Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Profil UNISA Yogya
  • Kuliah di UNISA Yogya
  • SDG`s UNISA Yogya
  • Kemahasiswaan & Alumni
  • PMB Unisa Yogya
  • Perpustakaan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Archive for category: 4 Quality Education

You are here: Home1 / Berita dan Informasi2 / 4 Quality Education
Silent killer

Silent Killer Mengintai! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Gerak Cepat Lindungi Lansia

05/01/2026/in 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap disebut sebagai silent killer karena sering muncul tanpa gejala namun mematikan. Sadar akan ancaman serius ini bagi kaum lanjut usia (lansia), mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta tak tinggal diam.

Melalui Proyek Al-Ma’un, mahasiswa Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi (Kelompok C1) turun langsung ke masyarakat. Mereka menggelar aksi “Edukasi dan Pemeriksaan Tekanan Darah Gratis” bagi lansia di Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Banyuraden, Gamping, Sleman, Jumat (26/12/2025).

Sebanyak 20 lansia antusias mengikuti kegiatan ini sejak pagi. Ketua Kelompok, Salsabila, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekedar tugas kuliah, melainkan wujud nyata kepedulian sosial mahasiswa untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia di Banyuraden.

Deteksi Dini dan Tips Hidup Sehat

Acara dibuka oleh dosen pembimbing, Sri Lestari Lina Wati yang menekankan pentingnya nilai pengabdian. Tanpa membuang waktu, para siswa langsung mengeluarkan tensimeter. Satu per satu lansia diperiksa kondisi tekanan darahnya sebagai langkah deteksi dini.

Tak hanya memeriksa fisik, pikiran para lansia juga ikut di segarkan. Nabila Putri Irawan , salah satu mahasiswa, memberikan materi daging tentang cara menjinakkan hipertensi. Tipsnya sederhana namun sering dilupakan, kurangi asupan garam, rutin minum obat, dan jangan malas bergerak.

“Pola makan rendah garam dan aktivitas fisik ringan adalah kunci. Jangan tunggu sampai stroke menyerang baru menyesal,” pesan Nabila dalam sesi edukasi yang interaktif.

Tutup dengan Peregangan Anti-Kaku

Para lansia diajak melakukan peregangan khusus penderita hipertensi. Gerakan-gerakan ringan yang dipandu siswa untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi kekakuan otot. Gelak tawa pun pecah melihat semangat para lansia mengikuti gerakan instruktur.

Melalui Proyek Al-Ma’un ini, mahasiswa Keperawatan Anestesiologi UNISA Yogyakarta berharap bisa mencetak calon tenaga kesehatan yang tidak hanya jago teknis medis, tapi juga punya hati yang peka dan empati tinggi terhadap masyarakat. Bagi lansia Banyuraden, ilmu yang didapat hari ini menjadi bekal berharga untuk menikmati masa tua yang lebih sehat dan berkualitas.

Silent killer
Silent killer
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/silent-killer-1-scaled.jpg 1440 2560 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-01-05 10:33:252026-01-05 10:33:27Silent Killer Mengintai! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Gerak Cepat Lindungi Lansia
Komunikasi

Berbicara dengan Hati: Komunikasi Empatik sebagai Akhlak dan Kesalehan Sosial

03/01/2026/in 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Setiap kata yang terucap membawa jejak hati. Ketika komunikasi dijalani dengan empati, ia tidak lagi berhenti sebagai pertukaran pesan, tetapi menjelma sebagai laku akhlak dan wujud kesalehan sosial.

Ada kalanya luka sosial tidak lahir dari kekerasan fisik, melainkan dari kata-kata yang diucapkan tanpa empati. Ucapan yang tergesa, nasihat yang mempermalukan, atau nada bicara yang merendahkan sering kali meninggalkan bekas lebih dalam daripada yang disadari. Padahal, Islam tidak hanya mengajarkan apa yang harus disampaikan, tetapi juga bagaimana menyampaikannya.

Berbicara dengan hati, menjadi sebuah praktik akhlak yang menautkan empati, adab, dan tanggung jawab sosial. Di sanalah komunikasi empatik menemukan maknanya sebagai cermin akhlak dan kesalehan sosial, hadir bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memanusiakan.

Komunikasi

Dalam tradisi Islam berkemajuan yang dirawat Muhammadiyah, keberagamaan tidak berhenti pada ritual dan simbol. Keimanan tidak berhenti pada pengakuan, melainkan diuji dalam laku sosial bagaimana kita bersikap adil, menghargai martabat manusia, dan memperlakukan orang lain secara bermakna.

Tauhid tidak hanya menegaskan hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga menuntut tanggung jawab horizontal dalam hubungan antarmanusia. Di situlah komunikasi empatik menjadi wujud nyata dari kesalehan sosial. Almarhum Buya Syafii Maarif dengan tegas mengingatkan:

“Islam yang tidak membela kemanusiaan akan kehilangan makna moralnya”.

Pernyataan ini menempatkan kemanusiaan sebagai inti ajaran Islam. Dalam konteks komunikasi, membela kemanusiaan berarti memperlakukan setiap orang dengan hormat dan empati, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi, tingkat pendidikan, maupun posisi kekuasaan. Semua manusia, pada hakikatnya hadir sebagai makhluk Allah yang memiliki martabat yang sama, namun dalam praktik kehidupan sehari-hari, komunikasi sering kali berlangsung tidak setara.

Sejak kelahirannya, Muhammadiyah hadir membawa semangat memerdekakan manusia dari berbagai bentuk ketidakadilan—termasuk ketidakadilan yang tersembunyi dalam bahasa, sikap, dan cara kita berbicara satu sama lain. Cara berbicara yang merendahkan, menghakimi, atau meniadakan suara orang lain bukan hanya persoalan etika sosial, tetapi juga persoalan moral keagamaan. Bahasa dapat menjadi sarana pencerahan, tetapi juga dapat menjadi alat penindasan ketika kehilangan empati.

Islam memberikan panduan yang jelas mengenai etika berkomunikasi. Al-Qur’an tidak hanya mengatur apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana kata-kata itu diucapkan. Perkataan yang baik, jujur, dan lembut berulang kali ditegaskan sebagai bagian dari adab berkomunikasi seorang muslim. Bahkan kepada Fir’aun—penguasa yang dikenal keras dan zalim—Allah memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk berbicara dengan kelembutan (QS. Thaha: 44). Pesan ini menegaskan bahwa empati tidak bergantung pada siapa yang dihadapi atau dalam situasi apa kita berada. Ia adalah prinsip akhlak yang mesti dijaga, justru ketika relasi kuasa tidak seimbang.

Dalam urusan memberi nasihat, pelajaran ini menjadi sangat relevan. Kebaikan tidak diajarkan dengan mempermalukan atau merendahkan orang lain. Nasihat yang disampaikan dengan bahasa yang kasar, membuka aib, atau melukai harga diri justru berisiko menutup ruang dialog. Sebaliknya, bahasa yang santun dan beradab memungkinkan pesan kebenaran diterima dengan lebih lapang. Dalam komunikasi yang empatik, kelembutan bukan tanda kelemahan, melainkan jalan untuk menghadirkan perubahan yang lebih tahan lama.

Teladan Rasulullah SAW semakin menegaskan pentingnya komunikasi empatik. Nabi dikenal sebagai pendengar yang baik dan tidak merendahkan siapa pun. Beliau menyesuaikan bahasa dengan kondisi lawan bicara, berbicara dengan penuh perhatian, dan menghadirkan rasa aman bagi siapa pun yang berinteraksi dengannya.

Dalam kajian ilmu komunikasi Barat, empati dipahami sebagai kemampuan memahami pengalaman orang lain secara kognitif dan emosional. Carl Rogers, tokoh psikologi humanistik, menempatkan empati sebagai prasyarat utama terciptanya relasi interpersonal yang sehat dan bermakna. Empati memungkinkan seseorang hadir sepenuhnya dalam percakapan—bukan untuk mendominasi, melainkan untuk memahami. Perspektif ini memiliki irisan yang kuat dengan nilai-nilai Islam tentang adab dan penghormatan terhadap sesama.

Selain itu, Martin Buber melalui konsep relasi I–Thou menekankan pentingnya memandang orang lain sebagai subjek yang utuh, bukan sekadar objek. Relasi dialog yang beradab menuntut lebih dari sekadar kepandaian berbicara. Ia menuntut kesediaan untuk hadir dengan empati dan mengakui martabat orang lain sebagai sesama manusia.

Dalam tradisi dakwah Muhammadiyah, cara pandang ini penting karena dakwah tidak pernah dimaksudkan untuk menundukkan, melainkan untuk mencerahkan dan memanusiakan. Komunikasi empatik bukan sekadar etika personal, melainkan bagian dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Tentu saja dakwah tidak hanya berlangsung di mimbar atau forum resmi, tetapi juga hadir dalam percakapan sehari-hari seperti bagaimana kita menyapa orang lain, mendengarkan keluhan masyarakat kecil, atau merespons perbedaan pendapat dengan adab.

Di situlah nilai Islam berkemajuan diuji dan dihidupkan. Cara seseorang berbicara, mendengarkan, dan merespons orang lain merupakan cerminan langsung dari akhlaknya. Kata-kata tidak berdiri sendiri; ia selalu membawa nilai, sikap batin, dan cara pandang terhadap sesama manusia.

Tantangan komunikasi hari ini semakin terasa di tengah suasana sosial yang mudah terbelah. Kata-kata bernada kebencian dengan cepat menyebar, terutama di ruang digital, sering kali empati tidak diberikan kesempatan untuk bekerja. Dalam keadaan seperti ini, akhlak justru diuji melalui cara kita berbicara—apakah kata-kata kita ikut menambah luka, atau justru membuka ruang untuk saling memahami.

Pada akhirnya, berbicara dengan hati adalah ikhtiar untuk menjaga keharmonisan dalam setiap perjumpaan. Ia menuntut kesadaran bahwa kata-kata bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dirasakan. Empati mengajarkan kita untuk menahan diri sebelum menghakimi, memilih bahasa yang merawat martabat, dan menyampaikan kebenaran tanpa melukai.

Dalam komunikasi yang demikian, akhlak tidak lagi sekadar konsep, melainkan hadir sebagai laku hidup sehari-hari. Di sanalah kesalehan sosial menemukan hakikatnya—dalam tutur yang lembut, sikap yang menghormati, dan komitmen untuk terus memanusiakan manusia, sebagaimana Islam mengajarkannya.

Penulis: Mega Ardina, M.Sc. (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta)

Sumber : Suara Muhammadiyah

Komunikasi
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/komunikasi.jpg 887 799 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-01-03 00:00:592026-01-05 13:34:32Berbicara dengan Hati: Komunikasi Empatik sebagai Akhlak dan Kesalehan Sosial
Sleman

Cegah Panik Saat Bencana, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Sulap Lansia Sleman Jadi Tim Siaga Darurat!

02/01/2026/in 3 Good Health and Well Being, 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Minggu pagi (21/12/2025) di kawasan Perumahan Dayu Permai, Ngaglik, Sleman, tampak berbeda dari biasanya. Suasana di halaman Masjid Al-Jihad mendadak riuh penuh semangat. Puluhan lansia terlihat tertarik menggerakkan badan mengikuti irama senam, dipandu oleh sekelompok anak muda berjaket almamater hitam.

Mereka adalah mahasiswa Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang sedang menggelar aksi nyata bertajuk Proyek Al-Ma’un. Menggandeng Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sinduharjo, kegiatan ini bertujuan meningkatkan semangat hidup sehat sekaligus membekali para lansia ilmu penting soal kegawatdaruratan.

Edukasi Rumah Bebas Panik

Usai dengan kegiatan senam pagi, para peserta masuk ke serambi masjid untuk sesi yang lebih serius namun santai. Mengusung tema “Rumah Bebas Panik: Ikhtiar Menuju Keluarga Siaga Darurat”, delapan mahasiswa UNISA Yogyakarta berbagi trik menghadapi situasi genting di rumah.

Tim mahasiswa yang terdiri dari Aulia Surya Pratiwi, Satria Adiwignya Hardini, Nayla Aditya Putri, Ahmad Devan Ardiansyah, Raisyah Agista Putri, Iin Juniarti, Alqaf Rayqa Ahmad, dan Salma Hanifa, tampil cekatan di bawah bimbingan mentor Siti Huzaimah.

Materi yang dibawakan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari para lansia. Alqaf Rayqa Ahmad membuka wawasan soal penanganan kecelakaan rumah tangga, insiden yang sering menimpa lansia. Dilanjutkan oleh Salma Hanifa yang membedah potensi bencana di wilayah Yogyakarta, serta Nayla Aditya Putri yang membagikan daftar nomor darurat vital di Sleman.

Menariknya, edukasi ini tak melulu ceramah. Mahasiswa membagikan panduan lembar yang dilengkapi barcode digital untuk mengakses materi lebih lanjut. Camilan sehat pun ikut sertakan untuk menemani sesi diskusi.

Doorprize Antusiasme Tinggi dan Banjir

Sesi tanya jawab menjadi momen paling hangat. Para lansia tak perlu melontarkan pertanyaan penting seputar kesehatan dan bencana. Tak hanya bertanya, mereka justru balik memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar semangat menuntaskan kuliah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami jadi tahu harus telepon siapa kalau ada darurat, dan bagaimana cara aman di rumah,” ujar Larjiman salah satu peserta.

Acara ditutup dengan kemeriahan Pembagian doorprize bagi peserta yang aktif dan beruntung. Senyum sumringah terpancar saat sesi foto bersama. Melalui Proyek Al-Ma’un ini, mahasiswa UNISA Yogyakarta berharap nilai kepedulian dan kemanusiaan tidak hanya berhenti dalam teori kampus, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para lansia di Sinduharjo.

Sleman
Sleman
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/01/sleman.jpeg 1200 1600 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-01-02 09:26:112026-01-02 09:26:14Cegah Panik Saat Bencana, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Sulap Lansia Sleman Jadi Tim Siaga Darurat!
Lansia

Mahasiswa UNISA Yogyakarta Ajari Lansia Minomartani Trik P3K

30/12/2025/in 3 Good Health and Well Being, 4 Quality Education, 5 Gender Equality, Berita, Kerjasama, News/by admin

Usia senja atau lansia sering kali identik dengan kerentanan fisik. Risiko jatuh di kamar mandi, tiba-tiba pingsan, hingga serangan stroke menjadi momok menakutkan yang bisa datang kapan saja bagi para lansia. Sadar akan bahaya tersebut, sekelompok siswa turun tangan langsung untuk ‘menyekolahkan’ para lansia agar lebih tanggap darurat.

Aksi kepedulian ini digagas oleh Mahasiswa Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang berada di kelompok A6 melalui program Proyek Al-Ma’un. Menggandeng Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Minomartani, kegiatan edukasi kegawatdaruratan ini digelar di Griya Lansia Minomartani, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan ini bukan sekedar tugas kuliah, melainkan wujud nyata implementasi nilai kemanusiaan dan keimanan untuk melindungi kelompok rentan.

Dalam sesi edukasi, suasana hangat dan interaktif. Para pelajar tidak menggunakan istilah medis yang membatasi. Sebaliknya, mereka dengan telaten menjelaskan langkah pertolongan pertama untuk kondisi yang paling sering dialami lansia, mulai dari penanganan saat terpeleset atau jatuh, sesak napas, pingsan, hingga mendeteksi gejala awal stroke dan penurunan kesadaran.

Aprinia Dewi Wulandari, salah satu anggota kelompok A6, menekankan pentingnya edukasi ini. Menurutnya, kekhawatiran seringkali memperparah keadaan saat terjadi kecelakaan di rumah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap lansia dan keluarganya tidak lagi panik, tapi jadi lebih sigap mengenali tanda bahaya. Tahu harus melakukan apa di menit-menit awal sebelum bantuan medis datang adalah kunci keselamatan,” ujar Aprinia yang merupakan mahasiswa Program Studi Keperawatan Anestesi UNISA Yogyakarta ini.

Menanamkan Empati Lansia

Lebih dari sekedar bagi-bagi ilmu medis, acara ini juga menjadi ajang menanamkan nilai empati. Lansia diajak menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk hidup aman dan mendapatkan perlindungan.

Para peserta tampak antusias melakukan rekreasi simulasi pertama yang diajarkan. Proyek kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa semangat Al-Ma’un membantu mereka yang lemah masih menyala terang di kalangan generasi muda. Harapannya, ilmu yang diterapkan hari ini bisa menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kualitas hidup dan keselamatan para lansia di Minomartani.

Lansia
Lansia
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/lansia.jpg 1953 2267 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2025-12-30 13:51:572025-12-30 13:51:59Mahasiswa UNISA Yogyakarta Ajari Lansia Minomartani Trik P3K
Banjir

Ratusan Korban Banjir Terancam Stroke dan Darah Tinggi, Apa Pemicunya?

29/12/2025/in 12 Responsible Consumption and Production, 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Bencana banjir mungkin sudah surut, namun bencana kedua kini mengintai kesehatan warga Tapanuli Tengah. Fakta mengejutkan ini diungkap oleh Tim Kemanusiaan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melalui program DIKTI Berdampak.

Setelah melakukan analisis epidemiologi maraton pada 18–21 Desember 2025 di empat wilayah terdampak Bona Lumban, Tanabolan, Sorkam Kiri, dan Sibuluan Indah tim menemukan lonjakan kasus kesehatan yang mengkhawatirkan. Dari 384 pasien yang diperiksa, mayoritas ternyata kaum perempuan (68%) dan lansia (30%), kelompok yang paling rentan ambruk pasca-bencana.

Fenomena Disaster-Induced Hypertension

Temuan paling mengerikan adalah ancaman Disaster-Induced Hypertension. Data menunjukkan 43% pasien menderita hipertensi. Bahkan, ada 4% pasien yang masuk kategori hipertensi urgensi, sebuah kondisi lampu merah yang berisiko tinggi memicu stroke mendadak dan gagal jantung.

Apa pemicunya? Tim medis menduga kuat adanya korelasi dengan pola makan darurat. Konsumsi mie instan yang berlebihan dari bantuan logistik menyumbang asupan natrium tinggi. Hal ini diperparah dengan stres psikologis berat dan kondisi rumah yang lembap atau basah, memicu tekanan darah meroket tajam.

“Ini fenomena multi-morbidity, di mana satu pasien rata-rata menanggung beban lebih dari satu penyakit sekaligus,” tulis Sofal Djamil dalam laporan tim kemanusiaan UNISA Yogyakarta.

Nyeri Punggung dan Somatisasi Stres

Tak hanya masalah jantung, fisik warga juga kelelahan. Layanan fisioterapi UNISA Yogyakarta mencatat 70% keluhan adalah Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain). Ini akibat kerja keras warga membersihkan lumpur sisa banjir dan posisi tidur yang tidak layak di pengungsian.

Selain itu, tim juga menemukan indikasi somatisasi stres, di mana tekanan batin korban bermanifestasi menjadi rasa sakit fisik seperti sakit kepala hebat dan nyeri otot.

Atas temuan ini, UNISA Yogyakarta mendesak pihak terkait untuk segera menambah stok obat antihipertensi, memperketat sistem triase bagi pasien risiko tinggi, serta mulai mengedukasi warga tentang bahaya konsumsi garam berlebih, meski dalam kondisi darurat sekalipun. Jangan sampai banjir berlalu, stroke datang bertamu.

Banjir
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/banjir.jpeg 863 1203 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2025-12-29 09:24:562025-12-29 09:24:58Ratusan Korban Banjir Terancam Stroke dan Darah Tinggi, Apa Pemicunya?
Page 13 of 19«‹1112131415›»
Advertise hereAdvertise here

Berita Terbaru

  • Idul adha
    Idul Adha, Menyelami Makna Pengorbanan Nabi Ibrahim26/05/2026 - 09:49
  • Puasa Arafah
    Ini Keutamaan Puasa Arafah Jelang Idul Adha yang Sayang Dilewatkan25/05/2026 - 10:02
  • Feishum
    Meriahkan Milad ke-109 ‘Aisyiyah, FEISHum UNISA Yogyakarta Gelar “SAE: Fresh with FEISHum”25/05/2026 - 05:57
  • Atlet perempuan
    Dukung Performa Atlet Perempuan, Tiga Prodi UNISA Yogyakarta Gelar Studium Generale “Women in Sport Science”22/05/2026 - 11:33
  • Mahasiswa internasional
    Mahasiswa Internasional Asal India Sebut UNISA Yogyakarta Jadi Rumah Kedua21/05/2026 - 14:35
  • Sumpah profesi
    188 Lulusan Tenaga Kesehatan UNISA Yogyakarta Ikuti Sumpah Profesi, Siap Mengabdi dengan Etika dan Profesionalisme21/05/2026 - 14:14
  • Milad 109 `aisyiyah
    Milad 109 ‘Aisyiyah Perkuat Dakwah Kemanusiaan, Launching 116 Posbakum Gratis dan TK ABA Semesta21/05/2026 - 10:12
  • Sekolah rakyat
    UNISA Yogyakarta Hadirkan Appreciative Inquiry Coaching Untuk Bangkitkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Rakyat20/05/2026 - 22:07
  • Ulama `aisyiyah
    Respons Tantangan Zaman, Ulama ‘Aisyiyah Rancang Konstruksi Pemikiran Keumatan dan Kebangsaan19/05/2026 - 09:24
  • Bayi
    Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita18/05/2026 - 08:25

Alamat

Kampus Terpadu:
Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63 Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. 55292
Telepon: (0274) 4469199
Fax.: (0274) 4469204
Email: info@unisayogya.ac.id
Kampus I:
Jl. Munir 267 Serangan, Ngampilan, Yogyakarta.
Telepon: (0274) 374427

UNISA Virtual Tour

Jam Kerja Kantor

Senin-Jumat: 08:00-16:30 WIB

Sertifikasi oleh

Iso logoIso logo

Kolaborasi

Asia logos1    Cropped 2 removebg preview

Images removebg preview

Images 1 removebg preview

Saxion university of applied sciences logo.svgLogo la trobe university

Unikl1Uitm universiti teknologi mara logo png transparent

Logo umam offical 04   Logo left 1024x385

Unital removebg preview  Logo unishams full d142d40f Umpsa bangunan 1764x719

Logo uthm web removebg preview   Usm logoUtm logo full  Dhurakij pundit university feature img removebg preview

A3cfc8d10cdc0e37b8f43686c84e10cb56c9336a7b658aa3eb9a1270c28ef533  Logo jawi umk 1 cptnh9jvdwaz

Nowhiring 01 removebg preview  University of leeds

Ibaraki removebg preview   1284 logo 1280 removebg preview

Segi logo Mahidol u

Iium logo 2019.svg

 

© Copyright - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta - Enfold WordPress Theme by Kriesi
Scroll to top Scroll to top Scroll to top
  • ←
  • Contact Us
    Contact Form

  • WhatsApp