UNISA Yogya Menerima Kunjungan Universitas Dili

Jum’at (14/2), ruang pertemuan di lantai 2 Univeritas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, menerima kunjungan Rektor Universitas Dili (Undil), Jose Agostinho Belo,S.H.,MM., yang didampingi oleh Arif Abdullah Sagran dari Kantor Internasional Undil.

Kunjungan resmi tersebut disambut hangat oleh Biro Kerjasama Urusan Internasional (BKUI) UNISA Yogya, Dekan dan Wakil Dekan dari masing-masing Fakultas, serta Biro Admisi. Selain menjalin silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk inisiasi kerjasama internasional.

Jose Agostinho menjelaskan, bahwa merasa cocok dengan adanya Prodi Keperawatan yang dimiliki UNISA Yogya. Di Timor Leste studi Kesehatan Masyarakat sangat diminati sehingga bisa menjadi salah satu poin kerjasama. Dalam diskusi, Ruhyana,MAN., selaku Wakil Dekan FIKES UNISA Yogya berkata,”Semangat yang dibawa adalah semangat persaudaraan, selain itu ada kesamaan, yaitu tentang kesehatan, kerjasama ini nantinya ada kegiatan langsung seperti seminar.”

Usai pertemuan, BKUI UNISA Yogya sebagai garda depan dalam kerjasama internasional, langsung menindaklanjuti dalam pembuatan draft dan perumusan kerjasama. Selain itu juga menjadwalkan kunjungan balasan ke Universitas Dili, bertepatan akan dikirimkannya tim dari UNISA Yogya ke Timor Leste bulan Maret mendatang.

 

50 Mahasiswi STIKes Abdurahman ke UNISA Yogya

Rabu (12/2), 50 Mahasiswi D3 Kebidanan STIKes Abdurahman Palembang mengikuti Kuliah Umum dengan tema Kesehatan Reproduksi oleh Andari Wuri Astuti, S.Si.T.,MPH.,Ph.D., serta Studi Banding di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA). Didampingi oleh H.Suaidy A. Rahman, MM., selaku Pembina Yayasan Abdurahman, Ririn Anggraini, M.Bmd., selaku Wakil Rektor I STIKes Abdurahman, beserta 3 jajaran lainnya.

Dalam waktu yang bersamaan, Pembina Yayasan Abdurahman dan jajaran STIKes Abdurahman Palembang melaksanakan audiensi dengan Ketua dan Dosen Prodi S1 Profesi Bidan UNISA Yogya. Audiensi dipimpin oleh Ruhyana, MAN., selaku Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Kesehatan.

Selepas kuliah umum dan audiensi dilanjutkan agenda campus tour dengan mengunjungi laboratorium. Seluruh peserta menilik langsung pusat lab dan ruang praktek di gedung B UNISA Yogya. Sesama perguruan tinggi yang memiliki prodi Kebidanan, membuat kunjungan ke laboratorium dan ruang praktek membuahkan diskusi yang interaktif.

 

Literasi Medsos di Kajian Tematik UNISA Yogya

Dalam rangka pembentukan karakter keislaman dan kepemimpinan, UNISA Yogyakarta mengadakan program pesantren bagi mahasiswa baru. Sebanyak 154 mahasiswi dari prodi D4 Anestesiologi dan D3 Kebidanan mengikuti Pesantren Pemimpin Mahasiswa Berkemajuan (PESPAMA) UNISA Yogyakarta, Sabtu (8/2).

Mahasiswi sebagai pemudi yang lekat dengan media sosial, Biro Humas UNISA Yogya memberikan materi Literasi Media Sosial oleh Sinta Maharani, S.Sos., selaku Kepala Biro Humas UNISA Yogya, tujuan penyampaian materi adalah pemanfaatan dan bijak dalam bermedia sosial.

“Saya bermedsos, maka saya ada,” ujar Sinta dalam pembukaan.

Media sosial merupakan aktualisasi diri atau merupakan penggambaran karakter dari pemilik akun media sosial itu. Beberapa hal bijak yang dapat dilakukan dengan media sosial yaitu, menjalin silaturahmi, menjadi media untuk berbisnis, dan untuk berdakwah.

Antusiasme peserta terlihat saat diskusi dan berbagi cerita mengenai akun media sosial mereka masing-masing, bahkan sudah ada yang memanfaatkan untuk berbisnis dan mempromosikan produknya meski berbeda pulau.

“Hidupmu berharga bukan dari banyaknya likes, comments, notes, atau followers, tapi pada kemampuanmu untuk menyayangi dan berbicara baik, saring sebelum sharing,” tutup Sinta.

 

Prodi Kebidanan Sarjana Terapan Unisa Adakan Seminar IPE

Program Studi Kebidanan Sarjana Terapan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas `Aisyiyah Yogyakarta menggelar seminar Interprofesional Education (IPE) dalam Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal Kebidanan di Hall gedung B, Selasa (4/2).

Fitria Siswi Utami, S.SiT., MNS selaku ketua prodi Kebidanan Sarjana Terapan Unisa Yogya menjelaskan bahwa Pertolongan pertama gawatdarurat dapat terjadi dimana saja, baik di rumah, lingkungan masyarakat, puskesmas dan rumah sakit. Peran dan fungsi bidan dalam kegawat daruratan Maternal dan Neonatal di orientasikan pada kemampuan memberikan asuhan.

“Seminar ini diadakan dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa prodi Kebidanan, maka perlu ditingkatkan kemampuan atau kompetensi mahasiswa salah satunya melalui pembelajaran praktikum maupun praktek klinik dilahan,” tutur Fitria.

Ali Imron, S.Sos., M.Fis dalam pembukaan seminar mengatakan ilmu kesehatan cepat berubah, maka membutuhkan literasi yang tinggi serta kolaborasi dari semua pihak, baik itu dari pakarnya maupun tenaga pengajar.

“Tolong nanti apa yang disampaikan oleh narasumber bisa diserap, dan mahasiswa mampu mempraktikkan serta mentransfer ilmunya dimana kalian bekerja,” Ucap Imron dihadapan 393 mahasiswa yang hadir dalam seminar.

Seminar IPE menghadirkan 3 narasumber yang ahli pada bidangnya masing- masing, seperti dr. Elysa Nur Safrida, SpA, Dr. dr. E. Phyowai Ganap, Sp.OG (K), serta Fitria Siswi Utami, S.SiT., MNS.

Selain teori yang didapat, mahasiswa juga bisa melihat langsung bagaimana praktek resusitasi dan role play penatalaksanaan preeklamsia di PMB hingga rumah sakit yang diperankan oleh Tim pengampu mata kuliah kegawatdaruratan.

PSIK Unisa Adakan Studium Generale Mengenai Stimulasi pada Anak

Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas `Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), menggelar Studium Generale dengan tema Plastisitas Otak dan Stimulasi pada Anak di Hall Baroroh Baried, Senin (3/2).

Studium generale kali ini menghadirkan Dr. Ariyanti Saleh, S.Kp., M.Si dari Unhas Makassar sebagai narasumber, Suratini, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kom selaku ketua program studi Ilmu Keperawatan Unisa Yogya dalam sambutanya menyampaikan bahwa mahasiswa nantinya akan dapat mengeksplorasi ilmu yang didapatkan dalam kegiatan studium generale.

“Kebetulan ibu Ariyanti ini ahli di bidang keperawatan anak, jadi akan membuat mahasiswa lebih gamblang dan terbuka dalam asuhan keperawatan,” ucap Suratini.

Ariyanti menjelaskan bahwa Plastisitas merupakan salah satu kemampuan otak yang sangat penting, yang melingkupi berbagai kapabilitas otak, termasuk kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan penyimpanan memori dalam proses belajar. Karena itu anak- anak bisa belajar lebih cepat dari pada orang dewasa, termasuk diantaranya menguasai bahasa asing di usia muda, penguasaan alat musik, bermain bola, bahkan pemulihan dari cedera otak yang lebih cepat.

“Plastisitas Otak adalah kemampuan otak untuk mengorganisasi dirinya sendiri, dengan pembentukan hubungan saraf baru dalam seluruh pertumbuhan,” ungkap Ariyanti.

300 mahasiswa PSIK Unisa Yogya hadir mengikuti studium generale ini.