Refleksi Hari Ibu: Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Gelar Dialog Publik Tentang Capaian Sustainable Developments Goals

3-narsum-dialog-publik-ppa-1Sebagi salah satu elemen masyarakat yang merupakan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan SDG, ‘Aisyiyah memerlukan sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat sipil dalam mengawal pencapaian SDG. Bertepatan dengan Hari Ibu pada tanggal 21 Desember 2016, ‘Aisyiyah mengadakan dialog publik bertajuk “ Memastikan Pelaksanaan dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Developments Goals) yang berpihak pada perempuan” di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.
3-narsum-dialog-publik-ppa-2
Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, M.Si selaku sekretaris pimpinan pusat ‘Aisyiyah mengatakan bahwa dialog publik ini memfokuskan pada strategi SDG dalam bidang kesehatan, dimana terkait dengan pencapaian SDG tujuan ketiga yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia.  ‘Aisyiyah juga fokus pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan perempuan dengan berbagai macam program yang dijalankannya salah satunya yaitu Gerakan Infaq Sayang Ibu (GISI). Lebih lanjut hasil dari GISI sendiri dikatakan akan dipergunakan untuk membantu perempuan yang memerlukan uluran tangan dalam hal masalah  kesehatan reproduksi.
foto-bersama-narsum-sdg-dengan-ppa
Menurut Tri bahwa Indonesia kini mengalami keadaan darurat kesehatan reproduksi, berdasarkan pada data berikut yaitu angka kematian ibu di Indonesia berada pada angka 305/100.000 kelahiran hidup, ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV AIDS data akumulasi sampai tahun 2016 adalah sejumlah 11.655, perempuan yang menikah muda usia 15-19 tahun 41% dari seluruh jumlah perempuan yang menikah, dan juga kanker payudara serta kanker serviks merupakan pembunuh perempuan yang pertama, dengan data bahwa pengidap kanker payudara 26/100.000 jiwa, sedangkan kanker serviks 16/100.000 jiwa. Angka kematian bayi adalah 32/1000 kelahiran, dan jumlah bayi lahir adalah 5 juta per tahun.
Pada kesempatan dialog publik tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Ir. Destri Handayani, ME dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bapenas) sebagai salah satu pihak yang memiliki posisi strategis karena sebagai salah satu leader dalam pelaksanaan pencapaian SDG. Selanjutnya Diah Setyani Saminarsih, M.Sc, dari Kementerian Kesehatan yang berbicara mengenai “Peluang dan Tantangan Pelaksanaan dan Pencapaian SDG di bidang Kesehatan Reproduksi’’

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *