Dalam rangka menyemarakan Milad Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa Yogya) yang ke-32, Perpustakaan Unisa Yogya menyelenggarakan Library Festival. Salah satu kegiatannya adalah pameran buku dan poster karya civitas akademika Unisa Yogya. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yaitu Jumat-Sabtu, 26-27 Mei 2023. Bertempat di lobi lantai 1 Gedung Siti Moendjijah Unisa Yogyakarta, kegiatan ini berlangsung meriah. Civitas akademika dan Tendik Unisa Yogya sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Terbukti, sehari sebelum kegiatan dimulai sudah ada yang berkunjung dan mendokumentasikan kegiatan ini.

Ada 6 penerbit yang mendisplay buku dalam pameran kali ini. Ada penerbit Erlangga, Nuha Medika, Suara Muhammadiyah, EGC, DePublish, dan Raja Grafindo Persada sebagai mitra yang menjajakan pamerannya. Pameran buku ini sangat menarik, sebab pengunjung boleh mengusulkan buku yang disukai sebanyak-sebanyaknya, yang nanti akan menjadi koleksi Perpustakaan UNISA Yogyakarta. Lebih menariknya lagi, pengunjung boleh memilih buku yang disukai, perpustakaan yang membayarnya. Tujuan pameran buku ini untuk lebih mendekatkan pemakai dengan sumber bacaan yang diminati untuk lebih meningkatkan minat baca. Selain itu juga untuk meningkatkan atmosfir akademik di lingkungan Unisa Yogyakarta.

Selain pameran buku, juga digelar pameran poster dalam library festival. Poster yang dipamerkan merupakan karya mahasiswa Unisa Yogya terpilih pada ajang lomba poster perpustakaan tahun 2023. Ada 62 poster menarik dalam kegiatan ini. Poster-poster tersebut dipajang  dalam papan display sehingga terlihat estetik dan menarik. Tema poster yang dipamerkan di antaranya tentang gemar membaca, pemanfaatan layanan perpustakaan, kenyamanan di perpustakaan, akses e-resources, dan anti vandalism. Selain mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen turut mengunjungi serta mengabadikan kegiatan ini. Mereka berfoto bersama hingga membuat konten video dan menggunggahnya di media sosial. Pengunjung pameran berkesempatan mendapatkan kupon undian dan doorprize menarik yang disediakan oleh panitia. “Kegiatan ini diharapkan dapat menambah animo pemustaka dalam memanfaatkan layanan perpustakaan”, tutur Ibu Irkhamiyati, MIP., selaku Kepala Perpustakaan Unisa Yogya. Kegiatan serupa akan sering dilakukan untuk lebih memenuhi kebutuhan pemustaka Unisa Yogyakartadalam bidang literasi.

Peringati hari lanjut usia nasional ke-27 tanggal 29 mei 2023 dengan tema “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat” di manfaatkan Pimpinan Pusat Aisyiyah dengan menghadirkan Wakil Rektor 2 yang juga merupakan dosen  Ilmu Keperawatan Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Yuli  Isnaeni, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom.  Adapun topik yang diangkat adalah  “Dimensia dan Lansia” yang di laksanakan melalui siaran langsung di akun Instagram resmi @aisyiyahpusat, Senin (29/05).

Yuli menjelaskan bahwa demensia merupakan kondisi menurunnya cara berfikir dan daya ingat seseorang yang biasanya terjadi pada lansia diatas usia 60 tahun ke atas, kondisi ini pun dapat memengaruhi gaya hidup, aktivitas sehari-hari hingga kemampuan bersosialisasi penderitanya.

“Kalo di masyarakat lebih di kenal dengan pikun tapi rasanya kata tersebut kurang relevan lagi,” ungkap Yuli.

Lebih lanjut Yuli mengungkapkan perlu adanya 5 tugas peran keluarga dalam menghadapi demensia yakni pertama, mengenali masalah yang di alami oleh lansia sehingga perlu adanya pengetahuan untuk dapat memahami.

Kedua, mengambil keputusan untuk merawat dengan baik dan bermartabat; ketiga, merawat pasien demensia dengan keramahan di dalam keluarga untuk memulihkan daya ingat; keempat, mendampingi pasien demensia dalam bentuk pemeriksaan kesehatan dan  kelima, pemberian gizi yang seimbang  dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman.

“Berbakti terhadap  orang tua dalam Islam sering disebut birrul walidain dan hal ini sifatnya wajib,” tegas Yuli. Ia juga menambahkan, hal tersebut juga untuk merefleksikan makna di dalam surat Al-Isra ayat 28 “Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut,”

Rektor david

Yogyakarta, 20 Mei 2023. Program Studi D3 Radiologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta telah melaksanakan pelatihan peningkatan softskill bagi calon lulusan radiologi dengan bertandang ke PT. Philips Healthcare Indonesia pada tanggal 15 – 17 Mei 2023. Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini mengangkat tema “menghasilkan calon radiographer yang unggul” dimana tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan softskill mahasiswa di bidang pencitraan dan memberikan pemahaman tentang CT-Scan dan MRI baik teknik maupun citra. Kegiatan yang diprakarsai oleh Widya Mufida, S.Tr.Rad., M.Tr.ID., selaku penanggung jawab program KKL menyebutkan bahwa program ini diselenggarakan sebagai bentuk pelatihan simulasi dan praktik menggunakan workstation dengan belajar lansgung kepada sejumlah ahli di bidangnya di PT. Philips Healthcare Indonesia.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 88 Mahasiswa dan 6 Dosen program studi D3 Radiologi tersebut telah bertolak dari Sleman Yogyakarta [15/05/23, pukul 15.00] menuju Jakarta, dimana lokasi perusahaan yang bergerak di bidang inovasi dan teknologi kesehatan tersebut berdiri. Singkatnya, selepas rombongan tiba di lokasi perusahaan [16/05/23, pukul 09.00]. Kegiatan ini di sambut hangat oleh ibu Rositi selaku Clinical Application Manager PT. Philips Healthcare dan diikuti dengan ucapan terima kasih yang disampaikan oleh penanggung jawab rombongan, ibu Retno Wati, S.Tr.Rad., M.Biomedsc., sekaligus pemberian cenderamata.

Kegiatan ini tentunya bermaksud untuk menggali ilmu pengetahuan dan praktik secara langsung terkait pemenuhan kebutuhan CT-Scan dan MRI oleh masyarakat atau pasien Rumah Sakit pada kasus-kasus yang spesifik dan masuk dalam level kegawatdaruratan. Sehingga, para radiographer dituntut untuk menjawab tantangan dan keluhan yang dialami masyarakat atau pasien dalam pemanfaatan modalitas terhadap teknologi dan inovasi kesehatan terbarukan tersebut, dimana mampu melaksanakan penatalaksanaan radiografi dengan berbagai jenis modalitas. Hal inilah yang menjadikan CT-Scan dan MRI sebagai salah satu modalitas vital yang perlu dikuasai oleh calon radiografer, alhasil diagnose yang dihasilkan nantinya dapat dengan akurat dan optimal.

Selanjutnya, Dr. Ismarwati, S.ST., MPH selaku Wakil Dekan I FIKes menambahkan bahwa calon radiografer juga harus mampu menguasai softskill untuk post-processing pada CT-Scan dan MRI, pada akhirnya para calon radiografer dapat melakukan pengontrolan terhadap modalitas yang dimilikinya. Oleh karena itu, keterampilan yang mumpuni tersebut sangat diharapkan bagi lulusan D3 Radiologi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dimana mampu mengintegrasikan emergency imaging dengan nilai-nilai Islam. Hal ini tentu saja sejalan dengan Visi Keilmuan Program Studi D3 Radiologi yaitu “menjadi program studi yang unggul dalam bidang kegawatdaruratan berdasarkan nilai-nilai Islam berkemajuuan”.

Pelatihan yang dilaksanakan di jalan Cilandak Kota Jakarta Selatan ini berlangsung dengan antusiasme mahasiswa yang sangat tinggi dimana mereka mendapatkan kesempatan secara lansgung dari para pakar dibidangnya, selanjutnya kunjungan ini berakhir [16/05/23, pukul 16.30], kemudian rombongan bertolak untuk perjalanan menuju penginapan untuk berisirahat. Pada akhirnya, perjalanan bertolak kembali ke Sleman Yogyakarta dilaksanakan keesokan hari [17/05/23, pukul 17.30] setelah sebelumnya berkunjung ke beberapa lokasi wahana permainan dan pusat perbelanjaan sebagai agenda refreshing terakhir.

Salah satu penyakit infeksius yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia adalah Tuberculosis. Penanggulangan TBC telah dilaksanakan sejak lebih dari 70 tahun yang lalu di Indonesia, namun Indonesia masih menduduki peringkat  negara dengan beban TBC ke-2 tertinggi di dunia dengan jumlah kasus sekitar 845.000 per tahun. Upaya penanggulangan TBC di Indonesia dapat dikatakan menemui banyak tantangan, salah satunya dengan munculnya pandemi COVID-19, sehingga fokus program kesehatan dialihkan untuk penanggulangan pandemi. Kondisi ini menyebabkan mereka rentan tertular TBC, ini tentunya berisiko meningkatkan jumlah kasus serta sumber penularan TBC.

Oleh sebab itu, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM) yang merupakan salah satu komponen di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta turut serta dalam langkah strategis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu dengan dilaksanakannya agenda Kuliah Pakar Keilmuan Teknologi Laboratorium Medis di Bidang Bakteriologi dengan judul “How is diagnosed Tuberculosis: Screening and Test Lab”. Dengan diadakannya Kuliah Pakar ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis mampu menjadi ATLM yang kompeten dalam keilmuan Bakteriologi, terutama dalam diagnosis Tuberkulosis. Narasumber pada kuliah pakar ini adalah Dr. Mehru Nisha, Ph.D dari Universiti Kuala Lumpur Malaysia. Kuliah pakar ini merupakan salah satu iimplementasi dari kerjasama internasional antara Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan Universiti Kuala Lumpur.

Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menerima kunjungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Bali di Gedung Siti Walidah lantai  2 kampus terpadu UNISA Yogyakarta, jum’at (12/05).

Kunjungan tersebut langsung di sambut baik oleh pimpinan UNISA Yogyakarta dalam hal ini wakil rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama Taufiqur Rahman, SIP., PhD., dan Wakil rektor II bidang Keuangan, Umum dan Sumber Daya Yuli Isnaeni, S.Kp., M.kep.,Sp.kom dan beberapa jajaran kepala Biro.

Dalam sambutannya, Taufiq menyampaikan  turut berbahagia mendapat kunjungan PWM dan PWA Bali karena UNISA Yogyakarta bagian amal usaha yang di miliki persyarikatan sehingga kapan pun persyarikatan membutuhkan UNISA Yogyakarta akan  siap melayani.

Sedangkan Dr. Masruhan, M.Si. selaku Wakil Ketua PWM Bali menyampaikan ucapan terima kasih telah di sambut baik oleh UNISA Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Masruhan menyampaikan sejauh ini PWM Bali terus berikhtiar menyebarluaskan dakwah Amar Makhruf Nahi Mungkar meskipun umat muslim di Bali masih minoritas.

“Kami terus melakukan berbagai upaya sehingga perlu adanya daya tarik baru agar perkembangan dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah Bali dapat di terima oleh masyarakat seperti melalui amal usaha dan  persyarikatan,” ujar Masruhan.

Ia juga menyampaikan pentingnya penguatan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Muhammadiyah dan Aisyiyah.

 “Syukur jika Unisa Yogyakarta dapat membantu dan memfasilitasi menyediakan Sumber Daya tersebut’’, kata Masruhan

Di lain sisi, Ketua Umum PWA Bali Ir. Hj. Sari Prasetya Angkasa juga menyampaikan program pengembangan Aisyiyah di Bali antara lain klinik kesehatan,  griya lansia dan toko oleh-oleh  dengan bekerja sama dengan UMKM.

Menanggapi hal tersebut, UNISA Yogyakarta melalui Kepala Biro Admisi, Intan Mutiara Putri mengupayakan memfasilitasi kader-kader terbaik Muhammadiyah dan Aisyiyah Bali melalui pemberian beasiswa. Melalui perjanjian kerjasama dengan PWM Bali, ada 5 beasiswa yang ditawarkan mulai tahun 2023 ini di tiga fakultas (FIKES, FEISHUM dan FST).