Public hearing

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melalui Biro Humas dan Protokol menyelenggarakan kegiatan Public Hearing bersama mahasiswa pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Ruang SM 414 Gedung Siti Moendjiyah. Kegiatan ini menjadi forum dialog terbuka antara pimpinan universitas dan mahasiswa dalam rangka peningkatan kualitas layanan dan tata kelola kampus.

Pubic Hearing

Public Hearing diikuti oleh perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam himpunan mahasiswa, organisasi mahasiswa, dan unit kegiatan mahasiswa (UKM), serta dihadiri oleh seluruh pimpinan rektorat, dekanat, ketua program studi, dan kepala biro/lembaga/unit di lingkungan UNISA Yogyakarta

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Sulistyaningsih, M.H.Kes, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan Public Hearing yang diselenggarakan secara rutin setiap semester sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan di UNISA Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyuarakan masukan mahasiswa secara konstruktif dan bertanggung jawab.

“Setiap masukan mahasiswa menjadi perhatian pimpinan universitas. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan, namun komitmen kami adalah memastikan setiap aspirasi ditindaklanjuti, baik secara langsung maupun bertahap,” ujarnya

Sementara itu, Wakil Rektor IV, Dr. M. Ali Imron, M.Fis, menekankan bahwa Public Hearing tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga sebagai sarana evaluasi bersama atas kinerja dan pelayanan universitas. Ia menyampaikan bahwa hasil Public Hearing periode sebelumnya, Juli 2025, telah ditindaklanjuti dan dipaparkan secara terbuka kepada peserta.

Berdasarkan laporan tindak lanjut, sejumlah masukan mahasiswa terkait sarana prasarana, akademik dan kemahasiswaan telah diselesaikan, antara lain perbaikan fasilitas kelas, toilet, air bersih, penyesuaian kalender akademik, hingga skema KKN ORMAWA. Adapun beberapa isu seperti keamanan dan parkir (CCTV) serta penguatan sistem informasi masih dalam proses penyelesaian dan menjadi prioritas lanjutan

Kepala Biro Humas dan Protokol UNISA Yogyakarta, Sinta Maharani, S.Sos., M.I.Kom, menjelaskan bahwa Public Hearing bertajuk “SUARA (Sampaikan Usul, Aspirasi, dan Rekomendasi Anda)” ini merupakan wujud komitmen UNISA dalam membangun komunikasi internal yang sehat, transparan, dan partisipatif.

“Humas tidak hanya berperan dalam komunikasi eksternal, tetapi juga internal. Public Hearing ini menjadi jembatan antara mahasiswa dan pimpinan universitas, sekaligus memastikan bahwa setiap aspirasi terdokumentasi dan ditindaklanjuti secara jelas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, UNISA Yogyakarta berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara mahasiswa dan pimpinan universitas, sehingga tercipta lingkungan kampus yang kondusif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Panti

Suasana Sabtu pagi (20/12/2025) di Dusun Padasan, Pakembinangun, Pakem, Sleman, terasa lebih hangat dari biasanya, puluhan anak-anak di Panti Asuhan Sinar Melati tampak sumringah menyambut kedatangan kakak-kakak mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Mahasiswa Rombongan yang tergabung dalam Kelompok A7 ini hadir membawa misi khusus bertajuk Project Al-Ma’un. Bukan sekedar berkunjung, mereka menggelar aksi kepedulian sosial dengan mengangkat tema edukasi “Makanan Sehat Pondasi Kesehatan”.

Belajar Gizi Sambil Bermain

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata nilai-nilai Al-Ma’un yang diajarkan K.H. Ahmad Dahlan, yakni menyantuni dan memberdayakan mereka yang membutuhkan. Uniknya, edukasi kesehatan ini dikemas jauh dari kata membosankan.

Tidak ada ceramah kaku yang bikin ketagihan. Mahasiswa UNISA Yogyakarta menyulap aula panti menjadi arena bermain yang edukatif. Materi tentang pentingnya gizi seimbang diselipkan melalui berbagai permainan interaktif yang memancing gelak tawa.

“Suasananya pecah banget! Dari awal sampai akhir, adik-adik panti sangat aktif. Mereka berebut menjawab kuis demi mendapatkan reward yang sudah kami siapkan,” ungkap Naila salah satu mahasiswa.

Menyentuh Hati, Berbagi Kasih

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Mentoring, Puspa W. Tobe. Ia mengapresiasi semangat adik-adik panti dan berharap ilmu yang diumumkan hari ini bisa menjadi bekal hidup sehat di masa depan.

Sementara itu, Nuryanti, anggota Kelompok A7, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran berharga bagi para siswa. Baginya, Project Al-Ma’un bukan sekadar tugas kuliah, melainkan momen untuk mengasah empati.

“Lewat kegiatan ini, kami tidak hanya berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga berbagi rasa kebersamaan dan kasih sayang. Ini kenangan bagi kami bahwa berbagi kebaikan sekecil apa pun dapat membawa kebahagiaan besar bagi orang lain,” ujar Nuryanti.

Wajah-wajah ceria anak Panti Asuhan Sinar Melati menjadi bukti suksesnya acara ini. Melalui kolaborasi permainan dan edukasi, mahasiswa UNISA Yogyakarta berharap pesan tentang pola hidup sehat dapat tertanam kuat di benak anak-anak, sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama umat.

Tim relawan

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali meneguhkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan mempersiapkan Tim Relawan Psikososial untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam. Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim relawan yang telah dan akan menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

Tim Relawan

“Kita berikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada Tim Kemanusiaan UNISA Yogyakarta yang sudah menyelesaikan tugasnya beberapa minggu yang lalu. Mudah-mudahan apa yang sudah diikhtiarkan, dikerjakan, sekaligus menjadi catatan amal kebaikan dan amal saleh bagi tim semua,” ujar Warsiti saat membuka pertemuan transfer pengetahuan Tim Relawan, Selasa (30/12/2025).

Sebelumnya, pada pertengahan Desember 2025, UNISA Yogyakarta telah memberangkatkan 10 orang Tim Relawan Kemanusiaan ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, untuk membantu para korban terdampak bencana alam. Kini, UNISA Yogyakarta kembali mempersiapkan Tim Relawan yang berfokus pada layanan psikososial dengan total 15 orang, terdiri atas 10 mahasiswa dan 5 dosen.

Ketua Tim Siaga Bencana UNISA Yogyakarta, Heri Puspito, S.Kep., Ns., M.K.M., menjelaskan bahwa Tim Relawan Psikososial akan diterjunkan ke Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, keberangkatan tim dijadwalkan pada 2 Januari 2026 dan 7 Januari 2026.

“Karena melibatkan mahasiswa dan durasi kegiatan relawan berlangsung kurang lebih selama satu bulan, maka kegiatan ini akan kita konversikan menjadi nilai Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa,” jelas Heri.

Sebagai bagian dari persiapan, Tim Relawan Psikososial mengikuti kegiatan transfer knowledge dari Tim Relawan yang telah kembali dari Tapanuli Tengah. Kegiatan ini juga menjadi forum laporan langsung kepada Rektor UNISA Yogyakarta serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

Dalam laporan yang disampaikan Ketua Tim Relawan UNISA Yogyakarta ke Tapanuli Tengah, dr. Joko Murdiyanto, Sp.An., MPH., tercatat sebanyak kurang lebih 1.021 pasien berhasil ditangani di 10 lokasi pelayanan. “Mayoritas pasien yang kami tangani adalah perempuan, dengan persentase mencapai 68 persen,” ungkap Joko.

Selain pelayanan kesehatan, Tim Relawan UNISA Yogyakarta juga menyalurkan bantuan logistik dengan total mencapai sekitar satu ton, berupa obat-obatan dan alat kesehatan, termasuk lebih dari 1.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak bencana.

Yogyakarta

Alarm bahaya kesehatan sedang berbunyi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Provinsi ini mencatat angka prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) yang jauh di atas rata-rata nasional. Situasi ini memaksa kaum ibu untuk turun tangan menjadi “Perempuan Tangguh” sebagai garda terdepan penyelamat keluarga.

Hal ini terungkap dalam aksi pengabdian masyarakat yang digelar Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta bersama Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Maguwoharjo, Sabtu (20/12/2025). Mengusung tema “Peran Ibu dalam Keluarga untuk Cegah PTM”, acara ini bukan sekadar seminar biasa, melainkan panggilan darurat bagi kesehatan keluarga.

Data Kesehatan D.I Yogyakarta

Fakta di lapangan memang cukup mengerikan. Data menunjukkan DIY menduduki peringkat tinggi nasional untuk kasus PTM. Angka Diabetes Melitus di DIY mencapai 4,5% (nasional hanya 2,4%), Hipertensi tembus 10,7% (nasional 8,4%), dan kasus kanker mencapai 10,7 per mil.

“Kondisi ini bukan hanya mengancam kesehatan individu, tetapi juga bisa bikin ekonomi keluarga guncang karena biaya berobat yang mahal,” ungkap Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNISA, Yuyun Nailufar, S.Si., M.Biomed.

Bersama rekannya, Indriani SKM., MSc Dosen Prodi Fisioterapi dan tim mahasiswa, UNISA Yogyakarta menekankan bahwa ibu adalah kunci. Ibulah yang mengatur menu di meja makan, menjadi alarm minum obat, hingga manajer gaya hidup sehat di rumah.

Outbound Seru hingga Cek Kesehatan Gratis

Acara yang berlangsung di Maguwoharjo ini dikemas jauh dari kata membosankan. Ratusan anggota ‘Aisyiyah diajak outbound seru untuk pemanasan fisik dan mempererat ukhuwah, sebelum masuk ke sesi serius tapi santai.

Indriani memberikan tips praktis yang mudah diterapkan: kurangi garam dan penyedap, perbanyak sayur, jalan pagi 30 menit, hingga tidur cukup 6-8 jam sehari.

“Ibu-ibu juga diajari cara mengajak suami dan anak hidup sehat tanpa terkesan memerintah atau ngomel,” tambahnya.

Tak hanya teori, tim UNISA Yogyakarta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Fisioterapi serta Teknologi Laboratorium Medis (TLM) langsung menggelar pemeriksaan kesehatan. Sebanyak 100 ibu-ibu menjalani skrining lengkap, mulai dari cek tensi, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga tes keseimbangan dan fleksibilitas tubuh.

Ketua PRA Maguwoharjo, Siti Almagfirroh, S.Ag, menyambut positif gerakan ini. Baginya, ini adalah momen untuk merapikan barisan perjuangan ‘Aisyiyah sekaligus refreshing fisik dan pikiran.

Ke depannya, kolaborasi UNISA Yogyakarta dan PRA Maguwoharjo ini tak akan berhenti di sini. Rencana pembentukan kelas memasak sehat hingga pendampingan keluarga aktif sedang disiapkan agar gerakan “Ibu Tangguh Cegah PTM” benar-benar menjadi budaya baru di masyarakat Sleman.

puskesmas

Tim Kemanusiaan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyatakan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Sorkam Tengah lumpuh total akibat dampak bencana yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Kondisi tersebut membuat layanan kegawatdaruratan tidak dapat berfungsi optimal, sementara kebutuhan medis masyarakat masih tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Tim Kemanusiaan UNISA Yogyakarta, dr. Joko Moerdiyanto, usai debriefing operasional yang digelar pada Rabu malam (17/12/2025) pukul 20.00 WIB di STIT Muhammadiyah Sibolga. Debriefing dilakukan untuk mengevaluasi informasi dari BNPB sekaligus memetakan kebutuhan lanjutan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.

Puskesmas

“Fungsi IGD Puskesmas Sorkam Tengah saat ini tidak dapat digunakan untuk penanganan kasus trauma berat. Ini menjadi perhatian serius karena potensi kegawatdaruratan masih sangat mungkin terjadi,” ujar dr. Joko.

Dalam laporan operasional harian, tim menyebut telah menuntaskan fase koordinasi lintas sektor, mobilisasi logistik, serta asesmen cepat di dua kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Tukka dan Kecamatan Sorkam. Seluruh stok obat medis yang dibawa Tim UNISA Yogyakarta telah diserahterimakan secara resmi kepada Puskesmas Sorkam Tengah untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat. Sementara itu, logistik umum tetap disiagakan di Pos Aju STIT Muhammadiyah Tapanuli sesuai koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Muhammadiyah setempat.

Hasil asesmen di Desa Bonalumban, Kecamatan Tukka, menunjukkan wilayah tersebut baru dapat dijangkau setelah sebelumnya terisolasi akibat jalan putus. Meski akses kini terbuka secara terbatas, kondisi jalur masih rawan dan berisiko. Kebutuhan mendesak warga meliputi layanan kesehatan umum, pemeriksaan fisik, screening nyeri melalui fisioterapi, konseling gizi, bantuan sembako, serta dukungan trauma healing.

Sementara itu, di Kecamatan Sorkam, tim menemukan bahwa meski pelayanan rawat jalan dan pemeriksaan fisik dasar masih berjalan, kapasitas tenaga kesehatan sangat terbatas. Kesenjangan utama yang teridentifikasi adalah kekurangan dokter dan perawat untuk mengaktifkan kembali layanan kritis, khususnya IGD.

Menyikapi kondisi tersebut, Tim UNISA Yogyakarta yang berjumlah 10 personel di bawah pimpinan dr. Joko Moerdiyanto, Sp.An-TI, memutuskan untuk siaga penuh (on call) di Puskesmas Sorkam Tengah. Tim menyatakan kesiapan memberikan layanan anestesi dan terapi intensif, kedokteran umum, keperawatan, fisioterapi, serta konsultasi gizi kebencanaan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sebagai tindak lanjut, tim akan memulai pelayanan pemeriksaan fisik, screening nyeri menggunakan massage gun dan kinesio tapping, serta asuhan gizi bagi penyintas di wilayah kerja Puskesmas Sorkam Tengah. Koordinasi lanjutan dengan posko utama juga terus dilakukan untuk melaporkan kebutuhan tambahan sumber daya manusia medis, khususnya guna memulihkan fungsi IGD.

Dalam catatan keamanan, tim menegaskan bahwa kelumpuhan infrastruktur IGD menjadi kendala utama penanganan kasus darurat. Akses menuju Kecamatan Tukka juga masih dalam pemantauan ketat, mengingat potensi jalan kembali terputus apabila kondisi cuaca memburuk.