Fisioterapi Tingkatkan Produktivitas Tenaga Kerja

Diperkirakan 160 juta penyakit akibat hubungan kerja pertahunnya. Data menunjukkan 34,43% kecelakaan akibat ergonomi dan 32,12% aplikasi yang tidak safety. Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua Program Studi Fisioterapi (S1), Moh. Ali Imron, M.Fis. saat seminar nasional Fisioterapi, di kampus terpadu SAY, Minggu lalu.

Lebih lanjut Imron menjelaskan bahwa ilmu fisioterapi yang diterapkan dalam perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan peran ergonomi dan kesehatan keselamatan kerja (K3) para tenaga kerja. Sehingga tenaga kerja dapat bekerja secara aman dan menghasilkan produktivitas yang maksimal.

Kompetensi fisioterapi adalah berfokus pada pengembangan, pemulihan, pemeliharaan kemampuan gerak dan fungsi tubuh. Dalam penerapan pada K3 dan ergonomi di perusahaan, fisioterapist memberikan pelayanan bagaimana cara yang tepat, baik serta menghindari cedera saat bekerja. Sehingga angka kecelakaan kerja dapat ditekan atau bahkan dihindari.

Selanjutnya Hilmi Zadah, M.Sc. selaku ketua panitia seminar juga menjelaskan bahwa gangguan otot (musculoskeletal disorder) di tempat kerja semakin mengalami peningkatan. Akibat gangguan otot, para pekerja tidak bisa bekerja secara maksimal. Karena itu, perlu ada pendekatan ilmu ergonomis dan kesehatan keselamatan kerja.

Lebih lanjut, Hilmi mengatakan saat ini ilmu fisioterapi belum banyak dikenal masyarakat. Sehingga seminar ini dimaksudkan untuk memperkenalkan ilmu fisioterapi kepada masyarakat luas. Seminar menampilkan pembicara Dr. Wattana Jalayondeja dari Mahidol University Thailand dan M. Ali Imron, Ketua Prodi Fisioterapi SAY.

LP3M SAY Berkunjung ke LPM & LPP UAD

Kepala Lembaga Pengembangan Ilmu, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (LP3M SAY) melakukan kunjungan ke LPM & LPP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Rabu (22/4).

Menurut Kepala LP3M SAY, Sarwinanti, M.Kep. kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di SAY. Harapannya kegiatan penelitian baik internal dan eksternal lebih dimotivasi lagi bagi para dosen dengan mengikutsertakan mereka (dosen) dan memberikan syarat harus ada anggota peneliti pada tiap proposal. Dan untuk kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan kegiatan KKN mahasiswa harus ada waktu dan SKS khusus karena tidak bisa terintegrasi saat profesi.

Kunjungan tersebut juga diikuti oleh perwakilan program studi yang ada di SAY yaitu Program Studi Ilmu Keperawatan, Fisioterapi S1, Kebidanan D4, Kebidanan D3.

Pengumuman NTUNHS Summer Program 2015

Pengumuman

Assalamu’alaikunm Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Kami informasikan bahwa National Taipei University of Nursing Health Sciences (NTUNHS) Taiwan akan mengadakan Summer Program dengan tema ”Summer Traditional Chinese Complementary Therapy Program 2015”.

Kegiatan dilaksanakan tgl 2-11 Agustus 2015. Beberapa aktivitas antara lain:

1. Lectures

2. Hospital Visit

3. Cultur Program

4. Lab Activity

5. International Night

Pembiayaan kegiatan ini sebesar Rp. 9.500.000 (Sembilan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

Bagi Mahasiswa/i yang berminat segera daftarkan diri anda dengan membawa form pendaftaran dan surat ijin dari orang tua ( terlampir) ke kantor Kerjasama Internasional dan Humas (KKIH) SAY paling lambat 10 mei 2015 dan sekaligus membayar Dp  sebesar Rp 5.000.000.

Kontak person:

Sinta 081329027113

Yunan 085643639956

Informasi lengkap unduh lampiran di bawah ini.

Unduh BerkasUnduh Berkas