UNISA Memberikan Strategi Tembus Jurnal Internasional Melalui Webinar

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta melalui Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) menggelar webinar yang bertemakan Majelis Ilmu Strategi Tembus Jurnal Terindeks Scopus, Rabu (01/07).

Webinar yang diselenggarakan secara nasional ini dihadiri oleh tenaga pendidikan seperti guru dan dosen sebagai peserta webinar. Selanjutnya, webinar kali ini menghadirkan Dr. Askuri selaku dosen Unisa Yogya sebagai narasumber.

Dra. Umu Hani EN, M.Kes selaku Ketua LPPI Unisa Yogya memberikan sambutan tentang pentingnya cara untuk berhasil memasukkan hasil karya tulis bagi para dosen ataupun guru. Umu Hani mengatakan, bahwa webinar ini juga penting sebagai kiat para dosen untuk memenuhi kebutuhan sertfikasi dosen, kebutuhan pengembangan karir dosen (PKD), meningkatkan fungsional, serta kinerja bagi para peserta webinar.

Sebagai prolog, Askuri menjelaskan perjalanan karirnya dalam penulisan jurnal internasional. Melalui input jurnal, Askuri pernah mendapatkan Grand Research dari National Academy of Science dan National Science Foundation dari Amerika Serikat, selain itu Askuri juga mendapatkan penghargaan nasional berupa Grand Research dari LPDP untuk risetnya tentang penamaan seseorang.

“Scopus hanya salah satu metrics instruments untuk mengukur dampak jurnal dan artikel dalam jurnal, seberapa banyak jurnal tersebut dikutip oleh para penulis atau peneliti di dalam jagat internet,” Ujar Askuri.

Dalam materinya, Askuri memaparkan beberapa hal yang menjadi strategi agar jurnal bisa tembus terindeks Scopus, seperti pemahaman tentang indeks Scientific Journal Rankings (SJR) pada sebuah publisher jurnal, menciptakan gagasan otentik, pemahaman terkait relevansi gagasan peneliti dengan jurnal-jurnal lainnya, serta mencari rekan internasional yang memiliki reputasi baik.

Dengan adanya webinar ini, diharapkan dosen atau guru mampu memahami dan menerapkan strategi-strategi tersebut dalam upaya memasukkan jurnal yang terindeks Scopus.

Merubah Pola Pikir Arsitektur di New Normal dalam Webinar Arsitek UNISA

Progam Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan webinar dengan tema  Architect and New Normal, Senin (29/06).

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Aprodita Emma Yetti, S.T., M.Sc. selaku kepala progam studi Arsitektur Unisa Yogya dan arsitek profesional di SP Studio yaitu Ar Juddy Prananta.

Berkaca dari segi pandang arsitektur dalam masa New Normal bahwa perlu sekali merubah pola pikir para arsitek dalam mendesain kembali ruang lingkup di lingkungan sekitar dalam menghadapi New Normal dan hal tersebut memicu tantangan bagi profesi arsitek menghadapi tantangan di masa depan.

Dalam paparannnya, Juddy menyampaikan bahwa kemampuan manusia itu selalu berkaitan dengan evolusi dan adaptasi, manusia dapat melalui proses, karena memang manusia itu berevolusi, evolusi dan adaptasi itu berkaitan juga dengan arsitektur untuk menciptakan suatu bentuk yang baru.

“Jika kita tidak memulai suatu hal yang baru dan tidak mencoba memasuki hal baru di Arsitektur, maka kita akan terhenti di hal- hal yang sebenarnya sudah kita kuasai” pungkas Juddy.

Aprodita juga menyampaikan bahwa bukan hanya memindahkan suatu konsep utuh ke dalam waktu sekarang namun juga harus beradaptasi dengan sesuatu yang baru, dapat dengan tekhnologi dapat juga dengan desain desain yang baru.

Pada akhir acara dibuka sesi diskusi bagi para partisipan webinar tersebut, acara tersebut berlasung dengan lancar selama dua jam, disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom dan channel Youtube Arsitektur Unisa Yogyakarta.

FST UNISA Kenalkan Prodi Arsitektur Melalui Talkshow

Fakultas Sains Dan Tehnologi (FST) Universitas Aisyiyah Yogyakarta, mengenalkan Program Studi Arsitek Unisa Yogya melalui Talkshow Online, Kamis (18/06).

Pada masa pandemi Covid-19, tidak menurunkan semangat Prodi Arsitektur Unisa Yogya untuk menyambut dan memperkenalkan arsitektur kepada calon mahasiswa baru melalui webinar, media webinar sendiri paling sering digunakan untuk menggantikan pertemuan offline.

Acara tersebut berlangsung dengan ngobrol santai bersama dosen- dosen dari Prodi Arsitektur Unisa Yogya, salah satunya yaitu Kaprodi Arsitektur Unisa Yogya Aprodita Emma Yetti, S.T.M.Sc dan Ardiansyah Rahmat Hidayatullah, S.Ars, M.Arch selaku narasumber di acara tersebut.

Saat ini Prodi Arsitektur Unisa sudah terakreditasi B dan mempunyai penciri yaitu “Health Architecture”. Health Architecture adalah sebuah konsep yang dikeluarkan oleh prodi Arsitektur Unisa Yogya kedalam kurikulum agar mahasiswa dapat belajar menciptakan lingkungan dengan arsitektur secara sehat baik itu lingkungan sekitar, lingkungan bangunan, sosial, mereka juga mempunyai metode pembelajaran yang menyenangkan.

Prodi Arsitektur Unisa saat ini juga didukung oleh asosiasi IAI DIY dan APTARI.

Prodi Keperawatan UNISA Memberikan Pembekalan Melalui Webinar

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta melalui Program Studi Keperawatan Ners Fakultas Ilmu Kesehatan menggelar webinar yang bertemakan Manajemen APD Masa Covid-19 di Rumah Sakit, Sabtu (27/06).

Webinar ini dihadiri oleh mahasiswa- mahasiwi Profesi Keperawatan UNISA Yogyakarta, guna membekali diri dalam persiapan terjun langsung ke Rumah Sakit. Webinar kali ini menghadirkan Istiqomah, S.Kep.,Ns.,M.Sc dari RSUD Kota Yogyakarta dan Sri Martiasih, S.Kep.,Ns dari RSUD Wonosari sebagai pemateri.

Peserta diberikan pemahaman mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19 bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit. Selaras dengan pernyataan Suratini, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kom selaku Kaprodi Keperawatan, dalam sambutannya Suratini mengatakan bahwa pelatihan yang diadakan saat ini sangat penting sebelum memasuki Rumah Sakit, seperti pelatihan menggunakan APD hingga pelatihan-pelatihan dalam penanganan Covid-19 bagi tenaga kesehatan lainnya.

Istiqomah dari IPCN (Infection Prevention Control Nurse) RSUD Kota Yogyakarta dalam materinya memberikan pemahaman fundamental terkait pemahaman awal mengenai Covid-19, yakni apa itu Covid-19 dan bagaimana penularannya, serta bagaimana pengendalian atau pencegahan transmisi secara dasar.

“Tujuan utama presentasi ini adalah peserta diharapkan mampu memahami tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19,” Ucap Istiqomah.

Istiqomah juga menegaskan bahwa pilar utama dalam pengendalian Covid-19 bagi tenaga kesehatan adalah hand hygiene / mencuci tangan secara teratur.

Sri Martiasih Dalam materinya menyampaikan poin-poin penting dalam penggunaan dan manajemen terhadap Alat Pelindung Diri (APD), mulai dari masker, sarung tangan, face shield, pakaian hazmat, dan sepatu pelindung.

“Penggunaan APD merupakan salah satu bagian dari kewaspadaan standar,” tutur Martiasih.

Dengan adanya webinar ini, diharapkan mahasiswa Profesi Ners memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam mempersiapkan diri pada aktualisasi penanganan Covid-19 di Rumah Sakit.

LPPI UNISA Adakan kajian Tuntunan Sholat Ied dimasa Pandemi

Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Aisyiyah Yogyakarta bekerjasama dengan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan sebuah kajian tematik, Senin (29/06).

Kajian tersebut bertema tentang “tuntunan ibadah puasa arafah, idul adha, kurban dan protokol ibadah di masa pandemi covid-19”. Narasumber dalam kegiatan kajian kali ini adalah Ustadz. Ruslan Fariadi, M,Si. Selaku anggota majelis tarjih dan tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sekaligus menjadi dosen di Unisa Yogya.

Royan Utsany, Lc., M.H.I. didapuk sebagai moderator dalam kajian ini, Wakil Rektor I UNISA Yogya Taufiqur Rahman, SIP., MA., Ph.D. ikut hadir dan memberikan sambutan.

Dalam sambutannya Taufiq  menyampaikan bahwa dalam kajian tersebut, hal yang menarik dari tuntunan ibadah di masa covid-19 adalah kita dapat mengambil pelajarannya, bukan hanya sekedar tuntunanya saja namun juga bagaimana proses tuntunan tersebut dilaksanakan.

Dalam paparannnya, Ruslan menyampaikan bahwa dalam masa pandemi Covid-19 sebagai suatu wujud pencegahan, serta sebagai antisipasi penularan atau tertular virus Covid-19, maka sholat Ied dilaksanakan di rumah dengan keluarga inti masing- masing yang cara pelaksanaanya persis dengan surat edaran yang sudah dikeluarkan oleh Majelis Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengenai tuntunan sholat Ied selama masa pandemi.

Namun dengan adanya New Normal muncul berbagai pertimbangan bahwa dalam wilayah yang dikatagorikan pemerintah sebagai wilayah yang sudah aman, maka bisa melaksanakan sholat ied di lingkungan yang relatif kecil dengan jam’ah yang tidak terlalu banyak namun meskipun begitu tetap harus melaksanakan standart protokol kesehatan,mulai dari jarak shaff-nya, menggunakan masker, handsinitizer dan protokol kesehatan lainnnya.

“Fatwa kita tidak hanya membahas tentang burhani (ilmu pengetahuan)nya tetapi juga ilmu agamanya bayani dan irfani” ungkap Ruslan.

Akhir acara dilakukan sesi tanya jawab melalui aplikasi zoom dan streaming live di channnel youtube Universitas Aisyiyah Yogyakarta, sehingga dapat disaksikann oleh masyarakat luas.