Asean

Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Wahyu Aditia Rawul (Angkatan 2022) berhasil terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ASEAN Youth Sustainability Forum (AYSF) 2025 yang diselenggarakan oleh ASEAN Youth Organization (AYO) di United Nations Conference Centre (UNCC), Bangkok, Thailand, pada 8–12 Oktober 2025.

Asean

Forum bergengsi ini mempertemukan para pemuda dari ASEAN, India, dan Bangladesh untuk berdiskusi dan berkolaborasi mengenai isu-isu strategis di kawasan, seperti pendidikan, teknologi, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

Pada hari pertama, Wahyu bersama peserta lain berdiskusi dengan pembicara inspiratif dari Indonesia, Thailand, dan Singapura mengenai peran anak muda dalam menghadapi perubahan iklim serta bagaimana teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi solusi efisien dan berbiaya rendah untuk mendukung keberlanjutan kawasan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi workshop di UNCC Bangkok, di mana para peserta belajar memetakan isu keberlanjutan dan merancang ekonomi sirkular dengan bimbingan para ahli. Puncaknya, setiap kelompok mempresentasikan proyek inovatif berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) yang menawarkan solusi nyata bagi tantangan di kawasan ASEAN.

Wahyu mengaku bangga bisa menjadi bagian dari forum internasional tersebut.

“Mengikuti AYSF adalah pengalaman berharga. Saya tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tapi juga belajar tentang pentingnya kolaborasi lintas negara untuk menciptakan masa depan Asia Tenggara yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui keikutsertaan ini, Wahyu membawa semangat “Dikti Sains dan Teknologi Berdampak”, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa UNISA Yogyakarta mampu berkontribusi nyata di tingkat global, membawa nilai-nilai ‘Aisyiyah yang unggul, berdaya, dan berdampak bagi dunia.

Studi banding

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menjadi magnet dan rujukan bagi perguruan tinggi di Indonesia. Kali ini, UNISA Yogyakarta menerima kunjungan dari Institut Kesehatan YARSI Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang melakukan studi banding pada Selasa (4/11/2025).

Rombongan tamu dari YARSI Mataram diterima langsung di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Gedung Siti Walidah, UNISA Yogyakarta. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Dekan FIKes UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH.

Studi Banding

Dalam sambutannya, Dewi Rokhanawati memaparkan profil lengkap UNISA Yogyakarta, termasuk keunggulan fakultas dan program studi yang dimiliki. Ia menegaskan bahwa UNISA Yogyakarta selalu membuka ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik antarperguruan tinggi.

“Silakan hari ini kita bisa saling berbagi untuk bersama-sama memberikan kemajuan bagi pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Dewi.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama Institut Kesehatan YARSI Mataram, Raden Ahmad Dedy Mardani, S.Kep., NERS., MNS., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari UNISA Yogyakarta.

“Tujuan kami datang ke UNISA Yogyakarta adalah untuk menimba ilmu terkait tata kelola dan manajemen yang sudah berjalan dengan baik di kampus ini,” ungkap Dedy.

Ia juga mengakui kekagumannya terhadap kemajuan UNISA Yogyakarta yang dinilai telah berkembang pesat sebagai perguruan tinggi berbasis nilai keislaman, profesional, dan berdaya saing global.

“Melihat paparan yang disampaikan Bu Dekan tadi, kami merasa YARSI Mataram masih sangat jauh dari UNISA Yogyakarta. Namun kami berharap kunjungan ini bisa menjadi pembelajaran berharga untuk berkembang lebih baik,” tambahnya.

Dedy menjelaskan bahwa Institut Kesehatan YARSI Mataram saat ini masih dalam tahap pengembangan setelah bertransformasi dari sekolah tinggi (STIKES).

“Kami baru memiliki dua fakultas dan sembilan program studi,” tuturnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mempererat kerja sama dan mempercepat peningkatan mutu pendidikan di kedua lembaga. Bagi YARSI Mataram, pengalaman dari UNISA Yogyakarta menjadi inspirasi untuk menerapkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berkelanjutan.

Gizi

Suasana hangat kunjungan keluarga terasa di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Adik mudanya, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung, melakukan kunjungan studi banding intensif di ruang sidang gedung Siti Moendjijah, Kamis (30/10/25).

Gizi

Rombongan UNISA Bandung datang khusus untuk mengintip dan belajar lebih dalam mengenai seluk-beluk Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta yang sudah lebih dulu mentereng.

Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH, yang menyambut rombongan, mengaku sangat senang. Ia menyebut kunjungan ini jadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi strategis. Salah satu topik hangat yang dibahas adalah peran penting prodi Gizi dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi sorotan nasional.

“Semoga kunjungan ini semakin mempererat hubungan antara UNISA Yogyakarta dengan UNISA Bandung, dan sinergitas semakin kuat,” tutur Dewi dalam sambutanya.

Sementara itu, Dekan FIKes UNISA Bandung, Dr. Ami Kamila, S.ST., M.Kes, blak-blakan soal alasan mengunjungi UNISA Yogyakarta. Ia berterima kasih atas sambutan dan dukungan penuh UNISA Yogyakarta untuk rencana pembukaan prodi Gizi baru di Bandung.

“Ini merupakan kunjungan ke-3 kami untuk pembelajaran. Sebelumnya kami juga melihat Magister Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat,” ungkap Kamila.

Ia menegaskan, prodi Gizi kini menjadi prioritas utama. “Saat ini peminat terbanyak ada di Program Studi Gizi, sehingga pembelajaran yang ingin kami lakukan sekarang banyak mengenai pembentukan Program Studi Gizi,” tegasnya.

Pertemuan dua saudara ini pun dilanjutkan dengan pemaparan mendalam tentang rahasia dapur Prodi Gizi UNISA Yogyakarta, yang diakhiri dengan sesi diskusi interaktif.

Tenaga kependidikan

Tenaga kependidikan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Lomba Penyusunan Artikel Karya Inovasi Laboran dan Tenaga Kependidikan (KILaT) Perguruan Tinggi 2025, yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, tim dari UNISA Yogyakarta berhasil meraih penghargaan di dua kategori bergengsi, yakni Best Paper dan Best Presenter.

Kompetisi yang bertujuan untuk mendorong budaya inovatif di kalangan laboran dan tenaga kependidikan ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Kegiatan diseminasi karya inovasi dan pengumuman pemenang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Dalam kategori Best Paper, tim dari UNISA Yogyakarta berhasil meraih dua posisi teratas:

  • Juara 1:
    Muhammad Ismail Nawri Nasution, S.Kom dan Esti Rochmawati, S.E.
    dengan karya berjudul “Inovasi Sistem Presensi Finger Berbasis Web dengan Fitur Klarifikasi dan Validasi Kehadiran (Web-Based Finger Attendance System Innovation with Clarification and Attendance Validation Features)”.
  • Juara 2:
    Anindya Gita Fakhira, S.Biotek, Estianingrum, S.Tr.Kes, dan Dewi Praptomo Aji Wijayanti, S.Si
    dengan karya “Potensi Betacyanin Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Agen Pewarna DNA Alternatif.”

Sementara itu, pada kategori Best Presenter, perwakilan UNISA Yogyakarta yang terdiri dari Sinta Maharani, S.Sos., M.I.Kom, Ryan Revinaldi, S.IP, dan Fatmah Methda, S.Si.T. berhasil meraih Juara 2 dengan karya berjudul “SAE UNISA YOGYAKARTA: Praktik Communications Constitutive of Organization (CCO) dalam Membangun Komunitas Kampus Sehat dan Berdaya.”

Ketua Majelis Dikti PP ‘Aisyiyah, Dr. Sulistyaningsih, S.KM., M.H.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap tenaga kependidikan yang berkontribusi nyata dalam pengembangan inovasi di lingkungan perguruan tinggi. “Laboran dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam mewujudkan kampus yang unggul dan berkemajuan. Melalui KILaT, kami ingin mendorong lahirnya karya-karya inovatif yang aplikatif dan inspiratif,” ujarnya.

Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., turut mengapresiasi capaian ini. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen UNISA dalam menumbuhkan budaya inovasi di seluruh sivitas akademika, tidak hanya dosen dan mahasiswa, tetapi juga tenaga kependidikan. “Inovasi adalah napas kemajuan. Capaian ini menunjukkan bahwa semangat berinovasi tumbuh subur di lingkungan UNISA Yogyakarta,” tutur Warsiti.

Dengan diraihnya penghargaan ini, UNISA Yogyakarta semakin mengukuhkan posisinya sebagai kampus yang unggul dan berkemajuan.