Skip to main content
PMB UNISA

Dosen Unisa Dampingi Pelatihan Produksi MP-ASI

Dosen Universitas `Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta memberikan pelatihan produksi dan promosi Makanan Pendamping ASI di dusun Mejing Lor Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta, Sabtu (12/5).

Tim dosen Unisa yang terdiri dari Yuni Purwati, S.Kep., Ns.M.Kep sebagai ketua tim dan anggotanya Suri Salmiyati, S.Kep.,Ns., M.Kes, Rosiana Nur Imalah, S.Kep.,Ns., M.Kep, dari program studi keperawatan berhasil meraih hibah pengabdian masyarakat Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Dikti, program yang diajukan oleh mereka yaitu tentang Pelatihan Pembuatan dan Promosi Makanan Pendamping ASI (MP ASI).

Sebagai bentuk implementasi mereka mengadakan pelatihan produksi dan promosi MP ASI di dusun Mejing Lor yang berada di Kabupaten Sleman, dan dihadiri oleh ibu- ibu kader serta Dukuh Mejing Lor Yamtini dan perwakilan Puskesmas Gamping I Sekti Riyantina.

Yuni selaku ketua tim mengungkapkan alasan memilih dusun Mejing Lor sebagai tujuan pelatihan karena dilatar belakangi oleh mahasiswa Unisa pada tahun 2017 telah melakukan praktek komunitas di Mejing Lor, dan dari data yang didapat mahasiswa terdapat masalah di Mejing Lor bahwa terdapat balita di wilayah Posyandu setempat dalam kondisi di bawah garis merah pada pemantauan Kartu Menuju Sehat (KMS) Balita.

Fenomena yang terjadi pada masyarakat di dusun Mejing Lor dalam pemberian MP-ASI bahwa ibu cenderung lebih memilih memberikan MP-ASI instan yang telah tersedia berbagai rasa dan digunakan untuk berbagai tingkat usia anak. Hal ini dianggap lebih praktis, murah dan mencukupi kandungan gizinya karena tertera jelas di kemasan MP-ASI instan. Ibu cenderung menjadi korban iklan MP-ASI instan yang menawarkan keunggulan bahwa anak akan menjadi lebih pintar dan sehat karena komponen gizi didalamnya serta dibuat dengan tehnologi canggih yang tidak mereka fahami. Disamping itu, dengan alasan kesibukan, ekonomi dan kepraktisan dalam penyajian, MP-ASI pada anak usia 6 bulan ke atas diberikan dengan produk- produk MP-ASI instan yang banyak diiklankan ataupun diberikan makanan dewasa seadanya seperti nasi lembek, bubur diberikan kuah dengan atau tanpa sayur dan lauk yang tidak sesuai dengan usia anak dan nilai gizi berdasarkan kebutuhan anak. Selain itu, terdapat juga bayi yang mendapat makanan padat seperti pisang atau roti bayi walaupun usia belum mencukupi 6 bulan. Ibu kurang memahami bahwa pemberian MP-ASI pada saat sebelum 6 bulan dapat mengganggu sistem pencernaan.

Program Kemitraan Masyarakat ini disambut baik oleh Pihak Puskesmas Gamping I Sleman dan Dusun Mejing Lor Ambarketawang, untuk mengentaskan masalah gizi dan tumbuh kembang Balita, terlebih sangat bermanfaat untuk meningkatkan taraf penghasilan kader kesehatan di wilayah Dusun Mejing Lor Ambarketawang Gamping Sleman pada khususnya.

 

Rosiana mengutarakan nantinya akan ada beberapa tahapan setelah pelatihan dilakukan, yaitu pendampingan sampai launching produk tersebut.

Tahap awal implementasi Program Kemitraan Masyarakat yaitu dilaksanakannya pelatihan produksi dan promosi MP-ASI. Kader Posyandu. Pada materi pertama dikenalkan jenis-jenis bahan makanan, nilai gizi, cara pengolahan, tekstur dan pemberian MP-ASI berdasarkan tingkat usia Bayi dan Anak. Selanjutnya materi kedua, kader posyandu dikenalkan jenis-jenis MP-ASI sesuai dengan tingkat usia bayi, praktek pemilihan bahan makanan, pengolahan dan penyajiannya. Pada materi ketiga peserta diajarkan strategi promosi dalam pemasaran MP-ASI.

Setelah kegiatan Program kemitraan masyakarakat ini diharapkan, kegiatan produksi dan pemasaran MP-ASI dapat berlangsung secara terus menerus setiap hari dengan menu yang bervariasi dan sesuai dengan tingkat usia bayi. Dengan demikian harapan bayi dan balita sehat dengan status gizi dan tumbuh kembang yang optimal. Disamping itu kader posyandu berhasil memasarkan produk MP-ASI sehat dan bergizi dan dapat produktif secara ekonomi.

QR Code

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *