Dosen UNISA Tingkatkan Kompetensi Penguji OSCE Dengan Ikut Workshop Nasional
Dosen Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mengikuti Workshop Nasional Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Penguji OSCE (Objective Structured Clinical Examination) yang diselenggarakan Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Kolegium Penata Anestesi (LP3KPA), Jumat–Sabtu (31/7–1/8). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan diikuti oleh Penata Anestesi serta dosen Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi dari berbagai institusi di Indonesia.
Penguji OSCE
“Workshop ini memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat, terutama dalam memahami bagaimana menjadi penguji OSCE yang objektif dan terstandar. Tidak hanya memahami rubrik penilaian, tetapi kami juga belajar melakukan kalibrasi, simulasi pengujian, hingga memberikan feedback yang konstruktif kepada peserta ujian,” jelas Cahaya Nugraheni, peserta workshop.
Cahaya menambahkan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyamakan persepsi dalam melakukan penilaian. Menurutnya, proses kalibrasi melalui video dan simulasi real-time membantu peserta memahami pentingnya konsistensi penilaian antar-penguji. Workshop nasional tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas, standardisasi, dan profesionalisme dosen serta praktisi Penata Anestesi dalam menyelenggarakan dan menguji ujian kompetensi praktis berbasis OSCE. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyelaraskan kemampuan penguji dari unsur akademisi dan praktisi klinis sehingga dapat meminimalkan subjektivitas dalam proses penilaian.
Selama dua hari, peserta mendapatkan berbagai materi, antara lain anatomi rubrik penilaian OSCE, briefing dan manajemen Pemeran Simulasi (PS) atau manekin, hubungan penguji dengan alat dan bahan serta Pemeran Simulasi, serta implementasi rubrik penilaian. Peserta juga mengikuti berbagai kegiatan praktik, seperti bedah kasus dan analisis rubrik, video-based calibration, simulasi real-time OSCE, serta praktik memberikan constructive feedback. Pada sesi praktik, peserta melakukan roleplay sebagai penguji, mahasiswa, dan Pemeran Simulasi dalam beberapa stase OSCE, meliputi stase pra-anestesi, intra-anestesi, pasca-anestesi, manajemen nyeri, gawat darurat, perawatan kritis, dan istirahat. Kegiatan tersebut dilengkapi dengan praktik debriefing dan pemberian umpan balik kepada peserta ujian.
Menurut Cahaya, pengalaman praktik secara langsung menjadi salah satu bagian yang paling berkesan selama workshop. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teoritis, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk merasakan secara langsung dinamika pelaksanaan OSCE.
“Bagian simulasi menjadi pengalaman yang sangat menarik karena kami dapat melihat langsung bagaimana alur ujian berjalan dari sudut pandang penguji maupun peserta. Dari kegiatan ini saya semakin memahami bahwa penguji tidak hanya bertugas memberikan skor, tetapi juga harus mampu menjaga objektivitas, konsistensi, dan kualitas proses asesmen,” ungkapnya.
Workshop tersebut menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman di bidang evaluasi klinis dan OSCE, yaitu dr. Tridjoko Hadianto, DTM&H, M.Kes., Ns. J.M. Metha, A.Md.Keb., S.Kep., M.Med.Ed., dan Andika, S.Tr.Kep., M.Kes. Kegiatan juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test sebagai bagian dari evaluasi peningkatan pengetahuan peserta.
Keikutsertaan dosen Unisa Yogyakarta dalam workshop tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan kompetensi penguji OSCE sekaligus meningkatkan kualitas proses asesmen kompetensi mahasiswa Keperawatan Anestesiologi. Kompetensi penguji yang objektif, kredibel, dan terstandar menjadi bagian penting dalam memastikan lulusan memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar kompetensi serta berorientasi pada keselamatan pasien.






































