Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Profil UNISA Yogya
  • Kuliah di UNISA Yogya
  • SDG`s UNISA Yogya
  • Kemahasiswaan & Alumni
  • PMB Unisa Yogya
  • Perpustakaan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Archive for category: 4 Quality Education

You are here: Home1 / Berita dan Informasi2 / 4 Quality Education
Wisuda

UNISA Yogyakarta Wisuda 181 Lulusan, Dorong Kesiapan Hadapi Transformasi Digital

19/12/2025/in 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar Wisuda Periode ke-25 Tahun Akademik 2025/2026 di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Kamis (18/12/2025). Sebanyak 181 lulusan dari jenjang magister, sarjana, sarjana terapan, dan diploma resmi dikukuhkan.

Rektor UNISA Yogyakarta Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat. mengatakan, wisuda bukan sekadar capaian akademik, melainkan amanah untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan karakter di tengah masyarakat. Menurutnya, lulusan UNISA Yogyakarta dituntut memiliki daya lenting, kemampuan adaptasi, serta kepekaan terhadap perubahan sosial.

“Capaian akademik penting, namun belum cukup. Lulusan harus mampu membaca perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat,” ujar Warsiti dalam sambutannya.

Wisuda

Pada wisuda kali ini, 25 persen lulusan meraih predikat cumlaude. IPK tertinggi program sarjana mencapai 3,99, dengan IPK rata-rata 3,50, sementara IPK tertinggi program diploma 3,88. Adapun masa studi tercepat program sarjana tercatat 3 tahun 3 bulan 7 hari.

Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, menekankan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja yang dinamis. Ia berpesan agar lulusan terus belajar, fleksibel mengikuti perkembangan zaman, serta menjaga nama baik almamater.

“Wisuda ini bukan hanya hasil kerja keras mahasiswa, tetapi juga doa dan dukungan orang tua. Karena itu, lulusan harus siap menghadapi transformasi digital, memahami tren kesehatan global, dan menguasai kompetensi hybrid, baik hard skill maupun soft skill,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., menyatakan UNISA Yogyakarta membekali mahasiswa tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, dan kewirausahaan, disertai penguatan nilai spiritual Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Perpaduan ilmu dan nilai menjadi bekal agar lulusan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Di sela prosesi wisuda, UNISA Yogyakarta juga menggelar doa bersama untuk korban bencana di Sumatra dan sekitarnya, yang dipimpin Wakil Rektor IV Dr. M. Ali Imron, M.Fis.Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penggalangan donasi dari para wisudawan sebagai bentuk kepedulian sosial.

Wisuda ini menegaskan komitmen UNISA Yogyakarta dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, berkarakter, dan siap berkontribusi di tengah tantangan global.

Wisuda
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/wisuda-2-scaled.jpg 1707 2560 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2025-12-19 14:16:362025-12-19 14:16:47UNISA Yogyakarta Wisuda 181 Lulusan, Dorong Kesiapan Hadapi Transformasi Digital
Tbc

Stigma TBC Bisa Lebih Berbahaya dari Penyakitnya, UNISA Yogyakarta dan Dinkes DIY Serukan Hal Ini

18/12/2025/in 13 Climate Action, 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Perang melawan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia ternyata menghadapi tembok tebal bernama stigma. Seringkali, pandangan miring dan pengucilan dari lingkungan sosial justru lebih menyakitkan bagi pasien daripada penyakitnya sendiri. Isu krusial inilah yang dibedah tuntas oleh Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, UNISA gelar Seminar Nasional bertajuk “Seminar Akhir Tahun: Akhiri Stigma, Akhiri TBC”. Acara yang digelar secara hybrid ini memadati ruang sidang Gedung Siti Moendjijah, Rabu (17/12/2025).

Sebanyak 180 peserta yang hadir diajak untuk membuka mata bahwa penderita TBC membutuhkan dukungan, bukan hujatan. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH, menyoroti fenomena ketakutan masyarakat yang berlebihan.

“Penderita TBC bukanlah sosok hantu yang menakutkan, tetapi stigma yang ada terkadang membuat mereka dihindari. Tema hari ini sangat relevan karena kasus TBC masih sangat banyak dijumpai, dan obat pertama adalah dukungan sosial,” tegas Dewi.

Dukungan Adalah Kunci Kesembuhan

Senada dengan Dewi, Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, MPH , memberikan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa stigma negatif dapat menghambat proses pengobatan. Pasien yang malu atau takut dikucilkan cenderung menyembunyikan penyakitnya, yang akhirnya justru memperparah penularan.

“Jangan sampai kita memberikan stigma kepada penderita TBC. Dukungan moral sangat penting untuk keberhasilan pengobatan mereka,” ujar Anung.

Hadirkan Saksi Hidup dan Pakar

Seminar ini tidak main-main dalam menghadirkan narasumber. Empat perspektif berbeda dihadirkan untuk mengupas tuntas TBC dari sisi medis, psikologis, hingga pengalaman nyata.

Mereka adalah dr. Hendris Utama Citra W, Sp.P. (Spesialis Paru RSUP dr. Sardjito), Firra Berlinawati, S.Psi., Psikolog (Psikolog Klinis), Suratini, S.Kep., Ns, M.Kep., Sp.Kom (Dosen Keperawatan UNISA), dan yang paling menyentuh hati, Eny Suryaningsih (Penyintas TBC).

Kehadiran Eny sebagai penyitas memberikan gambaran nyata betapa beratnya perjuangan sembuh di tengah stigma masyarakat. Seminar ini diharapkan menjadi titik balik bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk berhenti melabeli penderita TBC, dan mulai merangkul mereka agar Indonesia bebas TBC.

Tbc
Tbc
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/tbc-1.jpeg 960 1280 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2025-12-18 14:33:372025-12-18 14:33:39Stigma TBC Bisa Lebih Berbahaya dari Penyakitnya, UNISA Yogyakarta dan Dinkes DIY Serukan Hal Ini
Kompetisi religi

LPPI UNISA Yogyakarta Gelar Kompetisi Religi, Cetak Generasi Unggul Akademik dan Kokoh Spiritual

16/12/2025/in 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menyalakan denyut syiar Islam melalui rangkaian kompetisi religi yang penuh semangat dan makna. Menyambut Milad Muhammadiyah ke-113, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UNISA Yogyakarta menghadirkan tiga cabang perlombaan: Adzan, Tahfidz Quran, dan Tilawah Quran. Selama dua hari, 8–9 Desember 2025, sebanyak 85 peserta berpartisipasi, menjadikan Masjid Walidah Dahlan dipenuhi lantunan ayat suci, suara merdu, dan semangat berfastabiqul khairat.

Kompetisi Religi

Lebih dari sekadar mencari juara, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen LPPI UNISA dalam menumbuhkan generasi muda yang paripurna. UNISA meyakini bahwa mahasiswa unggul bukan hanya mereka yang berprestasi secara akademik, tetapi juga yang memiliki ketajaman rohani, kedalaman pemahaman agama, serta kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an. Melalui ajang ini, LPPI memberi ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk tumbuh, berkarya, dan membuktikan bahwa kecemerlangan intelektual dapat berjalan beriringan dengan kedewasaan spiritual—menjadi pilar peradaban yang religius dan berkarakter.

“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-113, tetapi juga merupakan ikhtiar untuk semakin mendekatkan civitas akademika UNISA Yogyakarta dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kompas kehidupan yang menuntun manusia menuju jalan kebenaran. Melalui kegiatan ini, kita berharap Al-Qur’an tidak hanya dihafal secara lisan, tetapi juga dihayati maknanya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ketua LPPI UNISA Yogyakarta, Dr. M. Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I., dalam sambutan pembukaan lomba yang diselenggarakan pada Senin, 8 Desember 2025, di Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta.

Rangkaian acara dibuka dengan penuh khidmat, diawali oleh sambutan inspiratif dari Ketua LPPI UNISA Yogyakarta, Dr. M. Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I. Dalam sesi pembukaan, khususnya pada cabang lomba Tahfidz, Dr. Nurdin menyampaikan pesan yang menyentuh hati para peserta. Beliau menekankan bahwa definisi kemenangan bukan hanya terletak pada skor akhir, melainkan pada keberanian untuk memulai.

“Bagi saya, kalian semua yang hadir di sini, yang telah memberanikan diri, meluangkan waktu di tengah kesibukan kuliah, dan mendaftar lomba ini, kalian sudah disebut sebagai juara,” tegas Dr. Nurdin di hadapan para peserta.

Beliau menambahkan bahwa langkah pertama untuk tampil di depan umum adalah kemenangan terbesar melawan ego dan rasa takut dalam diri sendiri. “Para peserta ini sudah mau melawan dan menaklukkan egonya. Maka, siapapun nanti yang menang, apapun hasilnya, jangan pernah merasa minder atau pesimis. Sesungguhnya tidak ada kata gagal dalam kamus pembelajar, yang ada adalah kita sedang berproses untuk menjadi lebih baik,” tambahnya memberikan motivasi.

Nasehat dan arahan ini menjadi suntikan semangat yang luar biasa, mengubah ketegangan kompetisi menjadi atmosfer persaudaraan (ukhuwah) untuk saling menginspirasi dan meningkatkan kualitas diri. Harapannya, lomba religi seperti ini dapat terus diselenggarakan di tahun-tahun yang akan datang. Selamat Milad Muhamamdiyah yang ke-113.  Muhammadiyah terus memajukan kesejahteraan bangsa.

Kompetisi religi
Kompetisi religi
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/kompetisi-religi.jpeg 1200 1600 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2025-12-16 16:08:112025-12-16 16:08:13LPPI UNISA Yogyakarta Gelar Kompetisi Religi, Cetak Generasi Unggul Akademik dan Kokoh Spiritual
bencana

Belajar Kesiapsiagaan Rumah Sakit dari Pengalaman Penanganan Bencana

15/12/2025/in 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Hidup di atas Ring of Fire dengan 127 gunung berapi aktif menjadikan bencana sebagai menu harian di Indonesia. Sadar akan ancaman nyata ini, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta tak mau mencetak perawat yang hanya jago teori.

Sebanyak 260 mahasiswa Keperawatan semester 7 diberikan pengetahuan dalam Studium Generale bertajuk “Rumah Sakit Siaga Bencana dan Rumah Sakit Lapangan” di gedung Siti Moendjijah UNISA Yogyakarta, Jumat (5/12/2025). Materi ini bukan sekedar kuliah biasa, melainkan persiapan hidup dan mati bagi tenaga medis.

Suasana ruangan tiba-tiba hening saat narasumber, Indra Prasetyantoro, S.Kep.Ners., M.Kep., dari RS PKU Muhammadiyah Bantul, menceritakan kisah nyata yang membuat bulu kuduk berdiri sekaligus heroik saat Gempa Yogyakarta 2006 silam.

Parkir Jadi Ruang Triase Darurat Bencana

Indra mengenang betapa kacaunya situasi saat gempa dahsyat merenggut lebih dari 5.700 nyawa itu. Gedung rumah sakit retak parah, plafonnya berjatuhan, namun pasien terus membanjir tanpa henti.

“Kami tidak punya waktu untuk panik. Gedung tidak aman, kami pindah operasional ke area terbuka. Area parkir berubah jadi ruang darurat triase. Taman rumah sakit Didirikan tenda-tenda yang berfungsi sebagai ICU lapangan,” kenang Indra yang membuat para mahasiswa merinding.

Ia menegaskan, dalam situasi kacau, Hospital Disaster Preparedness (HDP) adalah kuncinya. HDP bukan sekedar dokumen di lemari, tapi kesiapan mental dan infrastruktur. Rumah sakit yang tidak siap, bisa berubah dari tempat penyelamatan menjadi kuburan massal.

Bahaya Silent Killer di Rumah Sakit

Selain kisah heroik, Indra juga menyoroti aspek teknis yang sering luput dari perhatian: keamanan non-struktural. Lemari obat yang tidak dibaut ke dinding bisa menghancurkan persediaan penting. Tabung oksigen yang tidak terikat bisa meledak bak rudal saat guncangan terjadi.

“Semua detail kecil ini terdengar sepele, tapi saat gempa mengguncang, detail inilah yang menentukan apakah rumah sakit lumpuh total atau tetap bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

Kuliah umum ini menjadi bekal mahal bagi 260 calon perawat UNISA Yogyakarta yang sebentar lagi terjun ke dunia kerja. Bagi mereka, menghadapi bencana bukan lagi soal “jika”, melainkan “kapan”. Dengan ilmu ini, diharapkan mereka siap menjadi benteng pertolongan terakhir saat ibu pertiwi sedang tidak baik-baik saja.

bencana
bencana
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/penanganan-bencana.jpg 720 1280 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2025-12-15 10:15:422025-12-15 10:15:45Belajar Kesiapsiagaan Rumah Sakit dari Pengalaman Penanganan Bencana
Bootcamp

Bootcamp Tim Penyusun RENSTRA UNISA Yogya 2026–2030 Resmi Dimulai

09/12/2025/in 4 Quality Education, 8 Decent Work and Economic Growth, 9 Industry, Innovation and Infrastructure, Berita, News/by admin

Suasana sejuk lereng Gunung Merapi pada Senin pagi (8/12) menjadi latar dimulainya Bootcamp Tim Penyusun Rencana Strategis (RENSTRA) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta 2026–2030. Kegiatan yang digelar di Kalyana Resort, Kaliurang, ini diikuti oleh seluruh unsur pimpinan universitas, pimpinan fakultas, serta tim pengembang institusi yang selama dua hari ke depan akan merumuskan arah strategis UNISA Yogya untuk lima tahun mendatang.

Bootcamp

Sejak pukul 08.00 WIB, peserta telah memasuki ruang pertemuan utama untuk memulai rangkaian agenda yang disusun secara intensif. Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., hadir membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan strategis terkait pentingnya penyusunan RENSTRA fase berkembang 2026–2030.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa periode perencanaan ini memiliki makna penting bagi UNISA Yogyakarta, terutama setelah capaian akreditasi Unggul.

“Tanggung jawab kita bersama adalah menyiapkan peta jalan UNISA Yogyakarta untuk lima tahun ke depan. Karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara penuh selama dua hari. Kita berada di sini untuk menyusun Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan strategis universitas,” ujarnya.

Dr. Warsiti juga mengingatkan bahwa dokumen RENSTRA yang disusun dalam bootcamp ini memiliki batas waktu penting untuk dapat segera dibahas bersama Badan Pembina Harian (BPH).

“Pada pertengahan Januari 2026, rencana strategis ini akan kita plenokan bersama BPH. Maka, dua hari ini harus kita optimalkan untuk memastikan setiap aspek tersusun dengan baik.”

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa keunggulan khas Aisyiyah yang bernafaskan nilai-nilai inklusif akan menjadi ruh utama dalam arah strategis berikutnya.

“Kita harus menggali dan menegaskan kembali keunggulan Aisyiyah. Kekhasan inklusif yang menjadi identitas kita harus diwujudkan dalam program dan indikator strategis. Karena itu, mari fokus pada kegiatan ini. Tugas-tugas lain dapat kita sisihkan sejenak,” tegasnya.

Kegiatan Bootcamp Penyusunan RENSTRA 2026–2030 dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan berbagai sesi pembahasan yang melibatkan analisis capaian, pemetaan tantangan, dan penyusunan indikator kinerja utama serta indikator kinerja turunan. Dengan semangat kolaboratif dan komitmen penuh, forum ini diharapkan menghasilkan dokumen RENSTRA yang visioner, relevan, dan mampu mengarahkan UNISA Yogyakarta menuju fase perkembangan baru yang lebih progresif.

Kegiatan pun resmi dimulai dengan harapan besar bahwa hasil perumusan ini menjadi fondasi kuat bagi masa depan UNISA Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, dan berdaya saing.

Bootcamp
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2025/12/bootcamp-scaled.jpg 1440 2560 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2025-12-09 13:51:582025-12-09 13:52:00Bootcamp Tim Penyusun RENSTRA UNISA Yogya 2026–2030 Resmi Dimulai
Page 15 of 19«‹1314151617›»
Advertise hereAdvertise here

Berita Terbaru

  • Idul adha
    Idul Adha, Menyelami Makna Pengorbanan Nabi Ibrahim26/05/2026 - 09:49
  • Puasa Arafah
    Ini Keutamaan Puasa Arafah Jelang Idul Adha yang Sayang Dilewatkan25/05/2026 - 10:02
  • Feishum
    Meriahkan Milad ke-109 ‘Aisyiyah, FEISHum UNISA Yogyakarta Gelar “SAE: Fresh with FEISHum”25/05/2026 - 05:57
  • Atlet perempuan
    Dukung Performa Atlet Perempuan, Tiga Prodi UNISA Yogyakarta Gelar Studium Generale “Women in Sport Science”22/05/2026 - 11:33
  • Mahasiswa internasional
    Mahasiswa Internasional Asal India Sebut UNISA Yogyakarta Jadi Rumah Kedua21/05/2026 - 14:35
  • Sumpah profesi
    188 Lulusan Tenaga Kesehatan UNISA Yogyakarta Ikuti Sumpah Profesi, Siap Mengabdi dengan Etika dan Profesionalisme21/05/2026 - 14:14
  • Milad 109 `aisyiyah
    Milad 109 ‘Aisyiyah Perkuat Dakwah Kemanusiaan, Launching 116 Posbakum Gratis dan TK ABA Semesta21/05/2026 - 10:12
  • Sekolah rakyat
    UNISA Yogyakarta Hadirkan Appreciative Inquiry Coaching Untuk Bangkitkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Rakyat20/05/2026 - 22:07
  • Ulama `aisyiyah
    Respons Tantangan Zaman, Ulama ‘Aisyiyah Rancang Konstruksi Pemikiran Keumatan dan Kebangsaan19/05/2026 - 09:24
  • Bayi
    Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita18/05/2026 - 08:25

Alamat

Kampus Terpadu:
Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63 Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. 55292
Telepon: (0274) 4469199
Fax.: (0274) 4469204
Email: info@unisayogya.ac.id
Kampus I:
Jl. Munir 267 Serangan, Ngampilan, Yogyakarta.
Telepon: (0274) 374427

UNISA Virtual Tour

Jam Kerja Kantor

Senin-Jumat: 08:00-16:30 WIB

Sertifikasi oleh

Iso logoIso logo

Kolaborasi

Asia logos1    Cropped 2 removebg preview

Images removebg preview

Images 1 removebg preview

Saxion university of applied sciences logo.svgLogo la trobe university

Unikl1Uitm universiti teknologi mara logo png transparent

Logo umam offical 04   Logo left 1024x385

Unital removebg preview  Logo unishams full d142d40f Umpsa bangunan 1764x719

Logo uthm web removebg preview   Usm logoUtm logo full  Dhurakij pundit university feature img removebg preview

A3cfc8d10cdc0e37b8f43686c84e10cb56c9336a7b658aa3eb9a1270c28ef533  Logo jawi umk 1 cptnh9jvdwaz

Nowhiring 01 removebg preview  University of leeds

Ibaraki removebg preview   1284 logo 1280 removebg preview

Segi logo Mahidol u

Iium logo 2019.svg

 

© Copyright - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta - Enfold WordPress Theme by Kriesi
Scroll to top Scroll to top Scroll to top
  • ←
  • Contact Us
    Contact Form

  • WhatsApp