Studium Generale STIKES ‘Aisyiyah Hadirkan Guru Besar Universitas Terusan Zues Mesir

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta melangsungkan studium generale pada Rabu, (14/03). Studium general yang dilangsungkan di Aula STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tersebut mengambil tema “Da’wah Melalui Profesi Kesehatan Sebagai Peluang dan Tantangan Kerja di Timur Tengah”.Turut hadir dalam acara tersebut Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Prof. DR., Sangidu, M.Hum, dalam sambutannya mengatakan bahwa kualitas dan keramahan SDM Kesehatan dari Indonesia lebih baik dari negara lain. Lebih lanjut beliau menganjurkan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta untuk mengirim mahasiswanya pelatihan bahasa Arab ke Universitas Terusan Zues Kairo selama 1 bulan, sebelum bekerja di sektor-sektor kesehatan wilayah Timur Tengah. Manfaat yang didapat dari pelatihan ini, mahasiswa cepat bisa berbahasa arab dengan baik karena pembelajaran di lakukan di kelas dan praktik langsung di Rumah Sakit dan bertempat tinggal di rumah-rumah guru besar universitas Terusan Zues yang telah pensiun.

Studium Generale kali ini menghadirkan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Terusan Zues, Prof. DR. Mohamed Mohamed Emam Dawood. Kedatangannya di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta ini merupakan langkah perintisan kerjasama antara STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan Fakultas Kedokteran Universitas Terusan Zues. ”Sesungguhnya Al Qur’an menyebutkan bahwa profesi kesehatan adalah jalan menuju surga Allah dan memupuk amal kebaikan”, ungkapnya saat membuka studium generale ini. Dalam prakteknya, baik bidan maupun perawat hendaknya selalu menanamkan keihklasan, ketika bekerja anggaplah selalu bersama Allah SWT, karena kesembuhan hanya milik Allah SWT dan manusia hanya perantara saja.

Mohamed menambahkan, profesi kesehatan bisa menjadi dai yang handal. Misalnya dengan memberi motivasi atau sugesti kepada pasien, memberikan harapan kesembuhan dengan menyatakan bahwa banyak yang sembuh karena Allah. Mendorong para pasien agar bersabar karena sebenarnya rasa sakit adalah nikmat dan sesungguhnya cabaan rasa sakit itu ada hikmahnya yaitu Allah akan menghapus dosa-dosanya secara bertahap.

Peran penting lainnya sebagai tenaga kesehatan (khususnya bidan, perawat, fisiotrapis) adalah bagaimana memberikan bimbingan kepada pasien untuk memanfaatkan waktu kosongnya yaitu dengan berdzikir sehingga mendapat pahala dari Allah. Menyampaikan kepada setiap pasien untuk membantu profesinya (kesehatan) dengan doa agar dapat melaksanakan tugas sebagai tenaga kesehatan dengan baik karena orang sakit adalah tamu Allah atau lebih dekat dengan Allah. Bila bertemu dengan pasien yang sakit parah dan pesimis berumur panjang maka hendaknya menyampaikan bahwa dunia bukan segalanya masih ada kehidupan yang lebih indah yaitu di surga Allah.

Dalam pemaparannya yang diikuti oleh 200 mahasiswa ini, Mohamed merinci bahwa kesuksesan seorang ahli kesehatan dipengaruhi oleh 2 hal, pertama adalah keimanan, doa, kekuatan dari Allah, dan kedua adalah kekuatan ilmu, profesional di bidangnya. Misalnya rajin mengikuti pelatihan atau apapun yang bermanfaat untuk memperdalam ilmu sesuai profesi masing-masing dalam hal ini kesehatan.

Bertambah satu lagi prestasi yang diukir mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. Fani Khoerunisa (Bidan Pendidik DIV) dan Yuke Mazdif (Ilmu Keperawatan S1) berhasil menjadi juara II Pemilihan Duta Mahasiswa GenRe (Generasi Berencana) Tingkat Provinsi Tahun 2012. Mereka adalah anggota PIK-KRRKS Annisaul Qawwiyah STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. Acara pemilihan yang digelar oleh BKKBN Prop. DIY, pada Minggu (8/4) diikuti oleh 10 perguruan tinggi di propinsi DIY.

Sesuai surat dari BKKBN Propinsi DIY kepada perguruan tinggi, menjelaskan bahwa acara ini digelar dalam rangka meningkatkan pengembangan dan promosi PIK mahasiswa, maka diperlukan figur motivator dari kalangan mahasiswa, sesuai prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa. Dengan peran duta mahasiswa diharapkan sosialisasi program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) di lingkungan kampus lebih efektif. Selain itu untuk membantu sosialisasi Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) secara umum. Para duta disiapkan untuk menjadi model, contoh dan teladan bagi teman mahasiswa sebayanya dan menyiapkan mahasiswa yang berperilaku sehat dan berakhlak.

Salah satu kriteria duta mahasiswa GenRe adalah memiliki pengetahuan dan wawasan yang baik tentang 8 fungsi keluarga, pendewasaan usia perkawinan (PUP), triad KRR (Seksualitas, Napza, HIV dan AIDS), ketrampilan hidup (Life Skill), isu-isu kependudukan di Indonesia, mekanisme pengelolaan PIK mahasiswa, memahami adat dan budaya daerah, pengetahuan umum yang aktual dan menguasai bahasa inggris.

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) ‘Aisyiyah Yogyakarta kembali mengukir prestasi. Kali ini berhasil menjadi Juara III dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Kebidanan yang diselenggarakan oleh Poltekes Kemenkes. Lomba yang digelar pada Sabtu (31/3) diselenggarakan dalam rangka Dies Natalies Poltekes Kemenkes Yogyakarta ke XI dan Peringatan Hari Kartini.

LCC ini dihadiri oleh 11 Institusi Kebidanan se-Yogyakarta dan peserta lomba berjumlah 21 tim. STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mengirimkan 3 (tiga) tim dan saatu tim yang berhasil masuk ke babak final. Tim STIKES ‘Aisyiyah yang mampu menembus babak final terdiri dari 3 mahasiswa kebidanan yaitu Shofia Rosyida (D3 Bidan 4B), Novita Nilamsari (D3 Bidan 4B) dan Resti Nur Amalia (D3 Bidan 2A) menjadi regu B.

Final berlangsung dari pukul 10.30 – 12.00 WIB di auditorium Poltekes Jurusan Kebidanan. Beberapa materi yang diujikan anatara lain Asuhan Kebidanan (ASKEB) I-IV, KB dan Kesehatan Reproduksi, metode penelitian, anatomi fisiologi, Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK), konsep kebidanan, ilmu kesehatan masayarakat, epidemiologi, ilmu kesehatan anak, askeb neonatus bayi dan balita, promosi kesehatan, dokumen kebidanan, medical science, farmakologi, kegawat daruratan obstetri. Tim mahasiswa mengucap syukur kepada Allah SWT atas limpahan kejuaraan dan yang telah berjuang demi nama baik Almamater. Semoga kedepannya prestasi yang diraih semakin meningkat dan semakin banyak prestasi yang diperoleh di bidang lain. Maju terus!

Kompetisi Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia sangat luar biasa. Bila sesama perguruan tinggi ‘Asiyiyah dapat bersinergi maka dapat dipastikan bisa memenangkan persaingan, ada kewajiban perguruan tinggi yang lebih membantu kepada perguruan tinggi yang kurang. Bagi Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, amal usaha perguruan tinggi ‘Aisyiyah ini menjadi branding ‘Aisyiyah. Hal tersebut di sampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sekaligus Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Dra. Siti Noordjanah Djohantini,M.Si.,MM saat memberikan sambutan penerimaan kunjungan Akbid ‘Asiyiyah Banten di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Kamis (5/4).

Lebih lanjut Noordjanah menjelaskan, dahulu image ‘Aisyiyah hanya mampu membentuk Taman Kanak-Kanak saja, namun seiring perkembangan jaman, tumbuh dan berkembang pendidikan tinggi ‘Aisyiyah. Pendidikan Tinggi ‘Aisyiyah ini diharapkan mampu bertahan dan berkembang seiring perubahan regulasi pemerintah. Maka dari itu sangat baik sekali dengan adanya kunjungan atau silaturahmi ini karena ada banyak hal yang bisa dilakukan anatara lain saling bertukar informasi, merintis kerjasama dan saling melengkapi.

Pengurus Badan Pelaksana Harian Akbid ‘Aisyiyah Banten, Hj. Dra. Ima Ni’mah, M.Pd dalam sambutannya mengemukakan bahwa kunjungan ini dilakukan karena masih banyak hal yang perlu dipelajari dari STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dan kecintaannya terhadap keberlangsungan perguruan tinggi ‘Aisyiyah. Beberapa hal yang didiskusikan pada acara tersebut anatara lain sistem pengelolaan keuangan, perkerutan dosen dan karyawan, administrasi dan organisasi BPH, pengembanagna kampus, pengelolaan asset kampus.

Mahasiswa Profesi Ners STIKES Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan bakti sosial di desa Kaligatuk Srimulyo Piyungan Bantul, Selasa (6/4). Bakti Sosial ini dalam rangka praktik komunitas profesi ners dengan tema “Bersama Kita Wujudkan Masyarakat Sehat.

Panitia bakti sosial Agus Susanto, S.Kep., menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai tindak lanjut kajian komunitas selama minggu-minggu awal praktik komunitas di Kaligatuk dan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial kepada masyarakat. STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta senantiasa ingin memajukan, mengembangkan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bakti Sosial ini menggelar tiga kegiatan besar yaitu pengobatan gratis, donor darah dan lomba balita sehat.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, pengobatan gratis digelar karena berdasarkan kajian yang dilakukan bahwa desa Kaligatuk dusun terluas dan tepadat di kabupaten bantul namun sangat jauh dengan akses pelayanan kesehatan sehingga banyak masayarakat yang sakit kurang tersentuh karena kurang kesadaran masyarakat dan minimnya fasilitas, yang ada ditempat tersebut hanya posyandu lansia. Sedangkan lomba balita sehat digelar karena untuk meningkatkan motivasi memelihara kesehatan balita. Berdasarkan data 3 bulan terakhir bahwa dari 106 balita hanya 1 yang gizi buruk. Selama di pengkajian kami dan mengikuti tritmen selama 1 bulan sudah teratasi, kini semua balita sehat tidak ada yang dibawah garis merah/gizi buruk. Target lomba balita sehat adalah 50 orang dengan kategori 1-3 th dan 4-5 tahun, namun ternyata masyarakat sangat antusias yang mengikuti melebihi target sebanyak 85 orang. Dan untuk donor darah mentargetkan 20 orang dan yang hadir 24 orang dengan mendapatkan darah 14 kantong.

Agus menambahkan, tindak lanjut dari kegiatan komunitas profesi ners ada 2 yang disiapkan yaitu untuk lansia dan remaja. Kami membekali kader posyandu lansia dengan pelatihan pengukuran tekanan darah, sehingga diharapkan setelah praktik komunitas ini masyarakat bisa mandiri mengontrol kesehatannya. Dan untuk remaja kami bekerjasama dengan karang taruna Srimulyo unit Kaligatuk membentuk suatu tim yanga nantinya mampu mensosialisasikan tentang kesehatan reproduksi, narkoba dan pergaulan bebas. Kegiatan bakti sosial ini bekerjasma dengan rumah sakit Nur Hidayah, dan PMI Bantul.Harapannya, masyarakat bisa sadar dengan kesehatan di lingkungannya terutama keluarga, dan masyarakat disekitarnya.sehingga derajat kesehatan masyarakat kaligatuk meningkat.