LOWONGAN KERJA FISOTERAPIS DI SASANA HUSADA CLINIC KEBAYORAN BARU

LOWONGAN KERJA FISOTERAPIS DI SASANA HUSADA CLINIC KEBAYORAN BARU

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Diberitahukan kepada Alumni Fisioterapi UNISA bahwa Sasana Husada Clinic Kebayoran Baru Jakarta membuka lowongan untuk Fisioterapis.

CV dan surat lamaran lengkap bisa dikirim ke email : Jati@sasanahusada.com atau kirim langsung ke HRD Sasana Husada Up. Bp Jati Klinik fisioterapi Sasana Husada Jl. Kyai Maja no. 19 Blok C1 kebayoran Baru- Jakarta Selatan 12130.

Untuk info selngkapnya bisa membuka unduhan yang menyertai pengumuman ini. Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Biro Kemahasiswaan dan Alumni.

Download (PDF, 72KB)

 

Prodi Keperawatan Selenggarakan Seminar Pelatihan Palliative Care

Program Studi Ilmu Keperawatan Profesi Ners mengadakan seminar nasional dengan tema Pelatihan Palliative Care Untuk Preceptor dan Clinical Instructur di gedung B kampus Unisa Yogya, Sabtu (22/12).
Seminar Pelatihan Paliative Care ini menghadirkan 6 narasumber seperti Agung Wahyu, S.Kp., M.Sc., PhD, Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD, Kger, FINASIM, SE dan Martina Sinta Kristanti, S.Kep., Ns, M.N, dan dari Unisa sendiri ada Yuni Purwanti, S.Kep., Ns., M.Kep, Suryani, S.Kep., Ns., M.M.Ed, serta Dyah Candra Anita K, S.Kep., Ns., M.Sc sebagai narasumber dari prodi Ilmu Keperawatan Profesi Ners Unisa Yogya.
Kepala prodi Ilmu Keperawatan Profesi Ners Suratini, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kom. mengatakan bahwa kegiatan ini rencananya akan dilakukan rutin tiap semester sebagai sarana update pengetahuan bagi institusi pendidikan maupun institusi rumah sakit.
“Semoga dengan diadakan pelatihan paliative care ini bisa diaplikasikan baik bagi mahasiswa maupun kegiatan kita yang ada di rumah sakit,” tutur Suratini.
Begitu juga Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Kesehatan Anjarwati, S.SiT., MPH menyampaikan dalam sambutanya kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi prodi Ilmu keperawatan maupun bagi para pembimbing di rumah sakit maupun puskesmas karena untuk meningkatkan kualitas ketrampilan dalam prakteknya menghadapi pasien.
“Sebagai pembimbing merupakan salah satu bagian bagaimana kita mempunyai kontribusi dalam meningkatkan kualitas di profesi kita,” ujar Anjar.
Kegiatan ini mengundang seluruh instansi rumah sakit dan puskesmas diseluruh Indonesia yang menjadi lahan praktek mahasiswa keperawatan Unisa Yogya.

Bentuk Jihad Lingkungan Muhammadiyah dalam Menghadapi Ancaman Bencana

Adanya sebuah ancaman bencana yang diprediksi selama 2019 akan terjadi sekitar 2.500 bencana, hal ini seperti yang rilis oleh Kementrian Sosial yang pernah diterbitkan di Republika, pada 20 Desember 2018 kemarin.

Atas adanya prediksi ancaman bencana itu Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah bersama Lembaga Lingkungan Hidup PP ‘Aisyiyah dan Penanggulangan Bencana PP ‘Aisyiyah menggelar Diskusi Publik Refleksi Akhir Tahun dan Pernyataan Sikap: Bencana Lingkungan Hidup di Indonesia, pada Sabtu (22/12) di Hall 4 Baroroh Baried, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Diskusi Publik kali ini menghadirkan Dwikora Karniati Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rasio Ridho Sani (Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ahmad Sarwadi (Majelis Lingkugan Hidup PP Muhammadiyah) dan Rahmawati Husein (Lembaga Lingkungan Hidup PP ‘Aisyiyah).

Warsiti, Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menyambut baik kegiatan ini, terlebih UNISA dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan ini. Ia, juga mengajak pentingnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terlibat aktif dalam pencegahan dan penanganan bencana.

“Mengingat adanya prediksi ancaman bencana pada tahun 2019 yang pernah dirilis Republika, yaitu adanya sekitar 2.500 ancaman bencana. Tentunya menjadi perhatian kita bersama, termasuk dalam ini adalah MLH dan LLH PP ‘Aisyiyah. Kami, sebagai pihak Universitas akan mendukung penuh adanya penanganan bencana baik lewat pencegaha dan penanganan,” sambutnya.

Tambahnya, UNISA sebagai kampus di bawah PP ‘Aisyiyah mendukung penuh adanya keterlibatan seluruh komponen Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dibawah Diktibang PP Muhammadiyah agar bisa terlibat aktif dalam pencegahan dan penanganan bencana di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Majelis Lingkugan Hidup PP Muhammadiyah, Muhjidin Mawardi yang membuka acara tersebut mengatakan pentingnya merefkesikan sejauh mana keterlibatan MLH PP Muhammadiyah dalam masalah lingkungan dan kebencanaan.

“Seberapa besarkah penanganan kita terhadap kebencanaan lingkugan terlebih diprediksi pada tahun 2019 nanti akan terjadinya sekitar 2.500 ancaman bencana bahkan akan bertambah eskalasinya,”katanya.

Dikatan oleh Muhjidin, adanya prediksi ancaman bencana itu yang perlu kita waspadai adalah kerusakan di muka bumi akibat ulah tangan manusia. Menurutnya, akar dari permulaan dari perbuatan manusia terhadap kerusakan di Bumi yang di awali dari cara pandang yang kurang baik.

Seperti yang di singgung dalam QS. Ar-Rum ayat 41 ‘Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).

“Atas dasar kerusakan itu yang sebagian besar karena ulah manusia, perlunya kita merefleksikan posisi kita dengan cara memperbaiki diri dan memposisikan diri sebagai Khalifah Fil Ard yang juga sabagaimana diamanahi merawat bumi,” katanya.

Bentuk cara merefleksikan itulah yang kemudian menginisiasi Majelis Lingkugan Hidup PP Muhammadiyah bersama Lembaga Lingkugan Hidup PP ‘Aisyiyah dan Penanggulangan Bencana melakukan penyadaran dan mengigatkan kepada masyarakat, pemerintah dan terkhusus warga Muhammadyah dengan diskusi publik dan dilanjutkan dengan pernyatan sikap.

Sumber : http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-15624-detail-bentuk-jihad-lingkungan-muhammadiyah-dalam-menghadapi-ancaman-bencana.html