Kampus

Reputasi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sebagai kampus berwawasan kesehatan unggulan dan tata kelola kualitas kembali diakui. Pada Selasa (10/02/2026), dua perguruan tinggi besar, yakni Universitas Gunadarma Jakarta dan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, jauh-jauh datang ke UNISA Yogyakarta untuk silaturahmi dan studi banding.

Kampus Unggul

Acara Open Day Studi Banding ini diadakan di Ruang Rapat Fakultas Kedokteran, Gedung Siti Bariyah. Kedua tamu ini memiliki misi khusus untuk membedah dapur keunggulan UNISA Yogyakarta.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH, menyambut langsung rombongan tersebut. Dalam sambutannya, Dewi menegaskan bahwa UNISA selalu terbuka untuk berbagi praktik baik (best practice) demi kemajuan pendidikan Indonesia.

“Terima kasih telah mempercayakan kami sebagai tempat silaturahmi. Ini momen yang tepat untuk saling bertukar ilmu dan strategi dalam mengembangkan institusi pendidikan kita masing-masing,” tutur Dewi dengan hangat.

Wakil Dekan III Universitas Gunadarma, Dr. Rini Damayanti, MPH, blak-blakan mengungkapkan alasan memilih UNISA Yogyakarta. Pihaknya secara khusus ingin melakukan studi banding ke Prodi Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan.

UNISA Yogyakarta memiliki berbagai wahana dan pengalaman matang di bidang kesehatan, khususnya kebidanan. Kami ingin mengimplementasikan sistem penjaminan mutu dan kurikulum yang ada di sini ke institusi kami,” ujar Rini.

Sementara itu, Kabid Perencanaan dan Pengembangan UNIMUDA Sorong, Dr. Nouval Rumaf, M.Pd., fokus pada aspek tata kelola manajerial. Ia dan tim menyasar Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNISA untuk mempelajari Manajemen Risiko.

“Pengendalian Mutu Internal dan Manajemen Risiko adalah hal strategis. Kami ingin belajar bagaimana UNISA mengelolanya untuk persiapan akreditasi institusi ke depan,” jelas Nouval.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi teknis yang intensif. Para delegasi dibagikan ke dalam ruangan yang berbeda sesuai tujuan masing-masing Prodi Kebidanan dan BPM untuk menggali ilmu lebih dalam.

literasi

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (FIKES UNISA) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FK UMY) berkolaborasi sukses menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Literasi Digital Status Kesehatan Lansia”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (31/1) ini dilaksanakan di Dusun Perengdawe, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), agar lebih sadar akan pentingnya pemantauan status kesehatan secara mandiri melalui pemanfaatan teknologi sederhana.

Sinergi Dua Universitas untuk Kesehatan Lansia

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli dari masing-masing universitas. Dari FK UMY, Dr. dr. Ardi Pramono, M.Kes., Sp.An hadir memberikan tinjauan medis terkait kesehatan geriatri gula darah, sementara dari FIKES UNISA, Ns. Hamudi Prasestiyo, M.Kep., Sp.Kep.Onk terkait keperawatan dan pemeriksaan kesehatan.

Fokus utama acara ini adalah edukasi mengenai skrining website risiko lansia. Dalam sesi ini, para lansia diberikan pemahaman mengenai cara menggunakan platform digital berbasis website doclyn.id untuk mendeteksi dini risiko kesehatan yang sering dialami lansia. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi lanisa dan keluarga untuk memantau kondisi kesehatan lansia secara real-time dan praktis.

Literasi Digital

Sebanyak 38 lansia dari wilayah Perengdawe turut serta dalam kegiatan ini. Selain sesi edukasi digital, panitia juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, dan konsultasi kesehatan ringan. Hal ini dilakukan untuk memastikan para lansia mendapatkan gambaran kondisi fisik terkini mereka.

Acara ditutup dengan kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako kepada seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi atas semangat para lansia dalam menjaga kesehatan di usia senja.

“Kolaborasi antara dokter dan perawat dalam pengabdian ini sangat penting untuk memberikan asuhan yang komprehensif. Kami berharap dengan adanya pengenalan website skrining ini, kemandirian kesehatan lansia di Perengdawe dapat meningkat,” ujar salah satu perwakilan tim pengabdian.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mempererat sinergi antar-institusi pendidikan kesehatan di Yogyakarta dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Gizi

Kualitas pendidikan kesehatan Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menjadi magnet bagi perguruan tinggi lain. Kali ini, dua institusi kesehatan asal Jawa Timur, yakni Akademi Gizi Karya Husada dan STIKES Karya Husada Kediri, melakukan kunjungan studi banding ke kampus UNISA di Sleman, Senin (26/01/2026).

Ahli Gizi

Bertempat di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah, rombongan tamu disambut langsung oleh Ketua Program Studi Gizi UNISA Yogyakarta, Agung Nugroho, A.MG., MPH. Dalam pertemuan hangat tersebut, Agung mengajak para tamu mengenal lebih dekat dapur pendidikan gizi UNISA, mulai dari sejarah, fasilitas laboratorium, hingga proses pembelajaran yang selama ini diterapkan. Agung menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajang tukar ilmu.

“Harapan dengan adanya kunjungan ini, kita bisa saling berbagi pengalaman dari masing-masing institusi. Tujuannya satu, untuk kemajuan pendidikan gizi kita bersama,” ujar Agung.

Sementara itu, Ketua Prodi Sarjana Gizi STIKES Karya Husada Kediri, Frenky Arif Budiman, S.Gz., M.Gizi, tak menampik bahwa pihaknya ingin belajar dan mencari solusi. Menurutnya, UNISA Yogyakarta dipilih sebagai rujukan karena dinilai memiliki tata kelola yang mapan.

“Tujuan kami datang untuk belajar menjadi institusi yang lebih baik. Ilmu yang kami dapat dari sini akan menjadi bekal berharga untuk disampaikan kepada pimpinan dan diterapkan di Kediri,” ungkap Frenky.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi intens antar-prodi. Kedua belah pihak membedah kurikulum dan strategi manajemen akademik guna mencetak lulusan ahli gizi yang siap bersaing di dunia kerja.

Workshop

Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar Workshop Internasional bertema “ Article Writing & Publication Strategy in Reputable International Journals” bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Kamis (29/1/2026).

Workshop Internasional

Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room SM. 2.11, Gedung Siti Moendjijah Lantai 2, Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta ini menghadirkan dua narasumber dari UiTM Malaysia, yakni Dr. Wan Norbani Wan Noordin, Head of Center of Strategic Communication UiTM Malaysia, serta Assoc. Prof. Dr. Tengku Elena Tengku Mahamad, Deputy Dean (Research and Industrial Linkages) UiTM Malaysia.

Pelaksanaan Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa Unisa Yogyakarta dalam menulis artikel ilmiah dan strategi publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Para peserta dibekali wawasan mulai dari pengembangan budaya riset kampus, penyusunan artikel sesuai standar jurnal internasional, sampai strategi memilih jurnal yang tepat dan meningkatkan peluang lolos publikasi.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora, Nur Fitri Mutmainah, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop internasional tersebut. Perempuan yang akrab disapa Iin tersebut mengakui masih rendahnya publikasi riset tingkat internasional dari akademisi Unisa Yogyakarta sehingga perlu upaya mengatasi masalah tersebut.

“Agenda workshop ini penting, kita bisa lihat publikasi riset Unisa Yogyakarta masih cukup rendah. Dengan workshop ini kita bisa belajar dan termotivasi agar mencapai luaran publikasi internasional,” ujar Iin dalam sambutannya.

Membangun Budaya Riset

Tengku Elena Tengku Mahamad, dalam pemaparan materinya menyampaikan pentingnya budaya riset di dalam universitas sebagai pijakan menuju peningkatan publikasi internasional sivitas akademika. Elena mengajak seluruh akademisi Unisa Yogyakarta untuk produktif melakukan riset, caranya dengan meluangkan waktu setidaknya satu jam untuk penelitian.

“Alokasikan satu jam khusus untuk riset. Tidak harus setiap hari, satu jam sekali atau dua kali dalam seminggu. Anggap waktu tersebut seperti meeting. Usaha kecil tersebut akan mengarahkan ke progres yang mantap,” ucapnya menjelaskan.

Elena juga mengingatkan agar para peserta percaya diri untuk memulai ide penelitian dimiliki. Baginya, budaya riset itu adalah berkembang bersama-sama. Riset yang baik bukanlah yang sempurna, tapi yang memiliki progres. Agar semua itu tercapai, Elena menyarankan terciptanya kolaborasi erat antar-individu di universitas.

“Setiap orang memiliki titik awal yang berbeda-beda. Dengan menulis bersama membantu individu untuk fokus dan termotivasi. Dengan bekerja sama bisa mengurangi tekanan dalam riset. Seiring waktu, kegiatan riset menjadi budaya bersama,” ujar Elena.

Sementara itu, Wan Norbani Wan Noordin, selaku narasumber berikutnya lebih menekankan pentingnya perhatian dalam membuat karya tulis ilmiah. Norbani menyebut tulisan artikel untuk publikasi internasional mesti memenuhi standar Scopus, baik dari segi metodologi, struktur, referensi, hingga kejelasan.

“Pastikan naskah artikel memenuhi kriteria jurnal dengan tepat. Selain itu, sebaiknya naska sudah di-review terlebih dahulu sebelum dikirim,” ucap Norbani memberi tips. Pada kesempatan tersebut ia juga mengulas kiat-kiat bagaimana memilih jurnal internasional dan mengatasi tantangan agar naskah diterima.

Para peserta dengan antusias mengikuti paparan kedua narasumber dari UiTM Malaysia. Acara hari itu kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, penyerahan cendera mata, lalu ditutup dengan foto bersama.

Kerja sama

Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta terus meningkatkan jaringan kerja sama internasional dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri. Terbaru, Unisa Yogyakarta menggandeng Mindanao State University (MSU), Filipina, sebagai mitra internasional.

Nota kesepakatan kerja sama ditandatangani oleh kedua belah pihak di Gedung Siti Moendjijah, Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Jumat (23/1/2026). Pada kesempatan tersebut hadir Rektor Unisa Yogyakarta Warsiti, Wakil Rektor IV Unisa Yogyakarta Ali Imron, Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora Unisa Yogyakarta Annisa Warastri, serta Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Unisa Yogyakarta Tika Ainunnisa Fitria.

Sementara itu, delegasi Mindanao State University (MSU) Filipina dipimpin oleh Atty. Paisalin P.D. Tago, CPA, selaku MSU System President, bersama jajaran pimpinan universitas, termasuk wakil rektor bidang akademik dan perencanaan, serta pejabat di bidang administrasi, protokol, dan komunikasi.

Jalin Kerja Sama Riset dan Akademik

Rektor Unisa Yogyakarta Warsiti, dalam sambutannya, menyampaikan harapan besar atas terjalinnya kerja sama antara Unisa Yogyakarta dan MSU. Melalui kolaborasi perguruan tinggi dari kedua negara, diharapkan kerja sama ini dapat memberikan dampak nyata bagi kedua belah pihak, terutama dalam bidang edukasi, riset, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran akademik, serta penguatan kelembagaan.

“Sebuah kehormatan bagi kami dapat menjamu delegasi dari Mindanao State University (MSU). Mewakili seluruh sivitas akademika Unisa Yogyakarta, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan serta komitmen bersama dalam membangun kemitraan akademik,” ujar Warsiti, Jumat (23/1/2026).

Warsiti menilai terdapat kesamaan visi dan misi antara Unisa Yogyakarta dan MSU Filipina. Unisa Yogyakarta berada di bawah naungan Aisyiyah, organisasi masyarakat Islam perempuan terbesar di dunia. Sejak awal berdiri, Unisa Yogyakarta berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai moral, empati, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat.

“Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) hari ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kerja sama antara kedua universitas. Kita memiliki visi yang sama dalam mendorong pendidikan tinggi yang inklusif, berdampak, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Senada dengan Rektor Unisa Yogyakarta, MSU System President Paisalin P.D. Tago menyampaikan optimismenya bahwa kemitraan antara kedua universitas akan membuahkan hasil yang positif. Menurutnya, kerja sama ini merupakan perwujudan visi MSU sebagai kampus perdamaian yang inklusif, inovatif, dan berwawasan global.

“Kerja sama ini merupakan kolaborasi lintas bidang, mulai dari institusi, riset akademik, kurikulum, penjaminan mutu, manajemen, hingga pengabdian kepada masyarakat,” ujar Tago dalam pidatonya.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Unisa Yogyakarta dan MSU menjadi langkah awal bagi pelaksanaan aksi nyata serta program kerja sama yang berkelanjutan. Kedua institusi sama-sama mengharapkan kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas riset dan akademik dalam menghadapi tantangan global serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.