Terjun

Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta terjun ke Taman Kanak-kanak (TK) ABA Mlangi, Gamping, Sleman. Mereka menggelar program pemeriksaan untuk mendeteksi dini masalah tumbuh kembang pada anak usia dini, Jumat (29/8/2025).

Terjun

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap isu kesehatan anak, khususnya stunting dan gangguan perkembangan lainnya. Tim dari prodi Kebidanan dan Kedokteran UNISA Yogyakarta memeriksa satu per satu siswa dengan metode Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yang dilakukan dengan cara bermain.

Ketua pelaksana, Enny Fitriahadi, dosen Kebidanan UNISA Yogyakarta, menjelaskan bahwa deteksi dini sangat krusial. Menurutnya, gangguan tumbuh kembang yang tidak segera diatasi dapat berdampak pada kemampuan kognitif anak di masa depan.

“Kami berharap jika terdapat gangguan tumbuh kembang, dapat terdeteksi sejak dini sehingga anak mendapatkan penanganan yang baik dan benar,” ujar Enny.

Suasana pemeriksaan berlangsung ceria. Para siswa dan dosen menggunakan mainan serta bahasa yang mudah dipahami agar anak-anak tidak takut. Anak-anak pun tampak antusias mengikuti setiap Arah, termasuk saat ditanya hal-hal sederhana untuk mengukur kemandirian mereka, seperti memakai baju sendiri.

Program ini tidak berhenti pada pemeriksaan. Pihak UNISA akan terus memantau hasilnya setiap bulan melalui guru kelas dan akan menjamin anak-anak yang terindikasi mengalami keterlambatan perkembangan. Inisiatif ini mendapat respon positif dari pihak sekolah yang merasa terbantu dalam menyatukan kesehatan siswanya.

Usaha kuliner

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) aktif mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan. Bekerja sama dengan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Nogotirto, UNISA menggelar pelatihan dan pendampingan bagi usaha kuliner lokal bernama KURATO (Kuliner Ranting ‘Aisyiyah Nogotirto). Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan inovasi produk kuliner agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Kuliner Lokal

Usaha KURATO yang dikelola oleh Majelis Ekonomi PRA Nogotirto memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam hal standar higienitas dan gizi. Tim PKM dari Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora (FEISHum) UNISA Yogyakarta, yang diketuai oleh Dian Retnaningdiah, S.E., M.Si., bersama anggota tim dari Prodi Ilmu Gizi, Kurnia Mar’atus Solichah, S.Gz., M.Gz., berupaya mengatasi masalah tersebut. Program ini berjalan dari Maret hingga Agustus 2025.

“Program ini diharapkan tidak hanya menciptakan kemandirian usaha kuliner yang inovatif dan bernilai gizi, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi melalui pemahaman aspek manajemen yang tepat,” ujar Dian.

Untuk mendukung inovasi, tim PKM menghibahkan sejumlah peralatan memasak, seperti wajan teflon, piring, mangkuk, sendok, dan celemek. Peralatan ini akan digunakan untuk produksi dua produk unggulan baru KURATO. Seluruh anggota KURATO, yang diketuai oleh Ir. Sudjatini, M.P., berperan aktif dalam setiap tahapan, mulai dari produksi, pengemasan, hingga distribusi.

Ketua PRA Nogotirto, Dra. Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasinya dalam kolaborasi ini.

“Terbentuknya Usaha KURATO PRA Nogotirto telah menambah jumlah titik usaha ekonomi produktif. Kehadiran KURATO bukan hanya menghadirkan nilai ekonomi, tetapi juga menghadirkan inovasi produk yang memiliki keunggulan dari sisi higienitas dan kualitas gizi,” ungkapnya.

Dengan dukungan UNISA Yogyakarta, KURATO diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi perempuan lokal yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Kurban

Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menunjukkan langkah nyata mendukung keberlanjutan lingkungan. Salah satunya dalam pembagian hewan kurban, sebanyak 2.000 paket, tanpa menggunakan plastik, melainkan menggunakan Telobag.

Sekilas secara tampilan, Telobag mirip dengan plastik, kegunaannya pun sama dengan plastik. Namun, Telobag, terbuat dari bahan singkong yang lebih ramah lingkungan. Telobag lebih mudah terurai, bahkan dalam waktu yang relatif singkat.

Masjid Walidah Dahlan Unisa Yogyakarta pada Idul Adha kali ini memang mengusung tema ‘Berbagi 2.000 Paket Daging Kurban Zero Plastik’, sebagai wujud dukungan untuk menjaga lingkungan.

“Agar kita ramah lingkungan, kita gunakan bahan dari tela bekatul, sehingga nanti bisa mudah terurai dan tidak mencemari lingkungan. Ini sudah tahun kedua Masjid Walidah Dahlan menyelenggarakan kurban zero plastik,” ungkap Ketua Takmir Masjid Walidah Dahlan Unisa Yogyakarta, Muhammad Nurdin Zuhri, Senin (9/6/2025).

Tahun ini Masjid Walidah Dahlan Unisa Yogyakarta menyembelih 10 ekor sapi dan 14 ekor kambing. Selain dibagikan kepada warga sekitar, dan masyarakat yang membutuhkan, daging kurban juga dibagikan ke daerah Kulon Progo.

Dalam proses penyembelihan kurban, selain dari Juru Sembelih Halal (Juleha) yang telah bersertifikat, kegiatan penyembelihan kurban juga melibatkan ratusan mahasiswa dengan berbagai latar belakang. “Kita melibatkan sekitar 150 mahasiswa, baik dari muslim maupun non muslim. Di sini juga bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Mlangi,” ungkap Nurdin.

Ketua Panitia Kurban Masjid Walidah Dahlan Unisa Yogyakarta, Islamiyatur Rokhmah mengatakan untuk mahasiswa tidak hanya dilibatkan saat proses penyembelihan kurban. Mahasiswa juga diajarkan untuk berkurban dengan menyumbang Rp10.000 per orang. “Alhamdulillah dari penggalangan dana ini terkumpul cukup untuk membeli satu ekor sapi. Sapi berasal dari mahasiswa dan akan dimanfaatkan untuk mahasiswa juga,” kata Islamiyatur.

Islamiyatur menyebut makna kegiatan ini adalah bentuk empati dan kepedulian sosial. “Kami ingin ikut merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat, termasuk ojek online, pedagang kaki lima, dan kelompok marjinal lainnya yang mungkin hanya merasakan daging setahun sekali,” ujar Islamiyatur.

Green metric

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menjadi sorotan akademisi lain. Kali ini, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta berkunjung ke kampus ‘Aisyiyah tersebut pada Kamis (23/5/2025) untuk melaksanakan studi banding. Bertempat di meeting room lantai 7 Gedung Siti Moendjijah, pertemuan ini fokus membahas strategi pemeringkatan UI GreenMetric.

Wakil Rektor I UNISA Yogyakarta, Dr. Sulistyaningsih, S.KM., MH.Kes, dalam sambutannya menekankan bahwa visi UNISA sejalan dengan kriteria UI GreenMetric, yakni menjadi kampus berwawasan kesehatan.

“Setiap program kerja kami arahkan untuk mencapai indikator-indikator dalam pemeringkatan ini. Kami belajar secara otodidak dan memasukkan program SDG’s ke dalam kurikulum perkuliahan serta penelitian,” ujar Sulis.

Ia menambahkan bahwa seluruh elemen kampus, mulai dari publikasi hingga kegiatan lainnya, turut mendukung pencapaian pemeringkatan ini. “Semoga kunjungan ini menjadi ajang sharing demi kemajuan bangsa,” harapnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor UKDW, Dr. Parmonangan Manurung, S.T., M.T., IAI, menyampaikan tujuan timnya datang ke UNISA Yogyakarta.

“Kami ingin banyak belajar tentang strategi pemeringkatan UI GreenMetric yang berhasil membawa UNISA Yogyakarta meraih peringkat 42,” ungkap Parmonangan.

Dalam diskusi hangat tersebut, tim pemeringkatan GreenMetric UNISA Yogyakarta turut hadir untuk berbagi pengalaman dan insights dengan delegasi UKDW.

Kunjungan ini membuktikan komitmen UNISA Yogyakarta dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesehatan, sekaligus menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk terus meningkatkan kualitas kampus. UNISA terus berinovasi demi pendidikan yang lebih baik.

Bagikan sembako

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar kegiatan Ta’awun Sosial Ramadhan 1446 H di Kantor Kelurahan Notoprajan, Kamis (20/03). Dalam kegiatan ini, UNISA Yogyakarta membagikan 40 paket sembako kepada warga Notoprajan.

Selain pembagian sembako, UNISA Yogyakarta juga memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting yang disampaikan oleh dosen gizi UNISA Yogyakarta.

Sembako

Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan, Anif Luhur Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas perhatian UNISA Yogyakarta terhadap warga Notoprajan yang merupakan kelurahan binaan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian UNISA Yogyakarta selama ini kepada warga Notoprajan,” ujar Anif.

Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Prof. Dr. Mufdilah, S.SiT., M.Sc., mengatakan bahwa bulan Ramadhan mengajarkan kesabaran dan keikhlasan. Ia pun mengapresiasi atas antusias kehadiran warga dalam kegiatan Ta’awun Sosial tersebut.

“Sinergitas antara UNISA Yogyakarta dan masyarakat Notoprajan harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tutur Mufdilah.

Dalam kesempatan tersebut, UNISA Yogyakarta juga memberikan paket alat kesehatan kepada Kepala Puskesmas Notoprajan.