Anak-anak Jago P3K, Siswa SD Pendowoharjo Latih Obati Luka
Jatuh dan tergores saat asyik bermain di sekolah merupakan hal lumrah bagi anak-anak. Namun, biar nggak panik, para siswa SD Muhammadiyah Pendowoharjo, Sewon, Bantul, baru saja dibekali jurus jitu merawat luka mandiri. Dosen Keperawatan Anestesiologi Universitas ’Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Implementasi 7 Kebiasaan Anak Hebat Generasi Qurani (GEQU) pada Rabu (9/9/2026).
Anak-anak
Ketua Tim PKM UNISA, Ririn Zuhairini, menceritakan bahwa acara ini dirancang untuk memadukan simulasi medis dasar dengan penguatan karakter Islam berkemajuan. Anak-anak diajak belajar nilai sabar, syukur, dan ikhtiar saat tertimpa ujian kecil berupa cedera.
“Siswa kelas V diajarkan cara penanganan awal cedera ringan, sehingga mereka tak sekadar paham teori P3K tetapi juga mandiri dan tangguh,” tutur Ririn.
Acara yang diikuti oleh puluhan murid dan guru pendamping ini berlangsung super seru. Setelah penyampaian materi interaktif, anak-anak diajak melakukan role-play atau simulasi praktik penanganan luka secara bergiliran.
Secara bergantian, cara membersihkan luka dengan air bersih, penggunaan antiseptik yang tepat, hingga teknik memasang plester dipraktikkan langsung oleh para siswa. Tak lupa, anak-anak juga diingatkan untuk tetap tenang serta melapor kepada guru jika terjadi cedera di sekolah.
Dukungan penuh dari pihak sekolah membuat suasana pelatihan berjalan sangat kondusif. Melalui edukasi GEQU ini, para siswa tak hanya bertambah cakap mengobati luka teman, tetapi juga makin terbentuk menjadi pribadi mandiri yang berakhlak mulia.








































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!