Skip to main content
PMB UNISA

Mahasiswa FST Unisa Borong Medali Kompetisi Internasional

Tiga tim mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas `Aisyiyah Yogyakarta meraih medali di ajang International Festival of Innovation On Green Technology 2018 (i-finog) di Malaysia, Sabtu (21/4).

International Festival of Innovation On Green Technology 2018 (i-finog) yang diadakan oleh Universiti Malaysia Pahang (UMP) ini diikuti perwakilan dari beberapa negara, termasuk Indonesia. Dari Indonesia mendelegasikan beberapa perguruan tinggi negri maupun swasta salah satunya dari Unisa yang mengirimkan 3 tim dari 3 prodi yang berada dalam fakultas sains dan teknologi atau disingkat FST.

Program studi yang mengikuti ajang internasional ini yaitu prodi Arsitektur, prodi Teknologi Informasi dan prodi Bioteknologi, masing – masing tim beranggotakan 3 sampai 4 orang. Mereka berangkat ke Malaysia berbekal persiapan yang matang dan melalui seleksi yang cukup ketat.

Iwan Darmawan, ST.,M.Sc selaku dosen arsitek Unisa sekaligus pembina persiapan mahasiswa yang mengikuti perlombaan tersebut, menuturkan bahwa dari dosen masing- masing tim selalu memberikan masukan, semangat, serta suport kepada anak didiknya, salah satunya membagikan timeline agar antara kuliah dan persiapan dalam mengikuti ajang internasional tidak saling mengganggu.

“Mereka membuat ide sendiri, proposal sendiri, dan membuat bahan serta presentasi sendiri jadi dosen hanya menjadi asistensi saja ya kalau ada yang kurang ini atau kurang itu tolong ditambahkan,” tambahnya.

Dari persiapan yang sudah dilakukan akhirnya membuahkan hasil dengan prestasi yang dicapai dari ketiga tim yang dikirim mengikuti ajang i-finog, tim Prodi Arsitek yang beranggotakan Deri Sulung Palwaguna, Erma Julkrismi dan Nabila Fachry Nadhifah berhasil membawa pulang medali perak di Class D (Building, Architecture,Civil Engineering Construction and Materials).

Mereka meraih medali perak dengan karyanya yang bernama Tahado Space, Deri memberikan penjelasan fungsi dari alat tersebut yaitu untuk meningkatkan relationship antar tetangga dalam suatu komplek perumahan, yang mana di suatu perumahan atau komplek orang sangat jarang berinteraksi karena kesibukan dari masing- masing orang, jadi untuk menghubungkan itu Tahado Space jadi salah satu solusinya untuk berbagi makanan ataupun oleh- oleh.

“Penempatanya ada diantara rumah yang bersebelahan, jadi kalau ada yang memasukkan makanan nanti akan ada alarm atau lampu yang menyala,” ungkap Deri.

Selain itu tim dari Prodi Teknologi Informasi yang beranggotakan Amalia Nur Afifah, Zaenal Achmad Raihan, Muhammad Nur Kamil Almubaroq juga membawa pulang medali perak Class E (ICT, Multimedia, Telecommunication, Computer Sciences, Electricity and Electronic & games) dengan karyanya yang berjudul Healthcare Geo Information System.

Berikutnya di kategori Class C (Biotechnology, Life Sciences, Health and Chemicals) program studi Bioteknologi Unisa yang beranggotakan Hamiyati Qoimatu Dini Al Faruqi, Raden Rara Dinda Larasati, Wahyuni Wulansari, Baiq Annisa Fatona berhasil meraih medali perunggu.

Selain mengikuti International Festival of Innovation On Green Technology 2018, pada tanggal 23 April mereka juga melakukan kegiatan pengabdian Internasional dengan tema Khidmat Komuniti Highly Immersive Programme, yang diadakan di Sekolah Kebangsaan Gambang Kuantan, Pahang, Malaysia. Dengan program media ajar bahasa Inggris untuk siswa.

QR Code

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *