Workshop

Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar Workshop Internasional bertema “ Article Writing & Publication Strategy in Reputable International Journals” bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Kamis (29/1/2026).

Workshop Internasional

Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room SM. 2.11, Gedung Siti Moendjijah Lantai 2, Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta ini menghadirkan dua narasumber dari UiTM Malaysia, yakni Dr. Wan Norbani Wan Noordin, Head of Center of Strategic Communication UiTM Malaysia, serta Assoc. Prof. Dr. Tengku Elena Tengku Mahamad, Deputy Dean (Research and Industrial Linkages) UiTM Malaysia.

Pelaksanaan Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa Unisa Yogyakarta dalam menulis artikel ilmiah dan strategi publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Para peserta dibekali wawasan mulai dari pengembangan budaya riset kampus, penyusunan artikel sesuai standar jurnal internasional, sampai strategi memilih jurnal yang tepat dan meningkatkan peluang lolos publikasi.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora, Nur Fitri Mutmainah, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop internasional tersebut. Perempuan yang akrab disapa Iin tersebut mengakui masih rendahnya publikasi riset tingkat internasional dari akademisi Unisa Yogyakarta sehingga perlu upaya mengatasi masalah tersebut.

“Agenda workshop ini penting, kita bisa lihat publikasi riset Unisa Yogyakarta masih cukup rendah. Dengan workshop ini kita bisa belajar dan termotivasi agar mencapai luaran publikasi internasional,” ujar Iin dalam sambutannya.

Membangun Budaya Riset

Tengku Elena Tengku Mahamad, dalam pemaparan materinya menyampaikan pentingnya budaya riset di dalam universitas sebagai pijakan menuju peningkatan publikasi internasional sivitas akademika. Elena mengajak seluruh akademisi Unisa Yogyakarta untuk produktif melakukan riset, caranya dengan meluangkan waktu setidaknya satu jam untuk penelitian.

“Alokasikan satu jam khusus untuk riset. Tidak harus setiap hari, satu jam sekali atau dua kali dalam seminggu. Anggap waktu tersebut seperti meeting. Usaha kecil tersebut akan mengarahkan ke progres yang mantap,” ucapnya menjelaskan.

Elena juga mengingatkan agar para peserta percaya diri untuk memulai ide penelitian dimiliki. Baginya, budaya riset itu adalah berkembang bersama-sama. Riset yang baik bukanlah yang sempurna, tapi yang memiliki progres. Agar semua itu tercapai, Elena menyarankan terciptanya kolaborasi erat antar-individu di universitas.

“Setiap orang memiliki titik awal yang berbeda-beda. Dengan menulis bersama membantu individu untuk fokus dan termotivasi. Dengan bekerja sama bisa mengurangi tekanan dalam riset. Seiring waktu, kegiatan riset menjadi budaya bersama,” ujar Elena.

Sementara itu, Wan Norbani Wan Noordin, selaku narasumber berikutnya lebih menekankan pentingnya perhatian dalam membuat karya tulis ilmiah. Norbani menyebut tulisan artikel untuk publikasi internasional mesti memenuhi standar Scopus, baik dari segi metodologi, struktur, referensi, hingga kejelasan.

“Pastikan naskah artikel memenuhi kriteria jurnal dengan tepat. Selain itu, sebaiknya naska sudah di-review terlebih dahulu sebelum dikirim,” ucap Norbani memberi tips. Pada kesempatan tersebut ia juga mengulas kiat-kiat bagaimana memilih jurnal internasional dan mengatasi tantangan agar naskah diterima.

Para peserta dengan antusias mengikuti paparan kedua narasumber dari UiTM Malaysia. Acara hari itu kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, penyerahan cendera mata, lalu ditutup dengan foto bersama.

Kerja sama

Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta terus meningkatkan jaringan kerja sama internasional dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri. Terbaru, Unisa Yogyakarta menggandeng Mindanao State University (MSU), Filipina, sebagai mitra internasional.

Nota kesepakatan kerja sama ditandatangani oleh kedua belah pihak di Gedung Siti Moendjijah, Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Jumat (23/1/2026). Pada kesempatan tersebut hadir Rektor Unisa Yogyakarta Warsiti, Wakil Rektor IV Unisa Yogyakarta Ali Imron, Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora Unisa Yogyakarta Annisa Warastri, serta Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Unisa Yogyakarta Tika Ainunnisa Fitria.

Sementara itu, delegasi Mindanao State University (MSU) Filipina dipimpin oleh Atty. Paisalin P.D. Tago, CPA, selaku MSU System President, bersama jajaran pimpinan universitas, termasuk wakil rektor bidang akademik dan perencanaan, serta pejabat di bidang administrasi, protokol, dan komunikasi.

Jalin Kerja Sama Riset dan Akademik

Rektor Unisa Yogyakarta Warsiti, dalam sambutannya, menyampaikan harapan besar atas terjalinnya kerja sama antara Unisa Yogyakarta dan MSU. Melalui kolaborasi perguruan tinggi dari kedua negara, diharapkan kerja sama ini dapat memberikan dampak nyata bagi kedua belah pihak, terutama dalam bidang edukasi, riset, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran akademik, serta penguatan kelembagaan.

“Sebuah kehormatan bagi kami dapat menjamu delegasi dari Mindanao State University (MSU). Mewakili seluruh sivitas akademika Unisa Yogyakarta, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan serta komitmen bersama dalam membangun kemitraan akademik,” ujar Warsiti, Jumat (23/1/2026).

Warsiti menilai terdapat kesamaan visi dan misi antara Unisa Yogyakarta dan MSU Filipina. Unisa Yogyakarta berada di bawah naungan Aisyiyah, organisasi masyarakat Islam perempuan terbesar di dunia. Sejak awal berdiri, Unisa Yogyakarta berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai moral, empati, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat.

“Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) hari ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kerja sama antara kedua universitas. Kita memiliki visi yang sama dalam mendorong pendidikan tinggi yang inklusif, berdampak, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Senada dengan Rektor Unisa Yogyakarta, MSU System President Paisalin P.D. Tago menyampaikan optimismenya bahwa kemitraan antara kedua universitas akan membuahkan hasil yang positif. Menurutnya, kerja sama ini merupakan perwujudan visi MSU sebagai kampus perdamaian yang inklusif, inovatif, dan berwawasan global.

“Kerja sama ini merupakan kolaborasi lintas bidang, mulai dari institusi, riset akademik, kurikulum, penjaminan mutu, manajemen, hingga pengabdian kepada masyarakat,” ujar Tago dalam pidatonya.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Unisa Yogyakarta dan MSU menjadi langkah awal bagi pelaksanaan aksi nyata serta program kerja sama yang berkelanjutan. Kedua institusi sama-sama mengharapkan kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas riset dan akademik dalam menghadapi tantangan global serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Filipina

Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menerima kunjungan kerja sama dari Mindanao State University (MSU), Filipina, di Gedung Siti Moendjijah, Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Kamis (22/1/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh Marecon C. Viray dan Dr. Louvill M. Ozarraga dari MSU.

Viray dan Ozarraga menjadi narasumber dalam workshop internasional bertajuk “Article Writing and Publication Strategy in Reputable International Journal.” Acara tersebut sekaligus menjadi pembuka rangkaian kunjungan kerja sama antara MSU dan Unisa Yogyakarta.

Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora (FEISHum), Annisa Warastri, mengapresiasi kolaborasi dua perguruan tinggi dari dua negara tersebut. Ia menyebut workshop kepenulisan yang diisi oleh pengajar dari MSU sangat bermanfaat, terutama bagi dosen Unisa Yogyakarta. Para dosen memperoleh wawasan baru terkait strategi penulisan karya ilmiah agar dapat diterima di jurnal internasional bereputasi.

“Pertemuan ini meningkatkan kolaborasi antara dua universitas. Saya berharap diskusi ini dapat memperluas kerja sama dan membuka peluang dalam penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Selamat menikmati Yogyakarta, dan selamat datang di Universitas Aisyiyah,” ujar Dekan FEISHum dalam sambutannya.

Kerjasama Filipina

Pada kesempatan tersebut, dosen MSU, Marecon C. Viray dan Dr. Louvill M. Ozarraga, memaparkan lokakarya seputar strategi penulisan karya ilmiah. Kegiatan ini diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan Unisa Yogyakarta.

Marecon C. Viray, saat membuka materinya, mengaku sangat senang berada di Unisa Yogyakarta. Ia menyampaikan hal tersebut dengan mencoba menggunakan bahasa Indonesia. “Apa kabar? Saya sangat senang berada di Unisa Yogyakarta,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta workshop.

Dalam pemaparannya, Viray menjelaskan berbagai strategi penulisan karya ilmiah yang layak diterbitkan di jurnal internasional bereputasi. Ia menegaskan bahwa esensi penelitian yang berkualitas berangkat dari pertanyaan dan permasalahan yang jelas.

“Melakukan penelitian berarti menjawab pertanyaan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut?” ujarnya.

Viray juga menambahkan sejumlah hal yang kerap terlewat dalam penulisan karya ilmiah, seperti anotasi, teknik sitasi, serta pentingnya menghindari plagiarisme.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan praktik penentuan topik penelitian oleh peserta lokakarya. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama narasumber dari MSU dan seluruh peserta.

Agenda Lanjutan

Selain workshop dan forum seminar, kunjungan delegasi Mindanao State University dilanjutkan dengan berbagai agenda lain, di antaranya city tour di Yogyakarta serta kunjungan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (23/1/2026) dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara kedua universitas. Terjalinnya kemitraan dengan MSU diharapkan dapat memperkuat kiprah Unisa Yogyakarta di tingkat global.

Unggul

Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali membuktikan kualitas Unggul nya sebagai barometer pendidikan tinggi kesehatan di lingkungan Muhammadiyah. Pada Rabu (14/01/2026), kampus ini menjadi tuan rumah acara Open Day yang dihadiri oleh empat institusi pendidikan tinggi sekaligus di Gedung Siti Moendjijah.

Keempat kampus yang tergabung dalam keluarga besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah `Aisyiyah (PTMA) tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Gresik, Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung, Universitas Muhammadiyah Karanganyar, dan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan studi banding untuk mendapatkan resep rahasia tata kelola kampus yang baik.

Pertahankan Posisi Unggul

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH, menyambut hangat rombongan tersebut. Dalam sambutannya, Dewi menegaskan bahwa UNISA selalu membuka pintu lebar-lebar untuk berdiskusi dan berbagi strategi, terutama dalam menghadapi tantangan regulasi pendidikan yang kian ketat. Salah satu topik panas yang dibahas adalah strategi mempertahankan status Akreditasi Unggul.

“Menghadapi tantangan Renstra tahun ini, UNISA Yogyakarta bekerja maksimal dengan effort besar melalui penguatan internal. Status UNGGUL harus dipertahankan dengan sangat kuat, karena indikator Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) kini jauh lebih rumit dibanding LAMPTKes,” ungkap Dewi blak-blakan.

Agenda Open Day ini tidak hanya berisi seremonial di ruang sidang. Rombongan dari empat kampus tersebut langsung bergerak melakukan observasi lapangan sesuai kebutuhan masing-masing institusi.

Mereka menyebar untuk melihat langsung operasional di berbagai unit strategis UNISA Yogyakarta, mulai dari manajemen Perpustakaan modern, tata kelola Biro Kemahasiswaan, hingga melihat kurikulum dan fasilitas di Program Studi Kebidanan dan Keperawatan Anestesiologi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antar PTMA. Tidak hanya sekadar transfer ilmu, pertemuan ini menjadi momentum mempererat kerja sama agar kampus-kampus Muhammadiyah bisa maju bersama menghadapi persaingan global.

Kemitraan

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menggelar Kickoff Program Kemitraan Peningkatan Ekonomi Berbasis Inklusi melalui Pengembangan Ternak Ayam Petelur Sehat yang berlokasi  di Pedukuhan Karangtengah Nogotirto Gamping Sleman,  Rabu (30/12/2025).  Program ini menjadi langkah konkret kolaborasi perguruan tinggi dan persyarikatan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya komunitas difabel.

Kemitraan

Badan Pembina Harian (BPH) UNISA Yogyakarta, Muhammad Adam Jerusalem, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNISA Yogyakarta  menyambut baik dan mendukung penuh program kolaboratif tersebut karena membawa kemaslahatan yang luas bagi masyarakat. Menurutnya, program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan secara inklusif sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah dan misi UNISA Yogyakarta sebagai kampus yang berorientasi pada kebermanfaatan sosial.

“Program ini menghadirkan kemanfaatan yang nyata. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Karena itu, UNISA Yogyakarta bersama MPM berkomitmen mengeksekusi program-program baik seperti ini agar segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” ujar Adam Jerusalem.

Ia juga menyoroti keunggulan program pengembangan ayam petelur sehat yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, keberlanjutan, dan nilai inklusi. Model ternak ayam dengan pendekatan kesejahteraan hewan, pakan alami, serta proses yang memenuhi standar sertifikasi global dinilai sebagai bentuk pembaruan dan inovasi yang menjadi karakter gerakan Muhammadiyah.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr. Muhammad Nurul Yamin, M.Si., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari penguatan dakwah Muhammadiyah di akar rumput melalui pendekatan ekonomi kerakyatan berbasis komunitas. Pengembangan ternak ayam petelur sehat dengan brand TelurMoe menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang melibatkan komunitas difabel secara aktif dan berkelanjutan.

“MPM tidak menggunakan pendekatan ekonomi skala besar, tetapi pendekatan komunitas yang menggerakkan dan memberdayakan. Ketika komunitas tumbuh mandiri dan berdaya, maka pada akhirnya kekuatan masyarakat dan bangsa akan terbentuk,” jelas Yamin.

Dalam momentum akhir tahun 2025 menuju 2026, MPM bersama UNISA Yogyakarta mencanangkan pengembangan kandang ayam petelur dengan peningkatan kapasitas hingga sekitar 300 persen secara bertahap. Dari sebelumnya sekitar 300 ekor, jumlah ternak direncanakan meningkat hingga 1.000 ekor. Langkah ini diharapkan mampu menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap telur sehat seiring tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pangan bergizi dan berkualitas.

Sementara itu, Arya Khoirul Anam, selaku pendamping program TelurMoe dan Jaringan Tani Muhammadiyah, memaparkan bahwa program ayam petelur sehat yang dikembangkan bersama komunitas difabel telah melalui proses pendampingan selama lebih dari dua tahun. Program ini menerapkan konsep produksi telur sehat pada level tertinggi, yakni ayam yang dipelihara secara sejahtera dengan pakan fungsional berbasis alami dan standar produktivitas internasional.

“TelurMu berada pada level keempat, yaitu ayamnya bahagia dan pakannya sehat. Ini bukan hanya soal produksi telur, tetapi tentang kesehatan, keberlanjutan, dan nilai inklusi yang menginspirasi,” ungkap Arya.

Ia menambahkan bahwa kandang ayam inklusif yang dikembangkan menjadi salah satu yang pertama di dunia yang memperoleh sertifikasi kesejahteraan hewan untuk model kandang inklusi. Ke depan, pengembangan fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan, grading, dan sanitasi telur diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi komunitas dampingan.

Melalui kickoff program kemitraan ini, UNISA Yogyakarta dan MPM PP Muhammadiyah menegaskan komitmen bersama untuk terus menghadirkan program pemberdayaan ekonomi berbasis inklusi yang berkelanjutan, sehat, dan berdampak luas bagi masyarakat.