Sampah Plastik

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kelompok 83 berhasil mengubah limbah plastik menjadi karya seni yang indah dan media tanam yang bermanfaat di Dusun Nogosari 1, Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul. Bersama ibu-ibu PKK dan pemuda setempat, mereka telah menciptakan inovasi baru dalam pengelolaan sampah plastik yang selama ini menjadi masalah serius.

Sampah Plastik

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Agustus 2024, mahasiswa KKN UNISA mengajak warga untuk mendaur ulang botol plastik bekas menjadi pot tanaman yang unik. Botol-botol tersebut dilubangi, dicat warna-warni, lalu diisi dengan media tanam dan bibit sayuran. Selain itu, bagian atas botol juga disulap menjadi bunga-bunga hias yang cantik, sementara gelas plastik bekas disusun menjadi rangkaian yang menarik.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik bisa disulap menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” ujar Diana, salah satu mahasiswa KKN UNISA.

“Dengan mengubah botol plastik menjadi pot tanaman, kita tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.” Tambahnya.

Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga. Ibu-ibu PKK dan pemuda setempat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka merasa senang karena bisa berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menciptakan karya seni yang indah.

Kraton

Stunting, masalah gizi kronis yang menghambat pertumbuhan anak, menjadi perhatian serius. Untuk mengatasi permasalahan ini, kolaborasi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak ABA (IGABA) Kemantren Kraton menggelar pelatihan bagi guru TK ABA se-Kemantren Kraton. Pelatihan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam mencegah stunting, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kolaborasi

Kegiatan yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini melibatkan lintas disiplin ilmu, di antaranya kebidanan, keperawatan, dan gizi. Tim pengabdian masyarakat dari UNISA Yogyakarta yang diketuai oleh Bdn. Evi Wahyuntari, S.ST., M.Keb., memberikan materi tentang pencegahan stunting, pengukuran tinggi badan dan berat badan, serta penggunaan aplikasi WHO Antro untuk menganalisis status gizi anak.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru TK ABA dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan sekolah. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, mereka dapat melakukan deteksi dini anak stunting dan memberikan intervensi yang tepat,” ujar Evi.

Dalam pelatihan tersebut, para guru tidak hanya diberikan materi teori, tetapi juga praktik langsung dalam melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan anak serta menganalisis hasil pengukuran menggunakan aplikasi WHO Antro. Selain itu, para guru juga dilatih untuk melakukan konseling gizi kepada orang tua anak yang mengalami masalah gizi.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari UNISA Yogyakarta yang telah memberikan pelatihan ini. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai guru TK dalam upaya pencegahan stunting,” ungkap salah seorang peserta pelatihan.

Langkah Selanjutnya

Setelah pelatihan, tim pengabdian masyarakat UNISA Yogyakarta akan melakukan pendampingan kepada guru TK ABA dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh. Pendampingan ini akan dilakukan melalui kunjungan ke sekolah-sekolah TK ABA untuk memantau pelaksanaan program pencegahan stunting dan memberikan bantuan teknis jika diperlukan.

Wujudkan Aksi

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta selenggarakan Unisa Green Day’s (UGD) wujudkan aksi cinta terhadap lingkungan dengan dihadiri oleh Bupati Sleman yang diwakilkan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah istimewa Yogyakarta, Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta beserta jajaran, dan 200 peserta dari berbagai provinsi seluruh Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan secara Hybrid di Hall Bararah Baried Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dan Zoom Meeting pada Ahad (11/08).

Unisa Green Day’s ini merupakan salah satu bentuk cinta dan kepedulian kita terhadap lingkungan. Tak hanya itu, UGD yang kami selenggarakan ini juga sebagai wujud dari Green Campus Unisa.” Ujar Febi Meito Lauhanda selaku Ketua Panitia penyelenggara Unisa Green Day’s.

Beberapa agenda dalam Unisa Green Day’s diantaranya penyelenggaraan Lomba Nasional, Seminar Nasional, dan Social Movement Colaboration dengan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)pengumpulan limbah kertas, serta penanaman bibit sebagai bentuk pelestarian lingkungan yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.

Esa Jongko Budi Angkoso, Presiden Mahasiswa UNISA mengungkapkan, “Dengan ini UNISA Yogyakarta, berkomitmen untuk terus mengembangkan praktik ramah lingkungan guna memberikan kontribusi positif bagi lingkungan untuk Indonesia berkelanjutan,” pungkas Esa.

Dalam wujudkan aksi cinta lingkungan yang merupakan kegiatan yang diselenggarakan BEM KM UNISA ini juga menuai pujian dari Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta saat memberikan sambutan dan membuka acara Unisa Green Day’s, “Di bawah naungan Presiden Mahasiswa Unisa dan tim penyelenggara dari panitia, membentuk acara yang sangat luar biasa ini merupakan salah satu langkah awal dalam pembangunan lingkungan menuju Indonesia Emas,” ujar Prof. Dr. Mufdlilah, S.SiT., M.Sc., dengan seyuman bangganya.

Tanam bibit

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Dalam rangkaian acara Unisa Green Day’s, BEM-KM berhasil menjalin kolaborasi yang kuat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman. Kerja sama ini ditandai dengan pemberian sebanyak 30 bibit tanaman berbagai jenis yang akan mempercantik kampus dan mendukung upaya pelestarian lingkungan, Rabu (14/08).

Dalam kunjungan ke kantor Dinas Lingkungan Hidup Sleman Annisa Ul Mardhiyah, Menteri Sosial dan Masyarakat BEM-KM UNISA Yogyakarta, mengungkapkan bahwa antusiasme civitas akademika terhadap Unisa Green Day’s sangat tinggi. Selain pengumpulan dan pengelolaan limbah kertas dan plastik, acara ini juga diisi dengan kegiatan penanaman bibit pohon.

“Unisa Green Day’s adalah bukti nyata komitmen kami untuk mewujudkan UNISA sebagai kampus hijau,” tegas Annisa.

Esa Jongko Budi Angkoso, Presiden Mahasiswa UNISA, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari upaya berkelanjutan UNISA dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih ramah dan berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi dengan DLH Sleman dapat terus terjalin dan menginspirasi kampus-kampus lain untuk turut serta dalam menjaga lingkungan,” ujar Esa.

Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan DLH Sleman, Ibu Eni Yuliani, menyambut positif inisiatif BEM-KM UNISA.

“Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Kami sangat mengapresiasi semangat mereka untuk berkontribusi,” ungkap Eni.

Eco Enzyme

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dalam upaya mewujudkan kampus hijau dan berkelanjutan ikut berpartisipasi dalam kegiatan Festival Eco Enzyme 2024, yang merupakan salah satu agenda dalam memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori “Penuangan Cairan Eco Enzyme Oleh Perguruan Tinggi Terbanyak di Indonesia”, kegiatan ini digelar di depan halaman Fakultas Kedokteran UNISA, Senin (12/08).

Eco Enzyme sendiri merupakan produk fermentasi dari limbah organik dapur seperti sisa buah dan sayuran yang memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai pupuk organik, pembersih alami, dan pengurai limbah organik. Dengan memanfaatkan eco enzyme, UNISA Yogyakarta turut berkontribusi dalam mengurangi timbunan sampah organik dan menjaga kelestarian lingkungan.

Rektor UNISA Yogyakarta Dr. Warsiti, S.Kp.,M.Kep., Sp.Mat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas mengejar rekor, tetapi juga merupakan bentuk komitmen UNISA untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

 “Darurat sampah menjadi masalah serius di Yogyakarta. Melalui Festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa UNISA serius dalam mengatasi masalah lingkungan dan mewujudkan kampus hijau,” ujarnya.

UNISA dan Komitmen Kampus Hijau

Kegiatan ini sejalan dengan upaya UNISA dalam meraih peringkat yang lebih baik dalam UI GreenMetric World University Rankings. UI GreenMetric merupakan sebuah pemeringkatan perguruan tinggi di dunia berdasarkan kinerja lingkungannya. Dengan berbagai inisiatif seperti ini, UNISA terus berupaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan kampus dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.