Skip to main content
PMB UNISA

Laboratorium

Laboratorium Terpadu

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang terdiri dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Sains Terapan dan Fakultas Ilmu Ekonomi dan Humaniora mempunyai laboratorium terpadu untuk menunjang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yang khususnya memfasilitasi pembelajaran keahlian mahasiswa melalui praktikum, penelitian dan pengabdian masyarakat. Laboratorium terpadu Universitas Aisyiyah Yogyakarta senantiasa mengikuti perkembangan issue terkini/up date tentang ilmu pengetahuan yang dipelajari dan selalu menyediakan alat-alat dan bahan praktikum sesuai dengan kebutuhan pada setiap kelompok keilmuan.

  1. Laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan

Laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan selalu dikembangkan dalam sarana prasarana yang mutakhir, mencukupi dengan rasio mahasiswa, dengan desain laboratorium berupa MINI HOSPITAL dan memfasilitasi metode OSCE yang menjadi rujukan bagi organisasi profesi dalam menyelenggarakan pelatihan OSCE maupun evaluasi dengan metode OSCE. Laboratorium Ilmu Kesehatan. Laboratorium Ilmu Kesehatan selalin mengutamakan pelayanan internal dalam pembelajaran praktikum mahasiswa, penelitian dan pengabdian masyarakat, juga menjadi pusat rujukan instansi kesehatan di Indonesia dalam mengembangkan laboratorium. Hal ini melalui antusiasme peserta dari berbagai institusi dalam mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Laboratorium Ilmu Kesehatan Universitas Aisyiyah Yogyakarta dan permintaan studi banding dari berbagai institusi di Indonesia.

Laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan yang telah di desain mini hospital, terdiri dari:

No Nama Laboratorium Desain Laboratorium
1 Lab Kebidanan Prenatal care unit
Intranatal care unit
Postnatal care unit
Neonatal care unit
Family Planning
Obstetric gynecology midwivery
Basic skills

a.        Phisical examination

b.       Fluid and electrolite

c.        Nutrition

d.       Elimination

e.       Respiration

f.         Integument

g.        Personal hygiene

h.       Vision and hearing

2 Lab Keperawatan Emergency care
Intensive care
Operative care
Adult care
Child health care
Community health care
Maternity care
Neonatal care
Elderly care
Mental care
Basic care nursing

Basic skills

a.        Phisical examination

b.       Fluid and electrolite

c.        Nutrition

d.       Elimination

e.       Respiration

f.         Integument

g.        Personal hygiene

h.       Vision and hearing

3 Lab Analis Kesehatan Lab. Gizi, Analisa makanan & minuman, biokimia
Lab. Hematologi
Lab Mikrobiologi
Lab. Parasitologi
Lab. Anatomi dan Fisiologi
Lab. Kimia Klinik
4 Lab Tehnik Radiodiagnostik dan Radioterapi Lab Tehnik Radiodiagnostik dan Radioterapi
5 Lab. Fisioterapi Elektroterapi 1
Elektroterapi 2
Actinoterapi 1
Actinoterapi 2
Actinoterapi 3
Actinoterapi 4
Stroke service 1
Stroke service 2
Manipulasi
Gymnasyum
Pediatric

 

Mini Hospital Keperawatan dan Kebidanan

mini-lab

Laboratorium Fisioterapi

Laboratorium fisioterapi memiliki Alat-alat Fisioterapi:

      1. Elekto terapielekto-terapi    Electrical Stimulasi: Electrical stimulasi menggunakan arus listrik yang menyebabkan satu atau kelompok otot tertentu berkontraksi. Dengan meletakkan elektroda pada beberapa daerah dikulit tertentu fisioterapi dapat mempengaruhi serabut otot untuk berkontraksi. Kontraksi otot dengan menggunakan electrical stimulasi ini dapat meningkatkan kekuatan otot. Fisioterapi dapat merubah susunan arus untuk arus yang kuat atau arus lemah dalam menggontraksikan otot. Selama proses penguatan otot, terjadilah kontraksi otot yang meningkatkan asupan darah ke daerah yang diberikan arus sehingga meningkatkan proses penyembuhan.

TENS: Tens (transcutaneus electrical nerve stimulation), alat ini dioperasikan dengan baterei kecil dan menggunakan transmisi listrik dan bermanfaat menurunkan nyeri. Elektroda di letakkan didaerah yang bersangkutan yang mengalami nyeri. Mesin dihidupkan dan arus listrik disalurkan lewat elektroda. Perasaan geli terasa dibawah kulit dan otot. Sinyal ini berfungsi menggangu sinyal nyeri. Sinyal dari tens ini mempengaruhi syaraf-syaraf pada daerah yang diaplikasikan tens dan memutus sinyal nyeri sehingga pasien merasakan nyerinya berkurang.

      1. Aktinoterapi

aktinoterapi

 

2. ultrasound-dan-swd Ultrasound: Mesin ultrasound adalah modalitas fisioterapi yang pemanfaatannya dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi atau rendah. Gelombang suara ini dasalurkan di sekitar jaringan dan pembuluh darah, gelombang suara tersebut menembus ke otot sehingga otot menjadi hangat dan otot relaks, oleh karena itu gelombang ultrasound ini digunakan untuk perawatan otot yang mengalami ketegangan dan kekakuan. Efek dari pemanasan ini juga berpengaruh pada pelebaran pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah sehingga membantu prose penyembuhan. Fisioterapis juga dapat mengatur frekuensi dari gelombang ultrasound sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi peradangan.


swdSWD
: Terapi panas penentrasi dalam dengan menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi 27,12 MHz, panjang gelombang 11 m. Tujuan Pemberian SWD adalah memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, mengurangi spasme otot, membantu meningkatkan kelenturan jaringan lunak, mempercepat penyembuhan radang.

      1. Terapi Latihan
        terapi-latihan
        Shoulder Wheel:  alat untuk melatih keterbatasan atau nyeri gerak pada bahu pasien

paralel-bar  Paralel Bar: alat untuk melatih jalan pasien yang mengalami kelemahan pada kedua kakinya

 

 

      1. Hydro thermal
        hydro-thermal
        Menggunakan sarana air dengan suhu dingin atau panas.

 

Hot Packs: Fisioterapis membalutkan hot pack basah kemudian membalutnya lagi dengan beberapa lapis handuk kemudian meletakkannya ke daerah yang membutukan perawatan. Panas yang dihasilkan oleh hot pack mempunyai beberapa manfaat yang penting. Hot pack ini merelaksasikan otot yang kaku sehingga dampaknya jaringan otot tersebut menjadi relaks. Hot pack ini dapat menurunkan nyeri yang disebabkan oleh ketegangan atau kekakuan otot. Hot pack juga menyebabkan vasodilatasi/pelebaran pembuluh darah vena yang dapat meningkatkan sirkulasi darah pada daerah tersebut. Pasien dengan ketegangan dan kekakuan otot atau arthritis sering mendapatkan manfaat dengan penggunaan hot pack.

Cold Packs: Cold pack adalah gel beku yang digunakan fisioterapi untuk merawat daerah yang nyeri dan peradangan. Cold pack dibalutkan pada handuk yang basah dan diletakkan langsung pada daerah yang membutuhkan perawatan. Efek dingin dari cold pack disalurkan ke kulit, otot dan jaringan tubuh pasien sehingga mempunyai beberapa manfaat. Suhu yang dingin menyebabkan vasokonstriksi/penyempitan pembuluh darah vena pada area tersebut. Dan efek ini menurunkan peradangan pada daerah tersebut. Dan dengan menurunnya peradangan maka nyeri dan bengkak berkurang.

      1. Hydro mechanics
        hydro-mechanics
        Memanfaatkan mekanik kepadatan air, metacentre, friction, hydrostatic pressure. Penggunaan untuk massage, terapi latihan.

 

2. Hydro chemics

hydro-chemics                   Memanfaatkan unsur mineral/kimiawi dalam air

 

 

  1. Electromyogrpahy (EMG) dan Force pressure platform.

emgFungsi untuk Myopressure sendiri yaitu merekam aktivitas kontraksi otot real time per microvolts, dan Force power dari tekanan pada tubuh dan otot saat analisa gerak/motion analysis untuk mampu merekam aktifitas kontraksi agar didapatkan evaluasi assessment pada masing- masing pasien secara real.

Laboratorium Analis Kesehatan

Foto

Laboratorium Tehnik Radiodiagnostik Radioterapi

radiografi

  1. Pesawat Radiografi Stationer merk SAMSUNG tipe GF50 Series. Pesawat ini memiliki kemampuan 150 kV dan 640 mA. Pesawat ini merupakan pesawat Digital Radiography mutakhir yang dikeluarkan oleh Samsung Healthcare pada tahun 2016. Memiliki fleksibilitas tinggi dengan detektor portable dan penggerak meja dengan menggunakan sensor kaki.

software-radiologiPesawat ini memiliki user interface yang mudah dan memiliki software yang mumpuni untuk penyelenggaraan pendidikan laboratorium Radiografi. Pesawat ini juga dilengkapi dengan alat pengukuran Dose Area Product, yang dapat menghitung dosis radiasi yang berguna bagi pembelajaran praktikum maupun penelitian. Pesawat ini juga dilengkapi sistem dan software yang dapat digabungkan sistem PACS.

  1. Detektor Nirkabel Pesawat Digital Radiography Samsung

detector-digital

Teknologi Mutakhir detektor Digital Radiography yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran praktikum Radiography, Radiofotografi dan komputer radiologi atau pencitraan.

 

  1. Lead Apron

lead-apronLaboratorium Radiografi Prodi Radiologi Unisa Yogyakarta juga memiliki dua buah lead apron yang berfungsi sebagai pelindung radiasi dan bermanfaat dan mendukung bagi pembelajaran praktikum di laboratorium, baik praktikum Radiografi, fisika radiodiagnostik maupun praktikum proteksi radiasi. Peralatan ini juga dapat mendukung penelitian yang dilakukan di laboratorium Radiodiagnostik Prodi Radiologi Unisa Yogyakarta.

  1. Thyroid dan Gonad Shield
 gonald-shield thyroid

 

Laboratorium Radiografi Prodi Radiologi Unisa Yogyakarta juga memiliki satu buah thyroid shield untuk melindungi organ thyroid yang sensitif terhadap radiasi hambur dan juga gonad shield, yang dapat melindungi organ reproduksi dari bahaya radiasi hambur, yang berfungsi sebagai pelindung radiasi dan bermanfaat dan mendukung bagi pembelajaran praktikum di laboratorium, baik praktikum Radiografi, fisika radiodiagnostik maupun praktikum proteksi radiasi. Peralatan ini juga dapat mendukung penelitian yang dilakukan di laboratorium Radiodiagnostik Prodi Radiologi Unisa Yogyakarta.

  1. Peralatan Quality Control dan Quality Assurance serta Alat Ukur Radiasi.

Untuk mendukung keperluan praktikum dan pemahaman serta kemampuan mahasiswa atau lulusan dalam melakukan Quality Control dan Quality Assurance terhadap pesawat di Instalasi Radiologi maupun peralatan pengolah citra, Laboratorium Prodi Radiologi Unisa Yogyakarta menyediakan perlengkapan sebagai berikut :

  1. FLUORO-4

 

 

 

 

 

 

Fluoro-4 merupakan sebuah alat uji QC yang digunakan pada sistem fluoroscopy. Fluoro – 4 digunakan untuk melihat kinerja alat fluorkopy ketika sedang berlangsung pemeriksaan. Sistem panthom  fluoro-4 menggunakan PMMA/Cu atau Al attenuator plates. Alat ini berguna untuk mengukur :

  1. Membatasi resolusi spatial (0.6-5.0 LP/mm)
  2. Grey scale
  3. Melihat kontras paling rendah (8 detail, diameter 10 mm)
  4. Circular geometri
  5. TO HVL

 

 

 

 

TO HVL dirancang secara berdiri untuk melihat filter sinar x. Pengujian alat ini dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan lengkap seperti Al filter dan multi-meter. Alat ini digunakan untuk menguji lapisan HVL dari pesawat x-ray.

Fitur :

  1. Dengan empat pilihan ketinggian FID yang dapat digunakan – 30, 35, 45 dan 50 cm untuk memenuhi berbagai modalitas.
  2. Untuk menguji central alignment
  3. Detector recess in base
  4. ANSI

 

 

 

 

 

 

Leeds Test Objects’ panthom  Pasien-Equivalent dirancang berdasarkan AAPM report 31. Digunakan untuk melihat kinerja alat radiografi secara keseluruhan.

  1. Beam Alignment

 

 

 

 

 

Alat ini digunakan untuk menguji keselarasan sinar x yang keluar dengan berkas yang dihasilkan pada alat radiografi dan fluoroscopy. Digunakan untuk mengukur :

  1. Korespondensi keefektifan cahaya kolimator dengan berkas radiasi.
  2. Melihat letak dari central beam
  3. Laboratorium Fakultas Sains dan Terapan

Laboratorium Fakultas Sains dan Terapan terdiri dari Program studi Arsitektur dan Program Studi Bioteknologi. Dalam menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan sarjana arsitektur dan sarjana bioteknologi, salah satunya ditunjang oleh adanya laboratorium sesuai dengan keahlian lulusan yang diharapkan. Selain itu juga digunakan untuk mengembangkan keilmuan dosen pengajar bersama mahasiswa melalui penelitian maupun pengabdian masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan.

  1. Prodi Arsitektur

Kegiatan praktikum dilaksanakan di studio perancangan arsitektur. Tugas-tugas mahasiswa merupakan tugas perancangan yang erat dengan gambar yang menggunakan bidang kertas berukuran besar (A3 sampai A1).

  1. Prodi Bioteknologi

Kegiatan praktikum pada kekhususan bioteknologi kesehatan dan pertanian banyak menggunakan bahan-bahan kimia yang dilaksanakan di laboratorium kimia klinik dan laboratorium analisa makanan dan minuman serta bokimia.

  1. Laboratorium Fakultas Ilmu Ekonomi dan Humaniora

Laboratorium Fakultas Ilmu Ekonomi dan Humaniora terdiri dari Program Studi Manajemen, Akuntansi, Administrasi Publik, Komunikasi dan Psikologi. Dalam menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan sarjana di bidangnya, salah satunya ditunjang oleh adanya laboratorium sesuai dengan keahlian lulusan yang diharapkan. Selain itu fungsi laboratorium juga digunakan untuk mengembakan keilmuan dosen pengajar bersama mahasiswa melalui penelitian maupun pengabdian masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan.

  1. Laboratorium Akuntansi

Merupakan salah satu sarana penunjang yang paling vital bagi Program Studi Akuntansi UNISA. Hal ini sebagai upaya untuk mencetak lulusan yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang mumpuni di bidang Akuntansi, baik teori maupun praktis. Laboratorium Akuntansi sangat berperan dalam membantu memberikan pengetahuan praktis mengenai proses akuntansi yang dilakukan di perusahaan, instansi baik swasta maupun pemerintah melalui suatu bentuk simulasi. Laboratorium Akuntansi juga berfungsi sebagai pusat akumulasi dan distribusi perkembangan informasi dan kajian akuntansi terkini. Dalam konteks inilah, maka Laboratorium Akuntansi menyelenggarakan berbagai jenis aktivitas dalam bentuk praktikum.

  1. Laboratorium Manajemen

Laboratorium Manajemen merupakan unit penunjang  pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Beberapa mata kuliah yang diajarkan di Jurusan Manajemen memerlukan laboratorium sebagai media aplikasi teori-teori yang diajarkan. Dimana saat ini konsentrasi-konsentrasi di Jurusan Manajemen telah menawarkan mata kuliah Laboratorium yang sesuai dengan mata kuliah masing-masing. Oleh karena itu, Laboratorium Manajemen memiliki peran penting dalam upaya pengembangan keilmuan di Jurusan Manajemen. Laboratorium Manajemen berfungsi sebagai Pusat Pelatihan dan Pengembangan Dosen dan Mahasiswa Program Studi Manajemen; mengembangkan dan mengelola kegiatan praktikum untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman praktik manajemen bagi mahasiswa; menjadi wahana bagi dalam pelaksanaan riset, pelatihan, dan pengembangan secara internal maupun dalam bentuk kerjasama dengan intitusi atau lembaga yang lain.

  1. Laboratorium Administrasi Publik

Laboratorium administrasi publik dalam mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa didukung oleh laboratorium pengembangan organisasi dan manajemen publik, laboratorium politik dan tata pemerintahan serta laboratorium kebijakan publik dan perencanaan pembangunan.

  1. Laboratorium Komunikasi

Program Studi Ilmu Komunikasi telah dirancang kurikulum dengan mengintegrasikan praktikum ke dalam mata kuliah dan disiapkan laboratorium untuk praktikum Public Relations maupun Advertising, diharapkan mahasiswa dapat belajar dengan memadukan textbook dan praktikum Produksi Media Audio Visual.

  1. Laboratorium Psikologi

Psikologi sebagai suatu ilmu tentunya membutuhkan berbagai macam fasilitas guna mengaplikasikan  teori-teori psikologi ke dalam berbagai bidang terapan.  Laboratorium Psikologi berdiri sebagai salah satu fasilitas pendukung tersebut. Selain itu, keberadaan Laboratorium Psikologi juga sebagai salah satu mediator guna mempelajari, meneliti dan mengembangkan berbagai macam hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

Fungsi dan Peran Laboratorium Psikologi di Prodi Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta adalah sebagai salah satu pendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.  Selain itu juga guna sebagai sarana pendukung dalam mengaplikasikan teori-teori psikologi ke dalam berbagai fenomena kehidupan yang terkait di bidang-bidang Psikologi, seperti Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri dan Organisasi dan Psikologi Sosial.  Selain itu, membantu Dosen dan Mahasiswa untuk bisa mempelajari lebih dalam mengenai alat-alat tes psikologi.  Kemudian Laboratorium Psikologi UNISA juga sebagai sarana dalam mengembangkan berbagai macam alat ukur tes psikologi dan juga akan membantu para mahasiswa maupun dosen untuk melakukan berbagai macam bentuk penelitian.

PEDOMAN KEADAAN DARURAT

    1. Terkena Bahan Kimia
      1. Jangan panik
      2. Minta bantuan orang terdekat
      3. Bersihkan bagian yang mengalami kontak langsung (cuci bagian yang mengalami kontak langsung dengan air)
      4. Bila kulit terkena bahan kimia, jangan digaruk supaya tidak menyebar
      5. Bawa ke tempat yang cukup oksigen
      6. Hubungi tenaga medis segera
    2. Kebakaran
      1. Jangan panik
      2. Ambil tabung gas CO2 apabila api masih mungkin untuk dipadamkan
      3. Hindari menghirup asap secara langsung
      4. Tutup pintu untuk menghambat api membesar dengan cepat (jangan dikunci)
      5. Hubungi pemadaman kebakaran

Prosedur Peminjaman Alat dan Bahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tata Tertib Pembelajaran Praktikum Unit Laboratorium Terpadu

Sebelum Praktikum

  1. Penanggung jawab kelompok praktikum melakukan peminjaman alat dan bahan praktikum dengan mengisi formulir peminjaman dan meninggalkan kartu mahasiswa.
  2. Penanggung jawab kelompok praktikum mengecek kelengkapan alat yang dipinjam dan bahan habis pakai sesuai dengan daftar alat yang akan digunakan pada praktikum.
  3. Penanggung jawab kelompok mengambil daftar hadir dan kunci ruangan untuk kegiatan praktikum kepada petugas laboratorium.
  4. Praktikan menggunakan ruang laboratorium sesuai dengan jadual yang telah ditentukan dan harus sudah hadir di ruang praktikum sepuluh (10) menit sebelum kegiatan praktikum dimulai.
  5. Kegiatan praktikum yang tidak dapat dilaksanakan sesuai jadual, selambat – lambatnya 12 jam sebelum pelaksanaan praktikum, dosen koordinator MA/pembimbing praktikum dan praktikan sudah menginformasikan kepada petugas laboratorium.

 

Selama Praktikum

  1. Seluruh praktikan wajib mengenakan baju praktikum selama kegiatan praktikum, baju praktikum dikenakan sebelum memasuki ruang praktikum.
  2. Praktikan mengeluarkan alat praktikum dari container dan mengenali jenis alat dan disusun sesuai dengan fungsi alat steril dan non steril pada tempat yang tersedia.
  3. Praktikan hanya diperbolehkan membawa modul praktikum, buku tulis dan alat tulis. Tas praktikan dapat dismpan pada loker yang telah di sediakan, apabila tidak memenuhi dapat diletakkan pada sudut ruangan praktikum dan di tata dengan rapi.
  4. Praktikan dan pembimbing praktikum harus mengisi daftar hadir dan monitoring kegiatan praktikum secara lengkap (Tanggal dan jam pelaksanaan, nama lengkap dosen pembimbing dan uraian materi).
  5. Praktikan yang tidak bisa mengikuti kegiatan praktikum sesuai jadual yang telah ditentukan dengan alasan yang benar (dengan menyerahkan surat ijin), dapat menggantinya dengan cara mengikuti praktikum yang sama pada kelompok yang lain atas ijin pembimbing praktikum atau dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dari Penanggung Jawab MA.
  6. Praktikan tidak diijinkan membuat coretan pada alat laboratorium dan fasilitas laboratorium lainnya.
  7. Apabila ada sarana dan prasarana praktikum yang rusak atau hilang, praktikan diwajibkan segera melaporkan kepada pembimbing praktikum atau petugas laboratorium dan mencatat pada format peminjaman dan pengembalian alat.
  8. Praktikan dan pembimbing praktikum harus mengisi daftar hadir dan monitoring penugasan praktikum secara lengkap.

 

Sesudah Praktikum

  1. Praktikan supaya merapikan kembali ruang laboratorium sebelum meninggalkan ruangan (merapikan tempat tidur, kursi dan meja). Praktikan kembali mengunci ruangan praktikum yang selesai digunakan dan mencabut kunci ruangan untuk dikembalikan ke unit laboratorium.
  2. Penanggung jawab kelompok praktikum melakukan pengecekan kelengkapan pengisian daftar hadir dan uraian materi, baik pada monitoring materi pembelajaran praktikum maupun pada monitoring penugasan praktikum sebelum dikembalikan ke ruang administrasi laboratorium.
  3. Penanggung jawab kelompok praktikum mengecek dan merapikan kembali peralatan praktikum yang telah selesai digunakan, membersihkan peralatan, membuang bahan habis pakai yang selesai digunakan pada tempat yang sesuai dan mengganti dengan bahan habis pakai yang baru sesuai dengan jumlah yang telah digunakan.
  4. Penanggung jawab kelompok praktikum mengembalikan alat yang telah rapi dan kunci ruangan kepada petugas laboratorium dan petugas laboratorium akan mengecek kelengkapan serta kerapian alat. Setelah dinyatakan sesuai, maka kartu mahasiswa dapat diambil kembali.

 

Sanksi

Bagi praktikan yang tidak mematuhi dan melaksanakan tata tertib pembelajaran praktikum,dosen pembimbing praktikum berhak untuk mengeluarkan praktikan dari ruang praktikum dan atau tidak mengeluarkan nilai praktikum mahasiswa yang bersangkutan.

 

QR Code