Visi STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan terbaik di Indonesia tahun 2016, merupakan sesuatu yang harus diraih. Menuju ke arah tersebut tentunya perlu pembenahan dan ketertiban dalam sistem bekerja. Salah satunya dengan adanya Audit Mutu Internal (AMI). Dengan Audit Mutu Internal (AMI) Periode Maret 2013 STIKES ‘Aisyiyah siap menuju sertifikasi ISO 9001:2008.

AMI dibuka oleh Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, di kampus terpadu (15/3). Dalam pembukaan tersebut ketua STIKES ‘Aisyiyah, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat, mejelaskan bahwa AMI suatu syarat yang harus dipenuhi institusi pendidikan sbg bentuk refleksi diri, sebagai cara strategis mencapai visi misi, yg dituangkan dalam manual mutu. AMI bisa menyediakan sebuah perangkat untuk mendapat bukti nyata. Warsiti berpesan bahwa AMI ini jangan dijadikan sebagai momok, mohon untuk dipahami, AMI merupakan suatu upaya untuk evaluasi diri kita. Hanya evaluasi diri dilakukan terstruktur untuk mencapai visi kita.

Menurut Kepala BPM UAD, Ibu Listiatie menjelaskan bahwa AMI untuk mendeteksi kekurangan. Fokus untuk meraih kepuasan melayani pelanggan, mahasiswa, ortu mahasiswa, pengguna lulusan. Mulai hari ini punya komitmen layanan kepada mahasiswa menjadi indikator pencapaian visi.

Kegiatan AMI digelar mulai 18-23 Maret 2013. Unit yang menjadi auditee sejumlah 17 unit.

Himpunan Mahaiswa Kebidanan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta  (24/03) mengadakan seminar yang menghadirkan 4 orang pembicara ( dr. Ryan Thamrin, Ali Imron, M.Fis, Piyiwai Ganap, Sp.OG., Ulti D, M.Kep., Sp.Mat) sesuai dengan tema seminar nasional  ”Yoga Untuk Kesejahteraan Wanita Hail”. Beliau -beliau ini memaparkan materi-materi yang berkaitan sesuai dengan profesinya , karena peserta yang hadir ini tenaga kesehatan yang bervariasi. “Peserta pada seminar nasional kali ini sengaja mengundang mahasiswa kesehatan mulai dari Dokter, Bidan, Perawat, Ahli Gizi dan Fisioterapi”, ujar Viky Kharisma seusai memberikan sambutan ketua panitia.

Kesuksesan acara ini juga tak lepas dari bantuan pihak institusi yang selalu memberikan dukungan. Acara seminar ini merupakan kelanjutan dari acara Milad STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta yang ke 50 setelah sebelumnya banyak sekali acara yang diadakan institusi untuk memeriahkan acara tersebut. Dra. Ummu Hani selaku Wakil ketua III Bidang Kemahasiswaan menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk kelanjutan dari acara Milad ‘Aisyiyah yang ke 50 terbilang sukses karena ini merupakan kali pertama Himabida mapu menyelenggarakan acara seminar seperti ini. Umu juga menyampaikan beberapa hal diantaranya manfaat tema seinar bagi calon-calon tenaga kesehatan yang akan datang.

Salah satu pembicara, Ali Imron, M.Fis juga menyampaikan bahwa panitia pintar sekali mengambil tema yoga pada acara seminar ini karena selain baru ngetrend, yoga ini juga bisa dipelajari oleh macam-macam profesi.

Acara yang diselenggarakan di Sportorium UMY tersebut terlihat megah dengan design ruangan yang minimalis dan elegan mampu menarik perhatian para peserta yang kebanyakan dari luar kota. Seminar ini diikuti oleh 840 peserta baik umum maupun mahasiswa.

Alasan mahasiswa mengikuti semniar nasional ini cukup beragam. Mahasiswa dari Purworejo menyampaikan bahwa tema acara seminar ini cukup menarok karena baru-baru ini yoga merupakan salah satu bentu pelayanan yang banyak digemari oleh wanita hamil.

Dari seluruh panitia mengucapkan terima kasih kepada para pembicara yang telah hadir memberikan materi yang sangat luar biasa, kepda moderator, para peserta diberbagai wilayah, para sponsor dan khususnya STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta atas dukungannya sehingga acara seinar ini sangat meriah sekali. Panitia berharap untuk selanjutnya acara seminar ini dapat diselenggarakan lagi dengan tema dan acara yang lebih luar biasa lagi. (Himabida)

Dalam rangka memperingati hari lahir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang ke-49 dan menyongsong ulang tahun emas (50 tahun) Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta, IMM komisariat Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta insya Allah akan mengadakan suatu kegiatan berupa pojok motivasi yang mengundang Andi Arsyil sebagai motivator. Tujuan acara ini adalah agar dapat menambah dan memunculkan lagi semangat atau motivasi bagi diri sendiri yang berawal dari mimpi.

Sifat kegiatan: Terbuka Untuk Umum

Hari : Ahad
Tanggal : 7 April 2013
Tempat

: Hall 4, lantai 4 kampus  Terpadu Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta

  Jalan Ring Road Barat No 63 Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman

Pemateri : Andi Arsyil Rahman Putra
Peserta : Kader IMM Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta, kader IMM A.R. Fachruddin dan terbuka untuk umum

Sebanyak empat belas mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah (STIKES) Yogyakarta mengikuti Training   di Taiwan International Healthcare Training Center (TIHTC), Taipei Hospital Departement Of Health Taiwan, ROC. Mereka dijadwalkan mengikuti pelatihan selama 1 bulan. Term I (1-30 Maret), Term II (1-30 April), Term III (1-30 Mei) . Sebelas mahasiswa tersebut terdiri dari mahasiswa keperawatan dan kebidanan.

Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, M.Kep.,Sp.Mat  menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu realisasi kerjasama antara STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dan Taiwan International Healthcare Training Center (TIHTC) yang telah disepakati tahun 2011 lalu.

Mahasiswa  mengikuti pelatihan ini  tujuannya untuk memperluas wawasan terkait perawatan di negara maju. Beberapa kegiatan yang diikuti antara lain mengikuti perkuliahan/kelas tentang keperawatan, kunjungan ke beberapa sektor kesehatan di Taiwan, culture tour dan final presentation. Materi Pelatihan untuk keperawatan memfokuskan pada materi Surgical Nursing, Nursing Emergency Management (NEMS), General Ward. Sedangkan Kebidanan memfokuskan pada Perinatal Care dan diberi kesempatan untuk praktik di Rumah Sakit atau klinik kebidanan selama 1 minggu.

Warsiti mengharapkan, mahasiswa yang menjadi delegasi ke Taiwan ini mampu membawa nama baik kampus dan menjalin networking dengan mahasiswa dari negara lain. Sehingga dapat bertukar mengenai gambaran, pengalaman dari negara lain baik budaya dan bidang kesehatan.  Selain itu ketika kembali ke STIKES ‘Aisyiyah, mampu memberikan warna positif bagi teman-teman lainnya.

“Sebagai perawat dan bidan tidak hanya melakukan hal-hal yang sifatnya rutinitas saja namun di landasi asuhan keperawatan dengan kemampuan berpikir kritis,” tuturnya menutup pertemuan dengan mahasiswa.

 

Rumah Sakit Permata Cibubur menggelar perekrutan tenaga bidan dan perawat bagi alumni STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. Kegiatan yang digelar pada Rabu (22/2) di kampus STIKES ‘Aisyiyah ini merupakan realisasi dari perjanjian kerjasama STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan RS Permata Cibubur tentang pemberdayaan alumni dan penyaluran alumni.

Ketua STIKES ‘Aisyiyah, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.Sp.Mat., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi para alumni sehingga harapannya kegiatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Dalam proses pembelajaran para alumni ini sudah dibekali aspek soft skill antara lain mengenai berhubungan dengan klien (pasien), tim kesehatan lain dan pimpinan. Warsiti berharap, kegiatan ini bisa menjadi awal kerjasama dan mampu memberikan warna yang baik untuk RS Permata Cibubur. Dan para alumni mampu mengembangkan diri dan mengimplementasikan skill sesuai profesi masing-masing.

Kegiatan ini diikuti oleh 27 Lulusan STIKES ‘Aisyiyah yang terdiri dari Program Studi Kebidanan D3 (15 alumni) dan Program Studi Ilmu Keperawatan S1 (12 alumni). Tes seleksi meliputi tes tertulis, psikotes, wawancara dan praktik.