/2026), kampus terakreditasi unggul ini resmi membuka agenda Resertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 yang dipusatkan di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah.

Kualitas Perguruan Tinggi

Langkah strategis ini diambil bukan sekadar untuk formalitas di atas kertas. Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat, menegaskan bahwa proses resertifikasi ini sangat krusial. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan manajemen risiko pada setiap denyut aktivitas dan proses pengambilan keputusan di kampus.

“Untuk dapat mengintegrasikan manajemen risiko dengan baik, perlu pemahaman yang sama dari seluruh pimpinan di level Universitas, Fakultas, Prodi, hingga unit supporting. Dengan ISO ini, kita bisa menentukan kesesuaian dengan kriteria audit, serta mengevaluasi sistem manajemen guna memastikan UNISA Yogyakarta memenuhi standar mutu utama,” tutur Warsiti dengan tegas.

Agenda yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 20 hingga 21 Februari 2026 ini, terpantau berjalan lancar. Sebanyak 3 Auditor ISO Agung Kristanto, S.T., M.T., Ph.D Lentera Sukma Mahardika,S.I.P., M.A dan Muhammad Rudiyanto Alif, M.T. diterjunkan langsung untuk membedah dan mengevaluasi sistem manajemen di lingkungan kampus.

Para peserta yang hadir dan siap diaudit mencakup seluruh jajaran pimpinan tingkat Universitas, Fakultas, Program Studi, Unit Kerja, hingga tim Penjamin Sistem Mutu tingkat Fakultas dan Prodi.

Melalui proses audit komprehensif ini, UNISA Yogyakarta menargetkan tata kelola institusi yang semakin efektif, efisien, dan transparan. Keberhasilan mempertahankan sertifikasi bergengsi ini nantinya akan semakin memperkokoh posisi UNISA sebagai perguruan tinggi terkemuka yang siap mencetak lulusan berdaya saing global dengan basis mutu yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Bahas strategi

Memasuki pertengahan tahun akademik, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta langsung tancap gas bahas strategi. Seluruh jajaran pimpinan dari berbagai unit kerja di lingkungan kampus berkumpul di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah untuk melangsungkan pembukaan Rapat Kerja Tengah Tahun (RKTT) pada hari ini, Senin (23/02/2026).

Bahas Strategi

Rapat strategis yang diagendakan berlangsung selama dua hari, yakni 23 hingga 24 Februari 2026 ini, difokuskan untuk membedah, mengevaluasi, dan menyinergikan program lintas unit. Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat, menegaskan bahwa ego sektoral harus ditekan demi mencapai target kampus secara keseluruhan.

“Berorientasi pada mutu dan keberlanjutan, RKTT ini menjadi penunjuk arah pada pelaksanaan program di semester akhir ini. Kita harus mencermati program antar-unit sehingga terjadi kolaborasi yang menghasilkan capaian jauh lebih baik,” tutur Warsiti dalam sambutannya.

Menariknya, tak hanya berfokus pada target akademik dan tata kelola anggaran, RKTT kali ini juga menyoroti pentingnya fondasi spiritual dalam budaya kerja. Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, Dr. Ali Imron, M.Fis, mengingatkan pentingnya implementasi nilai tauhid dalam ritme pekerjaan sehari-hari.

“Mari kita bersama-sama mengimplementasikan Tauhid. Segala keputusan organisasi harus kita lakukan dengan baik. Seperti pengelolaan keuangan yang lebih efektif dan efisien, itu adalah bentuk nyata dari Tauhid fungsional dan organisatoris,” tegas Imron.

Melalui RKTT 2026 ini, jajaran pimpinan UNISA Yogyakarta diharapkan semakin solid dan siap mengeksekusi program kerja dengan prinsip tata kelola yang profesional, efisien, serta bernafaskan nilai-nilai keislaman.