Mesin pencari

Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta tak main-main dalam urusan transformasi digital, demi merajai laman mesin pencari internet (search engine) dan memperkuat branding kampus, Biro Humas dan Protokol (BHP) mengumpulkan puluhan admin website dalam acara Kopdar Admin Websit, Jumat (06/02/2026).

Acara yang digelar di kampus terpadu UNISA melaui Zoom ini dihadiri oleh 35 admin sub-domain yang mewakili berbagai Program Studi (Prodi) dan unit kerja. Fokus utamanya jelas, menyatukan visi untuk mendongkrak performa website agar lebih ramah algoritma dan informatif.

Rajai Mesin Pencari di Dunia Maya

Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, Dr. M. Ali Imron, M.Fis, menegaskan bahwa pertempuran informasi saat ini terjadi di dunia maya. Menurutnya, koordinasi ini krusial untuk memastikan seluruh elemen kampus bersinergi menjadikan UNISA semakin di depan.

“Salah satu kriteria yang ingin kita kembangkan yaitu UNISA Yogyakarta harus menjadi universitas yang terkemuka. Ukurannya adalah seberapa terkenalnya kita melalui konten yang unggul, responsif, dan informatif,” tegas Imron di hadapan para admin.

Sinergi untuk Konten Berkualitas

Dalam Kopdar ini, para admin tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga menyusun strategi kolaborasi. Tujuannya agar setiap update kegiatan di level prodi maupun unit dapat terintegrasi, sehingga traffic kunjungan ke laman UNISA Yogyakarta meningkat drastis.

Dengan pengelolaan yang solid dan penerapan SEO yang tepat, UNISA Yogyakarta menargetkan posisinya sebagai rujukan utama informasi pendidikan tinggi kesehatan dan umum di mesin pencari. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan wajah kampus yang modern, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Ucap janji

Program Studi Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) menyelenggarakan kegiatan Ucap Janji Mahasiswa dan Pembekalan Pra-Klinik sebagai langkah awal sebelum mahasiswa memasuki tahap praktik klinik di rumah sakit.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesiapan mahasiswa, baik secara akademik, keterampilan klinis, maupun integritas profesional sebagai calon perawat anestesi yang akan terlibat langsung dalam pelayanan perioperative, perawatan pasien bedah dan kritis.

Ucap Janji sebagai Komitmen Moral dan Profesional

Kegiatan ucap janji dipandang bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk komitmen moral mahasiswa sebelum memasuki dunia klinik.

Kaprodi Keperawatan Anestesiologi UNISA, Heri Puspito, S.Kep., Ns., MKM, menyampaikan bahwa ucap janji menjadi simbol kesiapan mahasiswa dalam menjalankan praktik keperawatan anestesiologi dengan menjunjung tinggi etika profesi dan keselamatan pasien.

“Ucap janji ini menjadi bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk menjalankan praktik klinik secara profesional. Setiap tindakan yang dilakukan nantinya berkaitan langsung dengan keselamatan pasien, sehingga integritas dan etika harus selalu menjadi dasar utama,” ungkap Heri Puspito.

Pembekalan Pra-Klinik untuk Penguatan Kompetensi

Pembekalan pra-klinik dirancang untuk menekankan berbagai kompetensi dasar yang wajib dimiliki mahasiswa Keperawatan Anestesiologi. Materi yang diberikan mencakup penguatan kemampuan klinis dasar anestesiologi, patient safety, komunikasi terapeutik, serta kolaborasi dalam tim bedah dan anestesi.

Mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit, standar pelayanan anestesi, serta kesiapan menghadapi situasi klinik yang dinamis.

Persiapan Menghadapi Tantangan Etika dan Profesionalisme

Dalam praktik klinik, mahasiswa tidak hanya dituntut terampil secara teknis, tetapi juga mampu menunjukkan sikap profesional dan etis. Pembekalan ini memberikan arahan tentang batas kewenangan mahasiswa, pentingnya menjaga kerahasiaan pasien, serta membangun sikap disiplin dan empati dalam pelayanan.

“Mahasiswa harus siap menghadapi tantangan nyata di ruang operasi maupun unit kritis. Profesionalisme dan integritas adalah kunci utama dalam praktik keperawatan anestesiologi,” tambah Kaprodi.

Dukungan Fakultas Kesehatan UNISA

Dekan Fakultas Kesehatan UNISA, Dr. Dewi Rokhanawati, S.Si.T., M.P.H., turut memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental, sikap humanis, serta komitmen pelayanan dalam menjalani praktik klinik.

“Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi harus mampu menunjukkan kompetensi sekaligus karakter sebagai tenaga kesehatan yang beretika. Praktik klinik bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga tentang empati, komunikasi, dan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien,” ujar Dr. Dewi Rokhanawati.

Fokus Pembekalan Tahun Ini

Tahun ini, pembekalan pra-klinik difokuskan pada penguatan aspek keselamatan pasien, pembaruan standar anestesi perioperatif, simulasi keterampilan klinis dasar, serta kesiapan mental mahasiswa dalam menghadapi tekanan kerja di lingkungan rumah sakit.

Program studi juga menyesuaikan materi dengan perkembangan teknologi anestesi serta kebutuhan layanan kesehatan modern.

Peran Dosen dan Instruktur Klinik

Kesiapan mahasiswa dipastikan melalui pendampingan intensif oleh dosen dan instruktur klinik. Evaluasi dilakukan melalui simulasi praktik, OSCE, pembinaan karakter, serta koordinasi dengan lahan praktik agar mahasiswa siap secara menyeluruh sebelum diterjunkan.

“Dosen dan instruktur klinik memiliki peran penting untuk memastikan mahasiswa tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan etika,” jelas Kaprodi.

Harapan Program Studi

Program studi berharap mahasiswa dapat menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, empati, serta mampu menjaga nama baik institusi dan profesi selama menjalani praktik klinik.

“Kami berpesan kepada seluruh mahasiswa, jadikan ucap janji ini sebagai pedoman dalam setiap tindakan. Masuklah ke dunia klinik dengan niat belajar, melayani dengan hati, dan selalu mengutamakan keselamatan pasien,” pesan Heri Puspito.

Mendukung Visi Lulusan Profesional dan Beretika

Kegiatan ucap janji dan pembekalan pra-klinik ini merupakan langkah strategis dalam mendukung visi Program Studi Keperawatan Anestesiologi UNISA untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, beretika, serta siap memberikan pelayanan anestesi berkualitas sesuai standar nasional dan kebutuhan layanan kesehatan modern.

Gizi

Kualitas pendidikan kesehatan Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menjadi magnet bagi perguruan tinggi lain. Kali ini, dua institusi kesehatan asal Jawa Timur, yakni Akademi Gizi Karya Husada dan STIKES Karya Husada Kediri, melakukan kunjungan studi banding ke kampus UNISA di Sleman, Senin (26/01/2026).

Ahli Gizi

Bertempat di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah, rombongan tamu disambut langsung oleh Ketua Program Studi Gizi UNISA Yogyakarta, Agung Nugroho, A.MG., MPH. Dalam pertemuan hangat tersebut, Agung mengajak para tamu mengenal lebih dekat dapur pendidikan gizi UNISA, mulai dari sejarah, fasilitas laboratorium, hingga proses pembelajaran yang selama ini diterapkan. Agung menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajang tukar ilmu.

“Harapan dengan adanya kunjungan ini, kita bisa saling berbagi pengalaman dari masing-masing institusi. Tujuannya satu, untuk kemajuan pendidikan gizi kita bersama,” ujar Agung.

Sementara itu, Ketua Prodi Sarjana Gizi STIKES Karya Husada Kediri, Frenky Arif Budiman, S.Gz., M.Gizi, tak menampik bahwa pihaknya ingin belajar dan mencari solusi. Menurutnya, UNISA Yogyakarta dipilih sebagai rujukan karena dinilai memiliki tata kelola yang mapan.

“Tujuan kami datang untuk belajar menjadi institusi yang lebih baik. Ilmu yang kami dapat dari sini akan menjadi bekal berharga untuk disampaikan kepada pimpinan dan diterapkan di Kediri,” ungkap Frenky.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi intens antar-prodi. Kedua belah pihak membedah kurikulum dan strategi manajemen akademik guna mencetak lulusan ahli gizi yang siap bersaing di dunia kerja.

Workshop

Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar Workshop Internasional bertema “ Article Writing & Publication Strategy in Reputable International Journals” bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Kamis (29/1/2026).

Workshop Internasional

Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room SM. 2.11, Gedung Siti Moendjijah Lantai 2, Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta ini menghadirkan dua narasumber dari UiTM Malaysia, yakni Dr. Wan Norbani Wan Noordin, Head of Center of Strategic Communication UiTM Malaysia, serta Assoc. Prof. Dr. Tengku Elena Tengku Mahamad, Deputy Dean (Research and Industrial Linkages) UiTM Malaysia.

Pelaksanaan Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa Unisa Yogyakarta dalam menulis artikel ilmiah dan strategi publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Para peserta dibekali wawasan mulai dari pengembangan budaya riset kampus, penyusunan artikel sesuai standar jurnal internasional, sampai strategi memilih jurnal yang tepat dan meningkatkan peluang lolos publikasi.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora, Nur Fitri Mutmainah, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop internasional tersebut. Perempuan yang akrab disapa Iin tersebut mengakui masih rendahnya publikasi riset tingkat internasional dari akademisi Unisa Yogyakarta sehingga perlu upaya mengatasi masalah tersebut.

“Agenda workshop ini penting, kita bisa lihat publikasi riset Unisa Yogyakarta masih cukup rendah. Dengan workshop ini kita bisa belajar dan termotivasi agar mencapai luaran publikasi internasional,” ujar Iin dalam sambutannya.

Membangun Budaya Riset

Tengku Elena Tengku Mahamad, dalam pemaparan materinya menyampaikan pentingnya budaya riset di dalam universitas sebagai pijakan menuju peningkatan publikasi internasional sivitas akademika. Elena mengajak seluruh akademisi Unisa Yogyakarta untuk produktif melakukan riset, caranya dengan meluangkan waktu setidaknya satu jam untuk penelitian.

“Alokasikan satu jam khusus untuk riset. Tidak harus setiap hari, satu jam sekali atau dua kali dalam seminggu. Anggap waktu tersebut seperti meeting. Usaha kecil tersebut akan mengarahkan ke progres yang mantap,” ucapnya menjelaskan.

Elena juga mengingatkan agar para peserta percaya diri untuk memulai ide penelitian dimiliki. Baginya, budaya riset itu adalah berkembang bersama-sama. Riset yang baik bukanlah yang sempurna, tapi yang memiliki progres. Agar semua itu tercapai, Elena menyarankan terciptanya kolaborasi erat antar-individu di universitas.

“Setiap orang memiliki titik awal yang berbeda-beda. Dengan menulis bersama membantu individu untuk fokus dan termotivasi. Dengan bekerja sama bisa mengurangi tekanan dalam riset. Seiring waktu, kegiatan riset menjadi budaya bersama,” ujar Elena.

Sementara itu, Wan Norbani Wan Noordin, selaku narasumber berikutnya lebih menekankan pentingnya perhatian dalam membuat karya tulis ilmiah. Norbani menyebut tulisan artikel untuk publikasi internasional mesti memenuhi standar Scopus, baik dari segi metodologi, struktur, referensi, hingga kejelasan.

“Pastikan naskah artikel memenuhi kriteria jurnal dengan tepat. Selain itu, sebaiknya naska sudah di-review terlebih dahulu sebelum dikirim,” ucap Norbani memberi tips. Pada kesempatan tersebut ia juga mengulas kiat-kiat bagaimana memilih jurnal internasional dan mengatasi tantangan agar naskah diterima.

Para peserta dengan antusias mengikuti paparan kedua narasumber dari UiTM Malaysia. Acara hari itu kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, penyerahan cendera mata, lalu ditutup dengan foto bersama.

Bersih bersih masjid

Mahasiswa Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta yang tergabung dalam relawan Mahasiswa Sadar Infak dan Sedekah (Madaris) melaksanakan program Bersih-Bersih Masjid (BBM) di Masjid Al-Mustaghfirin, Brajan, Kalurahan Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Sabtu (24/1/2026).

Sebanyak 31 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Dengan sigap, mereka membersihkan seluruh area Masjid Al-Mustaghfirin, Brajan, mulai dari lantai, dinding, kamar mandi dan tempat wudu, kipas angin, hingga langit-langit masjid.

Selain kegiatan bersih-bersih, program BBM juga disertai penyerahan donasi berupa perlengkapan ibadah, seperti mukena, sarung, Al-Qur’an, serta poster infografis.

Bersih-bersih Masjid

Salah satu relawan Madaris, Meilinda Saputrie, mengaku antusias mengikuti kegiatan BBM kali ini. Meski merasa sedikit lelah, ia menilai kelelahan tersebut terbayarkan karena dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat dan membantu menciptakan kenyamanan dalam beribadah.

“Aku suka kegiatan sosial dan kerelawanan yang berdampak langsung seperti ini. Jujur, rasa lelah pasti ada, tetapi semuanya tergantikan dengan kepuasan bisa berkontribusi langsung di masyarakat,” ujar Meilinda, Sabtu (24/1/2026).

Sementara itu, warga sekitar turut mengapresiasi kegiatan bersih-bersih di Masjid Al-Mustaghfirin, Brajan. Koordinator Ikatan Remaja Masjid Al-Mustaghfirin, Triyanto, menyatakan dukungannya terhadap aksi mahasiswa Unisa Yogyakarta yang terjun langsung ke masyarakat dengan membersihkan rumah ibadah umat Islam. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu, terutama menjelang bulan Ramadan.

“Kami sangat salut dan senang dibantu oleh mahasiswa Unisa dalam kegiatan bersih-bersih masjid, apalagi menjelang bulan Ramadan,” ujar Triyanto.

Agenda Rutin Madaris

Program Bersih-Bersih Masjid merupakan agenda rutin relawan Madaris. Madaris merupakan komunitas relawan yang berada di bawah binaan Lazismu Kantor Layanan (KL) Unisa Yogyakarta. Sebagai komunitas relawan, Madaris aktif mendukung Lazismu KL Unisa Yogyakarta dalam menjalankan program-program filantropi yang berlandaskan spirit Al-Maun Muhammadiyah.

Beberapa kegiatan yang dilakukan relawan Madaris antara lain Sedekah Barang Berkas (Sebarkas), Infak Serdadu, Sarapan Gratis, serta program Bersih-Bersih Masjid.

Pembina Madaris, Andis, menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan program Bersih-Bersih Masjid adalah mengajak anak muda kembali memakmurkan masjid. Selain itu, masih banyak masjid di wilayah Yogyakarta yang kurang terawat karena minimnya jamaah atau keterlibatan generasi muda.

“Banyak masjid yang kurang terurus, baik karena jamaahnya sedikit maupun tidak adanya anak muda yang meramaikan. Padahal bangunan masjidnya ada. Karena itu, kami hadir untuk meramaikan dan menghidupkan kembali masjid,” jelas Andis.

Program Bersih-Bersih Masjid dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali, biasanya di masjid-masjid kampung sekitar Unisa Yogyakarta. Namun, dalam beberapa kesempatan, Madaris juga melaksanakan BBM di wilayah yang lebih jauh, seperti di Masjid Al-Mustaghfirin, Minggir, Sleman.