Kemitraan

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menggelar Kickoff Program Kemitraan Peningkatan Ekonomi Berbasis Inklusi melalui Pengembangan Ternak Ayam Petelur Sehat yang berlokasi  di Pedukuhan Karangtengah Nogotirto Gamping Sleman,  Rabu (30/12/2025).  Program ini menjadi langkah konkret kolaborasi perguruan tinggi dan persyarikatan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya komunitas difabel.

Kemitraan

Badan Pembina Harian (BPH) UNISA Yogyakarta, Muhammad Adam Jerusalem, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNISA Yogyakarta  menyambut baik dan mendukung penuh program kolaboratif tersebut karena membawa kemaslahatan yang luas bagi masyarakat. Menurutnya, program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan secara inklusif sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah dan misi UNISA Yogyakarta sebagai kampus yang berorientasi pada kebermanfaatan sosial.

“Program ini menghadirkan kemanfaatan yang nyata. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Karena itu, UNISA Yogyakarta bersama MPM berkomitmen mengeksekusi program-program baik seperti ini agar segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” ujar Adam Jerusalem.

Ia juga menyoroti keunggulan program pengembangan ayam petelur sehat yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, keberlanjutan, dan nilai inklusi. Model ternak ayam dengan pendekatan kesejahteraan hewan, pakan alami, serta proses yang memenuhi standar sertifikasi global dinilai sebagai bentuk pembaruan dan inovasi yang menjadi karakter gerakan Muhammadiyah.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr. Muhammad Nurul Yamin, M.Si., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari penguatan dakwah Muhammadiyah di akar rumput melalui pendekatan ekonomi kerakyatan berbasis komunitas. Pengembangan ternak ayam petelur sehat dengan brand TelurMoe menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang melibatkan komunitas difabel secara aktif dan berkelanjutan.

“MPM tidak menggunakan pendekatan ekonomi skala besar, tetapi pendekatan komunitas yang menggerakkan dan memberdayakan. Ketika komunitas tumbuh mandiri dan berdaya, maka pada akhirnya kekuatan masyarakat dan bangsa akan terbentuk,” jelas Yamin.

Dalam momentum akhir tahun 2025 menuju 2026, MPM bersama UNISA Yogyakarta mencanangkan pengembangan kandang ayam petelur dengan peningkatan kapasitas hingga sekitar 300 persen secara bertahap. Dari sebelumnya sekitar 300 ekor, jumlah ternak direncanakan meningkat hingga 1.000 ekor. Langkah ini diharapkan mampu menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap telur sehat seiring tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pangan bergizi dan berkualitas.

Sementara itu, Arya Khoirul Anam, selaku pendamping program TelurMoe dan Jaringan Tani Muhammadiyah, memaparkan bahwa program ayam petelur sehat yang dikembangkan bersama komunitas difabel telah melalui proses pendampingan selama lebih dari dua tahun. Program ini menerapkan konsep produksi telur sehat pada level tertinggi, yakni ayam yang dipelihara secara sejahtera dengan pakan fungsional berbasis alami dan standar produktivitas internasional.

“TelurMu berada pada level keempat, yaitu ayamnya bahagia dan pakannya sehat. Ini bukan hanya soal produksi telur, tetapi tentang kesehatan, keberlanjutan, dan nilai inklusi yang menginspirasi,” ungkap Arya.

Ia menambahkan bahwa kandang ayam inklusif yang dikembangkan menjadi salah satu yang pertama di dunia yang memperoleh sertifikasi kesejahteraan hewan untuk model kandang inklusi. Ke depan, pengembangan fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan, grading, dan sanitasi telur diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi komunitas dampingan.

Melalui kickoff program kemitraan ini, UNISA Yogyakarta dan MPM PP Muhammadiyah menegaskan komitmen bersama untuk terus menghadirkan program pemberdayaan ekonomi berbasis inklusi yang berkelanjutan, sehat, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Rakornas

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Workshop Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah–‘Aisyiyah (PTMA) yang digelar pada 5–7 Desember 2025 di Grand Rohan, Yogyakarta. Pada kegiatan perdana tingkat nasional ini, UNISA Yogyakarta mengirimkan tiga delegasi dari Biro Humas dan Protokol.

Kepala Biro Humas dan Protokol UNISA Yogyakarta, Sinta Maharani, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan bahwa Rakornas ini menjadi ruang penting bagi para praktisi humas PTMA untuk memperbarui wawasan dan meningkatkan jejaring kelembagaan. “Kegiatan ini merupakan momen strategis untuk update keilmuan sekaligus memperluas kolaborasi antarhumas PTMA se-Indonesia. Di era digital yang masif, humas memiliki peran penting dalam menggawangi reputasi kampus,” ujarnya.

Rakornas Humas

Rakornas Forum Humas PTMA pertama ini menjadi tonggak awal bagi penguatan peran humas di lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam menghadapi dinamika komunikasi publik dan persaingan perguruan tinggi pada era digital. Berdasarkan data panitia, kegiatan ini dihadiri 123 peserta dari 74 PTMAdi seluruh Indonesia.

Hadir membuka kegiatan, Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muh. Mudzakkir, S.Sos., M.A., Ph.D.,yang menekankan pentingnya kesepemahaman antarhumas PTMA dalam menjalankan agenda besar persyarikatan. “Mari bersama-sama membangun kesepemahaman tentang arah forum humas ini sebagai salah satu asosiasi di bawah Majelis Diktilitbang untuk memajukan PTMA,” pesannya.

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, Rakornas juga menggelar prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Forum Humas PTMA oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah kepada Ketua Forum Humas PTMA. Penyerahan simbolis ini menjadi momentum legitimasi formal bagi struktur kepengurusan dalam menjalankan amanah organisasi.

Forum ini juga mendapat dukungan langsung dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd. Ia menegaskan pentingnya peran humas dalam memperkuat branding perguruan tinggi. “Peran humas sangat krusial, yaitu harus mampu membranding perguruan tinggi. Mari bersama-sama mengemas informasi dan keunggulan kampus agar masyarakat dan stakeholder semakin tertarik dengan PTMA,” ujarnya.

Selama tiga hari, peserta Rakornas mengikuti serangkaian pembahasan strategis, meliputi: strategi pengelolaan kehumasan di PTMA, tantangan perguruan tinggi swasta dalam persaingan dengan PTN-BH, penguatan hubungan antarlembaga, manajemen media sosial dan media relations, best practice kehumasan di lingkungan PTMA, risalah Islam berkemajuan serta penguatan capaian key performance index.

Keikutsertaan UNISA Yogyakarta dalam kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas Biro Humas dan Protokol dalam mendukung visi kampus sebagai perguruan tinggi berwawasan kesehatan pilihan dn unggul berdasarkan nilai islam berkemajuan, sekaligus memperluas sinergi dengan jejaring humas PTMA di seluruh Indonesia.

Rektor UNISA

Diplomasi internasional Muhammadiyah semakin luas, kali ini Rektor Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., juga mengambil peran penting ke Timur Tengah.

Warsiti masuk dalam jajaran rombongan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menyambangi kantor pusat Rabithah Alam Islami (Muslim World League) di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (1/12). Kunjungan ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat jejaring persyarikatan global, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Rektor UNISA

Kehadiran utusan Indonesia ini disambut hangat oleh tuan rumah. Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rabithah Alam Islami, Sheikh Mohammed Al-Issa, tak segan melontarkan pujian kepada Muhammadiyah.

Ia mengapresiasi kiprah Muhammadiyah yang dinilai sangat konsisten. Tidak hanya fokus pada dakwah pelatihan akidah dan akhlak, tetapi juga sukses besar memajukan berbagai bidang muamalah yang menyentuh langsung kebutuhan umat, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi sektor di mana UNISA Yogyakarta juga berkecimpung aktif.

“Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang besar, dengan usaha-usaha dakwah yang besar juga, berasal dari negeri Muslim terbesar. Indonesia sendiri merupakan negeri yang besar dan memiliki peran penting di dunia Islam,” tegas Syekh Mohammed Al-Issa.

Mendapat sanjungan tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaannya. Haedar menyoroti peran vital Rabithah Alam Islami dalam menjaga ukhuwah Islamiyah serta menyebarkan nilai-nilai moderasi Islam di berbagai belahan dunia.

“Kami berharap kerja sama erat antara Muhammadiyah dan Rabithah Alam Islami dapat terus ditingkatkan dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ungkap Haedar.

Keikutsertaan Warsiti dalam posisi ini menegaskan strategi UNISA Yogyakarta dalam mendukung diplomasi internasional Muhammadiyah. Hal ini sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi civitas akademika UNISA di kancah global, khususnya dengan mitra-mitra strategis di Arab Saudi.

sumber foto: Muhammadiyah.or.id

nagasaki

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali melebarkan sayapnya ke kancah internasional, kali ini dosen dan mahasiswa Magister Kebidanan UNISA Yogyakarta terbang ke Jepang untuk melakukan pengabdian masyarakat di School of Biomedical Sciences, Nagasaki University, pada Rabu (26/11/2025).

Misi ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Magister Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta, Andari Wuri Astuti, S.SiT., MPH., Ph.D. Ia tidak sendirian, melainkan memboyong mahasiswa Magister Kebidanan Angkatan 12 untuk berbagi ilmu di Negeri Sakura.

Kehadiran perwakilan UNISA Yogyakarta disambut antusias oleh mahasiswa, dosen, serta praktisi bidan dan perawat di Nagasaki University. Topik yang dibawakan pun sangat relevan dengan kebutuhan global saat ini: “Memberikan Perawatan Ibu yang Sensitif Secara Budaya kepada Pasien Muslim”.

Pentingnya Privasi dan Makanan Halal di Nagasaki

Dalam pemaparannya, Andari menekankan bahwa merawat pasien Muslim memerlukan kepekaan khusus. Ia membedah aspek-aspek vital yang sering kali menjadi tantangan bagi nakes luar negri, seperti aturan makanan halal, jaminan privasi dan kesopanan tubuh wanita, penyediaan ruang ibadah, hingga budaya pelibatan keluarga besar dalam pengambilan keputusan medis.

“Keterampilan dalam memahami dan menghormati kepercayaan pasien ini diyakini akan meningkatkan kualitas layanan, rasa aman, serta kepuasan pasien dalam proses perawatan ibu,” jelas Andari.

Ia juga memberi persepsi mengenai tindakan medis. Andari menegaskan bahwa dalam kondisi gawat darurat, Islam memperbolehkan pemberian tindakan medis terbaik tanpa batasan termasuk penggunaan obat tertentu selama dikomunikasikan dengan penjelasan yang baik kepada pasien.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga memperkuat kolaborasi riset antara Indonesia dan Jepang. Mahasiswa Magister Kebidanan UNISA Yogyakarta ikut aktif dalam diskusi, membuktikan bahwa kampus ini siap menjadi pionir dalam pendidikan kesehatan global dan internasionalisasi pendidikan kebidanan.

Pimnas

Kabar datang dari kampus Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, sebuah inovasi cemerlang lahir dari tangan mahasiswa Program Studi Psikologi yang berhasil menembus panggung kompetisi ilmiah paling bergengsi di Indonesia: Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Sosial Humaniora (RSH) UNISA Yogyakarta siap berlaga melawan kampus-kampus top se-Nusantara. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini akan diadakan di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada tanggal 23 – 28 November 2025.

Bawa Inovasi Neurosains di PIMNAS

Apa yang membuat mereka lolos seleksi ketat ini? Ternyata, empat mahasiswa Psikologi yang dibimbing oleh dosen Fildzah Malahati, S.Psi., M.Psi., Psikolog ini membawa penelitian yang sangat solutif dan menyentuh sisi kemanusiaan.

Mereka mengangkat proposal berjudul “Intervensi Binaural Beats Sebagai Pendekatan Neurosains untuk Mengurangi Durasi Temper Tantrum Pada Anak Autism Spectrum Disorder”. Riset ini menawarkan pendekatan neurosains menggunakan gelombang suara khusus (binaural beats) untuk membantu menenangkan anak dengan gangguan spektrum autisme yang sedang mengalami tantrum. Sebuah terobosan yang diharapkan menjadi solusi baru bagi orang tua dan terapis.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UNISA Yogyakarta, Bdn. Yekti Satriyandari, S.St., M.Kes., menyambut gembira lolosnya tim UNISA Yogyakarta ke babak final ini. Ia meyakini PIMNAS ke-38 bukan sekadar ajang pamer trofi, tapi wadah adu gagasan cemerlang.

“PIMNAS tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi, pertukaran ide, dan inspirasi bagi seluruh peserta untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar Yekti.

Ia pun menaruh harapan besar pada tim Psikologi ini. “Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah, penuh prestasi, dan berdampak positif bagi dunia akademik maupun masyarakat luas,” tutupnya.