Sebanyak 4 mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mengikuti International Summer School di Tokushima University Jepang. Mereka berada di Jepang selama kurang lebih 5 hari (5-9 agustus 2013).

Dijelaskan oleh Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp.,M.Kep., Sp.Mat, saat pelepasan mahasiswa, bahwa kegiatan ini diikuti oleh STIKES ‘Aisyiyah untuk kedua kalinya. Tahun 2012 hanya mengirim 2 orang dan sekarang bisa mengikutsertakan 4 mahasisawa. Mahasiswa tersebut terdiri dari 2 mahasiswa program studi ilmu keperawatan S1, 1 mahasiswa program studi kebidanan D3 dan 1 mahasiswa program studi fisioterapi S1.

Lebih lanjut Warsiti menekankan agar para duta STIKES ‘Aisyiyah ini mampu mengembangkan kerjasama dengan peserta lain dari beberapa negara dan jalin hubungan positif sebanyak-banyaknya. Agar menambah wawasan dan dapat ditularkan kepada teman-teman di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Di Tokushima Jepang para mahasiswa akan melaksanakan beberapa kegiatan antara lain Laboratory Tour, Japanese Lectures, Japanese Culture Experience, Summer Program Sosial Event dan Tokushima Culture Experience.

 

Saya bangga dengan ‘Aisyiyah, organisasi perempuan bisa berbuat sebanyak ini. Memiliki amal usaha pendidikan (STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta) yang begitu besar. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Dr. Dewi Motik Pramono, M.Si saat mengunjungi STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (19/7).

Lebih lanjut dewi menjelaskan bahwa KOWANI bisa ikut membantu dalam hal mengajar tema kewirausahaan dan leadership. Menurutnya kewirausahaan bisa melekat disemua bidang ilmu. Profesi bidan, perawat maupun fisioterapi bisa sukses salah satunya dengan berwirausaha.

Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat dalam sambutannya mengatakan bahwa STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta ini merupakan pilot project dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, yang saat ini memiliki 4 program studi yaitu Ilmu keperawatan S1, Kebidanan D3, Bidan Pendidik D4 dan Fisioterapi S1. Dan dalam waktu dekat akan membuka program Studi S2 Kebidanan. Program ini sudah mendapat izin penugasan pembukaan dari Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI.

Sementara itu Ketua umum PP ‘Aisyiyah, Dra Noordjanah Djohantini, MM., M.Si menjelaskan bahwa STIKES ‘Aisyiyah akan membangun lagi kurang lebih 10 hektar, hal ini dalam rangka persiapan untuk menuju universitas ‘Aisyiyah.

Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi dan mengunjungi kuliner Ramadhan di Kauman Yogyakarta.

Data kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat menjadi 18,718% (data 2012). Kekerasan tersebut berupa kekerasan fisik, seksual dan psikologis. Hal tersebut di paparkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Linda Amalia Sari Gumelar, saat menjadi pembicara kunci (keynote speech) pengajian ramadlan 1434 H Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, di Kampus Terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (14/7).

Lebih lanjut Linda menjelaskan penyebab terjadinya kekerasan antara lain nilai-nilai sosial budaya yang ada masih kental dengan budaya patriarki, ketimpangan relasi antara yang kuat dengan yang lemah serta pemahaman yang keliru tentang makna kekerasan.

Beliau juga menyoroti tindak kekerasan dari perspektif Islam dimana kekerasan merupakan tindakan melanggar syariat Islam dan termasuk dalam kategori kejahatan. Islam tidak pernah membenarkan kekerasan karena Islam megandung nilai-nilai perdamian, kesantunan, keadilan, penghargaan kepada sesama, kesetraan dan kemanusiaan.

Harapannya kepada ‘Aisyiyah agar ikut berperan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan. Melakukan transformasi kader dan budaya serta paradigma untuk meminimalisir adanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Memyebarluaskan pemahaman ajaran Islam yang santun, saling menghargai antar sesama. Berkontribusi dalam penciptaan keluarga dan masyarakat yang cinta damai dan cinta sesama.

Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bekerjasama dengan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar Pengajian Ramadlan 1434 H, Minggu (14/7). Bertemakan ”Praksis Islam Nirkekerasan dalam Gerakan Dakwah ‘Aisyiyah” dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai Islam Nirkekerasan dan aktualisasinya dalam dakwah perspektif tarjih dan sosiologi.

Menurut Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta , Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat, kegiatan ini juga dalam rangka milad ke 50 th STIKES ‘Aisyiyah. Dan tema ini dalam rangka menuju target MDGS, dimana salah satunya adalah mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Lebih lanjut Warsiti menyampaikan bahwa pada bulan Juli ini STIKES ‘Aisyiyah menerima amanah penugasan pembukaan S2 Kebidanan, dan ini merupakan bukti nyata ‘Aisyiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Dra. Siti Noordjannah, MM., M.Si menegaskan, sesungguhnya selama ini Islam telah memberikan banyak pandangan mengenai perdamaian, yang tentu saja kelembutan adalah bagian dari cara untuk mencapai tujuan. Banyaknya aksi kekerasan dimasyarakat menurut Siti Noordjannah, dimulai dari fisik, psikologis, social, bahkan seksual, telah menjadi keprihatinan ‘Aisyiyah yang selama ini memang concern pada permasalahan – permasalahan tersebut, terutama yang terjadi pada perempuan. “Untuk itu dalam Pengajian Ramadhan ‘Aisyiyah ini kita akan mengupas tuntas landasan Teologis bahwa Islam adalah agama perdamaian, serta memberikan gambaran-gambaran bentuk kekerasan yang ada di sekitar kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut menurut Siti Noordjannah, ‘Aisyiyah Selama ini telah secara terus menerus memberikan ciri dakwah yang lembut, ikhlas, dan penuh kerahmatan. “Sudah menjadi strategi dakwah ‘Aisyiyah yang Bil-Hikmah yang berarti nirkekerasan dan memberi kemanfaatan bagi semuanya,” jelasnya. Rencananya Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah akan berlangsung sampai Senin 15 Juli 2013, dengan menghadirkan berbagai narasumber dari ulama Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah, serta kalangan akademisi. Menteri Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia hari ini juga dijadwalkan memberikan materinya dalam Pengajian Ramadhan ‘Aisyiyah dengan tema Kebijakan Pemerintah Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan.

Dalam pengajian ini turut di hadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Linda Gumelar, S.Ip sebagai pembicara kunci.

 

 

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mendapat surat penugasan pembukaan prodi baru S2 Kebidanan. Surat ini diserahkan langsung Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso kepada Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, di Kampus Terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jumat(5/7)

Penyerahan di lakukan bersamaan dengan ceramah dan dialog ilmiah dengan tema “Membangun Pendidikan Tinggi Kesehatan yang unggul di kampus terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Ring Road Barat Sleman Yogyakarta. Pendidikan S2 diharapkan bisa membuat perguruan tinggi ini lebih dinamis.

Menurut Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp. Mat, bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian milad ke-50th STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, yang merupakan upaya untuk mewujudkan konsep pendidikan tinggi yang unggul.

Menurut  Dirjen Dikti, Prof. Djoko Santoso, M.Sc, saat ini di Indonesia ada sekitar 3000 perguruan tinggi. Sebanyak 165 perguruan tinggi di Indonesia adalah dari Muhammadiyah/’Aisyiyah. Hal ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah/’Aisyiyah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak pernah berhenti. Dan dalam perjalanannya STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta diberi surat penugasan pembukaan  prodi baru S2 Kebidanan. Hal ini merupakan suatu prestasi bagi STIKES ‘Aisyiyah sebagi perguruan tinggi swasta pertama  membuka prodi tersebut.

Pada ceramah ilmiah ini, Djoko Santoso menjelaskan mengenai landasan hukum pendidikan tinggi, peraturan perundang-undangan dalam penyelenggaraan pendidikan yang harus dicermati oleh setiap penyelenggara pendidikan.