Cegah Laka Laut, Mahasiswa Gandeng Satlinmas Rescue
Guna meminimalisasi risiko kecelakaan laut (laka laut) dan dampak bencana pesisir, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar Sosialisasi Mitigasi Kebencanaan. Edukasi ini ditujukan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) selaku pengelola Pantai Mlarangan Asri di Pleret Kidul, Panjatan, Kulon Progo, Sabtu (29/8/2026).
Laka Laut
Mengusung pendekatan kolaboratif, KKN UNISA menggandeng Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Pantai Glagah dan Klinik Pratama ‘Aisyiyah Panjatan. Kegiatan ini membekali warga dengan langkah taktis pra, saat, dan pascabencana di kawasan pesisir.
Aris Widiatmoko dari Satlinmas menekankan pentingnya evakuasi dini dan kewaspadaan warga melalui kepemilikan tas siaga bencana di setiap rumah. “Saat bencana terjadi, segera jauhi area pantai, cari daratan tinggi, dan pastikan memantau informasi valid dari BMKG serta BPBD,” urai Aris di hadapan perangkat desa dan warga.
Dari aspek medis darurat, dr. Pratifi Nurleili mengingatkan krusialnya golden time atau batas waktu maksimal 60 menit untuk menyelamatkan korban tenggelam.
Guna mematangkan pemahaman teoretis, para peserta diajak mempraktikkan langsung simulasi pertolongan air menggunakan metode RTRGT (Reach, Throw, Row, Go, Tow). Metode ini melatih warga menolong korban tenggelam secara aman, mulai dari menjangkau menggunakan alat bantu dari darat hingga menarik korban ke tepi pantai.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UNISA, Zubaida Rohmawati, menegaskan bahwa sosialisasi ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan warga.
“Harapannya, seluruh ekosistem pengelola pantai, mulai dari pelaku UMKM hingga juru parkir, memiliki kesiapsiagaan tinggi. Kemampuan pertolongan pertama yang tepat akan sangat krusial menekan fatalitas korban laka laut sebelum bantuan medis tiba,” pungkas Zubaida.







































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!