Sambut Pubertas Tanpa Panik, KKN UNISA Edukasi Siswa SD
Guna menyiapkan mental dan pemahaman anak menjelang fase pubertas, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 44 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar edukasi kesehatan reproduksi bagi siswa kelas 4–6 SD Negeri Somoitan, Jumat (21/8/2026).
Pubertas
Pendidikan reproduksi sejak dini dinilai krusial agar anak tidak panik atau bingung saat mengalami perubahan fisik alami. Untuk menciptakan ruang diskusi yang aman dan nyaman, sesi edukasi dipisah berdasarkan jenis kelamin. Siswa laki-laki difokuskan di ruang aula, sementara siswi perempuan didampingi khusus oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan di ruang TIK.
Materi yang dibahas secara interaktif meliputi pengenalan ciri pubertas, menstruasi dan manajemen nyeri haid (dismenore), tata cara menjaga kebersihan organ intim, hingga edukasi mengenai batasan sentuhan tubuh. Pemisahan ruang ini terbukti efektif memancing keberanian siswa untuk bertanya dan berkonsultasi mengenai perubahan tubuh mereka tanpa rasa malu.
Kepala SD Negeri Somoitan, Tri Purwanti, sangat mengapresiasi langkah strategis mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai, rentang usia kelas 4 hingga 6 SD adalah fase transisi yang membutuhkan pendampingan ekstra.
“Untuk edukasi terkait reproduksi, kelas 4, 5, dan 6 itu sangat penting. Di usia sekarang, minimal kelas 5 untuk yang perempuan biasanya sudah mengalami menstruasi. Diberikan sejak awal supaya ketika mengalami, mereka sudah tahu apa yang terjadi,” papar Purwanti.
Purwanti berharap, pemahaman ini dapat menghapus stigma tabu terkait perubahan fisik anak. Dengan bekal edukasi tersebut, para siswa diharapkan mampu merawat organ reproduksinya dengan baik dan berani mencari bantuan apabila mendapati masalah yang membuat mereka merasa tidak nyaman.








































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!