63% Persalinan Di Indonesia Ditolong Bidan

Di Indonesia terdapat 4,6 juta kelahiran pertahun dan 63% persalinan ditolong oleh bidan. Ini artinya peran bidan di Indonesia sangat penting. Kompetensi bidan harus senantiasa di tingkatkan. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Pusat IBI, Laurensia Lawintono, M.Sc., saat memberikan materi Studium general untuk mahasiswa Kebidanan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY), Senin (26/10).

Lebih lanjut Laurensia menjelaskan mengenai 9 kompetensi bidan antara lain pengetahuan & ketrampilan ilmu sosial budaya, komunikasi, kesehatan masyarakat, etika untuk memberi pelayanan bermutu untuk ibu , bayi dan keluarganya; pra konsepsi, keluarga berencana dan ginekologi; Asuhan dan konseling selama kehamilan; asuhan selama persalinan dan kelahiran; asuhan pada masa nifas dan menyusui; asuhan pada bayi baru lahir; asuhan pada bayi dan balita; kebidanan komunitas dan asuhan pada ibu dengan gangguan reproduksi.

Laurensia juga menjelaskan tentang sifat pelayanan bidan bermartabat yaitu setiap perempuan berhak bebas dari kerugian/cedera/penanganan yang tidak tepat dan berhak atas informasi, privasi dan kerahasisaan, diperlakukan secara hormat dan bermartabat dan sebagainya. Hal ini artinya para bidan diharapkan bisa merubah cara bekerja termasuk lingkup prakteknya. Bidan perlu praktek lebih berdasar bukti / Evidence Based Practice dan harus bermitra dengan perempuan serta tenaga kesehatan lainnya.

Studium General ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Kebidanan semester 1 dan 3. Kegiatan ini bersifat rutin terkait untuk pengenalan profesi Kebidanan dan Kebijakan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di DIY serta menambah wacana kebidanan kepada mahasiswa. Materi kebijakan KIA disampaiakan oleh Dinas Kesehatan DIY.

Dosen Keperawatan SAY Meraih The Best Poster Presentation

Presentation Prevalensi gagal ginjal semakin naik dari tahun ke tahun. Penyebab gagal ginjal bisa disebabkan oleh 2 hal, yaitu: penyakit di ginjalnya itu sendiri dan disebabkan oleh penyakit penyerta yang lain. Penyakit penyerta nya antara lain: Hipertensi dan diabetes. Salah satu cara menjaga kelangsungan hidup penderita gagal ginjal kronik adalah dengan menjaga kestabilan sampah-sampah dalam tubuh, seperti BUN dan creatinin.

Hal tersebut dijelaskan oleh Dosen Ilmu Keperawatan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Dyah Candra Anita, S.Kep.,Ns., M.Sc., yang berhasil meraih Penghargaan sebagai The Best Poster Presentation pada acara The 2nd International Conference of Health Science (ICHS), di Hotel Inna Garuda 11 Oktober lalu.

Lebih lanjut Candra mengatakan bahwa poster yang diikutkan ke lomba ini mengkaji mengenai kadar ureum (Blod Urea Nitrogen) dan kadar creatinin dalam darah pada pasien gagal ginjal kronik dengan diabetes dan tanpa diabetes. ‘’ Penderita Gagal ginjal kronik dengan diabetes dan tanpa diabetes memiliki karakteristik tertentu. Dengan mencoba mengkaji dan membandingkan kadar BUN dan creatinin pada penderita GGK dengan diabetes dan tanpa diabetes, maka kita bisa merumuskan pola diit yang tepat bagi pasien.’’, jelasnya.

Penghargaan ini adalah bonus dari Allah. Tujuan Candra yang utama ingin mempublikasikan hasil karya penelitian. Beberapa Tips agar menjadi juara antara lain, saat meneliti dan membahas hasil penelitian ini mencoba memaksimalkan sumber literature-literature terbaru. Tips kedua, manuscript dibuat dengan lengkap dan detail, baik tabel data maupun pembahasan. Tips terakhir adalah: lakukan semua itu dengan cinta dan kesungguhan.

The 2nd International Conference of Health Science (ICHS) ini diikuti lebih dari 300 orang. Dengan peserta tersebar dari seluruh nusantara dan beberapa negara-negara di Asia, seperti Singapura, Thailand, Taiwan, dan lainnya.

Info lowongan RS SADEWA

Assalamualaikum wr wb

 

Diberitahukan bagi alumni STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA Bahwa RS SADEWA membutuhkan lulusan D IV Bidan dan Profesi Ners untuk ditempatkan di bagian kamar operasi (utama laki-laki) dan ruang nifas.

Berkas lamaran bisa dikirim segera ke alamat:

RS SADEWA

Jalan Babarsari Blok TB 16 No. 13B, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

 

Demikian info lowongan ini semoga bermanfaat

 

Wassalamualaikum wr wb

SAY Gelar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim di Pasar Beringharjo

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) bersama Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, menggelar deteksi dini kanker payudara dan leher rahim di selasar pasar Beringarjo, Minggu (25/10). Acara ini diikuti ratusan pedagang, buruh gendong dan pengunjung pasar Beringharjo.

Wakil Ketua Bidang Sumber Daya SAY, Yuli Isnaeni, M.Kep.,Sp.Kom., mengatakan, bakti sosial berupa edukasi kesehatan ini sengaja dilakukan karena kedua jenis kanker tersebut banyak menjangkiti kaum perempuan. Hingga kini, menurutnya kanker payudara dan leher rahim sering ditemukan sudah dalam kondisi stadium lanjut, sehingga kondisi akut tersebut menyulitkan pengobatan. Padahal, jika ditemukan sejak dini, kanker dapat disembuhkan.

Lebih lanjut Yuli mengatakan bahwa deteksi dini kanker payudara dan leher rahim harus terus digiatkan, sehingga angka kasus bisa ditekan. Apalagi kanker termasuk jenis penyakit ganas. Baksos dan edukasi kesehatan di pasar ini merupakan aplikasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.

SAY Peringati Cuci Tangan Se-Dunia di Kretek Bantul

Hari cuci tangan se dunia yang jatuh pada 15 Oktober 2015 lalu, diperingati oleh STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta di Kretek Bantul. Peringatan ini merupakan rangkaian kegiatan praktik komunitas mahasiswa Kebidanan DIV di Dusun Sruwuh, Desa Donotirto Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, (18/10).

Menuru Dosen Kebidanan DIV, selaku penanggung jawab kegiatan ini, Indriani, M.Sc., aksi cuci tangan dengan melibatkan seluruh masayarakat baik anak-anak maupun dewasa tujuannya untuk memberi pendidikan kebersihan dan kesehatan sejak usia dini. Kesadaran akan pentingya perilaku higienis dan sanitasi di Indonesia masih relatif sangat rendah. Kebiasaan yang sebenarnya sederhana seperti mencuci tangan pakai sabun kerap disepelekan padahal berdampak besar pada kesehatan.

Lebih lanjut Indri berujar bahwa kebiasaan baik ini dapat mencegah penularan dan penyebaran berbagai penyakit menular dan penyakit berbasis lingkungan. Selain aksi cuci tangan, kegiatan lainnya yang digelar pada acara komunitas ini antara lain senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba untuk anak-anak (cuci tangan, menggambar, hafalan surat pendek), lomba voly dan lomba masak.