UNISA Sambut Kunjungan Studi Banding “Open Day” Empat Perguruan Tinggi
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menerima kunjungan studi banding lintas perguruan tinggi yang dikemas dalam acara “UNISA Open Day” pada Kamis, 17 September 2026 (06 Rabiulakhir 1448 H). Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Siti Moendjijah (Gedung C), Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta, ini dihadiri oleh delegasi dari Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO), Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Muhammadiyah Sorong, serta Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang.
Kunjungan Studi Banding
Kepala Biro Perencanaan dan Pengembangan UNISA Yogyakarta, Suryani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kedatangan para delegasi tersebut. Ia berharap forum ini menjadi ajang pertukaran best practices serta penguatan kolaborasi antarinstitusi.
“Kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perkenannya Bapak dan Ibu sekalian untuk berkunjung di kampus terpadu kami. Mudah-mudahan apa yang menjadi maksud, tujuan, dan harapan dari diskusi bersama ini dapat tercapai dan memberikan kemanfaatan bagi kedua belah pihak,” ujar Suryani.
Sementara itu, mewakili peserta Open Day, Wakil Rektor Bidang Akademik UNRIYO, Aryanto Nugroho, menyampaikan apresiasinya atas penyambutan dari UNISA Yogyakarta dan menegaskan komitmen delegasinya untuk saling belajar.
“Kami hadir di sini tentu dalam rangka hal yang baik, yaitu bersama-sama untuk belajar dan mengembangkan pemahaman dari UNISA. Khususnya dari Universitas Respati Yogyakarta, kami terus terang ingin belajar dari pengalaman, terutama terkait pengembangan Program Studi Fisioterapi Program Sarjana. Semoga kunjungan dan silaturahmi ini menjadi bagian dari bentuk kerja sama yang baik,” tutur Aryanto.
Tiga Fokus Diskusi Paralel
Usai acara pembukaan, rangkaian Open Day dilanjutkan dengan sesi diskusi terfokus yang terbagi ke dalam tiga kelompok bidang secara paralel.
Pada kelompok pertama, diskusi di bidang kesehatan dipimpin oleh Kepala Program Studi Fisioterapi UNISA Yogyakarta, Asyhara Naela Arifin. Sesi diskusi ini membahas mengenai kurikulum dan tata kelola program profesi, Asyhara Naela Arifin memaparkan skema pembelajaran yang diterapkan di UNISA Yogyakarta.
“Untuk Program Profesi Fisioterapi di UNISA, total ada 36 SKS yang kami tempuh dalam dua semester, terdiri dari stase wajib seperti neuromuskular, pediatri, kardiovaskuler, hingga K3, serta stase pilihan. Dalam sistem penjadwalan, kami menggunakan sistem gelombang sehingga seluruh stase tetap berjalan efektif dan penggunaan lahan praktik tetap aman dan optimal,” jelas Asyhara.
Diskusi di bidang kesehatan ini dihadiri oleh delegasi UNRIYO yang dipimpin oleh Ketua Tim Pendirian Prodi, Herta Meisatama, guna mendiskusikan mekanisme pendirian serta pengelolaan Program Studi Fisioterapi Program Sarjana di UNRIYO. Di samping itu, hadir juga Ketua Prodi Sarjana Fisioterapi UM Ahmad Dahlan Palembang, Juliastuti, bersama Dwi Herdayanti, yang turut melakukan benchmarking terkait pembukaan Program Studi Profesi Fisioterapi, struktur kurikulum, sistem penjadwalan gelombang, hingga pengelolaan case report dan lahan praktik.
Pada kelompok kedua, diskusi membahas mengenai penguatan perpustakaan digital dengan mempertemukan tim Perpustakaan UNISA Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Perpustakaan UNISA Yogyakarta, Zeni Istiqomah, dan Koordinator Teknis Perpustakaan UNISA Yogyakarta, Irkhamiyati, bersama delegasi Perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura yang dipimpin oleh Pustakawan Ahli Pertama, Bondhan Endriawan. Fokus pembahasan melingkupi tata kelola perpustakaan digital, pengembangan sistem repository institusi, manajemen perpustakaan, serta pengadaan bahan pustaka digital. Dalam kesempatan tersebut, Bondhan Endriawan menyampaikan tujuannya melakukan studi banding ke UNISA.
“Kedatangan kami sebenarnya ingin belajar terkait pengelolaan digital perpustakaan, khususnya yang berkaitan dengan sistem repository. Tahun ini kami di Universitas Trunojoyo Madura sedang aktif mengembangkan repository institusi. Harapannya melalui diskusi ini, kami dapat membawa pulang pengetahuan serta masukan teknis yang bermanfaat untuk diterapkan di kampus kami,” ungkap Bondhan.
Sementara itu, pada kelompok ketiga, jajaran Biro Humas dan Protokol UNISA Yogyakarta yang dipimpin oleh Kepala Biro, Sinta Maharani, berdiskusi bersama delegasi Universitas Muhammadiyah Sorong yang dipimpin oleh Kepala Biro Humas dan Protokoler, Teguh Hidayat Iskandar Alam.
Penutup
Rangkaian kegiatan UNISA Open Day ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan kenang-kenangan. Melalui forum kolaboratif ini, UNISA Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus membuka diri dalam membangun sinergi dan kemitraan strategis demi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.








































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!