Pos

Fakultas kedokteran

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta resmi membuka Fakultas Kedokteran (FK) pada tahun ajaran 2024. Pembukaan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Mendikbudristek Nomor: 484/E/O/2024 tentang pembukaan Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi UNISA Yogyakarta.

SK pembukaan fakultas kedokteran ini diserahkan langsung oleh Plt. Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Dr. Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H. kepada Rektor UNISA Yogyakarta Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat dan disaksikan langsung oleh Dirjen Diktiristek Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc serta Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Umum Pimpinan Pusat `Aisyiyah Dr. apt. Salmah Orbayinah, M. Kes, Apt dan juga Kepala LLDIKTI Wilayah V Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D pada acara Penguatan Kelembagaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah yang digelar di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, Selasa (23/07).

Dalam jumpa pers yang digelar usai acara, Warsiti menyampaikan bahwa Fakultas Kedokteran UNISA Yogyakarta memiliki keunggulan dalam bidang pencegahan masalah reproduksi, khususnya kehamilan. Keunggulan ini sejalan dengan misi persyarikatan ‘Aisyiyah untuk meningkatkan dan memberdayakan kesehatan perempuan.

“Prodi kedokteran langsung kami buka pendaftarannya di periode ini, dan kami sediakan 50 kuota untuk angkatan pertama,” ujar Dr. Warsiti.

Calon mahasiswa dapat mengakses informasi lebih lanjut dan melakukan registrasi melalui situs resmi UNISA Yogyakarta di pmb.unisayogya.ac.id.

Dengan adanya Fakultas Kedokteran ini, UNISA Yogyakarta berharap dapat berkontribusi lebih dalam bidang kesehatan, khususnya dalam pemberdayaan kesehatan perempuan sesuai dengan visi dan misi persyarikatan ‘Aisyiyah.

Keselamatan berkendara

Antariksa 2024 yang bekerjasama dengan Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan workshop dengan tema “Unite for Safety: menumbuhkan kepedulian Masyarakat dalam berkendara” yang diselenggarakan di Hall Baroroh Baried lantai 4 Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, yang dihadiri kurang lebih 200 peserta dari berbagai kalangan. Sabtu (20/07)

Workshop ini menghadirkan tiga narasumber utama yang merupakan pakar dalam bidangnya masing-masing. Narasumber pertama adalah AKBP ibu Widya Mustika ningrum, S.Sos selaku kasubdit kamsel Ditlantas Polda DIY, yang memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya mentaati peraturan lalu lintas sesuai dengan Undang-Undang. Bu Widya menegaskan bahwa disiplin dan kesadaran dalam berlalu lintas adalah kunci untuk menciptakan lingkungan berkendara yang aman bagi semua pengguna jalan.

Mas Rang, influencer yang terkenal sebagai anak motor dengan pengikuti d 49,5 ribu di akun instagramnya @masrang_, menyampaikan pengalamannya tentang kepekaan terhadap kondisi jalan dan pentingnya perilaku berkendara yang bertanggung jawab. Beliau memberikan tips praktis kepada peserta agar lebih peduli terhadap lingkungan berkendara dan mengutamakan keselamatan diri serta pengguna jalan lainnya. “ ada empat poin yang harus diperhatikan saat kita ingin bepergian menggunakan kendaraan pribadi, yang pertama kesadaran diri kita tentang lalu lintas, yang kedua patuh terhadap aturan lalu lintas, yang ke tiga kondisi kendaraan, dan yang terakhir adalah fisik kita sebagai pengendara”

Narasumber ketiga adalah perwakilan dari Astra Safety Riding center Yogyakarta, yang fokus pada perawatan dan pemeliharaan stamina motor untuk perjalanan baik jarak jauh maupun jarak dekat. Mereka juga melakukan demonstrasi langsung tentang teknik berkendara yang baik dan aman, serta penggunaan peralatan keselamatan seperti helm dan perlengkapan pelindung lainnya.

Tidak hanya acara Workshop saja, Antariksa 2024 yang bekerja sama dengan Honda membuka Stand service motor dengan potongan 50%  dan juga bekerja sama dengan ditlantas membuka stand untuk memperpanjang sim (Sim keliling ) di bazar milad Unisa ke 33 tahun yang diselenggarakan di halaman kampus terpadu Unisa Yogyakarta

Acara ini tidak hanya menawarkan pengetahuan dan wawasan, tetapi juga menjadi forum interaktif dimana peserta dapat bertanya langsung kepada narasumber tentang topik keselamatan berkendara. Diskusi dan tukar pikiran antara peserta dari berbagai latar belakang turut memperkaya pengalaman belajar dalam workshop ini.

“Kegiatan “Unite for Safety” yang diselenggarakan Antariksa 2024 ini sangat membantu apalagi maraknya kecelakaan di sekitar kampus unisa, dan juga dari campaign campaign yang dijalankan sebelum acara puncak workshop ini sangat menyadarkan saya tentang keselamatan berkendara, terimakasih antariksa sudah peduli dengan kami” ucap salah satu peserta Workshop ini.

Pengabmas Anestesi

SD Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta mengambil langkah besar dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan resiliensi terhadap bencana dengan mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan mitigasi bencana. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bekerja sama dengan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat dosen Keperawatan Anestesi.

Peserta pelatihan terdiri dari kepala sekolah, Anis Rofiah, SThI., S.Pd., M.Si., Sopyian, S.Si., M.Pd., serta 30 guru lainnya. Mereka mengikuti serangkaian kegiatan yang meliputi pemaparan materi kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama (pembidaian), BHD, dan evakuasi korban bencana di sekolah.

Budi Santoso, fasilitator SPAB dari MDMC, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan resiliensi di tingkat sekolah dasar.

“Guru diajak untuk mengenali risiko bencana yang ada di sekolah dan meningkatkan pengetahuan mereka dalam melaksanakan pertolongan pertama pada korban. Dengan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini, diharapkan guru dapat mengetahui peran, manfaat, serta tugas atau keberfungsian tim emergency di sekolah,” ujar Budi.

Selain meningkatkan keterampilan evakuasi dan pertolongan pertama, guru-guru juga dilatih untuk membuat penilaian risiko bencana sekolah dan menyusun SOP mitigasi bencana serta evakuasi. Hal ini penting agar guru mengetahui tempat-tempat yang berisiko jika terjadi bencana.

Kegiatan ini diadakan sebagai respon terhadap kondisi SD Muhammadiyah Sokonandi yang belum pernah mendapatkan sosialisasi kebencanaan dan belum memiliki alat kesehatan yang lengkap di ruang UKS, seperti tandu dan alat balut bidai. Fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung evakuasi saat terjadi bencana juga masih kurang.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sokonandi menyampaikan rasa terima kasihnya dan berharap kegiatan ini dapat berlanjut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, dan kami sangat berharap dapat dilanjutkan di masa mendatang,” ungkapnya.

Heri Puspito, S.Kep., Ns., MKM, dan Tri Hapsari Listyaningrum, S.ST, MH, dari tim pengabdian masyarakat UNISA Yogyakarta, juga hadir dalam pendampingan pelatihan Bantuan Hidup Dasar di sekolah ini. Mereka bersama Budi Santoso memastikan pelatihan berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh peserta.

Dengan pelatihan ini, diharapkan SD Muhammadiyah Sukonandi dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam upaya menciptakan Satuan Pendidikan Aman Bencana, sehingga keselamatan dan keamanan siswa dan seluruh warga sekolah dapat terjamin.

Fisioterapi

Study Club Fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali mengadakan Bimbingan Seru (BIMSER) dengan tema “Discuss The Problem Of Injuries In Athletes With Disabilities”, Minggu (14/07).

Acara yang berlangsung di Hall Bararah Barried Gedung A Siti Bariyah Lantai 4 Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman yaitu Shofwal Jamil, Fisioterapis Indonesia Amputee Football yang juga dosen fisioterapi UNISA Yogyakarta, serta Faris Fadhli Dhomily, Atlet NPC Powerlifting.

Study Club merupakan kegiatan pembelajaran di mana mahasiswa diajarkan materi kuliah yang kurang dipahami untuk dibahas atau diajarkan kembali secara detail. Study Club Fisioterapi Sport adalah kelompok belajar yang dibentuk oleh divisi litbang HIMAFI UNISA Yogyakarta sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan mengasah keterampilan mahasiswa fisioterapi di UNISA yang memiliki minat dan bakat di bidang fisioterapi olahraga.

Andika, ketua pelaksana kegiatan BIMSER, menyatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa, khususnya mahasiswa Fisioterapi, mengenai cedera yang sering terjadi pada atlet disabilitas serta peran penting fisioterapi dalam penanganannya.

“Target yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah terbentuknya fisioterapi olahraga yang memiliki pengetahuan dan pemahaman baik dalam teori maupun praktik, sehingga dapat meningkatkan keterampilan yang dapat digunakan di perkuliahan maupun di lapangan kerja nantinya,” ungkap Andika.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa yang mengikutinya dan menambah pengetahuan mereka.

Dalam diskusi tersebut, Shofwal Jamil menegaskan bahwa fisioterapi berperan penting dalam pencegahan cedera olahraga pada atlet, terutama Paralympian. “Tugas fisioterapi adalah menjaga dan memelihara usia produktif atlet dalam mencapai prestasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Faris Fadhli Dhomily juga menekankan pentingnya menjadikan latihan sebagai kebutuhan, bukan sekedar kewajiban.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus Study Club Fisioterapi dan mahasiswa S1 Program Studi Fisioterapi UNISA semester 2, 4, dan 6.

Beasiswa sleman

Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (PEMDA) Sleman menggelar kegiatan benchmarking program beasiswa Sleman Pintar di Hall Baroroh Baried. Acara ini diadakan pada hari Selasa (16/07) dan bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan program beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga miskin/rentan miskin dan keluarga peserta PKH yang berkuliah di perguruan tinggi mitra Pemkab Sleman, yakni UNISA Yogyakarta dan Universitas Amikom Yogyakarta.

Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat, Rektor UNISA Yogyakarta, menyatakan bahwa Pemda Sleman telah mempercayakan UNISA Yogyakarta selama dua tahun terakhir untuk membantu mengembangkan sumber daya manusia di Kabupaten Sleman.

“Alhamdulillah, mahasiswa yang berasal dari program beasiswa Sleman Pintar, tiga di antaranya berhasil lolos hibah PKM dari Kemendikbudristek,” tutur Warsiti dengan bangga.

Lebih lanjut, Warsiti menjelaskan bahwa Kabupaten Sleman lebih maju dalam inovasi penguatan sumber daya manusia dibandingkan daerah lainnya.

“Kerjasama antara UNISA Yogyakarta dengan Pemda Sleman dalam penguatan sumber daya manusia merupakan bentuk tanggung jawab sosial kita bersama untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di Kabupaten Sleman,” tambahnya.

Drs. Susmiarto, M.M, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan prioritas utama Pemda Sleman. Salah satu tujuan utama program ini adalah untuk menurunkan angka kemiskinan di Sleman.

“Program Sleman Pintar yang bekerja sama dengan UNISA dan Amikom merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Susmiarto.

Susmiarto juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program ini. “Kami berharap kolaborasi ini tetap berlangsung dengan baik agar tujuan untuk menguatkan sumber daya manusia di Sleman dapat tercapai dengan optimal,” tutupnya.

Beasiswa Sleman Pintar: Upaya Bersama Mengentaskan Kemiskinan

Program Beasiswa Sleman Pintar merupakan inisiatif bantuan sosial yang dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Program ini bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti UNISA Yogyakarta dan Universitas Amikom Yogyakarta untuk memastikan bahwa mahasiswa dari keluarga miskin atau peserta PKH dapat melanjutkan pendidikan tinggi mereka.

Keberhasilan tiga mahasiswa dalam program hibah PKM dari Kemendikbudristek menunjukkan dampak positif dari program beasiswa ini. Dengan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan program ini dapat terus berkontribusi pada penguatan sumber daya manusia di Kabupaten Sleman dan sekitarnya.

UNISA Yogyakarta: Komitmen Terhadap Pengembangan Sumber Daya Manusia

UNISA Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program dan kerjasama dengan pemerintah daerah. Dengan dukungan Pemda Sleman, UNISA Yogyakarta berperan aktif dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan aksesibilitas kepada mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi.

Melalui program beasiswa Sleman Pintar, UNISA Yogyakarta tidak hanya membantu meringankan beban finansial mahasiswa tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan di Sleman. Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan program serupa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.