`aisyiyah

Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar agenda Silaturahmi dengan tajuk Hari Ber’Aisyiyah bersama Badan Pembina Harian (BPH) Unisa Yogyakarta di Masjid Walidah Dahlan, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan nilai ideologis Muhammadiyah-‘Aisyiyah sekaligus refleksi peran sivitas akademika dalam memajukan kampus.

Ketua BPH Unisa Yogyakarta, Siti Noordjannah, menegaskan bahwa Hari Ber’Aisyiyah dimaknai sebagai upaya terus-menerus memperkuat dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah melalui kiprah di Unisa Yogyakarta, siapa pun dan di mana pun berada.

Hari ber `Aisyiyah

“Hari Ber’Aisyiyah ingin terus memaknai kehidupan kita dalam ber-Unisa, dalam rangka menguatkan dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Kita tidak hanya hadir, tetapi juga menapaki dan membuat sejarah yang kelak bisa ditengok dan dibaca kader serta masyarakat, hari ini maupun masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kontribusi setiap individu di Unisa harus dirajut menjadi kekuatan kolektif. “Kontribusi masing-masing harus dijahit dengan nilai-nilai ideologis Muhammadiyah yang berjuang untuk Islam rahmatan lil ‘alamin. Kalau tidak dirawat dan dijahit dengan baik,” tegasnya.

Menurut Noordjannah, di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tidak dikenal istilah pensiun dalam pengabdian. Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk tidak menyerahkan masa depan Unisa hanya pada tokoh-tokoh masa lalu, tetapi bersama-sama memikirkan langkah ke depan. “Ke depan seperti apa dan sekarang harus melakukan apa, itu menjadi tanggung jawab kita semua. Harapannya, kontribusi Unisa Jogja bisa memancar ke seantero Indonesia,” katanya.

Silaturahmi ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Ramadan. Momentum tersebut diharapkan menjadi hari meneguhkan komitmen bersama untuk memperkuat amal jariyah dan meningkatkan kualitas institusi.

Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa silaturahmi bukan sekadar pertemuan formal, melainkan sarana memperpanjang umur dan memperluas rezeki. “Mari kita merasakan bekerja di Unisa bukan sebagai beban, tetapi sebagai makna. Kita bergembira dan berkhidmat di Unisa Jogja, tanpa melupakan tujuan besar yang kita emban,” ujarnya.

Warsiti mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak akan semakin ringan. Karena itu, diperlukan kebersamaan dan ikhtiar kolektif untuk menjaga dan menguatkan Unisa sebagai perguruan tinggi berbasis nilai Islam berkemajuan.

“Ke depan tantangan akan semakin kompleks. Namun dengan kebersamaan dan saling menguatkan, kita bisa menjaga Unisa. Tugas kita juga memastikan bahwa aktivitas dan tanggung jawab tidak mengurangi kualitas ibadah kita,” tambahnya.

Dalam silaturahmi ini Dekan Fakultas Kedokteran Unisa Yogyakarta, Joko Murdiyanto, juga berbagi pengalamannya selama mengabdi di Unisa Yogyakarta. Ia menyampaikan bahwa cita-cita Unisa tidak berhenti pada capaian saat ini. Ia mendorong seluruh sivitas akademika untuk mengantarkan Unisa menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

“Hidup kita tidak hanya sampai di sini. Kita harus semaksimal mungkin mengantarkan Unisa menjadi perguruan tinggi yang unggul, dengan layanan yang responsif dan berkualitas sebagai tolok ukur,” ujarnya.

Bersih bersih masjid

Mahasiswa Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta yang tergabung dalam relawan Mahasiswa Sadar Infak dan Sedekah (Madaris) melaksanakan program Bersih-Bersih Masjid (BBM) di Masjid Al-Mustaghfirin, Brajan, Kalurahan Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Sabtu (24/1/2026).

Sebanyak 31 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Dengan sigap, mereka membersihkan seluruh area Masjid Al-Mustaghfirin, Brajan, mulai dari lantai, dinding, kamar mandi dan tempat wudu, kipas angin, hingga langit-langit masjid.

Selain kegiatan bersih-bersih, program BBM juga disertai penyerahan donasi berupa perlengkapan ibadah, seperti mukena, sarung, Al-Qur’an, serta poster infografis.

Bersih-bersih Masjid

Salah satu relawan Madaris, Meilinda Saputrie, mengaku antusias mengikuti kegiatan BBM kali ini. Meski merasa sedikit lelah, ia menilai kelelahan tersebut terbayarkan karena dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat dan membantu menciptakan kenyamanan dalam beribadah.

“Aku suka kegiatan sosial dan kerelawanan yang berdampak langsung seperti ini. Jujur, rasa lelah pasti ada, tetapi semuanya tergantikan dengan kepuasan bisa berkontribusi langsung di masyarakat,” ujar Meilinda, Sabtu (24/1/2026).

Sementara itu, warga sekitar turut mengapresiasi kegiatan bersih-bersih di Masjid Al-Mustaghfirin, Brajan. Koordinator Ikatan Remaja Masjid Al-Mustaghfirin, Triyanto, menyatakan dukungannya terhadap aksi mahasiswa Unisa Yogyakarta yang terjun langsung ke masyarakat dengan membersihkan rumah ibadah umat Islam. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu, terutama menjelang bulan Ramadan.

“Kami sangat salut dan senang dibantu oleh mahasiswa Unisa dalam kegiatan bersih-bersih masjid, apalagi menjelang bulan Ramadan,” ujar Triyanto.

Agenda Rutin Madaris

Program Bersih-Bersih Masjid merupakan agenda rutin relawan Madaris. Madaris merupakan komunitas relawan yang berada di bawah binaan Lazismu Kantor Layanan (KL) Unisa Yogyakarta. Sebagai komunitas relawan, Madaris aktif mendukung Lazismu KL Unisa Yogyakarta dalam menjalankan program-program filantropi yang berlandaskan spirit Al-Maun Muhammadiyah.

Beberapa kegiatan yang dilakukan relawan Madaris antara lain Sedekah Barang Berkas (Sebarkas), Infak Serdadu, Sarapan Gratis, serta program Bersih-Bersih Masjid.

Pembina Madaris, Andis, menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan program Bersih-Bersih Masjid adalah mengajak anak muda kembali memakmurkan masjid. Selain itu, masih banyak masjid di wilayah Yogyakarta yang kurang terawat karena minimnya jamaah atau keterlibatan generasi muda.

“Banyak masjid yang kurang terurus, baik karena jamaahnya sedikit maupun tidak adanya anak muda yang meramaikan. Padahal bangunan masjidnya ada. Karena itu, kami hadir untuk meramaikan dan menghidupkan kembali masjid,” jelas Andis.

Program Bersih-Bersih Masjid dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali, biasanya di masjid-masjid kampung sekitar Unisa Yogyakarta. Namun, dalam beberapa kesempatan, Madaris juga melaksanakan BBM di wilayah yang lebih jauh, seperti di Masjid Al-Mustaghfirin, Minggir, Sleman.

Hidup sehat

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menggelar kegiatan Sport & Art Every Month (SAE) pada Jumat, 23 Januari 2026, kegiatan rutin bulanan ini menjadi wadah untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai di lingkungan UNISA Yogyakarta.

Kepala Biro Humas dan Protokol UNISA Yogyakarta, Sinta Maharani, S.Sos., M.I.Kom, menyampaikan bahwa SAE tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga ruang interaksi dan kolaborasi antarunit.

Gaya Hidup Sehat

“Melalui SAE, kami ingin membangun suasana kerja yang sehat, hangat, dan kolaboratif. Tidak hanya menjaga kebugaran fisik, tetapi juga menjadi media berbagi informasi, edukasi, serta penguatan kebersamaan antarpegawai UNISA Yogyakarta,” ujarnya.

SAE kali ini diawali dengan jalan sehat sejauh 2,5 kilometer mengelilingi area kampus UNISA Yogyakarta. Seluruh pegawai tampak antusias mengikuti kegiatan yang dikemas santai namun sarat makna tersebut.

Selain olahraga bersama, SAE juga diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan sosialisasi yang didukung oleh program studi serta biro/unit di UNISA Yogyakarta. Tim K3 UNISA memanfaatkan momentum ini untuk mensosialisasikan pembukaan Bulan K3, sekaligus memberikan demonstrasi cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Pada kesempatan tersebut juga disampaikan informasi terkait berbagai lomba K3 yang akan diselenggarakan.

Dari sisi akademik, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNISA Yogyakarta memberikan sosialisasi mengenai pemanfaatan maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.

Sementara itu, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UNISA Yogyakarta menyampaikan sosialisasi terkait agenda dan program kegiatan Ramadhan, sebagai bentuk persiapan spiritual bagi seluruh pegawai menjelang bulan suci.

Rangkaian kegiatan SAE ditutup dengan sarapan bersama, yang menjadi momen kebersamaan untuk mempererat interaksi, komunikasi, dan kekompakan antarpegawai lintas unit di UNISA Yogyakarta.

Melalui kegiatan SAE, UNISA Yogyakarta terus menegaskan komitmennya sebagai kampus berwawasan kesehatan yang tidak hanya memperhatikan aspek fisik, tetapi juga edukasi, spiritualitas, dan hubungan sosial dalam lingkungan kerja.

Bantuan

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengirimkan tim psikososial dari program studi Psikologi dan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa perlengkapan ibadah kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh Tengah. Bantuan tersebut diserahkan melalui Pos Muhammadiyah Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor Aceh Tengah, dan diterima oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Tengah bersama MDMC PDM Takengon, Selasa (6/1).

Bantuan

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Tim Psikososial UNISA Yogyakarta yang diwakili oleh Dr. Islamiyatur Rokhmah, S.Ag., M.S.I dan tim sebagai bentuk kepedulian sivitas akademika UNISA Yogyakarta terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Saat ini UNISA Yogyakarta mengirimkan tim psikososial yang berjumlah 13 orang terdiri dari dosen dan mahasiswa program studi psikologi.

Adapun bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan donasi sivitas akademika UNISA Yogyakarta, berupa perlengkapan ibadah dengan rincian 113 Al-Qur’an, 150 sajadah, 150 mukena, dan 98 sarung. Seluruh bantuan ini dihimpun sebagai upaya mendukung pemulihan spiritual dan psikososial masyarakat di lokasi bencana.

Dr. Islamiyaturokhmah menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata nilai kemanusiaan dan solidaritas yang terus ditanamkan di lingkungan UNISA Yogyakarta.

UNISA Yogyakarta tidak hanya hadir melalui bantuan materi, tetapi juga membawa semangat empati dan penguatan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana. Kami berharap perlengkapan ibadah yang disalurkan ini dapat memberikan kenyamanan, ketenangan batin, serta menjadi penguat spiritual di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi saudara-saudara kita di Aceh Tengah,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan tim psikososial UNISA Yogyakarta merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan nilai kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), UNISA Yogyakarta berupaya memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Pimpinan Daerah Aceh Tengah dan MDMC PDM Takengon menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta dukungan UNISA Yogyakarta. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, khususnya dalam mendukung kebutuhan ibadah masyarakat di pengungsian dan wilayah terdampak bencana.

UNISA Yogyakarta berharap sinergi dan kepedulian lintas daerah ini dapat terus terjalin, sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.

Ghana

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menorehkan catatan penting dalam penguatan internasionalisasi dan kaderisasi mahasiswa, seorang mahasiswa asing asal Ghana, Sulemana Abdul Majeed, resmi bergabung sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Sains dan Teknologi UNISA Yogyakarta periode 2025/2026. Kehadiran Sulemana menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya mahasiswa internasional bergabung dalam organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah di lingkungan UNISA Yogyakarta.

Mahasiswa Ghana

Sulemana Abdul Majeed, mahasiswa laki-laki kelahiran Ghana, 7 Desember 2003, saat ini tinggal di Asrama UNISA Yogyakarta. Ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan memiliki latar belakang organisasi yang kuat sejak di negara asalnya. Sebelum menempuh studi di Indonesia, Sulemana pernah menjabat sebagai President sekaligus Imam Ghana Muslim Students Association (GMSA) Tamasco Branchpada periode 2021–2022, serta menjadi Treasurer The Council of African Students pada 2022–2023.

Ketertarikan Sulemana untuk bergabung dengan IMM didorong oleh keinginannya memperdalam pemahaman keislaman, ideologi Muhammadiyah, serta mengembangkan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Ia menyampaikan bahwa IMM merupakan ruang strategis untuk membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas dan berdaya guna bagi masyarakat.

“Motivasi saya mengikuti Darul Arqam Dasar dan bergabung dengan IMM adalah untuk memperkuat iman dan pemahaman saya tentang Islam dan Muhammadiyah, mengembangkan kepemimpinan, kedisiplinan, serta berpikir kritis, dan mempersiapkan diri menjadi kader IMM yang aktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sulemana, Selasa (6/1).

Menurutnya, nilai-nilai pembaruan Islam yang diusung Muhammadiyah sejalan dengan semangatnya sebagai mahasiswa internasional yang ingin berkontribusi secara global. Ia memandang Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang menekankan kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah, mendorong kemajuan pendidikan, serta kepedulian sosial dalam menjawab tantangan zaman.

Keterlibatan Sulemana dalam IMM Fakultas Sains dan Teknologi UNISA Yogyakarta juga mencerminkan komitmen kampus dalam membangun lingkungan inklusif, multikultural, dan terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara. Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya dinamika organisasi, memperluas perspektif global kader IMM, serta memperkuat diplomasi kultural Muhammadiyah di tingkat internasional.

Dengan bergabungnya mahasiswa asal Ghana ini, IMM UNISA Yogyakarta tidak hanya menjadi wadah kaderisasi ideologis dan kepemimpinan mahasiswa, tetapi juga ruang perjumpaan lintas bangsa yang menegaskan nilai Islam berkemajuan dalam bingkai global.