Dosen TI UNISA Dorong Pemanfaatan AI untuk Promosi Gula Semut
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru bagi petani dan pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal secara lebih luas. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang diikuti oleh dua dosen Program Studi Teknologi Informasi Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta (Unisa Yogyakarta), Tikaridha Hardiani, S.Kom., M.Eng. dan Fadlillah Mukti Ayudewi, S.Kom., M.Kom., di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Sabtu (15/8/2026).
Ai
Kegiatan tersebut menyasar petani lokal dan pelaku UMKM Desa Pernasidi yang selama ini memproduksi gula kelapa, baik dalam bentuk gula semut maupun gula cetak. PkM Internasional ini dilaksanakan melalui kolaborasi IndoCEISS Jawa Tengah, Desa Pernasidi, Universiti Selangor (UNISEL), Malaysia, dan perguruan tinggi mitra.
Dua tema utama dibahas dalam kegiatan tersebut, yakni pemanfaatan Artificial Intelligence untuk mendukung promosi digital produk gula semut serta branding dan digital marketing produk gula semut.
Keterlibatan dosen Teknologi Informasi Unisa Yogyakarta menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan teknologi secara langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi perubahan pola pemasaran yang semakin bergeser ke ranah digital.
Hadir sebagai narasumber internasional, Prof. Dr. Setyawan Widiyarto dari Universiti Selangor (UNISEL), Malaysia, menyampaikan materi mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung promosi digital produk gula semut.
Prof. Setyawan menjelaskan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang bermanfaat bagi UMKM skala kecil. Teknologi tersebut dapat membantu menghasilkan konten berkualitas tanpa harus memiliki tim desain khusus.
“Ada empat alasan mengapa AI penting yaitu untuk promosi konvensional membatasi jangkauan produk, AI memungkinkan konten berkualitas tanpa tim desain, konsumen kini mencari produk lewat pencarian digital, dan kolaborasi dengan UNISEL membuka peluang pasar ekspor,” jelasnya.
Menurutnya, perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak menggunakan pencarian digital membuat pelaku UMKM perlu mulai membangun kehadiran produknya di ruang digital. Bagi produk gula semut Desa Pernasidi, kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan produk kepada konsumen di luar wilayah Banyumas.
Materi berikutnya disampaikan Dr. Jani Kusanti, S.Kom., M.Cs. dari Universitas Surakarta mengenai branding dan digital marketing produk gula semut.
Ia menekankan bahwa kemampuan produksi harus diimbangi dengan literasi digital agar pelaku UMKM dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen.
“Literasi digital menjadi sesuatu yang penting bagi pelaku UMKM dan industri. Dengan literasi digital yang baik membuat produsen berpotensi lebih dekat langsung dengan konsumen, sehingga tidak selalu bergantung dengan perantara,” ungkap Dr. Jani.
Bagi pelaku UMKM gula kelapa Desa Pernasidi, pemahaman mengenai branding dan pemasaran digital menjadi penting untuk memperkuat identitas produk sekaligus memperluas jalur pemasaran.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke lokasi produksi gula kelapa. Tim pengabdian bersama narasumber melihat aktivitas petani dan pelaku UMKM dalam menghasilkan gula semut dan gula cetak.
Kunjungan lapangan tersebut juga menjadi kesempatan bagi dosen Teknologi Informasi Unisa Yogyakarta untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan menggali berbagai kebutuhan serta kendala yang dihadapi pelaku UMKM dalam memasarkan produknya.
Ketua IndoCEISS Jawa Tengah, Dr. Tenia Wahyuningrum, S.Kom., M.T., menyampaikan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal dalam mengembangkan potensi masyarakat.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan seperti ini akan dapat menggali potensi yang ada, mengembangkan dan dapat memberi peluang kepada masyarakat dan UMKM lokal agar semakin maju, khususnya bagi masyarakat Desa Pernasidi,” tegas Dr. Tenia.
Harapan serupa disampaikan Ketua IndoCEISS Pusat, Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D., yang berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan industri gula semut di Desa Pernasidi.
Keterlibatan dosen Teknologi Informasi Unisa Yogyakarta dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital dapat dimulai dari sektor usaha masyarakat di tingkat lokal. Teknologi AI, branding, dan digital marketing tidak hanya menjadi kebutuhan perusahaan besar, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh petani dan UMKM untuk memperkuat daya saing produk.
Dengan adanya kegiatan tersebut, produk gula semut dan gula cetak Desa Pernasidi diharapkan semakin dikenal, memiliki identitas yang kuat, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Kolaborasi dengan Universiti Selangor Malaysia juga membuka wawasan mengenai peluang pengembangan produk lokal menuju pasar internasional.








































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!