Pos

Anak panti asuhan

Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan acara buka bersama yang mengundang kebahagiaan bagi 1000 anak dari 24 panti asuhan Muhammadiyah `Aisyiyah se-DIY.

Acara yang diadakan di Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, Ahad (25/03) dimulai dengan kajian Ramadhan bersama, yang dipimpin oleh Dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

UNISA Yogyakarta, melalui kegiatan ini, berupaya untuk mempererat ikatan antar sesama persyarikatan, khususnya dengan anak-anak panti. Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat, juga turut memberikan 10 beasiswa kepada santri panti asuhan, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pendidikan bagi mereka.

Menurut Warsiti, acara ini merupakan ungkapan syukur atas pencapaian UNISA Yogyakarta yang telah meraih akreditasi Unggul. Acara buka bersama ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan serta pengenalan masjid Walidah Dahlan sebagai tempat silaturrahim yang hangat bagi 1000 anak panti asuhan.

Tidak hanya berbagi hidangan berbuka puasa, namun juga momen untuk meningkatkan tali silaturrahim dan rasa syukur. Sebelum menyantap hidangan berbuka, seluruh 1000 anak panti asuhan mengikuti sholat maghrib berjamaah di Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta.

Suasana kebersamaan, kegembiraan, dan rasa syukur mewarnai acara tersebut, mencerminkan esensi dari bulan suci Ramadhan serta nilai-nilai kasih sayang dan kepedulian yang dijunjung tinggi oleh UNISA Yogyakarta.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi anak-anak dari panti, tetapi juga mencerminkan dedikasi UNISA Yogyakarta dalam melayani masyarakat dan membina generasi muda yang berpotensi di kalangan anak-anak yang kurang beruntung.

Memperluas dakwah

Pengajian Ramadan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta pada Sabtu, (23/4), menjadi ajang untuk mengokohkan dan memperluas dakwah kemanusiaan semesta. Dalam sambutannya, Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, M.Kep., Sp.Mat, menekankan bahwa keberadaan UNISA Yogyakarta adalah wujud perjuangan perempuan dan bukti kiprah perempuan Aisyiyah.  Warsiti juga menekankan tanggung jawab untuk terus memajukan UNISA Yogyakarta sebagai penggerak perjuangan persyarikatan Aisyiyah.

Ketua Umum PP Aisyiyah, Dr.Apt., Salmah Orbayinah, M.Kes, menjelaskan bahwa tema pengajian tentang dakwah kemanusiaan semesta tersebut dipilih sebagai penghargaan atas prestasi Muhammadiyah dalam bidang kemanusiaan, yakni penghargaan Zayed Award for Human Fraternity 2024 yang diterima pada tanggal 5 Februari. Penghargaan ini merupakan pengakuan internasional atas upaya Muhammadiyah dalam aksi kemanusiaan dan perdamaian, menjadi penghargaan pertama yang diterima di Asia.

Salmah mengatakan bahwa prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Muhammadiyah, Aisyiyah, dan juga Indonesia, serta akan mendorong untuk meningkatkan kiprah dalam misi kemanusiaan dan perdamaian di tingkat lokal, nasional, dan global.

Lebih lanjut juga disampaikan bahwa Ramadan bukan hanya bulan untuk berpuasa, tetapi juga untuk menjalankan ibadah-ibadah sunah lainnya. Dengan kemudahan yang diberikan oleh Allah, umat Islam diminta untuk memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan kedekatan kepada-Nya serta meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan seperti kasih sayang, saling menghormati, tolong-menolong, keadilan, kejujuran, dan perdamaian.

Aisyiyah telah lama menjalankan aksi kemanusiaan sebagai bagian dari memperluas dakwah inklusifnya yang didasari oleh Alquran dan hadis. Dakwah kemanusiaan Aisyiyah tidak hanya untuk warga Aisyiyah tetapi juga untuk masyarakat luas, karena Aisyiyah memahami keanekaragaman sebagai aset bangsa yang harus dijaga dan disatukan dalam harmoni keindonesiaan.

Pengajian Ramadan ini menghadirkan para narasumber yang kompeten dibidangnya dibagi tiga sesi dan sub tema yaitu (1)Dakwah Kemanusiaan Semesta; Pendekatan Teologis Ideologis, Historis; (2) Praksis Dakwah Kemanusiaan Semesta; Sebuah Refleksi; (3) Dakwah Kemanusiaan Semesta; Tantangan, Model dan Strategi. Sebanyak 1200 peserta baik offline maupun online  dari seluruh Indonesia mengikuti pengajian Ramadan PP Aisyiyah ini.

Kegiatan ini  menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menyebarkan dakwah kemanusiaan semesta serta meneguhkan peran Aisyiyah sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan perdamaian.

Beri bantuan

Dalam momentum bulan suci Ramadhan, Lazismu (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah) UNISA Yogyakarta bersama Mahasiswa Sadar Infaq dan Shodaqoh (MADARIS) bergerak untuk memberikan bantuan kepada mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Acara pembagian 200 paket sembako dilaksanakan di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan pada Kamis (21/03). Prof. Dr. Mufdlilah, S.SiT., M.Sc. selaku Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta menyatakan bahwa 200 mahasiswa yang hadir merupakan mahasiswa terpilih yang beruntung mendapatkan bantuan dari Lazismu UNISA Yogyakarta.

Ketua Lazismu UNISA Yogyakarta, Hilmi Zadah Faidullah, S.St., M.Sc., menyatakan bahwa MADARIS Unisa telah berjalan lebih dari dua langkah di depan dibandingkan MADARIS di perguruan tinggi lainnya. Kehadiran MADARIS dan Lazismu UNISA tidak hanya sebatas memberikan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan kepada mahasiswa yang mengalami kendala keuangan selama proses perkuliahan.

Menurut Hilmi, sinergi antara MADARIS dan Lazismu UNISA memungkinkan mereka untuk memberikan dukungan yang lebih efektif kepada mahasiswa yang membutuhkan, terutama dalam konteks bantuan keuangan. Langkah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa mengatasi hambatan finansial yang mungkin mereka hadapi dalam menyelesaikan pendidikan mereka.

Pembagian paket sembako ini merupakan bagian dari upaya Lazismu UNISA Yogyakarta untuk memberikan kontribusi positif kepada civitas kampus, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar seperti makanan terpenuhi, terutama di tengah-tengah bulan yang penuh berkah ini. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para mahasiswa penerima serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa di lingkungan kampus.

Pengolahan limbah sampah

Dosen Program Studi Bioteknologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Sharfina Mutia Syarifah, B.Sc., M.EngTech., mengadakan sosialisasi pentingnya pengolahan limbah sampah pada acara pembagian paket sembako kepada masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan yang digelar pada Kamis (21/03) kemarin, Mutia memaparkan kepada para warga tentang pentingnya mengolah limbah sampah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar.

Dalam penjelasannya, Mutia menggarisbawahi bagaimana memanfaatkan sampah organik untuk dijadikan kompos.

“Bapak dan ibu bisa memilah sampah dan memanfaatkannya sebagai kompos, ada beberapa cara salah satunya yaitu bernama Losida atau lodong sisa dapur,” tutur Mutia.

Acara pembagian sembako yang diselenggarakan oleh UNISA Yogyakarta tidak hanya sekadar bentuk bantuan kepada warga sekitar, namun juga menyelipkan kegiatan sosialisasi seperti yang dilakukan dosen Bioteknologi. Selain pembagian sembako, acara tersebut juga dilengkapi dengan penyuluhan tentang pengolahan limbah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Kepedulian UNISA terhadap warga sekitar dalam bentuk kegiatan yang tidak hanya bersifat bantuan langsung, tetapi juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang cara menjaga lingkungan dan kesehatan mereka melalui pengolahan limbah sampah.

Mutia berharap bahwa sosialisasi yang dilakukan dalam acara pembagian sembako tersebut dapat memberikan dampak positif dan mendorong kesadaran masyarakat untuk aktif dalam pengolahan limbah sampah, sehingga lingkungan sekitar dapat terjaga dengan baik dan tetap sehat.

Pemeriksaan kesehatan

Pada Rabu (20/03), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas ’Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta memberikan dukungan yang berarti dalam kegiatan pembagian sembako yang diadakan di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan. Mereka menerjunkan Organisasi Mahasiswa FIKes untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga yang hadir.

Pembagian Sembako

Dekan FIKes UNISA Yogyakarta M. Ali Imron, M.Fis mengatakan bahwa FIKes sebagai pusat pemberdayaan kesehatan tidak hanya memperhatikan kesehatan rohani, tetapi juga kesehatan jasmani masyarakat melalui kegiatan pencegahan penyakit kronis dengan kegiatan yang dilakukan saat ini.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran kesehatan, FIKes UNISA Yogyakarta tidak hanya menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga menyelenggarakan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat. Tiwi Sudyasih, S.Kep., Ns., M.Kep, seorang dosen dari program studi keperawatan FIKes UNISA Yogyakarta, ditunjuk sebagai narasumber untuk penyuluhan kesehatan tersebut.

Dalam penyuluhan, Tiwi menyampaikan 9 kiat agar tetap sehat dan kuat selama menjalankan ibadah puasa. Sementara itu, mahasiswa dari organisasi mahasiswa FIKes yang bertugas dalam pemeriksaan kesehatan menyediakan beberapa tes, termasuk pemeriksaan asam urat, gula darah, kolesterol, pemeriksaan gizi, dan layanan fisioterapi.

Antusiasme warga sangat terlihat dengan antrian yang panjang untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan komitmen FIKes UNISA Yogyakarta dalam mendukung kesehatan masyarakat dan berperan aktif dalam memberikan kontribusi positif kepada komunitas.