Bantuan

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengirimkan tim psikososial dari program studi Psikologi dan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa perlengkapan ibadah kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh Tengah. Bantuan tersebut diserahkan melalui Pos Muhammadiyah Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor Aceh Tengah, dan diterima oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Tengah bersama MDMC PDM Takengon, Selasa (6/1).

Bantuan

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Tim Psikososial UNISA Yogyakarta yang diwakili oleh Dr. Islamiyatur Rokhmah, S.Ag., M.S.I dan tim sebagai bentuk kepedulian sivitas akademika UNISA Yogyakarta terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Saat ini UNISA Yogyakarta mengirimkan tim psikososial yang berjumlah 13 orang terdiri dari dosen dan mahasiswa program studi psikologi.

Adapun bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan donasi sivitas akademika UNISA Yogyakarta, berupa perlengkapan ibadah dengan rincian 113 Al-Qur’an, 150 sajadah, 150 mukena, dan 98 sarung. Seluruh bantuan ini dihimpun sebagai upaya mendukung pemulihan spiritual dan psikososial masyarakat di lokasi bencana.

Dr. Islamiyaturokhmah menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata nilai kemanusiaan dan solidaritas yang terus ditanamkan di lingkungan UNISA Yogyakarta.

UNISA Yogyakarta tidak hanya hadir melalui bantuan materi, tetapi juga membawa semangat empati dan penguatan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana. Kami berharap perlengkapan ibadah yang disalurkan ini dapat memberikan kenyamanan, ketenangan batin, serta menjadi penguat spiritual di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi saudara-saudara kita di Aceh Tengah,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan tim psikososial UNISA Yogyakarta merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan nilai kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), UNISA Yogyakarta berupaya memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Pimpinan Daerah Aceh Tengah dan MDMC PDM Takengon menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta dukungan UNISA Yogyakarta. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, khususnya dalam mendukung kebutuhan ibadah masyarakat di pengungsian dan wilayah terdampak bencana.

UNISA Yogyakarta berharap sinergi dan kepedulian lintas daerah ini dapat terus terjalin, sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.

Ghana

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menorehkan catatan penting dalam penguatan internasionalisasi dan kaderisasi mahasiswa, seorang mahasiswa asing asal Ghana, Sulemana Abdul Majeed, resmi bergabung sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Sains dan Teknologi UNISA Yogyakarta periode 2025/2026. Kehadiran Sulemana menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya mahasiswa internasional bergabung dalam organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah di lingkungan UNISA Yogyakarta.

Mahasiswa Ghana

Sulemana Abdul Majeed, mahasiswa laki-laki kelahiran Ghana, 7 Desember 2003, saat ini tinggal di Asrama UNISA Yogyakarta. Ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan memiliki latar belakang organisasi yang kuat sejak di negara asalnya. Sebelum menempuh studi di Indonesia, Sulemana pernah menjabat sebagai President sekaligus Imam Ghana Muslim Students Association (GMSA) Tamasco Branchpada periode 2021–2022, serta menjadi Treasurer The Council of African Students pada 2022–2023.

Ketertarikan Sulemana untuk bergabung dengan IMM didorong oleh keinginannya memperdalam pemahaman keislaman, ideologi Muhammadiyah, serta mengembangkan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Ia menyampaikan bahwa IMM merupakan ruang strategis untuk membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas dan berdaya guna bagi masyarakat.

“Motivasi saya mengikuti Darul Arqam Dasar dan bergabung dengan IMM adalah untuk memperkuat iman dan pemahaman saya tentang Islam dan Muhammadiyah, mengembangkan kepemimpinan, kedisiplinan, serta berpikir kritis, dan mempersiapkan diri menjadi kader IMM yang aktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sulemana, Selasa (6/1).

Menurutnya, nilai-nilai pembaruan Islam yang diusung Muhammadiyah sejalan dengan semangatnya sebagai mahasiswa internasional yang ingin berkontribusi secara global. Ia memandang Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang menekankan kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah, mendorong kemajuan pendidikan, serta kepedulian sosial dalam menjawab tantangan zaman.

Keterlibatan Sulemana dalam IMM Fakultas Sains dan Teknologi UNISA Yogyakarta juga mencerminkan komitmen kampus dalam membangun lingkungan inklusif, multikultural, dan terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara. Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya dinamika organisasi, memperluas perspektif global kader IMM, serta memperkuat diplomasi kultural Muhammadiyah di tingkat internasional.

Dengan bergabungnya mahasiswa asal Ghana ini, IMM UNISA Yogyakarta tidak hanya menjadi wadah kaderisasi ideologis dan kepemimpinan mahasiswa, tetapi juga ruang perjumpaan lintas bangsa yang menegaskan nilai Islam berkemajuan dalam bingkai global.

Klinik

Klinik Pratama ‘Aisyiyah Panjatan resmi memindahkan layanan kesehatannya ke lokasi baru di Bojong. Momentum pemindahan tersebut ditandai dengan kegiatan pengajian dan silaturahmi bersama masyarakat yang diselenggarakan di Bojong Panjatan Kulonprogo, pada Ahad (28/1).

Kegiatan ini menjadi sarana sosialisasi sekaligus penguatan hubungan antara pengelola klinik dengan warga sekitar, agar keberadaan Klinik Pratama ‘Aisyiyah Panjatan di lokasi baru mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Rektor Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep. Sp.Mat.,  menyampaikan bahwa pemindahan layanan klinik dilakukan seiring dengan pengembangan lokasi lama di wilayah Pleret yang saat ini tengah dikembangkan menjadi rumah sakit. Oleh karena itu, layanan Klinik Pratama ‘Aisyiyah Panjatan dipindahkan ke Bojong sebagai bagian dari keberlanjutan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Jadi kegiatan hari ini sebenarnya adalah pengajian dan silaturahmi dalam rangka pemindahan layanan Klinik Pratama ‘Aisyiyah Panjatan. Klinik yang sebelumnya berada di Pleret kini kita pindahkan ke Bojong, sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan sosialisasi dengan warga masyarakat di sekitar klinik,” ujar Rektor UNISA Yogyakarta.

Klinik Pratama `Aisyiyah Panjatan

Ia menegaskan bahwa pemindahan lokasi ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menjadi momentum untuk menguatkan kualitas layanan. Peningkatan profesionalisme, mutu pelayanan, kenyamanan, serta keamanan menjadi fokus utama dalam pengelolaan klinik ke depan.

Selain itu, Warsiti juga menekankan pentingnya nilai kepedulian kemanusiaan yang menjadi ruh dalam pelayanan kesehatan. Seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di Klinik Pratama ‘Aisyiyah diharapkan terus menanamkan semangat empati dan pengabdian dalam melayani masyarakat.

“Kami meyakini bahwa melalui pelayanan kesehatan inilah sesungguhnya bukti dakwah bil hal dapat diwujudkan. Gerakan kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia, sehingga dakwah di bidang kesehatan menjadi bagian penting dari gerakan ‘Aisyiyah,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan pengajian dan silaturahmi ini juga merupakan agenda rutin yang biasa dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Panjatan. Namun kali ini kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan di lingkungan klinik agar menjadi satu kesatuan yang saling mendukung keberlangsungan program layanan kesehatan.

Ke depan, Klinik Pratama ‘Aisyiyah Panjatan akan lebih difokuskan pada layanan promotif dan preventif sebagai dasar pelayanan kesehatan masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Harapan kami, keberadaan Klinik Pratama ‘Aisyiyah di Bojong ini dapat menambah semangat untuk terus menguatkan layanan kesehatan yang profesional, sekaligus meluaskan dakwah kesehatan secara lebih masif untuk seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga di sekitar klinik,” pungkasnya.

Siswa SMA

Suasana kampus Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mendadak lebih ramai dan penuh semangat muda, Selasa (23/12/2025). Sebanyak 100 siswa SMA/SMK/MA dari berbagai penjuru DIY dan Jawa Tengah berbondong-bondong datang bukan untuk sekadar jalan-jalan, tapi untuk mencoba rasanya jadi mahasiswa lewat ajang seru “Tour De Campus UNISA 2025”.

Mengusung tema unik “Sehari Menjadi Mahasiswa UNISA”, para peserta diajak kepo lebih dalam soal dunia perkuliahan yang sebenarnya. Mereka bebas mengeksplorasi program studi keren yang tersebar di empat fakultas sekaligus: Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ekonomi Ilmu Sosial dan Humaniora (FEISHum), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), hingga Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes).

Wakil Rektor II UNISA Yogyakarta, Dr. Yuli Isnaeni, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom., menyambut hangat kedatangan para pasukan putih abu-abu ini. Ia menyebut momen ini sebagai langkah awal yang tepat untuk menentukan masa depan.

“Kami bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya kehadiran adik-adik semua. Ini kesempatan emas buat merasakan vibe kuliah yang sebenarnya di UNISA,” ujar Yuli dengan antusias.

Banjir Hadiah dan Beasiswa

Nggak cuma diajak keliling, peserta juga dimanjakan dengan berbagai privilege. UNISA Yogyakarta membagikan voucher pendaftaran gratis hingga membuka peluang beasiswa pendidikan bagi mereka yang beruntung. Tentu saja, tawaran ini bikin peserta makin semangat.

Kepala Biro Admisi UNISA Yogyakarta, Intan Mutiara Putri, S.ST., M.Keb., bahkan membagikan data mengejutkan. Ternyata, persaingan masuk UNISA makin ketat karena tingginya minat.

“Saat ini sudah lebih dari 1.000 pendaftar yang berhasil mengamankan kursi di UNISA untuk perkuliahan tahun akademik 2026/2027. Semoga peserta yang hadir hari ini segera menyusul nama-namanya,” jelas Intan.

Fasilitas Kampus Bikin Melongo

Puncak keseruan terjadi saat sesi campus tour. Peserta diajak menyusuri lorong-lorong Laboratorium Terpadu yang canggih, melihat kemegahan Masjid Walidah Dahlan, hingga nongkrong di Student Center dan Perpustakaan yang super cozy.

Salah satu peserta, Hutami Mahardika dari SMAN 1 Mlati, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Ia mengaku pandangannya tentang kampus berubah total setelah melihat langsung fasilitas UNISA.

“Selain keliling di Fakultas Kedokteran, aku juga lihat masjid dan perpustakaannya. Ternyata UNISA Yogyakarta keren banget! Keren sampai di titik ini, dan sekarang saatnya aku yang bakal ngejar kamu, UNISA,” ungkap Hutami penuh tekad.

Acara ditutup dengan meriah lewat pembagian penghargaan bagi peserta yang lolos seleksi jalur Essay dan pemenang lomba video kreatif recap kegiatan. Lewat Tour De Campus ini, UNISA Yogyakarta berharap generasi muda makin mantap melangkah ke gerbang perguruan tinggi demi masa depan yang gemilang.

Pelayanan terpadu

Tim Kemanusiaan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali melanjutkan aksi kemanusiaan dengan menggelar pelayanan kesehatan terpadu bagi warga terdampak bencana di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Ketua Tim Kemanusiaan UNISA Yogyakarta, dr. Joko Moerdiyanto, menjelaskan bahwa pelayanan dilakukan melalui skema mobile unit dengan dukungan status on-call yang terhubung dengan Puskesmas Sorkam Tengah untuk mengantisipasi kebutuhan kegawatdaruratan. Ia menyebutkan, tim menargetkan pelayanan bagi sekitar 75 hingga 100 pasien.

“Pelayanan yang kami berikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, serta screening nyeri untuk mengidentifikasi keluhan fisik dan dampak trauma yang dialami penyintas,” ujar dr. Joko.

Ia menambahkan, selain layanan klinis dasar, tim juga melakukan surveilans kesehatan untuk memantau kondisi dan tren kesehatan masyarakat di wilayah terdampak. Menurutnya, langkah ini penting sebagai dasar penentuan intervensi lanjutan selama masa tanggap dan pemulihan bencana.

Di bidang rehabilitasi, UNISA Yogyakarta menyediakan layanan fisioterapi melalui metode massage exercise untuk menangani keluhan otot dan gangguan gerak akibat kelelahan maupun cedera pascabencana. Masyarakat juga diberikan edukasi latihan mandiri agar dapat melanjutkan perawatan secara berkelanjutan.

“Pemulihan tidak cukup dilakukan satu kali. Karena itu, kami membekali warga dengan latihan sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah,” kata dr. Joko.

Selain aspek medis, tim UNISA Yogyakarta juga memberikan konseling gizi dengan penekanan pada pemenuhan nutrisi darurat, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil. Pendampingan psikososial dan trauma healing turut dilaksanakan untuk membantu anak-anak dan warga terdampak memulihkan kondisi mental serta mengurangi stres pascatrauma.

Sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar, tim menyalurkan paket sembako secara langsung kepada masyarakat sesuai sasaran pelayanan, dengan jumlah sekitar 75 hingga 100 paket.

Kegiatan diawali dengan keberangkatan tim pada pukul 08.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar 08.45–09.00 WIB  untuk membuka posko pelayanan. Pelaksanaan layanan dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan situasi keamanan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Tim Kemanusiaan UNISA Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana. Dr. Joko menuturkan bahwa pendampingan dilakukan tidak hanya pada aspek pemulihan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan kesejahteraan sosial masyarakat.

“Kami berharap kehadiran tim dapat memberikan manfaat nyata dan membantu masyarakat bangkit kembali pascabencana,” pungkasnya.