Dosen UNISA Yogyakarta Lolos Pendanaan Kolaborasi Internasional
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali mencatatkan capaian internasional. Ratna Yunita Setiyani Subardjo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, dosen Program Studi Psikologi, Fakultas Ekonomi Ilmu Sosial dan Humaniora [FEISHUM], bersama tim berhasil lolos pendanaan kolaborasi riset internasional bersama IMU University, Malaysia.
Internasional
Program yang diikuti adalah “IMU-Elsevier Embase Challenge Programme”, kompetisi riset kolaboratif yang digagas oleh IMU University bersama Elsevier. Program ini mendorong penelitian lintas negara yang berdampak pada pengembangan ilmu psikologi dan ilmu sosial, khususnya melalui pemanfaatan basis data Embase untuk riset berbasis bukti.
Tim riset dipimpin oleh Dr. Shalini Munusamy dari IMU University Malaysia, School of Psychology & Social Science, Department of Psychology. Anggota tim dari IMU University adalah Dr. Alyssa Ding Yen Lyn dari departemen yang sama. Dari UNISA Yogyakarta, Ratna Yunita mewakili institusi sebagai anggota tim peneliti.
Keberhasilan ini merupakan wujud nyata dari penguatan jejaring internasional yang selama ini dibangun. Jejak kolaborasi Dr. Ratna Yunita dengan institusi di Malaysia telah terbukti melalui berbagai aktivitas akademik. Beliau beberapa kali diundang sebagai visiting lecturer di universitas terkemuka Malaysia, antara lain; University of Malaya (UM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Sains Malaysia (USM), Inti University Malaysia, Taylor’s University, IIUM Malaysia, Asia Pacific University (APU), dll.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena saya dan tim dinyatakan lolos dalam pendanaan kolaborasi riset internasional IMU-Elsevier Embase Challenge Programme bersama IMU University Malaysia. Sempat ga menyangka tapi gak ada hasil yang mengkhianati usaha, ujar Ratna.
Ratna juga menambahkan juga bahwa capaian ini tidak lepas dari pentingnya jejaring akademik yang telah dibangun selama. Kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk menghasilkan riset yang berdampak, tidak hanya bagi perkembangan ilmu psikologi, tetapi juga bagi masyarakat.
“Saya berharap kerja sama ini dapat menghasilkan luaran riset yang berdampak dan bermanfaat serta memperkuat posisi UNISA Yogyakarta di level internasional,” tuturnya.
Selain di bidang pengajaran, Ratna Yunita juga aktif sebagai motivator Changemaker Indonesia. Di awal bulan Agustus kemarin, Ratna juga diundang untuk mengisi pelatihan bagi guru dan ratusan pelajar di Malaysia. Peran ini memperkuat posisi UNISA Yogyakarta dalam berkontribusi pada peningkatan kapasitas pendidikan dan pengembangan karakter di kawasan ASEAN.
Dalam bidang riset, kolaborasi ini menambah daftar kerja sama lintas negara yang telah dirintis sebelumnya. Jejaring akademik dan kepercayaan antar institusi menjadi poin kunci yang memungkinkan tim riset ini terpilih dalam pendanaan kompetitif IMU-Elsevier Embase Challenge Programme.
Komitmen terhadap isu kesehatan mental juga menjadi salah satu capaian yang menguatkan rekam jejak internasional beliau. Ratna Yunita sebelumnya menerima penghargaan atas kontribusinya dalam program peningkatan kesehatan mental pelajar di UKM, yang menjadi dasar kuat bagi keberlanjutan kerja sama riset dan pengabdian bersama mitra di Malaysia.
Melalui IMU-Elsevier Embase Challenge Programme, tim menargetkan luaran berupa publikasi ilmiah bereputasi di Jurnal Q1, pengembangan modul pembelajaran berbasis data Embase. Ratna berharap, kolaborasi ini dapat memperluas dampak riset psikologi yang relevan bagi Indonesia dan kawasan, serta membuka peluang jejaring internasional yang lebih luas ke depan.






































