Inovasi Cegah Stunting, Dosen UNISA Ciptakan Alat Ukur Digital
Kasus stunting kerap tidak terdeteksi sejak dini akibat pemantauan tumbuh kembang balita yang masih mengandalkan pencatatan manual. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Universitas ’Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta merancang inovasi mutakhir berupa Alat Deteksi Tinggi Badan dan Berat Badan yang dilengkapi dengan Smart Sensor Bracelet.
Alat Ukur Digital
Invensi yang dikembangkan oleh Bdn. Enny Fitriahadi, S.SiT., M.Kes., bersama timnya ini menawarkan solusi otomatisasi digital dalam memantau gizi anak. Alat ini terintegrasi langsung dengan sistem informasi yang dapat diakses secara real-time oleh tenaga kesehatan di Posyandu, Poskesdes, hingga Puskesmas.
Enny menjelaskan, metode skrining konvensional sering kali memperlambat penanganan kondisi malnutrisi kronis pada balita. Dalam inovasi ini, tim dosen UNISA menambahkan sensor inframerah canggih yang mampu mengukur perubahan tinggi badan secara presisi melalui pantulan intensitas cahaya.
“Pengukuran konvensional kerap membuat angka pertumbuhan anak tidak terrekam secara terintegrasi. Dengan alat ini, sensor elektronik dan timbangan berprosesor langsung memetakan koordinat posisi beban serta menghitung berat badan balita secara akurat tanpa pencatatan manual,” ujar Enny.
Canggihnya lagi, perangkat ini dikoneksikan dengan gelang pintar (smart sensor bracelet) yang dipakai balita. Keberadaan gelang ini memudahkan petugas kesehatan mengidentifikasi data identitas serta rekam medis pertumbuhan anak secara otomatis begitu pasien mendekati alat ukur.
Inovasi digital ini diharapkan dapat memangkas risiko keterlambatan deteksi stunting di tingkat pelayanan primer. Kehadiran teknologi ramah kader posyandu ini makin mempertegas komitmen akademisi UNISA Yogyakarta dalam menghadirkan riset aplikatif yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa.







































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!