STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menerima kunjungan dari Jepang, Sabtu (24/3). Kunjungan ini merupakan proses pengenalan STIKES ‘Aisyiyah untuk perintisan beberapa kerjasama.

Bertempat di Ruang pertemuan, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta memaparkan sekilas mengenai profil institusi. Ery Khusnal, MNS selaku Pelaksana Harian Ketua menerima kunjungan dan menjelaskan tentang visi, misi dan beberapa kerjasama yang telah dilakukan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan Perguruan Tinggi di Luar Negeri.

Melalui kunjungan ini diharapkan mampu terjalin sebuah kerjasama yang harmonis antara Indonesia-Jepang dan khususnya STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. Bentuk kerjasama yang diharapkan antara lain adanya studi lanjut untuk para dosen, penelitian, pelatihan untuk dosen dan mahasiswa dan sebagianya.

 

Sebanyak 20 mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mengikuti pelatihan jurnalistik pada Jumat (23/3). Pelatihan yang digagas oleh Tim Buletin Kampus Misi ini bertujuan untuk memberikan pembekalan bagi para mahasiswa tentang varian penulisan berita dan memotivasi mahasiswa untuk melestarikan budaya menulis.

Bertempat di Ruang Sidang Barat STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, pelatihan ini mengundang Redaktur Harian Jogja, Rochimawati. Dalam pemaparannya Rochimawati menjelaskan bahwa jangan takut memulai kegiatan menulis. Menulis memang membutuhkan banyak perbendaharaan kata dan kemampuan untuk menggali dan mengungkap suatu peristiwa. Kemampuan tersebut bisa diasah dengan cara telaten/sering melakukan aktivitas menulis.

Lebih lanjut Rochimawati menjelaskan bahwa menerbitkan suatu media baik dalam bentuk surat kabar, tabloid, buletin harus memperhatikan segmentasi pembaca, bentuk penulisan dan tema setiap edisinya. Masing-masing media juga memiliki bentuk penulisan yang berbeda-beda. Misalnya dalam bentuk buletin, isi berita atau tulisannya lebih soft dibandingkan dengan koran harian. “Berita-berita dalam buletin sifatnya lebih jangka panjang, kapan saja di baca tidak basi”, tuturnya. Dia menegaskan bahwa berita dalam buletin lebih baik memiliki sifat memotivasi, menginspirasi, mengingatkan dan sebagainya.

Cara menulis features juga dijelaskan olehnya. Menulis features seperti halnya meniulis karya nonfiksi lainnya, seperti artikel, esai, laporan penelitian dan sebagainya. Features tetap ditulis dengan menggunakan data atau referensi. Namun, penulisannya sangat berbeda dengan berita haerd news di surat kabar. Kekhasan features terletak pada empat point yaitu kreativitas ( dalam hal menciptakannya), informatif (dalam hal isinya), menghibur (dalam hal gaya penulisannya) dan boleh subjektif (dalam hal cara penuturannya).

 

Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta melangsungkan studium generale bagi mahasiswa semester II dan IV pada Rabu, (14/03). Studium generale yang dilangsungkan di Aula STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tersebut mengambil tema “Prospek Profesi Keperawatan”.

Ketua Program Studi Ilmu Kepearawtan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Ery Khusnal,MNS mengatakan bahwa menjadi perawat hendaknya adalah menjadi perawat yang berilmu karena berilmu adalah ciri orang yang beramal. Perawat yang memiliki ilmu dan perawat yang tidak berilmu pastinya akan berbeda nilainya dihadapan Allah. Maka dari itu untuk menambah ilmu mahasiswa keperawatan digelar kegiatan ini.

Studium generale kali ini menghadirkan Profesor Keperawatan di Indonesia, Prof. Achir Yani S Hamid, D.N.Sc. Beliau pernah menjabat sebagai ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pusat selama 2 periode. Saat memberika pemaparan beliau menjelaskan bahwa perlu bangga berprofesi sebagai perawat. Profesi Keperawatan sudah diakui sehingga diakui pula kemandirian keilmuan keperawatan. Sebagai perawat tidak boleh berhenti hanya sampai strata satu saja melainkan harus lebih berkembang. “Saat ini sudah ada Doktor keperawatan, Guru Besar keperawatan”, tuturnya.

Achir menambahkan, dalam bekerja sebagai perawat ada pekerjaan yang harus kerjasama dengan profesi kesehatan lain dan ada pula yang dilakukan oleh perawat sendiri (otonom) yaitu yang berkaitan dengan 14 kebutuhan dasar manusia. Otonom maksudnya pengaturan diri sendiri sebagai profesi yang berdasarkan standar profesi  dan kode etik. Dahulu, dokter memberi order dan perawat menerima order kemudian menjalankannya, namun sekarang perawat bisa melakukan sendiri/memiliki inisiatif/wewenang. Misalnya pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan dan tritmen keperawatan. Contoh tritmen keperawatan antara lain mengurangi rasa cemas pasien, memberikan kebutuhan elektrolit cairan pada tubuh pasien dan sebagainya.

Achir juga memaparkan peluang kerja sebagai perawat terbuaka lebar baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa bentuk entrepreunership keperawatan antara lain praktek perawat mandiri, memiliki fasilitas pelayanan kesehatan (klinik kesehatan, nursing homes), memiliki unit manajemen home care, memiliki fasilitas penunjang pelayanan kesehatan (menyewakan fasilitas/alat kesehatan, seragam dan lainya), memiliki biro konsultasi, usaha jual beli produk, perawat memimpin unit rehabilitasi, pelayanan gawat darurat, klinik atau pelayanan hotline, perawat sebagai konsultan, perawat yang dikontrak untuk mengelola unit layanan publik. Diakhir pemaparan Achir berpesan, “orang akan lupa apa yang anda katakan, mereka tidak pernah lupa bagaimana membuat mereka merasakan”.

Sebanyak sebelas mahasiswa profesi ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah (STIKES) Yogyakarta mengikuti pelatihan di Taiwan International Medical Training Center (TIMTC) Taipei Hospital Departement of Health, Taiwan, R.O.C. Mereka dijadwalkan mengikuti pelatihan selama satu bulan. Tahap Satu (1-30 Maret ) dan tahap II (3 April -1Mei). Sebelas mahasiswa tersebut terdiri dari mahasiswa profesi ners dan program studi bidan pendidik DIV.

Ketua Program studi Ilmu Keperawatan, Ery Khusnal, MNS menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu realisasi kerjasama antara STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dan Taipei Hospital Departement of Health yang telah disepakati tahun 2011 lalu.

Mahasiswa ners mengikuti pelatihan di TIMTC tujuannya untuk memperluas wawasan terkait perawatan di negara maju. Beberapa topik pelatihan antara lain seperti perawatan luka dan sebagainya. Sedangkan mahasiswa program studi bidan pendidik akan mengikuti pelatihan spesialisasi neonatus (bayi baru lahir). Dalam pelatihan tersebut para mahasiswa diberi kesempatan untuk praktik klinik di Taipei Hospital Departement of Health, Taiwan, R.O.C.



Stikes ‘Aisyiyah merupakan salah satu bentuk amal usaha organisasi ‘Aisyiyah yang ditetapkan sebagai sekolah kader dan dikelola langsung oleh pimpinan pusat ‘Aisyiyah. Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Kesehatan unggulan, sebagai realisasi strategis dari visi dan misi ‘Aisyiyah. Adapun visi dari Perkderan mahasiswa di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta adalah menjadikan ajaran Islam sebagai sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan profesi dan kepribadian mahasiswa serta mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Misi perkaderan mahasiswa adalah Membina mahasiswa agar selalu beriman, bertakwa, berilmu dan berakhlak mulia serta menjadikan ajaran Islam dalam perspektif Muhammadiyah sebagai landasan berfikir dan berperilaku dalam pengembangan profesi. Membina mahasiswa menjadi kader Muhammadiyah ‘Aisyiyah

            Dalam upaya pencapaian visi dan misi tersebutlah maka STIKES ‘Aisyiyah melakukan perkaderan pada setiap semesternya. Perkaderan yang dilakukan ada yang berdiri sendiri berupa baitul arqam (BA) dan ada yang berupa mata kuliah Agama Islam Kemuhammadiyahan (AIK) yang harus ditempuh oleh mahasiswa. Baitul Arqam adalah salah satu bentuk/model perkaderan ‘Aisyiyah yang berorientasi pada pembinaan ideologi dan kepemimpinan untuk membentuk kesamaan dan kesatuan sikap, integritas, wawasan dan cara berpikir dan bertindak di kalangan pimpinan dan anggota, dalam mewujudkan visi dan misi ‘Aisyiyah.

Februari ini, STIKES ‘Aisyiyah telah melakukan kegiatan perkaderan bagi mahasiswa semester 1 (19/2) dalam bentuk Baitul Arqam Dasar dan mahasiswa semester 7 (24-25/2) dalam bentuk baitul arqam purna.   Baitul Arqam Dasar meliputi  pemahaman mahasiswa tentang pelaksanaan ibadah praktis, mahasiswa dapat melaksanakan ibadah sehari-hari sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah, pemahaman mahasiswa tentang Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah.

 Baitul Arqam Purna meliputi pemantapan ideologi Muhammadiyah/’Aisyiyah mahasiswa, pemantapan kesatuan sikap, integritas, wawasan, cara berfikir, dan bertindak dalam mengemban visi dan misi Muhammadiyah/ ‘Asiyiyah. Materi yang disampaikan pada kegiatan yang digelar di kampus STIKES ‘Aisyiyah ini merupakam materi yang telah disesuaikan dengan kurikulum PP’A Majelis Pembinaan Kader. (sin)