unisa yogyakarta

Reputasi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dalam tata kelola perguruan tinggi kembali menarik perhatian. Kali ini, tamu jauh dari Pulau Kalimantan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), datang khusus untuk melakukan studi banding dan penandatanganan kerja sama strategis, Jumat (09/01/2026).

Kunjungan ini bukan sekedar silaturahmi biasa. Fokus utama pertemuan ini adalah strategi bedah pengelolaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). UMKT menilai UNISA Yogyakarta memiliki resep jitu dalam manajemen penelitian yang krusial untuk mendongkrak status akreditasi kampus.

Ketua LPPM UMKT, Paula Mariana Kustiawan, S.Hut., M.Sc., Ph.D , tidak menampik bahwa kedatangannya membawa misi besar. Ia secara terang-terangan menyebut ingin berguru kepada UNISA Yogyakarta mengenai langkah-langkah konkret persiapan menuju Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unggul.

“Jadi kedatangan kami ke sini memang niatnya untuk berguru ke UNISA Yogyakarta. Kami ingin tahu bagaimana tata kelola yang sudah diterapkan di sini. Selain belajar, kami juga datang membawa dokumen Memorandum of Agreement (MoA) untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian dosen UMKT,” ungkap Paula dengan antusias.

Menanggapi semangat kolaborasi tersebut, Koordinator Penelitian LPPM UNISA Yogyakarta, Dinar Mindrati Fardhani, SP, M.Biotech., Ph.D , menyambut hangat rombongan UMKT. Menurutnya, sesama Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) sudah selayaknya saling bahu-membahu.

“Kami sangat terbuka sekali. Kita sama-sama dari keluarga besar PTMA, pastinya sangat senang bisa saling bersinergi. UNISA pun sebenarnya masih terus belajar. Semoga diskusi kita hari ini menghasilkan poin-poin penting yang bisa langsung dikerjasamakan demi kemajuan penelitian kedua kampus,” ujar Dinar.

Profesi Arsitek

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr). Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1182/B/O/2025 tentang Izin Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek Program Profesi pada Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Profesi Arsitek

Dengan terbitnya keputusan ini, PPAr UNISA Yogyakarta tercatat sebagai Pendidikan Profesi Arsitek ke-25 di Indonesia dan ke-4 di Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus memperkuat kontribusi UNISA Yogyakarta dalam pengembangan pendidikan profesi dan penyediaan arsitek profesional nasional.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNISA Yogyakarta , Ar. Tika Ainunnisa F, ST., MT., Ph.D., IAI, menyampaikan bahwa pembukaan PPAr ini merupakan langkah strategis dalam menjawab kebutuhan dunia profesional arsitektur yang menuntut kompetensi, etika, dan tanggung jawab sosial.

“Pendidikan Profesi Arsitek di UNISA Yogyakarta dirancang untuk mencetak arsitek profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan PPAr menjadi jembatan penting bagi lulusan sarjana arsitektur untuk memperoleh pengakuan profesi sesuai regulasi yang berlaku, sekaligus meningkatkan kualitas praktik arsitektur di Indonesia.

“Sebagai PPAr ke-25 di Indonesia, UNISA Yogyakarta hadir membawa kekhasan nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan perspektif keberlanjutan yang menjadi ciri institusi. Harapannya, lulusan PPAr UNISA mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tambah Ar. Tika.

Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek UNISA Yogyakarta diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi dengan dukungan sumber daya dosen, jejaring profesional, serta kurikulum yang mengacu pada standar pendidikan profesi arsitek nasional.

Pembukaan PPAr ini juga menjadi bagian dari komitmen UNISA Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang terus berinovasi dalam menghadirkan program pendidikan relevan dengan kebutuhan zaman, serta berorientasi pada penguatan kualitas lulusan dan daya saing global.

Ghana

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menorehkan catatan penting dalam penguatan internasionalisasi dan kaderisasi mahasiswa, seorang mahasiswa asing asal Ghana, Sulemana Abdul Majeed, resmi bergabung sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Sains dan Teknologi UNISA Yogyakarta periode 2025/2026. Kehadiran Sulemana menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya mahasiswa internasional bergabung dalam organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah di lingkungan UNISA Yogyakarta.

Mahasiswa Ghana

Sulemana Abdul Majeed, mahasiswa laki-laki kelahiran Ghana, 7 Desember 2003, saat ini tinggal di Asrama UNISA Yogyakarta. Ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan memiliki latar belakang organisasi yang kuat sejak di negara asalnya. Sebelum menempuh studi di Indonesia, Sulemana pernah menjabat sebagai President sekaligus Imam Ghana Muslim Students Association (GMSA) Tamasco Branchpada periode 2021–2022, serta menjadi Treasurer The Council of African Students pada 2022–2023.

Ketertarikan Sulemana untuk bergabung dengan IMM didorong oleh keinginannya memperdalam pemahaman keislaman, ideologi Muhammadiyah, serta mengembangkan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Ia menyampaikan bahwa IMM merupakan ruang strategis untuk membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas dan berdaya guna bagi masyarakat.

“Motivasi saya mengikuti Darul Arqam Dasar dan bergabung dengan IMM adalah untuk memperkuat iman dan pemahaman saya tentang Islam dan Muhammadiyah, mengembangkan kepemimpinan, kedisiplinan, serta berpikir kritis, dan mempersiapkan diri menjadi kader IMM yang aktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sulemana, Selasa (6/1).

Menurutnya, nilai-nilai pembaruan Islam yang diusung Muhammadiyah sejalan dengan semangatnya sebagai mahasiswa internasional yang ingin berkontribusi secara global. Ia memandang Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang menekankan kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah, mendorong kemajuan pendidikan, serta kepedulian sosial dalam menjawab tantangan zaman.

Keterlibatan Sulemana dalam IMM Fakultas Sains dan Teknologi UNISA Yogyakarta juga mencerminkan komitmen kampus dalam membangun lingkungan inklusif, multikultural, dan terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara. Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya dinamika organisasi, memperluas perspektif global kader IMM, serta memperkuat diplomasi kultural Muhammadiyah di tingkat internasional.

Dengan bergabungnya mahasiswa asal Ghana ini, IMM UNISA Yogyakarta tidak hanya menjadi wadah kaderisasi ideologis dan kepemimpinan mahasiswa, tetapi juga ruang perjumpaan lintas bangsa yang menegaskan nilai Islam berkemajuan dalam bingkai global.

Panti

Suasana Sabtu pagi (20/12/2025) di Dusun Padasan, Pakembinangun, Pakem, Sleman, terasa lebih hangat dari biasanya, puluhan anak-anak di Panti Asuhan Sinar Melati tampak sumringah menyambut kedatangan kakak-kakak mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Mahasiswa Rombongan yang tergabung dalam Kelompok A7 ini hadir membawa misi khusus bertajuk Project Al-Ma’un. Bukan sekedar berkunjung, mereka menggelar aksi kepedulian sosial dengan mengangkat tema edukasi “Makanan Sehat Pondasi Kesehatan”.

Belajar Gizi Sambil Bermain

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata nilai-nilai Al-Ma’un yang diajarkan K.H. Ahmad Dahlan, yakni menyantuni dan memberdayakan mereka yang membutuhkan. Uniknya, edukasi kesehatan ini dikemas jauh dari kata membosankan.

Tidak ada ceramah kaku yang bikin ketagihan. Mahasiswa UNISA Yogyakarta menyulap aula panti menjadi arena bermain yang edukatif. Materi tentang pentingnya gizi seimbang diselipkan melalui berbagai permainan interaktif yang memancing gelak tawa.

“Suasananya pecah banget! Dari awal sampai akhir, adik-adik panti sangat aktif. Mereka berebut menjawab kuis demi mendapatkan reward yang sudah kami siapkan,” ungkap Naila salah satu mahasiswa.

Menyentuh Hati, Berbagi Kasih

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Mentoring, Puspa W. Tobe. Ia mengapresiasi semangat adik-adik panti dan berharap ilmu yang diumumkan hari ini bisa menjadi bekal hidup sehat di masa depan.

Sementara itu, Nuryanti, anggota Kelompok A7, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran berharga bagi para siswa. Baginya, Project Al-Ma’un bukan sekadar tugas kuliah, melainkan momen untuk mengasah empati.

“Lewat kegiatan ini, kami tidak hanya berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga berbagi rasa kebersamaan dan kasih sayang. Ini kenangan bagi kami bahwa berbagi kebaikan sekecil apa pun dapat membawa kebahagiaan besar bagi orang lain,” ujar Nuryanti.

Wajah-wajah ceria anak Panti Asuhan Sinar Melati menjadi bukti suksesnya acara ini. Melalui kolaborasi permainan dan edukasi, mahasiswa UNISA Yogyakarta berharap pesan tentang pola hidup sehat dapat tertanam kuat di benak anak-anak, sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama umat.

Makanan kekinian

Lobi Gedung Siti Moendjijah Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta tiba-tiba berubah menjadi surga makanan kekinian pada Senin (05/01/2026). Aromanya yang menggiurkan dari puluhan stan makanan sukses menarik perhatian siapa saja yang lewat.

Pemandangan ini merupakan bagian dari gelaran Pameran Produk Pangan yang dihelat oleh Program Studi Gizi UNISA Yogyakarta. Ajang yang rutin digelar tiap semester ini bukan sekadar festival makanan biasa, melainkan etalase kreativitas mahasiswa semester 5 dalam menerjemahkan teori rumit menjadi sajian lezat.

Proyek Berbasis Tim Tantangan

Pameran ini merupakan puncak dari mata kuliah Teknologi Pangan melalui skema pembelajaran Team Based Project. Mahasiswa dituntut untuk memutar otak, menciptakan produk pangan baru dengan menerapkan berbagai metode pemrosesan yang telah dipelajari di kelas.

Ketua Prodi Gizi UNISA Yogyakarta, Agung Nugroho, A.MG., MPH., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan kebutuhan pasar.

“Mahasiswa ditantang untuk menerapkan teknik pengolahan pangan secara kreatif dan ilmiah. Mulai dari perencanaan konsep, pemilihan bahan, hingga implementasi produk jadi, semuanya harus relevan dengan kebutuhan masyarakat modern,” tutur Agung.

30 Inovasi Kuliner Siap Komersial

Sebanyak 30 jenis produk pangan inovatif dipamerkan kali ini. Pengunjung dimanjakan dengan berbagai varian makanan yang unik, sehat, dan tentu saja instagramable. Tak hanya soal rasa, pameran ini juga menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk belajar berwirausaha.

Mereka mengajarkan bagaimana mengemas produk agar menarik, menentukan harga jual, hingga mempromosikan inovasinya agar memiliki nilai komersial yang tinggi.

Makan Enak Sambil Beramal

Di balik kemeriahan inovasi kuliner tersebut, terselip misi sosial yang menyentuh hati. Diah Puspitasari, selaku dosen penanggung jawab mata kuliah, mengungkapkan bahwa keuntungan dari penjualan produk ini tidak masuk ke kantong pribadi mahasiswa.

“Seluruh hasil penjualan yang diperoleh hari ini akan kami sumbangkan ke Panti Asuhan Yatim Putri `Aisyiyah. Jadi, pengunjung yang membeli produk tidak hanya kenyang, tapi juga ikut berbagi kebahagiaan,” ujar Diah.

Langkah ini membuktikan bahwa mahasiswa Gizi UNISA Yogyakarta tidak hanya dicetak untuk menjadi ahli pangan yang cerdas, tetapi juga insan yang memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap sesama.