PengabMasy (dengan Prokes Covid-19) mulai dilaksanakan oleh BeM FIKes UNISA YK

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali mengadakan kegiatan secara langsung ke masyarakat. Kegiatan dilaksankan di desa Dowangan yang merupakan desa Binaan BeM FIkes UNISA YK, dengan mengusung tema “Mewujudkan dan mengoptimalisasikan tingkat kesadaran kesehatan masyarakat”. Kegitan ini direncanakan akan dilakukan selama 10 bulan kedepan dengan tetap mematuhi Prokes Covid-19 dan berkoordinasi dengan aparatur desa dan satgas Covid-19 setempat.

Kegiatan di Desa Binaan Dowangan dilakukan dengan izin dari Bapak Sutarso selaku Kepala Dukuh dan seluruh komponen aparatur desa serta satgas Covid-19 setempat. Adapun kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan standar protokol kesehatan dan diawasi secara langsung oleh TIM satgas Covid-19 setempat. Kegiatan ini diawali dengan acara pembukaan di Desa Binaan Dowangan pada Minggu (11/04/2021), dengan berbagai kegiatan seperti kegiatan senam pagi bersama warga, pemeriksaan tanda vital, kolesterol, gula darah dan asam urat serta penyuluhan terbatas yang dilakukan dalam tiga sesi oleh BeM FIkes Unisa YK.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FIKes UNISA YK. Wantonoro, M.Kep., Sp.Kep.M.B., PhD yang sekaligus pembina BEM FIKes UNISA YK menjelaskan bahwa kegiatan yang diadakan Desa Binaan Dowangan sebagai bentuk “kerinduan” peran active mahasiswa untuk mengabdikan diri dengan mengaplikasikan kemampuan yang dimiliki dan menjadi pelopor perubahan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setelah sekian lama vakum.

Lebih lanjut Wantonoro mengatakan dengan adanya Desa Binaan Dowangan menjadi tempat untuk mahasiswa dapat belajar dalam bersosialisasi, bermasyarakat dan mengimplementasikan ilmu yang didapat serta memberikan kemanfaatan kepada masyarakat sekitar secara langsung

“Kegiatan kali ini dilaksanakan dengan persetujuan semua pihak, kesadaran masyarakat dan mahasiswa untuk selalu menerapkan ProKes sesuai aturan yang ada. Harapan kedepan, semua kegiatan harus selalu mengutamakan keselamatan dengan tetap menjaga dan mamatuhi ProKes Covid-19 dan mendukung semua regulasi pemerintah. Jangan sampai kegiatan yang baik dan bertujuan baik dilakukan dengan cara yang kurang tepat karena pandemic Covid-19 masih menjadi kewaspadaan kita bersama, dan kita wajib berperan aktive dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 ini”, kata Wantonoro.

Demikian, adaptasi kebiasaan baru dengan tetap mendukung regulasi pemerintah merupakan hal yang harus kita upayakan untuk mencegah penyebaran Covid-19.