Perkuat dakwah

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melalui program Muballigh Hijrah Internasional menyelenggarakan kegiatan cek kesehatan gratis perkuat dakwah dengan bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia di Rumah Hamka Muhammadiyah (RUHAMA) Malaysia, pada Sabtu, (21/02/2026).

Perkuat Dakwah

Program ini menjadi bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat mahasiswa Unisa Yogyakarta di luar negeri. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, konsultasi kesehatan dasar, cek kolestrol serta edukasi pola hidup sehat.

Koordinator kegiatan, Anwar Annas Rifa’i, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat dakwah sosial sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia.

“Melalui program Muballigh Hijrah Internasional ini, kami ingin menghadirkan dakwah yang tidak hanya bersifat lisan, tetapi juga aksi nyata. Cek kesehatan gratis ini menjadi bentuk kepedulian kami terhadap kondisi kesehatan warga,” kata Anwar.

Dia menambahkan, kolaborasi dengan PCIM Malaysia menjadi langkah strategis untuk memperluas manfaat program. Menurutnya, sinergi lintas negara ini menunjukkan bahwa gerakan Muhammadiyah mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi umat, di mana pun berada.

Sementara itu, Nuriyah Mahfud selaku perwakilan dari PCIM Malaysia mengapresiasi inisiatif mahasiswa Unisa Yogyakarta. Ia menilai kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya pekerja dan keluarga Indonesia yang membutuhkan akses layanan kesehatan dasar.

“Kami sangat bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa Unisa Yogyakarta membawa semangat baru dalam dakwah dan pelayanan sosial di Malaysia. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas,” tutur Nur.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh keakraban. Selain pemeriksaan kesehatan, mahasiswa juga memanfaatkan momen tersebut untuk mempererat silaturahmi dengan komunitas Muhammadiyah di Malaysia.

Melalui program ini, Unisa Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan nilai dakwah, pendidikan, dan pelayanan kesehatan dalam skala internasional, sekaligus memperkuat jejaring Muhammadiyah di luar negeri.

Psm makassar

Persiapan dalam bergulirnya Liga 1 Indonesia, klub PSM Makassar yang memastikan rekrutan asing anyarnya dalam kondisi prima. Penyerang asal Tajikistan, Sheriddin Boboev, terpantau melihat pemeriksaan fisik menyeluruh di Klinik Fisioterapi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Jumat (06/02/2026).

PSM Makassar

Sheriddin tiba di klinik dan langsung ditangani secara intensif oleh tim fisioterapis UNISA Yogyakarta. Pemeriksaan krusial ini untuk mendeteksi apakah ada riwayat cedera tersembunyi atau masalah anatomi yang dapat menghambat performanya saat membela panji PSM Makassar di lapangan hijau.

Salah satu tim Fisioterapi UNISA Yogyakarta Jafar, menjelaskan bahwa proses screening dilakukan dengan sangat detail dan hati-hati.

“Hari ini kami melakukan screening lima komponen dasar kepada pemain PSM. Kami memeriksa kondisinya secara menyeluruh untuk memastikan ia siap tempur,” ujar Jafar di sela-sela pemeriksaan.

Langkah PSM Makassar menggandeng fisioterapis UNISA Yogyakarta ini menunjukkan standar tinggi dalam manajemen atlet. Hasil dari penyaringan lima komponen tersebut akan menjadi rekomendasi medis bagi tim pelatih PSM dalam menyusun program latihan maupun strategi permainan bagi Sheriddin.

Dengan tuntasnya tes medis ini, Sheriddin Boboev diharapkan dapat segera merumput dan memberikan kontribusi maksimal tanpa bayang-bayang cedera. Sinergi antara klub profesional dan institusi pendidikan kesehatan seperti UNISA Yogyakarta ini menjadi bukti pentingnya sport science dalam sepak bola modern Indonesia.

Kampus

Reputasi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sebagai kampus berwawasan kesehatan unggulan dan tata kelola kualitas kembali diakui. Pada Selasa (10/02/2026), dua perguruan tinggi besar, yakni Universitas Gunadarma Jakarta dan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, jauh-jauh datang ke UNISA Yogyakarta untuk silaturahmi dan studi banding.

Kampus Unggul

Acara Open Day Studi Banding ini diadakan di Ruang Rapat Fakultas Kedokteran, Gedung Siti Bariyah. Kedua tamu ini memiliki misi khusus untuk membedah dapur keunggulan UNISA Yogyakarta.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH, menyambut langsung rombongan tersebut. Dalam sambutannya, Dewi menegaskan bahwa UNISA selalu terbuka untuk berbagi praktik baik (best practice) demi kemajuan pendidikan Indonesia.

“Terima kasih telah mempercayakan kami sebagai tempat silaturahmi. Ini momen yang tepat untuk saling bertukar ilmu dan strategi dalam mengembangkan institusi pendidikan kita masing-masing,” tutur Dewi dengan hangat.

Wakil Dekan III Universitas Gunadarma, Dr. Rini Damayanti, MPH, blak-blakan mengungkapkan alasan memilih UNISA Yogyakarta. Pihaknya secara khusus ingin melakukan studi banding ke Prodi Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan.

UNISA Yogyakarta memiliki berbagai wahana dan pengalaman matang di bidang kesehatan, khususnya kebidanan. Kami ingin mengimplementasikan sistem penjaminan mutu dan kurikulum yang ada di sini ke institusi kami,” ujar Rini.

Sementara itu, Kabid Perencanaan dan Pengembangan UNIMUDA Sorong, Dr. Nouval Rumaf, M.Pd., fokus pada aspek tata kelola manajerial. Ia dan tim menyasar Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNISA untuk mempelajari Manajemen Risiko.

“Pengendalian Mutu Internal dan Manajemen Risiko adalah hal strategis. Kami ingin belajar bagaimana UNISA mengelolanya untuk persiapan akreditasi institusi ke depan,” jelas Nouval.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi teknis yang intensif. Para delegasi dibagikan ke dalam ruangan yang berbeda sesuai tujuan masing-masing Prodi Kebidanan dan BPM untuk menggali ilmu lebih dalam.

literasi

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (FIKES UNISA) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FK UMY) berkolaborasi sukses menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Literasi Digital Status Kesehatan Lansia”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (31/1) ini dilaksanakan di Dusun Perengdawe, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), agar lebih sadar akan pentingnya pemantauan status kesehatan secara mandiri melalui pemanfaatan teknologi sederhana.

Sinergi Dua Universitas untuk Kesehatan Lansia

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli dari masing-masing universitas. Dari FK UMY, Dr. dr. Ardi Pramono, M.Kes., Sp.An hadir memberikan tinjauan medis terkait kesehatan geriatri gula darah, sementara dari FIKES UNISA, Ns. Hamudi Prasestiyo, M.Kep., Sp.Kep.Onk terkait keperawatan dan pemeriksaan kesehatan.

Fokus utama acara ini adalah edukasi mengenai skrining website risiko lansia. Dalam sesi ini, para lansia diberikan pemahaman mengenai cara menggunakan platform digital berbasis website doclyn.id untuk mendeteksi dini risiko kesehatan yang sering dialami lansia. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi lanisa dan keluarga untuk memantau kondisi kesehatan lansia secara real-time dan praktis.

Literasi Digital

Sebanyak 38 lansia dari wilayah Perengdawe turut serta dalam kegiatan ini. Selain sesi edukasi digital, panitia juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, dan konsultasi kesehatan ringan. Hal ini dilakukan untuk memastikan para lansia mendapatkan gambaran kondisi fisik terkini mereka.

Acara ditutup dengan kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako kepada seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi atas semangat para lansia dalam menjaga kesehatan di usia senja.

“Kolaborasi antara dokter dan perawat dalam pengabdian ini sangat penting untuk memberikan asuhan yang komprehensif. Kami berharap dengan adanya pengenalan website skrining ini, kemandirian kesehatan lansia di Perengdawe dapat meningkat,” ujar salah satu perwakilan tim pengabdian.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mempererat sinergi antar-institusi pendidikan kesehatan di Yogyakarta dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Gizi

Kualitas pendidikan kesehatan Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menjadi magnet bagi perguruan tinggi lain. Kali ini, dua institusi kesehatan asal Jawa Timur, yakni Akademi Gizi Karya Husada dan STIKES Karya Husada Kediri, melakukan kunjungan studi banding ke kampus UNISA di Sleman, Senin (26/01/2026).

Ahli Gizi

Bertempat di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah, rombongan tamu disambut langsung oleh Ketua Program Studi Gizi UNISA Yogyakarta, Agung Nugroho, A.MG., MPH. Dalam pertemuan hangat tersebut, Agung mengajak para tamu mengenal lebih dekat dapur pendidikan gizi UNISA, mulai dari sejarah, fasilitas laboratorium, hingga proses pembelajaran yang selama ini diterapkan. Agung menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajang tukar ilmu.

“Harapan dengan adanya kunjungan ini, kita bisa saling berbagi pengalaman dari masing-masing institusi. Tujuannya satu, untuk kemajuan pendidikan gizi kita bersama,” ujar Agung.

Sementara itu, Ketua Prodi Sarjana Gizi STIKES Karya Husada Kediri, Frenky Arif Budiman, S.Gz., M.Gizi, tak menampik bahwa pihaknya ingin belajar dan mencari solusi. Menurutnya, UNISA Yogyakarta dipilih sebagai rujukan karena dinilai memiliki tata kelola yang mapan.

“Tujuan kami datang untuk belajar menjadi institusi yang lebih baik. Ilmu yang kami dapat dari sini akan menjadi bekal berharga untuk disampaikan kepada pimpinan dan diterapkan di Kediri,” ungkap Frenky.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi intens antar-prodi. Kedua belah pihak membedah kurikulum dan strategi manajemen akademik guna mencetak lulusan ahli gizi yang siap bersaing di dunia kerja.