Mustajab untuk berdoa

Bulan suci Ramadan senantiasa dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia, selain menunaikan kewajiban berpuasa, bulan penuh berkah ini menjadi momen emas karena menyimpan banyak waktu mustajab untuk berdoa. Mengapa demikian? Sebab pada bulan Ramadan, Allah SWT membuka pintu rahmat lebar-lebar sehingga doa hamba-Nya lebih cepat terkabul.

Mustajab Untuk Berdoa

Lantas, kapan saja waktu terbaik tersebut dan bagaimana cara kita memaksimalkannya di mana pun kita berada? Agar ibadah makin nendang dan hajat lekas terwujud, sahabat UNISA Yogyakarta wajib tahu daftarnya!

Berikut 7 waktu paling mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan yang pantang untuk dilewatkan:

  1. Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Sahur): Momen hening yang sangat dianjurkan untuk memohon ampunan dan hajat.
  2. Menjelang Berbuka Puasa: Waktu di mana rasa lapar dan dahaga memuncak, doa orang yang berpuasa dijamin tidak akan ditolak!
  3. Sepanjang Waktu Berpuasa: Dari terbit fajar hingga tenggelam matahari adalah waktu penuh kebaikan.
  4. Jeda Antara Adzan dan Iqamah: Kesempatan emas di setiap sela waktu salat wajib.
  5. Malam Lailatul Qadar: Malam spesial di 10 hari terakhir yang lebih mulia dari seribu bulan.
  6. Saat Sujud dalam Salat: Momen posisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya.
  7. Hari Jumat: Khususnya setelah waktu Ashar hingga menjelang Maghrib.

Nah, sahabat UNISA Yogyakarta, jangan sampai rugi! Yuk, maksimalkan tujuh waktu di atas dengan doa terbaikmu. Semoga segala harapan di Ramadan tahun ini segera diijabah oleh Allah SWT. Amin!

Sumber : Zakat.or.id, Jawapos

Penulis : Adi Sasmito,S.I.Kom (Humas UNISA Yogyakarta)

Kip kuliah

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar Temu Awal Audit Kinerja Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun Anggaran 2025 pada Senin (2/3/2026) di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjiyah UNISA Yogyakarta. Kegiatan audit berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Maret 2026.

KIP Kuliah

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan pelaksanaan program KIP Kuliah berjalan sesuai prinsip tata kelola yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Agama Islam, dan Kemuhammadiyahan–Ke’Aisyiyahan UNISA Yogyakarta, Prof. Dr. Mufdlilah, S.SiT., M.Sc., menyampaikan bahwa audit ini merupakan kunjungan yang sangat berharga bagi universitas dalam memperkuat tata kelola program KIP Kuliah.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan pengelolaan KIP Kuliah berjalan transparan dan akuntabel sehingga mampu mencapai sasaran yang tepat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program KIP Kuliah memiliki peran strategis dalam meningkatkan indeks pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, ketika program berjalan dengan baik, dampaknya tidak hanya pada akses pendidikan, tetapi juga pada peningkatan ekonomi masyarakat serta upaya pengentasan kemiskinan.

“KIP Kuliah menjadi penolong bagi masyarakat yang kurang mampu untuk mengakses pendidikan tinggi. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki,” tambahnya.

UNISA Yogyakarta, lanjutnya, berkomitmen menjaga integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan program dengan menjalankan seluruh proses sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Audit ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya keberlanjutan dalam meningkatkan kualitas tata kelola program di masa mendatang.

Sementara itu, Auditor Ahli Utama Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Candra Irawan, menjelaskan bahwa tim auditor mendapat mandat untuk melaksanakan audit kinerja KIP Kuliah secara menyeluruh.

“Kami ditugaskan melakukan audit kinerja KIP Kuliah sebagai bentuk pemantauan yang lebih mendalam. Audit ini telah kami lakukan secara nasional sejak tahun 2022,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa selama proses audit, tim akan melakukan klarifikasi dan verifikasi data, termasuk wawancara langsung dengan mahasiswa penerima manfaat. Pemeriksaan difokuskan pada kegiatan yang telah selesai dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara.

“Karena ini menggunakan uang negara, maka seluruh pelaksanaan program perlu dipertanggungjawabkan secara jelas dan terukur,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan audit ini, diharapkan pengelolaan KIP Kuliah di UNISA Yogyakarta semakin optimal serta mampu terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Tradisi ramadan

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar acara menarik bertajuk Dialog Ruang Ketiga di Masjid Walidah Dahlan, Jumat (27/02/2026), mengusung tema “Puasa Dalam Pengalaman Bangsa-Bangsa”, acara ini membedah ragam budaya dan tradisi Ramadan dari berbagai belahan dunia melalui perspektif mahasiswa internasional.

Tradisi Ramadan

Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, Dr. M. Ali Imron, M.Fis, mengatakan kegiatan ini digelar sebagai ruang diskusi santai untuk mempererat keberagaman budaya mahasiswa luar negeri yang menempuh pendidikan di UNISA Yogyakarta.

Menurutnya, perbedaan negara, bahasa, hingga tradisi puasa menjadi pengalaman menarik yang dapat memperkuat kolaborasi internasional sekaligus memperluas wawasan mahasiswa tentang praktik Ramadan di berbagai belahan dunia.

“Kami sangat terbuka bagi mahasiswa internasional. Melalui dialog ini, civitas akademika dapat saling mengenal budaya puasa dari berbagai negara,” ujar Imron.

Kegiatan ini menghadirkan enam mahasiswa asing, yakni Musa Zakari dari Nigeria, Nahlah Nabil S. Ahmed asal Yaman, Sulemana A. Majeed dari Ghana, Huzifa Mohamed Ali asal Sudan, Mohammed Arman dari India, serta M. Abdul Salam Dirbal dari Libya.

Sulemana menceritakan bahwa di Ghana, warga kerap menunggu waktu berbuka dengan bermain musik tradisional. Sementara itu, Nahlah dan Ali menyoroti kuliner khas Ramadan di Yaman dan Sudan yang hanya muncul saat sahur dan berbuka.

Acara yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara pembicara dan mahasiswa yang memadati masjid, menciptakan harmoni budaya di tengah suasana Ramadan yang syahdu.