Bongkar Mitos Panel Surya, Mahasiswa UNISA Gagas Edukasi Fikih Hijau
Guna mendorong transisi menuju energi terbarukan di akar rumput, mahasiswa Program Studi Anestesi Kelompok A9 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses menggelar program edukasi interaktif bertajuk “Panel Surya: Mahal atau Justru Solusi?”. Kegiatan yang berlandaskan pada prinsip pelestarian lingkungan ini diselenggarakan di Masjid Al-Muharram, Kabupaten Bantul, pada Sabtu (15/05/2026).
Panel Surya
Program ini diinisiasi sebagai wujud nyata dari proyek perkuliahan Fikih Hijau. Tujuannya sangat jelas, yakni meningkatkan literasi sekaligus kesadaran masyarakat terkait urgensi penggunaan energi yang ramah lingkungan.
Dikemas dalam format talkshow, acara ini menghadirkan praktisi sekaligus pemerhati energi surya, Ananto Isworo. Dialog difokuskan untuk mengupas tuntas berbagai miskonsepsi di masyarakat, mulai dari stigma biaya mahal hingga kerumitan perawatan sistem tenaga surya.
Dalam pemaparannya, Ananto secara lugas meluruskan bahwa meski biaya investasi awal pemasangan panel surya terbilang tinggi, langkah tersebut merupakan solusi finansial jangka panjang yang rasional.
“Penggunaan panel surya secara signifikan akan memangkas beban tagihan listrik. Ini bukan sekadar penghematan, melainkan investasi nyata pada energi bersih,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ananto menepis mitos mengenai perawatan yang diklaim merepotkan. Menurutnya, pemeliharaan sangatlah sederhana, cukup dengan menjaga kebersihan permukaan panel secara berkala. Ia juga menegaskan bahwa berkat teknologi penyimpanan energi (battery storage) modern, sistem tetap mampu menyuplai kebutuhan listrik meskipun dalam kondisi cuaca mendung atau hujan.
Dari kacamata teologis, kegiatan ini menyoroti relevansi Fikih Hijau dalam Islam. Ananto memaparkan bahwa adopsi energi terbarukan adalah wujud manifestasi ajaran Islam dalam menjaga kelestarian bumi serta mencegah kerusakan alam yang lebih masif.
Melalui inisiatif mahasiswa UNISA Yogyakarta ini, diharapkan stigma negatif seputar panel surya di masyarakat dapat terkikis. Langkah kecil beralih ke energi bersih menjadi kontribusi penting bagi keberlanjutan ekosistem bumi.






























