Sumatra

Rentetan bencana alam yang meluluhlantakkan sebagian wilayah Pulau Sumatra memantik rasa solidaritas yang kuat dari Alumni UNISA Yogyakarta. Keluarga Alumni Pendidikan Kesehatan ‘Aisyiyah (KAPA) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta langsung bergerak cepat merespons panggilan kemanusiaan tersebut dengan menggalang dana bantuan.

Mengusung visi “Amanah, Peduli Sesama, dan Berkemajuan”, persatuan keluarga alumni ini membuktikan bahwa jarak bukan penghalang untuk berbagi. KAPA sendiri bukan hanya sekedar kumpulan para alumni, wadah ini memiliki akar sejarah panjang sejak berdirinya Sekolah Bidan ‘Aisyiyah Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada 1963, hingga kini bertransformasi megah menjadi UNISA Yogyakarta.

Ketua KAPA UNISA Yogyakarta, Dr. Ismarwati, S.ST., S.KM., M.PH., menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme para alumni. Gerakan bertajuk “KAPA Unisa Yogyakarta Peduli” ini sukses menghimpun donasi tahap awal sebesar Rp 13.141.321.

“Ini adalah wujud nyata kepedulian kami. Ribuan alumni yang tersebar di berbagai daerah bersatu untuk meringankan beban saudara kita,” ujar Ismarwati.

Salurkan Lewat Lazismu dan Alumni di Lokasi

Tak mau menunda, donasi tersebut langsung disalurkan agar segera bisa dimanfaatkan oleh para korban. Penyerahan secara simbolis dilakukan melalui Lazismu UNISA Yogyakarta dan diterima langsung oleh ketuanya, Hilmi Zadah Faidullah, S.St., M.Sc., Ph.D.

Strategi distribusi bantuan pun dilakukan dengan cerdas. Selain lewat lembaga resmi, KAPA juga menyalurkan bantuan langsung kepada jaringan alumni yang berdomisili di wilayah terdampak parah, seperti Aceh Timur dan Bireuen. Langkah taktis ini diambil untuk memastikan bantuan sampai lebih cepat dan tepat sasaran ke titik-titik yang paling membutuhkan.

Donasi Masih Dibuka

Meski bantuan tahap awal sudah disalurkan, KAPA UNISA Yogyakarta menegaskan bahwa penggalangan dana masih terus dibuka. Bagi alumni maupun masyarakat luas yang ingin berpartisipasi, donasi dapat disalurkan melalui rekening BSI 7174158899 a.n. Agustina Rahmawati (Bendahara KAPA).

“Seluruh keluarga besar alumni KAPA Unisa Yogyakarta mendoakan agar saudara-saudara kita di Sumatra diberikan kekuatan, kesabaran, serta segera bangkit dan pulih kembali dari musibah ini,” tutup Ismarwati penuh harap.

sleman pintar

Angin segar kembali berhembus bagi anak-anak muda di Kabupaten Sleman yang bermimpi kuliah namun terganjal biaya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menegaskan komitmennya untuk menyekolahkan warganya melalui program unggulan Beasiswa Sleman Pintar.

Program sosialisasi ini digelar meriah di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Jumat (28/11/2025). Acara ini dibawakan langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Plt. Kepala Dinas Sosial Sleman, Sigit Indarto, serta jajaran Rektor dari berbagai kampus mitra.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Danang Maharsa menyampaikan pesan menyentuh. Ia menyadari bahwa masalah ekonomi sering kali mengubur mimpi anak-anak berprestasi.

“Masih banyak anak yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala biaya. Oleh karena itu Pemkab Sleman hadir memberikan akses bagi mereka yang berkeinginan kuat tetapi terbatas kemampuan ekonominya,” ujar Danang tegas.

Sleman Pintar Sudah Ratusan Mahasiswa Terbantu

Program ini bukan janji manis semata. Plt. Kepala Dinas Sosial Sleman, Sigit Indarto, membeberkan data keberhasilan program yang sudah memasuki tahun keempat ini.

“Program ini sudah memasuki tahun keempat pelaksanaan. Penerima beasiswa Sleman Pintar tahun 2022 yang lulus sudah mencapai 92 orang. Kalau tahun ini, ada 206 penerima beasiswa,” ungkap Sigit bangga.

UNISA Yogyakarta Jadi Pilihan

Program kesuksesan ini tak lepas dari kolaborasi erat dengan perguruan tinggi, salah satunya Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, Dr. M. Ali Imron, M.Fis., memberikan apresiasi yang tinggi.

Ia menyebut, UNISA telah hadir selama tiga tahun dan hasilnya sangat memuaskan. Data mencatat, kurang lebih 40 mahasiswa penerima beasiswa Sleman Pintar resmi menjadi mahasiswa baru UNISA Yogyakarta pada tahun 2025 ini.

“UNISA telah menyelenggarakan program Sleman Pintar bersama Pemda Sleman selama 3 tahun, dan evaluasinya sangat baik. Mudah-mudahan UNISA bisa terus berpartisipasi menyejahterakan masyarakat Sleman. Ayo ikut program Sleman Pintar di UNISA Yogyakarta,” ajak Ali Imron.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan lebih banyak lagi pemuda Sleman yang berani bermimpi tinggi dan memanfaatkan fasilitas beasiswa ini demi masa depan yang lebih cerah.

nagasaki

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali melebarkan sayapnya ke kancah internasional, kali ini dosen dan mahasiswa Magister Kebidanan UNISA Yogyakarta terbang ke Jepang untuk melakukan pengabdian masyarakat di School of Biomedical Sciences, Nagasaki University, pada Rabu (26/11/2025).

Misi ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Magister Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta, Andari Wuri Astuti, S.SiT., MPH., Ph.D. Ia tidak sendirian, melainkan memboyong mahasiswa Magister Kebidanan Angkatan 12 untuk berbagi ilmu di Negeri Sakura.

Kehadiran perwakilan UNISA Yogyakarta disambut antusias oleh mahasiswa, dosen, serta praktisi bidan dan perawat di Nagasaki University. Topik yang dibawakan pun sangat relevan dengan kebutuhan global saat ini: “Memberikan Perawatan Ibu yang Sensitif Secara Budaya kepada Pasien Muslim”.

Pentingnya Privasi dan Makanan Halal di Nagasaki

Dalam pemaparannya, Andari menekankan bahwa merawat pasien Muslim memerlukan kepekaan khusus. Ia membedah aspek-aspek vital yang sering kali menjadi tantangan bagi nakes luar negri, seperti aturan makanan halal, jaminan privasi dan kesopanan tubuh wanita, penyediaan ruang ibadah, hingga budaya pelibatan keluarga besar dalam pengambilan keputusan medis.

“Keterampilan dalam memahami dan menghormati kepercayaan pasien ini diyakini akan meningkatkan kualitas layanan, rasa aman, serta kepuasan pasien dalam proses perawatan ibu,” jelas Andari.

Ia juga memberi persepsi mengenai tindakan medis. Andari menegaskan bahwa dalam kondisi gawat darurat, Islam memperbolehkan pemberian tindakan medis terbaik tanpa batasan termasuk penggunaan obat tertentu selama dikomunikasikan dengan penjelasan yang baik kepada pasien.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga memperkuat kolaborasi riset antara Indonesia dan Jepang. Mahasiswa Magister Kebidanan UNISA Yogyakarta ikut aktif dalam diskusi, membuktikan bahwa kampus ini siap menjadi pionir dalam pendidikan kesehatan global dan internasionalisasi pendidikan kebidanan.

Kespro

Sebanyak 134 siswa kelas 4, 5, dan 6 dari SD Muhammadiyah Karangkajen, Yogyakarta, mendapat materi pelajaran yang tak biasa pada Kamis (11/9). Bukan matematika atau IPA, mereka justru diajak oleh tim dari Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta untuk membahas tuntas soal kesehatan reproduksi (kespro).

Langkah berani ini diambil sekolah untuk membekali para siswa dengan pemahaman yang benar menjelang masa pubertas yang krusial.

Kespro

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Karangkajen, Novia Nuryany, S.Pd., blak-blakan menyebut edukasi ini sangat vital. Menurutnya, pemahaman kespro adalah fondasi agar anak-anak tidak salah langkah dan mampu menjaga diri serta tumbuh kembang secara sehat.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan bekal pengetahuan yang tepat dari sumber yang tepercaya. Dengan begitu, mereka bisa lebih siap dan percaya diri saat memasuki fase remaja,” ujar Novia saat membuka acara.

Materi pun dibawakan langsung oleh dr. Windi Sawitri, M.Biomed. Ia mengupas tuntas topik-topik yang sering bikin penasaran: mulai dari perubahan fisik dan psikologis saat puber, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, hingga etika pergaulan sehat dengan teman sebaya.

Hasilnya? Di luar dugaan. Ketua tim pelaksana dari UNISA Yogyakarta, Bdn. Fayakun Nur Rohmah, S.ST., MPH, mengaku kaget sekaligus senang melihat antusiasme para siswa.

“Para siswa sangat aktif merespons dan tidak ragu untuk bertanya. Ini menjadi sinyal kuat bahwa edukasi seperti ini memang sangat mereka butuhkan, bahkan sejak di bangku sekolah dasar,” kata Fayakun.

Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial, tetapi benar-benar menjadi bekal bagi siswa untuk melewati masa pubertas dengan lebih bertanggung jawab.

Mahasiswa

Bukan sekadar teori, mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta turun gunung membuktikan dampak nyata ke masyarakat. Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UNISA Yogyakarta, mereka datang ke Kalurahan Logandeng, Kabupaten Gunungkidul, dengan gagasan SILEMPENG, Kamis (09/10/2025).

Ini adalah langkah awal implementasi program BEM Berdampak 2025, yang dirancang sebagai wujud pengabdian lintas disiplin berbasis riset, teknologi tepat guna, dan pemberdayaan berkelanjutan.

Program ini adalah hasil kolaborasi mahasiswa dari delapan program studi berbeda. Mulai dari Bioteknologi, Gizi, Kebidanan, Fisioterapi, Psikologi, Manajemen, Arsitektur, hingga Administrasi Publik, semua bersatu menerapkan ilmunya untuk meningkatkan kapasitas ekonomi, sosial, dan kesehatan warga Logandeng.

Lalu, apa yang mereka bawa? BEM KM UNISA Yogyakarta memamerkan inovasi unggulan yang siap diterapkan. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah RevoPond. Ini adalah sistem akuaponik canggih hemat air yang mengintegrasikan budidaya ikan lele dan tanaman air kaya protein.

Selain itu, mereka juga membawa solusi pangan lokal bergizi tinggi untuk mencegah stunting: pengembangan bubur bayi berbasis tepung daun kelor dan ikan lele. Tak berhenti di situ, masyarakat juga diberi pelatihan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) hingga pelatihan pembuatan pakan mandiri berbasis maggot.

Presiden BEM UNISA Yogyakarta, Lukmannul Hakim, menjelaskan SILEMPENG adalah filosofi gerakan mahasiswa UNISA untuk membangun harmoni antara lembaga, masyarakat, dan pemerintah desa.

“Saya berharap melalui agenda BEM Berdampak, bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat terkhusus di Logandeng,” ujar Lukman optimistis.