Inovasi JELITA: Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi
Limbah rumah tangga berupa sisa minyak jelantah sering kali hanya berakhir di saluran pembuangan dan berujung mencemari lingkungan sekitar. Namun, sebuah terobosan baru dan kreatif berhasil dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISA Yogyakarta bersama warga di wilayah RW 05 Notoprajan, Yogyakarta. Mereka sukses menyulap limbah kotor tersebut menjadi barang bernilai jual lewat program JELITA (Jelantah Lilin Aroma Terapi).
Kegiatan edukatif yang inovatif ini sukses dilaksanakan pada hari Kamis (27/8/2026) bertempat di Kantor RW 05 Notoprajan. Program JELITA hadir menjadi solusi cerdas dalam pemanfaatan limbah minyak bekas pakai menjadi sebuah produk kreatif yang punya nilai guna tinggi bagi masyarakat.
Koordinator Program JELITA, Floresita, menjelaskan bahwa inisiatif ini bermula dari keprihatinan melihat minimnya pengelolaan limbah cair rumah tangga.
“Tujuan utama kami mengedukasi warga soal gaya hidup peduli lingkungan. Daripada dibuang, menyumbat selokan, dan mencemari air, jelantah ini sangat potensial diubah jadi cuan. Alhamdulillah warga sangat antusias mempraktikkannya,” ujar Floresita.
Hal senada diungkapkan oleh Siti Aminah, salah satu ibu rumah tangga peserta pelatihan. Ia tidak menyangka limbah kotor bisa disulap menjadi wangi.
“Awalnya saya ragu, masa minyak sisa goreng ikan bisa jadi lilin wangi? Ternyata cara buatnya gampang dan baunya benar-benar hilang. Hasilnya juga cantik, lumayan bisa buat ide usaha kecil-kecilan di rumah,” ungkap Siti penuh semangat.
Minyak Jelantah
Lalu, bagaimana tahapan pembuatannya? Cara menyulap jelantah ini rupanya sangat mudah dipraktikkan. Pertama, minyak jelantah disaring menggunakan saringan halus untuk membuang sisa kotoran. Minyak tersebut kemudian diberi campuran arang dan didiamkan selama 24 jam. Langkah ini terbukti krusial guna menetralkan bau tak sedap serta memudarkan warna pekat dari minyak bekas.
Setelah dipastikan netral, minyak kembali disaring lalu dipanaskan perlahan di atas kompor. Minyak hangat ini kemudian dicampur dengan stearic acid (asam stearat) lalu terus diaduk hingga menyatu sempurna.
Agar memikat dan bernilai jual, adonan tadi ditambahkan fragrance atau essential oil untuk memberikan sensasi aroma menenangkan, ditambah pewarna sesuai selera. Cairan lilin tersebut tinggal dituangkan ke wadah cetakan yang telah dipasangi penyangga sumbu. Diamkan hingga mengeras, dan lilin aromaterapi siap digunakan!
Hadirnya program JELITA tidak sekadar bertujuan menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi volume sampah cair. Lebih dari itu, kegiatan ini memberi keterampilan baru bagi warga agar makin mandiri secara ekonomi dan membuka peluang usaha.
Dengan variasi bentuk, warna, serta kemasan yang estetis, produk JELITA berpotensi dipasarkan luas. Ke depannya, warga Notoprajan diharapkan terus mengolah minyak bekas menjadi produk ramah lingkungan yang mampu menebalkan isi dompet.
































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!