lolos pendanaan

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, sebanyak 25 dosen berhasil lolos pendanaan hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026, yang terdiri dari 14 dosen pada skema penelitiandan11 dosen pada skema pengabdian kepada masyarakat.

Lolos Pendanaan

Program hibah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan ini merupakan salah satu instrumen strategis nasional untuk meningkatkan kualitas riset dan pengabdian dosen di perguruan tinggi. Seleksi dilakukan secara ketat melalui proses evaluasi proposal berbasis kualitas, relevansi, serta potensi dampak bagi masyarakat.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISA Yogyakarta, Dinar Mindrati Fardhani, SP, M.Biotech., Ph.D  menyampaikan bahwa capaian ini menjadi indikator positif meningkatnya daya saing dosen UNISA di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa dosen UNISA Yogyakarta semakin produktif dalam menghasilkan proposal penelitian dan pengabdian yang berkualitas. Ini juga mencerminkan keseriusan kami dalam membangun budaya riset yang kuat dan berdampak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hibah penelitian yang diperoleh mencakup berbagai bidang unggulan, terutama kesehatan, teknologi, dan sosial humaniora, sejalan dengan positioning UNISA sebagai kampus berbasis kesehatan yang unggul dan berkemajuan.

Sementara itu, pada skema pengabdian kepada masyarakat, program-program yang didanai berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas kesehatan, edukasi, serta penguatan ekonomi berbasis komunitas.

“Melalui hibah ini, kami berharap hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Begitu pula dengan program pengabdian, harus mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan,” tambah Dinar.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan institusi melalui pendampingan intensif, mulai dari penyusunan proposal hingga proses review internal sebelum diajukan ke tingkat nasional.

Dengan diraihnya pendanaan hibah Kemdiktisaintek 2026 ini, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta semakin memperkuat komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UNISA untuk terus berinovasi, menghasilkan karya ilmiah berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

S2 fisioterapi

Kabar gembira mewarnai dunia pendidikan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta makin mengukuhkan posisinya dengan resmi mengantongi izin pembukaan Program Studi (Prodi) Magister (S2) Fisioterapi.

S2 Fisioterapi

Langkah bersejarah ini ditandai dengan turunnya Surat Keputusan (SK) Mendiktisaintek RI No.215/B/O/2026. Dokumen penting tersebut diterima langsung oleh pihak kampus pada hari Kamis (12/03/2026). Kehadiran program magister ini makin melengkapi deretan pilihan akademik di UNISA Yogyakarta yang kini genap memiliki total 24 program studi.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH., menyambut antusias turunnya izin tersebut. Ia menegaskan bahwa prodi ini bukan sekadar pelengkap, melainkan amunisi baru untuk mencetak pakar kesehatan masa depan.

“SK Prodi Magister Fisioterapi sudah turun, ini menjadi momentum penting bagi FIKes UNISA Yogyakarta dalam memperluas pengembangan keilmuan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan,” ungkap Dewi dengan penuh syukur saat menerima SK tersebut.

Ke depannya, Dewi menaruh harapan besar agar S2 Fisioterapi ini menjelma menjadi pusat inovasi yang berbasis riset kuat. Lulusan yang dihasilkan ditargetkan tak hanya profesional, tapi juga memiliki integritas tinggi di dunia medis.

Kampus

Kampus tidak boleh hanya menjadi pabrik pencetak sarjana tanpa ruh spiritual. Mengambil momentum di bulan suci Ramadan, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar program bertajuk Refreshing Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi seluruh Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik).

Kampus UNISA Yogyakarta

Berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (12-13/3/2026), agenda ini dipusatkan di Hall Baroroh Baried dan Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah. Mengusung tema “Internalisasi Ideologi Muhammadiyah sebagai Nilai-nilai Budaya Unggul”, acara ini menjadi ajang muhasabah sekaligus pembinaan ideologi.

Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menegaskan bahwa kampus adalah bagian dari amal usaha persyarikatan yang mengemban misi dakwah.

“Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial tahunan di bulan Ramadan. AIK ini merupakan ruh yang menghidupkan setiap gerak institusi ini,” tegas Warsiti.

Peringatan senada disampaikan oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UNISA Yogyakarta, Dr. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si. Ia menyoroti ancaman liberalisasi dan sekularisasi di dunia pendidikan tinggi saat ini.

“Dosen dan tendik sebagai motor penggerak utama perlu memiliki kesadaran bahwa aktivitas akademik, selain tugas profesional, juga merupakan bagian dari ibadah dan perjuangan,” tuturnya.

Untuk memastikan materi tersampaikan maksimal, acara ini dibagi menjadi dua sesi. Hari pertama dikhususkan bagi jajaran dosen, disusul seluruh tendik pada hari kedua. Tak tanggung-tanggung, UNISA Yogyakarta menghadirkan 12 narasumber ahli yang merupakan pimpinan langsung dari PP Muhammadiyah dan PP ‘Aisyiyah.

Kip kuliah

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar Temu Awal Audit Kinerja Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun Anggaran 2025 pada Senin (2/3/2026) di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjiyah UNISA Yogyakarta. Kegiatan audit berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Maret 2026.

KIP Kuliah

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan pelaksanaan program KIP Kuliah berjalan sesuai prinsip tata kelola yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Agama Islam, dan Kemuhammadiyahan–Ke’Aisyiyahan UNISA Yogyakarta, Prof. Dr. Mufdlilah, S.SiT., M.Sc., menyampaikan bahwa audit ini merupakan kunjungan yang sangat berharga bagi universitas dalam memperkuat tata kelola program KIP Kuliah.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan pengelolaan KIP Kuliah berjalan transparan dan akuntabel sehingga mampu mencapai sasaran yang tepat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program KIP Kuliah memiliki peran strategis dalam meningkatkan indeks pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, ketika program berjalan dengan baik, dampaknya tidak hanya pada akses pendidikan, tetapi juga pada peningkatan ekonomi masyarakat serta upaya pengentasan kemiskinan.

“KIP Kuliah menjadi penolong bagi masyarakat yang kurang mampu untuk mengakses pendidikan tinggi. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki,” tambahnya.

UNISA Yogyakarta, lanjutnya, berkomitmen menjaga integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan program dengan menjalankan seluruh proses sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Audit ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya keberlanjutan dalam meningkatkan kualitas tata kelola program di masa mendatang.

Sementara itu, Auditor Ahli Utama Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Candra Irawan, menjelaskan bahwa tim auditor mendapat mandat untuk melaksanakan audit kinerja KIP Kuliah secara menyeluruh.

“Kami ditugaskan melakukan audit kinerja KIP Kuliah sebagai bentuk pemantauan yang lebih mendalam. Audit ini telah kami lakukan secara nasional sejak tahun 2022,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa selama proses audit, tim akan melakukan klarifikasi dan verifikasi data, termasuk wawancara langsung dengan mahasiswa penerima manfaat. Pemeriksaan difokuskan pada kegiatan yang telah selesai dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara.

“Karena ini menggunakan uang negara, maka seluruh pelaksanaan program perlu dipertanggungjawabkan secara jelas dan terukur,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan audit ini, diharapkan pengelolaan KIP Kuliah di UNISA Yogyakarta semakin optimal serta mampu terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Tugas akhir

Tugas akhir tidak selalu harus berupa laporan penelitian yang disusun bab demi bab. Di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, karya kreatif juga dapat menjadi bentuk tugas akhir. Hal ini dibuktikan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi, Delia Putri, yang berhasil meluncurkan buku keduanya berjudul Di Kehidupan Lain, Cintai Aku dengan Benar, Ayah! sebagai salah satu persyaratan kelulusan Seminar Hasil.

Tugas Akhir

Wakil Rektor I Unisa Yogyakarta, Sulistyaningsih menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap karya yang dihasilkan. “Beberapa bagian dalam buku ini mampu menyentuh pengalaman emosional pembaca secara mendalam,” ujar Sulistyaningsih, dalam acara Creative Talk, Book Launching & Diseminasi Di Kehidupan Lain, Cintai Aku dengan Benar, Ayah!, yang digelar di Perpustakaan Unisa Yogyakarta, Rabu (25/2/2026).

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora (FEISHum), Annisa Warastri berharap buku ini dapat menjadi media refleksi bagi generasi muda, khususnya dalam menyuarakan isu kesehatan mental dan relasi keluarga yang saat ini banyak dialami oleh anak muda. “Buku ini dapat menjadi salah satu pilihan dalam penyelesaian tugas akhir. Bentuk tugas akhir di Program Studi Ilmu Komunikasi sangat beragam, dan semoga karya ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” ujarnya.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Hari Akbar menambahkan bahwa mahasiswa tidak harus terpaku pada tugas akhir konvensional. Selain buku, mahasiswa dapat menghasilkan karya lain seperti film dengan standar nasional maupun karya musik, selama memenuhi kaidah akademik dan kontribusi keilmuan.

Peluncuran buku ini menjadi contoh nyata bahwa karya kreatif dapat menjadi media komunikasi yang efektif sekaligus bentuk implementasi kompetensi mahasiswa di bidang Ilmu Komunikasi. Melalui tulisan dalam bentuk buku, mahasiswa tidak hanya menyampaikan pesan personal, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi pembacanya.

Pemimpin Redaksi Penerbit Gradien Mediatama, Tri Prasetyo menyampaikan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat fatherless yang cukup tinggi. Ia berharap karya seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran ayah dalam keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Delia Putri sebagai penulis juga menyampaikan harapannya kepada para pembaca.“Saya berharap buku ini bisa menjadi alasan untuk memaafkan ayah, sekaligus menjadi teman dan penguat bagi siapapun yang membacanya,” ungkapnya. Selepas acara launching, acara dilanjutkan dengan diskusi buku bersama penulis. Para peserta yang hadir pun antusias mengikuti jalannya diskusi.(Wahyu Hafiza Sakti)