Cegah Bullying, Mahasiswa KKN Edukasi Siswa SD Nogosaren
Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk menimba ilmu dan merajut pertemanan. Peduli terhadap maraknya kasus perundungan, sembilan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISA Yogyakarta kelompok 72 Nogosaren menggelar program edukasi bertajuk “Stop Bullying” di SD Nogosaren, Nogotirto, Yogyakarta pada Kamis (20/8/2026).
Cegah Bullying
Kegiatan yang menyasar 12 siswa kelas 5 SD ini bertujuan menanamkan sikap saling menghargai sejak dini. Mahasiswa KKN tidak memberikan ceramah kaku, melainkan menggunakan pendekatan interaktif yang dekat dengan keseharian anak.
Beragam jenis perundungan dikupas tuntas. Mulai dari bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying yang kian marak di era digital. Para siswa diajak menyadari bahwa ejekan yang dianggap ‘biasa’ bisa berdampak panjang bagi psikologis teman sekelasnya.
Sesi ‘Curhat’ dan Pohon Harapan
Suasana kelas terasa semakin hangat dan personal saat memasuki sesi curhat. Di momen ini, sejumlah siswa mulai berani speak up dan membagikan pengalaman tidak nyaman yang pernah mereka alami di lingkungan pertemanan.
Kehadiran mahasiswa KKN di sini berperan untuk mendampingi, bukan menghakimi. Para siswa didorong agar berani melapor kepada guru atau orang tua jika mengalami perundungan, serta diedukasi untuk saling membantu merukunkan suasana kelas.
Sebagai penutup, mahasiswa KKN mengajak siswa membuat “Pohon Harapan”. Para siswa menuliskan pesan positif tentang sekolah impian mereka di atas secarik kertas, lalu menempelkannya pada gambar pohon. Pohon ini bukan sekadar pajangan, melainkan simbol komitmen bersama untuk menjaga kerukunan.
Melalui langkah proaktif ini, mahasiswa KKN kelompok 72 Nogosaren berharap nilai-nilai positif yang ditanamkan terus hidup dalam keseharian siswa, sehingga SD Nogosaren benar-benar menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.







































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!