Pos

Mahasiswa kkn 1

Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali mengadakan pengabdian masyarakat melalui mahasiswanya. Sebanyak 1.121 mahasiswa dilepas untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan berlangsung di 11 desa, tersebar di lima kabupaten dan kota di DI Yogyakarta, meliputi Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul. Acara pelepasan berlangsung di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan pada Selasa, 22 Juli 2025.

Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat , dalam sambutanya mengatakan bahwa KKN bukan sekedar program kerja semata, melainkan sebuah proses pembelajaran hidup yang berharga.

“Di masyarakat, mahasiswa akan banyak belajar. Tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah, tetapi juga akan banyak belajar tentang nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Warsiti.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman ini akan menuntut kemampuan adaptasi yang cepat dari para mahasiswa dalam menghadapi realitas sosial yang kompleks. “Hal ini memerlukan proses adaptasi yang cepat serta menghadapi realitas yang kompleks,” tegasnya, mengingatkan mahasiswa akan tantangan yang mungkin dihadapi di lapangan.

Lebih lanjut Warsiti menekankan pentingnya kemampuan komunikasi yang baik bagi setiap peserta KKN. Ia berpesan agar mahasiswa menciptakan program-program yang benar-benar bermanfaat dengan ide-ide yang bermakna bagi masyarakat.

“Buatlah program yang bermanfaat dengan ide yang bermakna bagi masyarakat, dan tetap menjaga etika agar bisa berbaur dengan masyarakat,” tutupnya, memberikan bekal penting bagi mahasiswa agar dapat diterima dan memberikan dampak positif di lokasi KKN.

Pelepasan ini menandai dimulainya babak baru bagi para mahasiswa UNISA untuk menerapkan ilmu, sekaligus memperkaya diri dengan pengalaman sosial yang tak ternilai.

Mahasiswa arsitektur 3

Bakat dan kreativitas mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas `Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta kembali memukau. Mahasiswa semester II sukses menciptakan karya arsitektur playground kreatif yang inovatif, dipamerkan di Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Senin (21/7/2025). Proyek ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa dalam menerjemahkan teori ke dalam aplikasi desain fungsional.

Melalui mata kuliah Studi Perancangan dengan tema “Konfigurasi”, para mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok diberikan tugas untuk merancang dan mengaplikasikan konsep arsitektur ke dalam bentuk nyata, sebelum kemudian mempresentasikan hasil karya mereka kepada dosen penanggung jawab. Hasilnya, tiga karya playground yang unik dan menarik berhasil tercipta, masing-masing diberi nama Jungle Land, Rubik, dan Pitter Petter, khusus dirancang sebagai arena permainan anak-anak.

Ar. Rizki Aldillah, S.Ars., M.Ars., IAI, atau yang akrab disapa Kiki, selaku dosen mata kuliah perancangan di Prodi Arsitektur, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan mengenalkan mahasiswa pada konsep konfigurasi arsitektur.

“Mahasiswa semester dua ini mulai mengenal apa itu konfigurasi arsitektur. Mereka tidak hanya sekadar mengerti dan paham, akan tetapi dapat mengaplikasikannya dalam sebuah karya dengan desain yang berbeda dan fungsional,” tutur Kiki.

Lebih lanjut, Kiki menambahkan bahwa perkuliahan konfigurasi ini dirancang untuk membentuk mahasiswa agar siap menghadapi proses perancangan yang lebih matang, tanpa mengesampingkan pentingnya ide dan kreativitas. Ia juga menyoroti tantangan era digital, di mana dosen arsitektur Unisa Yogyakarta tidak ingin mahasiswanya kurang kreatif karena terlalu banyak mengonsumsi desain dari platform digital.

“Harapannya, apa yang mereka dapatkan pada semester dua ini bisa mereka bawa ke semester selanjutnya untuk mengeksplorasi desain yang lebih jauh dan mempunyai keunikan,” pungkas Kiki.

Inisiatif ini menegaskan komitmen Unisa Yogyakarta dalam mencetak arsitek muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga kaya akan inovasi desain dan berpikir di luar kebiasaan.

Digitalisasi desa

Terinspirasi dari program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dosen Program Studi Teknologi Informasi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Sadr Lufti Mufreni, S.Kom., M.Sc dan tiga mahasiswa kembangkan inovasi untuk masyarakat desa. Inovasi ini menjadi wujud nyata dukungan membangun dari desa.

Dengan tajuk ‘Inovasi Jasa Pembuatan dan Pengelolaan Website BUMDes melalui Platform SiDesa sebagai Solusi Digitalisasi Desa’ inovasi ini lolos Pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Kemendiktisaintek RI. Selain Sadr, inovasi ini juga melibatkan tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi, yaitu Irsyad Winarko, Muhammad Salman Alfarisi, dan Dian Gita Meilani. “Ini terinspirasi dari Presiden Prabowo tentang ekonomi desa (Asta Cita),” jelas Sadr, Senin (21/7/2025).

Diketahui salah satu dari Asta Cita yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Inovasi yang mendorong digitalisasi di tingkat desa ini menjadi wujud nyata kontribusi sivitas akademika Unisa Yogyakarta untuk memberdayakan masyarakat desa.

Sadr mengatakan platform SiDesa menjadi wadah untuk memasarkan produk barang dan jasa masyarakat desa. Bukan tanpa alasan, SiDesa juga berangkat dari persoalan yang mana BUMDes dan produk sudah ada, namun sayangnya belum dipasarkan dengan baik. “Ini untuk membantu pemasaran produk barang dan jasa BUMDes,” ucap Sadr.

Pengembangan jangka panjang untuk platform SiDesa juga telah dipikirkan oleh Sadr dan tim. Diharapkan dengan pengembangan nantinya, dampak positif yang dirasakan masyarakat desa semakin besar. “Ke depan menjadi startup unicorn pengembangan digital pedesaan. Ya dengan skema subscription,” ungkap Sadr.

Sadr mengatakan ide ini juga digagas oleh mahasiswa. Keterlibatan generasi muda dalam hal ini menjadi bagian penting. Ia pun memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan diri. “Masih muda ayo bereksplorasi,” ajak Sadr.

Sadr juga mengapresiasi P2MW yang bisa menjadi cikal bakal lahirnya technopreneur. Secara pribadi capaian ini menjadi wujud keberhasilan kerja sama dosen dan mahasiswa. “Ini menandakan bahwa usaha, ide, dan kerja keras yang telah dilakukan mendapat pengakuan yang nyata, membuka peluang untuk mengembangkan diri lebih jauh,” ujar Sadr.

Sadr menyebut sebagai bagian dari Unisa Yogyakarta, keberhasilan meraih hibah P2MW ini memiliki dampak positif. Ini menunjukkan bahwa Unisa Yogyakarta memiliki kapabilitas dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan mereka untuk menciptakan peluang bisnis.

Generasi muda

Judi online (Judol) masih menjadi ancaman nyata bagi berbagai kalangan masyarakat. Lilitan hutang hingga tindak kriminal kerap dipicu rasa candu judolIming-iming keuntungan besar, tapi nyatanya kerugian besar, didapat dari judol.

“Judol sudah menjadi ancaman, tidak cuma finansial. Fenomena ini menimbulkan kerugian masalah psikologi, dampak sosial, merusak masa depan generasi muda. Betapa mirisnya kasus judol kini merambat juga ke pinjol ilegal,” ujar Rektor Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Warsiti, saat membuka Seminar & Awarding Ajang Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Antariksa) 2025 ‘Stop Clicking, Start Living’, di Hall Baroroh Baried Unisa Yogyakarta, Sabtu (19/7/2025).

Warsiti mengharapkan agar generasi muda menjadi agen perubahan yang bisa mencegah maraknya judol. Hal tersebut menjadi salah satu langkah untuk mencetak generasi emas di tahun 2045. “Unisa Yogyakarta berkomitmen untuk membangun karakter dan integritas mahasiswa, sivitas Unisa Yogyakarta agar menggunakan teknologi untuk hal positif,” ungkap Warsiti.

Dalam sesi seminar, Anggota DPD RI Dapil DIY, R.A Yashinta Sekarwangi Mega membeberkan sejumlah data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa jumlah transaksi judol mencapai 39.818.000 transaksi. Perputaran dana diperkirakan bisa mencapai 1.200 triliun hingga akhir tahun 2025.

Mirisnya banyak anak muda yang terjerat lingkaran judol ini. Data jumlah deposit berdasarkan umur tahun 10 – 16 tahun, lebih dari Rp2,2 miliar. Kemudian usia 17 – 19 tahun lebih dari 47,9 miliar. Selanjutnya usia 31 – 40 tahun lebih dari Rp2,5 triliun. “Realita hari ini menjadi tantangan bersama. Judi online itu bagaikan rayuan manis diawal, namun berujung pahit diakhir. Semua golongan bisa kena,” ujar Yashinta.

Yashinta juga memberikan contoh berbagai tindak kriminal yang dipicu karena lilitan utang dampak judi online. Sebagai anggota DPD RI, Yashinta menyebut pihaknya berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY) untuk mendukung pencegahan judi online. 

Salah satu hal yang penting juga menurut Yashinta adalah peningkatan literasi digital. Peningkatan literasi digital bisa dilakukan dengan basis komunitas, maupun mendorong keterlibatan keluarga dan lingkungan. “Jadi di lingkaran pertemanan harus saling mengingatkan. Di lingkungan keluarga teman-teman juga bisa saling mengingatkan,” ucap Yashinta.

Psikolog RSIY PDHI Yogyakarta, Cania Mutia mengungkapkan judol saat ini seperti fenomena gunung es. “Mungkin kelihatan sedikit, tapi sangat banyak. Mati satu tumbuh seribu. Judol pinjol ini masalah pengenalan diri,” ujar Cania.

Cania mengungkapkan setidaknya ada empat siklus adiksi judi. Pertama winning phase yang merupakan kemenangan awal memberi euforia dan keyakinan berlebih. Kedua, losing phase yaitu kekalahan memicu keinginan balas dendam. Ketiga, desperation phase, kecanduan berat, penjudi semakin terjerat. “Keempat, giving up phase, kesadaran akan dampak, mencari bantuan atau semakin terpuruk. Kesadaran gara-gara harta habis atau ditangkap polisi,” ujarnya.

Perjudian termasuk gangguan adiktif mirip dengan orang yang adiktif zat pada narkoba. Judi menyebabkan gejala psikologis yang disebut gambling disorders berupa gangguan emosi dan perilaku, dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan mental serta mempengaruhi kehidupan sehari-hari.

Cania menyarankan agar bisa membangun ketahanan diri. Mulai dari membuat rencana keuangan, melakukan refleksi diri, mengenali pemicu yang membuat ingin berjudi. Selain itu juga mengelola stres dengan cara yang lebih sehat. “Bangun dukungan sosial yang kuat, batasi dan hapus akses ke situs judi online. Temukan hobi dan aktivitas pengganti,” ujar Cania.

Judol kerap bertautan dengan pinjaman online (pinjol). Tidak sedikit pula masyarakat yang terbelenggu pada pinjol ilegal. Pinjol ilegal juga bisa membahayakan masyarakat. Salah satunya pinjol ilegal membebankan bunga dan denda yang tidak terbatas. 

Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK DIY, Susana Diah Kusumaningrum mengatakan OJK mengambil peran untuk mengatur sektor jasa keuangan, mengawasi sektor jasa keuangan, selain itu juga melindungi kepercayaan konsumen dan/atau masyarakat. Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak mudah diiming-imingi keuntungan besar dalam waktu singkat. 

“Saya mengimbau agar masyarakat menghindari judol. Hati-hati banget jangan tergiur. Sejauh saya tahu, belum ada yang jadi kaya karena judol,” ungkap Susana.

Pada kesempatan tersebut Susana juga memberikan edukasi seputar keuangan. Mulai dari kehati-hatian untuk investasi, memahami pinjaman online legal dan ilegal, serta mengenali berbagai modus penipuan.

Ketua Antariksa 2025, Reza Al Khifari mengatakan judol saat ini tidak bisa diremehkan. Ia mengajak semua lapisan masyarakat untuk tidak menutup mata dan melihat bahaya dari fenomena ini. “Adanya kampanye pencegahan judol semoga banyak membentuk agen baru memerangi judol,” ungkap Reza.

Agenda kali ini menjadi puncak rangkaian acara Antariksa, setelah sebelumnya digelar berbagai kegiatan, Antariksa Goes to School, Sapa Warga, dan Campaign on the Road. Antariksa 2025 juga menjadi bagian dari milad Unisa Yogyakarta ke-34. Acara ini didukung oleh berbagai pihak, diantaranya Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta RA Yashinta Sekarwangi Mega, selaku Anggota Komite IV DPD RI.

Inovasi gendongan

Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta tidak hentinya melahirkan berbagai inovasi yang memberi dampak positif untuk masyarakat. Kali ini sivitas akademika Unisa Yogyakarta, melahirkan purwarupa alat bantu pengasuhan bayi bernama ‘GOE-KB’ atau Gendongan Oksitosin Ergonomi – Kelekatan pada Bayi.

Inovasi ini lahir dari tim dosen Program Studi Kebidanan dan didukung oleh peneliti lintas bidang dari Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian diketuai oleh Prof. Dr. Mufdlilah, S.Si.T., M.Sc., dengan anggota tim yaitu Yekti Satriyandari, S.ST., M.Kes., Enny Fitriahadi, S.Si.T., M.Keb., dan Ir.Agus Jamal, S.T., M.Eng.

“Kolaborasi lintas keilmuan antara kebidanan dan teknik ini menghasilkan inovasi interdisipliner yang menjawab kebutuhan nyata di Masyarakat. GOE-KB tidak hanya sekadar gendongan bayi biasa, tetapi merupakan gendongan ergonomis yang dilengkapi dengan fitur pijatan oksitosiddin untuk meningkatkan kenyamanan ibu serta membentuk ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayi,” ujar Prof. Mufdlilah, Jumat (18/7/2025).

GOE-KB merupakan langkah nyata Unisa Yogyakarta untuk mendukung kesejahteraan ibu dan anak, setelah inovasi sebelumnya melahirkan KORSIMU atau Kursi Oksitosin Ibu Menyusui. Temuan yang ada menunjukkan bahwa penggunaan GOE-KB memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar oksitosin pada ibu menyusui.

“Peningkatan ini berdampak langsung terhadap kualitas menyusui, mengurangi stres, menjamin kualitas menyusui dan memperkuat bounding attachment atau kelekatan emosional antara ibu dan bayi. Selain itu, bayi yang digendong menggunakan GOE-KB juga menunjukkan kualitas tidur yang lebih baik – tidur lebih nyenyak, lebih lama, dan lebih jarang terbangun di malam hari,” ucap Prof. Mufdlilah.

Penelitian yang dilaksanakan di wilayah Puskesmas Kabupaten Sleman melibatkan ibu-ibu yang memiliki bayi usia 3-6 bulan. Dengan desain quasi eksperimen, intervensi berupa penggunaan GOE-KB dengan frekuensi minimal dua kali sehari selama 15-20 menit. Hasilnya menunjukkan peningkatan kadar oksitosin dari rata-rata 72,4 pg/mL menjadi 86,4 pg/mL. Efek relaksasi dari pijatan oksitosin yang terintegrasi dalam desain ergonomis gendongan memungkinkan ibu menyusui lebih tenang dan nyaman.

Proses Menyusui Jadi Bagian Penting Mendukung Keberhasilan ASI Eksklusif

Proses menyusui merupakan hal penting untuk mendukung keberhasilan ASI Eksklusif. Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis yang dapat menghambat hormon oksitosin seperti kecemasan, ibu merasa ASI kurang dan jumlah kadar oksitosin sedikit sehingga tidak mencukupi kebutuhan bayinya. Selama proses menyusui dibutuhkan alat gendong yang sesuai sehingga ibu merasa tenang, aman dan nyaman.

Gendongan bayi sebagai salah satu media untuk mendekatkan kontak fisik antara ayah ibu  dan anak. Hasil penelitian ini menunjukka bahwa menghabiskan waktu dengan menggendong dapat meningaktkan perhatian pada bayi serta meningkatkan kemampuan orang tua, khususnya pria untuk beradaptasi menjadi seorang ayah sehingga dapat berperan aktif dalam pengasuhan.

“Gendongan bayi ergonomi ini membantu mengatasi kekhawatiran dan kecemasan ibu karena ASI kurang. Meskipun ibu hanya memiliki waktu yang sedikit untuk memerah namun karena dibantu dengan gendongan sekaligus pijatan membuat ibu menjadi lebih relaks dan bisa meningkatkan kepercayaan ibu, sehingga produksi ASI menjadi lebih banyak. Gendongan ini dapat digunakan sebagai bentuk relaksasi dan ibu tetap dapat memerah saat bekerja meskipun tanpa hisapan langsung,” kata Prof. Mufdlilah.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara penggunaan GOE-KB terhadap kadar oksitosin pada ibu menyusui. GOE-KB ini didesain khusus untuk memberikan keamanan kenyamanan, dan dukungan optimal selama proses menyusui.

Cara Kerja GOE-KB

GOE-KB bekerja dengan beberapa mekanisme yang mendukung peningkatan kadar oksitosin. Pertama, desain ergonomis memastikan bahwa ibu dapat menyusui dalam posisi yang aman, nyaman dan relaks, mengurangi tekanan pada punggung dan bahu yang seringkali menjadi sumber ketidaknyamanan selama menyusui.

“Harapannya kenyamanan yang diberikan oleh GOE-KB dapat mengurangi respons hormon kortisol, yang merupakan hormon stres dalam tubuh ibu. Penurunan kortisol ini memungkinkan oksitosin untuk lebih dominan dalam sistem tubuh ibu, mendukung proses menyusui yang lebih efektif dan membangun ikatan emosional yang kuat dengan bayi. Dukungan fisik dan emosional yang diberikan oleh GOE-KB juga berkontribusi pada lingkungan menyusui yang positif, yang sangat penting untuk produksi oksitosin,” tambah Yekti.

Produk GOE-KB kini telah mencapai tahap purwarupa dan sedang dalam proses menunggu paten. Peneliti juga telah menjalin kemitraan dengan produsen gendongan lokal, CV Namansa Bakti Citra (Nana Baby Carrier), untuk pengembangan desain, produksi, hingga pemasaran. Proyek ini juga berhasil menghasilkan luaran tambahan berupa publikasi jurnal internasional dan buku ajar hasil penelitian yang sedang dalam proses cetak. Penelitian ini diharapkan menjadi solusi alternatif dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan penguatan hubungan emosional ibu dan bayi secara alami. Tim peneliti menyampaikan terima kasih kepada Kemendikbudristek atas dukungan pendanaan hibah riset 2024 Luaran dari penelitian ini meliputi Purwarupa dari hasil penelitian yang didaftarkan kekayaan intelektual  paten sederhana dengan produk GOE-KB: Submite dengan nomor pendaftaran S00202409927, publikasi pada Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025, serta buku ajar hasil penelitian dengan Judul “ Gendongan Ergonomi Oksitosin Kelekatan Bayi (GEO-KB) Meningkatkan Produksi ASI”, Haki Video Streaching yang sudah di Upload di Youtube LPPM Unisa Yogyakarta, dan Poster GEO-KB: Gendongan Oksitosin Ergonomi Kelekatan Pada Bayi.