Gramedia Expo Surabaya menjadi saksi penobatan mahasiswi D4 Kebidanan Stikes Aisyiyah Yogyakarta, Ade Irma Suryani, di juluki sebagai Puteri Indonesia Tata Krama Jawa Timur 2012 dan Miss Of Thailand (Kata Juri dan Fotografer) dalam rangkaian acara Pemilihan Puteri Indonesia Provinsi Jawa Timur (PPI Jawa Timur), Minggu  (2/12/2012). Selain itu, dara manis yang dikenal pendiam di kampus ini juga masuk dalam 15 besar finalis PPI Jawa Timur, yang menyalahkan dari 60 peserta lainnya.

 

PPI yang diselenggarakan oleh Yayasan Puteri Indonesia ingin mendorong peran positif remaja puteri Indonesia agar dapat menjadi panutan dan tauladan serta pendorong kemajuan wanita dalam berbagai bidang.Wawasan yang luas (brain), penampilan yang anggun (beauty), dan perilaku yang santun (behaviour) merupakan kriteria penilaian utama dalam ajang tahunan yang telah diselenggarakan sejak 1992 ini.

 

Sebelum acara puncak, Irma bersama finalis lainnya semenjak 30 November 2012 sampai 2 Desember 2011 menjalani proses karantina di Country Heritage Hotel Surabaya dan mengikuti pembekalan kepribadian, kelas kecantikan, penanaman pohon untuk peduli lingkungan serta hadir dalam upacara Kopri di Kantor Gubernur Jawa Timur.

 

PPI Jawa Timur 2012 berlangsung ketat. Seleksi meliputi wawancara pribadi, pemotretan, dan penjurian akhir di malam grand final. Akhirnya 5 orang juri: DR. Aris Armuninggar, SH, MH (Dosen Universitas Airlangga), Dewi Maharani SE, (Dewan Pembina Ikatan Alumni Puteri indonesia Jatim), Canang Wijanarko, SE (Yayasan Putri Indonesia), Yustin Karina S.Sn (Ketua Ikatan Alumni Puteri Indonesia Jatim), Fadhli, SE, MM (Mustika Ratu), memilih Ade Irma Suryani sebagai Puteri Indonesia Tata Krama Jawa Timur 2012.

Meski baru mulai memasuki dunia modeling sejak tahun 2010, Irma telah meraih berbagai prestasi seperti Finalis Putri Indonesia Sumatera Barat 2011, Finalis Putri Indonesia DIY 2012, 20 Besar The Best Model Muslimah 2011, Finalis Model Batik Muslimah Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta 2011, dan Model Fotogenik Muslimah DIY 2011.

Motivasi aku untuk mengikuti Pemilihan Puteri Indonesia semata untuk menambah wawasan dan pengalaman, serta memberikan inspirasi kepada remaja puteri Indonesia agar tidak minder menampilkan bakat dan potensi dirinya,” tutup mahasiswi Stikes Aisyiyah angkatan 2010 ini.

Program Pendidikan Ners-Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi kesehatan bertujuan menghasilkan lulusan yang profesional dibidangnya. Peserta didik melalui proses belajar diharapkan mempunyai kecakapan dan kemampuan baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor sehingga mampu melaksanakan asuhan keperawatan secara akuntabel baik kepada individu, keluarga maupun masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) atau Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) bagi calon lulusan ners. Dalam pembukaan pelatihan pada (28/11), Ketua Panitia Pelatihan, Widaryati, S.Kep.,M.Kep menjelaskan bahwa Pelatihan BTCLS merupakan program pelatihan yang akan memberikan keterampilan (skill) bagi perawat dalam kondisi emergency sehingga diharapkan perawat akan siap melakukan tugas dan tanggung jawabnya dalam berbagai kondisi kegawat daruratan dan diharapkan lulusan (output) Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes ‘Aisyiyah mempunyai mempunyai daya saing dalam berkompetisi di dunia kerja.

Pelatihan yang terselenggara kerjasama dengan Badan Kerjasama Penanggulangan Gawat Darurat Medik (BAKER PGDM) PERSI Cabang DIY memiliki target kompetensi diantaranya perawat mampu memahami tingkat penanggulangan masalah kegawat daruratan, mengelola asuhan keperawatan klien dengan kondisi kedaruratan dan kegawatan, menggunakan peralatan khusus untuk melakukan tindakan yang spesifik pada pengelolaan kegawatan. Pelatihan ini diikuti oleh 160 mahasiswa yang telah menempuh Program Pendidikan Profesi Ners dan terbagi dalam 2 gelombang yaitu gelombang 1 dilaksanakan 28 November – 2 Desember, gelombang 2 dilaksanakan 5-9 Desember 2012. Selain mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah, peserta lainnya adalah perawat dari rumah sakit dan puskesmas yang bekerjasama dengan STIKES ‘Aisyiyah.

Beberapa materi pelatihan antara lain mengenai sistem PPGD, biomekanik trauma, inittial assesment, trauma abdoment, pengelolaan airway-breathing, shock dan pendarahan, trauma dada, luka bakar dan RJP. Materi-materi tersebut diberikan dalam bentuk teori dan praktik. Setelah pelatihan, mahasiswa yang dinyatakan lulus akan menerima sertifikat yang berlaku nasional maupun internasional.

 

 

 

Tiga judul karya tulis ilmiah mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta berhasil lolos pada kompetisi penulisan karya ilmiah mahasiswa program kreativitas mahasiswa. Kompetisi ini digelar oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI).

Karya tulis tersebut antara lain Diligent Formulations for gender equality : Solusi cerdas mengatasi diskriminasi gender guna mencapai millenium development goal (MIDG’S) dengan meningkatkan kesetaraan gender menuju keluarga berkualitas 2015. Hasil karya dari mahasiswa program studi kebidanan D3, Eko Wahyuningsih, Lia Putri Kurnia Widhi, Kiky Novitasari, Kesra Anggraeni.

Pendekatan Need ans safety of patience, hasil karya mahasiswa program studi Bidan Pendidik D4, Mergy Gayatri, Ermiatun, Novi Purwati.

SOTO “Saung Otto” alat bantu untuk mengantarkan gelombang beta menuju alpha solusi untuk merangsang AEISQ (Attitude Emotional Intellegence Spiritual Quotient) anak bangsa tak bersekolah, hasil karya dari mahasiswa program studi ilmu keperawatan S1, Nur Dwi Astuti, Siti Rahayu, Ridwansyah, Indra Sapuan, Imam Akbar.

 

Saat ini STIKES ‘Aisyiyah mempunyai Visi menjadi sekolah tinggi terbaik se Indonesia, untuk itu kedepannya STIKES ‘Aisyiyah memiliki terobosan-terobosan strategi dalam pengembangan dan peningkatan terkait dengan kualitas akademik, pengelolaan sumber daya maupun pengembangan mahasiswa dan pemberdayaan alumni. Demikianlah yang di sampaikan oleh Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta periode 2012-2016, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat. Sambutan tersebut di kemukakan saat pelantikan Ketua dan Pejabat Struktural Pembantu Pimpinan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta periode 2012-2016 di Hall 4, Rabu (28/11).

Lebih lanjut Warsiti menjelaskan, terkait pengelolaan sumber daya manusia, keuangan dan sarana prasarana, STIKES ‘Aisyiyah berupaya untuk mengeksplorasi sumber dana selain dari mahasiswa misalnya melalui kompetisi dana hibah ataupun diversifikasi usaha lain. Peningkatan kualitas SDM ditargetkan 2016 seluruh dosen minimal S2. Selain itu lebih meningkatkan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana yang mendukung atmosfer akademik. Tahun 2013 ditargetkan menambah block kedua kampus terpadu ini.

Saat ini dinamika dalam mengelola lembaga perguruan tinggi tantangannya semakin besar dan berat. Harapannya kerjasama antar bagian/unit/prodi harus dipererat dan bersinergi. Tantangan tersebut dapat dijawab dengan komitment yang tinggi, integritas dan loyalitas dalam mengembangkan lembaga ini.

Sementara itu, KOPERTIS Wilayah V DIY yang diwakili oleh Tunggul Priyono, SH., M.Hum berpesan bahwa sebagai pejabat harus bekerja keras, cerdas, ikhlas dan tuntas untuk mengantarkan mimpi. cita-cita masa depan mahasiswa. Karena perguruan tinggi yang baik adalah perguruan tinggi yang menjadi idola kaum muda bangsanya sendiri dan bisa mengantarkan impian mereka.

Adapun Ketua dan Pejabat Struktural Pembantu Pimpinan adalah sebagai berikut: Warsiti, S.Kp., M.Kep.,Sp.Mat. (ketua), Mufdlilah, SST., M.Sc (wakil ketua I bidang peningkatan kualitas akademik), Yuli Isnaeni, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom (wakil ketua II bidang peningkatan kualitas sumber daya), Dra. Umu Hani, M.Kes (wakil ketua III bidang peningkatan kualitas kemahasiswaan dan pemberdayaan alumni), Sayifudin, M.Kes ( Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan), Ery Khusnal, MNS ( ketua prodi ilmu keperawatan S1), Mohammad Ali Imron, M.Fis (ketua prodi fisioterapi S1), Dewi Rokhanawati, S.Si.T, MPH. (ketua prodi bidan pendidik D4), Ismarwati, SKM., SST., MPH (ketua prodi kebidanan DIII), Suratini, S.Kep., Ns.,M.Kep.(sekprodi ilmu keperawatan S1), Siti Khotimah, SST.Ft., M.Fis (sekprodi fisioterapi S1), Asri Hidayat, S.Si.T., M.Keb (sekprodi bidan pendidik D4), Anjarwati, S.Si.T., MPH (sekprodi kebidanan DIII),

 

 

Hujan lebat yang mengguyur stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta tidak mengurangi semangat ratusan ribu warga untuk mengikuti acara gelar 1 Abad Muhammadiyah. Ketua umum Muhammadiyah Din Syamsuddin bahkan rela berbasah-basahan ketika harus menyapa dengan mengelilingi stadion.

Sebelum mengisi pidato sambutan Milad 1 abad masehi dan 103 tahun hijriyah Muhammadiyah, Din Syamsuddin berkesempatan mengelilingi stadion untuk menyapa sekitar seratus ribu warga Muhammadiyah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, Ahad (18/11/2012). Hujan yang mengguyur deras menurut Din Syamsuddin merupakan berkah dari Allah SWT bagi Muhammadiyah yang telah menginjak usia lebih dari 100 tahun. Dalam sambutannya Din Syamsuddin juga sempat berdialog secara teleconference dengan Muhammadiyah daerah yang juga sedang melangsungkan perayaan Milad di Malang, Makassar, dan juga Yogyakarta. Pada teleconference tersebut, masing – masing ketua umum Muhammadiyah propinsi Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkapkan tekad dan keinginan warga Muhammadiyah untuk tetap istiqomah berjuang meneruskan dakwah dan beramal yang diwariskan Kyai Haji Ahmad Dahlan.

Kegiatan perayaan milad Muhammadiyah di daerah dilakukan diberbagai titik, di Aceh, perayaan Milad dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Aceh, sedangkan di Yogyakarta, pelaksanaan Milad Muhammadiyah propinsi DIY dilaksanakan di sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Untuk di wilayah Sulawesi Selatan, perayaan di pusatkan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Warga Muhammadiyah Jawa Timur juga dalam perayaan Miladnya dipusatkan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang. Dari berbagai informasi yang dihimpun tim redaksi, hamper seluruh tempat perayaan Muhammadiyah termasuk di Gelora Bung Karno, tidak dapat menampung seluruh peserta yang hadir di titik masing-masing kota. (www.muhammadiyah.or.id)